cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pengobatan dan Perawatan Klien Tuberkulosis Menggunakan Model Penguatan Kapasitas Pemuda: Increasing Knowledge, Attitudes, Actions on Treatment and Care of Tuberculosis Clients Using Youth Capacity Strengthening Models Lisum, Kristina; Agung Waluyo; Astuti Yuni Nursasi; Sudibyo Supardi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3608

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat kedua kasus Tuberkulosis tertinggi di dunia, untuk itu dibutuhkan pelibatan peran serta anggota masyarakat, termasuk pemuda. Pemuda sering kali diabaikan untuk menjadi agen pembaharu dalam keluarga, karena dianggap memiliki gaya hidup berisiko terhadap masalah kesehatannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji model penguatan kapasitas pemuda terhadap pengetahuan, sikap, tindakan pengobatan dan perawatan klien Tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental. 104 responden penelitian adalah klien tuberculosis yang memiliki pemuda kontak serumah berusia 15 – 24 tahun. Penelitian dilakukan pada Februari - September 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji regresi logistic Hasil: Pengaruh model penguatan kapasitas pemuda terhadap peningkatan pengetahuan yang dikontrol dengan variabel sumber informasi sebesar 2.83 kali; terhadap peningkatan sikap sebesar 71,4 kali setelah dikontrol oleh variabel sumber informasi, lama pengobatan dan skor pengetahuan klien. Walaupun pengaruh model penguatan kapasitas pemuda tidak signifikan terhadap perubahan tindakan secara langsung, namun perubahan tindakan pengobatan dan perawatan klien TBC paru setelah tiga bulan intervensi terjadi 3.13 kali lebih besar dibanding kelompok kontrol Kesimpulan: Model penguatan kapasitas pemuda secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap klien TBC paru; termasuk dalam tindakan pengobatan dan perawatan TBC paru. Perubahan tersebut membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari pelaku model.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Anemia pada Remaja Putri : Literature Review: Factors Causing Anemia in Adolescent Women : Literature Review Risky Amalia; Emi Sutrisminah; Yuli Astuti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3614

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal, pada remaja putri dikatakan anemia bila kandungan Hbnya <12 gram/dl. Menurut WHO Angka kejadian anemia pada remaja putri di India selatan secara keseluruhan 67,9% dimana anemia sedang 37,05%, anemia ringan 21,42% dan anemia berat 9,4%. Penelitian di Sri Lanka 31,65%, Nepal 68,8%, Myanmar 26%, Maldives 57%, Banglades 98%. Angka kejadian anemia paling tinggi terjadi di Banglades 98%, Nepal 68,8% dan india selatan 67,9%. Riskesdas 2018, angka kejadian anemia di Indonesia sebesar 32%, artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan Literatur Review dengan Pubmed dan google scholar sebagai database pencariannya. Data yang diambil adalah artikel penelitian dari tahun 2018-2022, dengan kata kunci adolescent anemia”, “Factor anemia adolescents”, “Risk factor for anemia”, “Faktor-faktor anemia pada remaja”, “Kejadian anemia remaja faktor resiko”. Hasil: Hasil penelitian menemukan faktor dukungan yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri yaitu: Tingkat pengetahuan remaja (p-value = 0.000 maka p <0,05), Indeks masa tubuh (IMT) (p value = 0.000 maka p <0,05) dan Siklus menstruasi (p= 0,003 < 0,05) memiliki hubungan yang signifikan terjadinya anemia pada remaja putri Kesimpulan: Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan, IMT (gemuk dan kurus), siklus menstruasi (Panjang siklus menstruasi, volume darah haid yang keluar).
Hubungan Pengetahuan, Tingkat Pendidikan dan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Kota Banjarmasin: Relationship between Knowledge, Level of Education and Family Support with Stunting Incidents in the Work Area of the Kuin Raya Community Health Center, Banjarmasin City Yusiana Nur Maulida; Ilmi, M. Bahrul; M. Febriza Aquarista
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3619

Abstract

Latar belakang: Salah satu indikator tingkat kesehatan rakyat adalah prevalensi stunting. Terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi pada terjadinya stunting diantaranya adalah pengetahuan, tingkat pendidikan dan dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan guna mengidentifikasi dan menganalisis keterkaitan pengetahuan, tingkat pendidikan dan dukungan keluarga atas kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Kota Banjarmasin. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Kota Banjarmasin yang memiliki anak Balita usia 0-59 bulan yaitu sebanyak 1.646 Balita. Menggunakan Rumus Slovin untuk menentukan besarnya sampel, didapatkan 94 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil: Sebanyak 52 kasus (55,3%) stunting, 40 responden (42,6%) mempunyai pengetahuan cukup, 50 responden (53,2%) mempunyai tingkat pendidikan rendah, 53 responden (56,4%) mendapat dukungan keluarga. Uji statistik dengan uji Chi-Square, ada keterkaitan pengetahuan dengan kejadian stunting (p-value = 0,036 < 0.005), tidak ada keterkaitan tingkat pendidikan dengan Kejadian Stunting (p-value = 0,727 < 0.005), ada hubungan dukungan keluarga dengan Kejadian Stunting (p-value = 0,000 < 0.005). Kesimpulan: Ada keterkaitan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kejadian Stunting dan tidak ada keterkaitan antara tingkat pendidikan dengan kejadian stunting. Saran dalam penelitian ini yakni menganjurkan para Ibu untuk lebih memahami pentingnya pengetahuan tentang stunting pada anak.
Pelaksanaan Promosi Kesehatan Rumah Sakit dalam Rangka Upaya Menjaga Keselamatan Pasien : Literature Review: Implementation of Health Promoting Hospital in the Context of Efforts to Maintain Patient Safety : Literature Review Putri, Ananda Herraztie Rasyendria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3621

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit menyediakan upaya promotif dan preventif rumah sakit dengan melaksanakan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Adanya PKRS diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada sasaran PKRS sehingga dapat meningkatkan upaya dalam rangka menjaga keselamatan pasien. Tujuan: Artikel ini disusun untuk menganalisis pelaksanaan PKRS di rumah sakit untuk menjaga keselamatan pasien. Metode: Sumber artikel yang digunakan didapatkan melalui penelusuran melalui database Google Scholar. Artikel diseleksi menurut kriteria inklusi menggunakan kata kunci “promosi kesehatan rumah sakit dan keselamatan pasien”. Artikel yang digunakan dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir dan tersedia dalam bentuk full text. Hasil: Hasil penelusuran terdapat 9.630 jurnal yang kemudian dipersempit dengan menuliskan “pelaksanaan promosi kesehatan rumah sakit dan upaya menjaga keselamatan pasien”. Sehingga menjadi 10 jurnal yang akan direview. Setiap artikel menyatakan bahwa upaya menjaga keselamatan pasien adalah hal yang fundamental di setiap rumah sakit sehingga setiap rumah sakit memiliki program keselamatan pasien yang membutuhkan peran promosi kesehatan untuk mengkomunikasikan budaya keselamatan pasien. Kesimpulan: Peran promosi kesehatan sangat penting untuk komunikasi antar tenaga medis untuk menerapkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit sehingga dapat mencegah Insiden Keselamatan Pasien.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Body Image dengan Gangguan Makan Siswa SMAN 5 Jakarta: Correlation between Intensity of Social Media Use and Body Image with Eating Disorders in Students of SMAN 5 Jakarta Bunga Sovani Firdawiyanti; Eka Andriani; Sabrina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3628

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Intensitas Pengguna media sosial tertinggi berada pada kelompok usia 13-18 tahun (remaja). media sosial dapat mempengaruhi terciptanya citra tubuh yang ideal dan penampilan yang menarik melalui foto atau gambar yang diunggah sehingga menyebabkan remaja yang menggunakan media sosial dan melihat unggahan tersebut merasa rendah diri dan menginginkan tubuh serupa yang berdampak pada gangguan makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 282 responden penelitian adalah siswa-siswi SMAN 5 Jakarta yang mengisi kuesioner penelitian. Penelitian dilakukan pada Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji gamma untuk menguji hubungan signifikan antara variabel intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan. Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000), dan hubungan antara body image dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.
Pengaruh Teman Sebaya terhadap Kejadian Pernikahan Dini : Literature Review: The Effects of Peers on Early Marriage Incidents : Literature Review Meilia Rahmawati Kusumaningsih; Friska Realita; Maharani Cahyaningtyas
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3655

Abstract

Latar belakang: Masalah pernikahan dini yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan, adopsi perilaku proses, sikap, pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, pola asuh orang tua, kepercayaan, ketersediaan pelayanan kesehatan, dan peran teman sebaya. Tujuan: untuk menelaah hasil dari hubungan teman sebaya terhadap kejadian pernikahan dini sesuai dengan penelitian – penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Metode: Metode yang digunakan ialah tinjauan literature review. Pengumpulan artikel menggunakan database Google Scholar dan BMC dengan seleksi kurun waktu 5 tahun terakhir. Pengumpulan data disesuaikan dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil: Dari beberapa faktor seperti faktor predisposisi, pemungkin dan penguat, didapatkan pengaruh teman sebaya berperan cukup kuat bagi remaja untuk melangsungkan pernikahan dini karena terlibat dalam memberikan keputusan dan mendukung untuk menikah dini dari teman sebayanya. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ataupun keterlibatan teman sebaya dalam mendukung remaja lainnya untuk segera melangsungkan pernikahan pada usia dini.
Efektivitas Intervensi Demo Memasak dan Makan Bersama Menu Tinggi Protein terhadap Peningkatan Berat Badan Balita di Kecamatan Simokerto, Surabaya: Effectiveness of Intervention Cooking Demonstration and Eating Together with High Protein Menu on Toddler Weight Gain in Simokerto District, Surabaya Wangi, Martina Puspa; Nurus Sakinah, Fitria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3659

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data statistik yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, terdapat 12.183 desa yang masih memiliki penduduk yang berstatus kekurangan gizi. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah desa dan kelurahan terbanyak yang masih memiliki penduduk dengan kekurangan gizi, yaitu sebanyak 1.418 ribu desa dan kelurahan. Surabaya merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki angka kekurangan gizi pada anak-anak yang tinggi. Berdasarkan riset yang dilakukan di Darmokali, Surabaya, ditemukan bahwa 34,1% dari anak-anak yang menjadi responden mengalami kekurangan gizi dan 2,3% dari responden teridentifikasi kurang gizi. Demo memasak merupakan salah satu format dari edukasi kesehatan yang melibatkan kegiatan memasak yang disaksikan oleh responden yang menjadi sasaran penelitian. Konsumsi makanan tinggi protein penting untuk sasaran dengan status gizi kurang sebagai upaya mengejar ketertinggalan tumbuh kembang dan mengkompensasi infeksi berulang yang terjadi. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dari media edukasi gizi dengan basis komunikasi visual, demo memasak yang dilanjutkan dengan makan bersama dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas intervensi gizi dengan luaran peningkatan berat badan pada balita. Tujuan: Mengetahui hubungan antara hubungan pemberian intervensi demo memasak dan makan bersama menu tinggi protein dengan penambahan berat badan pada balita di Kecamatan Simokerto. Metode: Melakukan demo memasak dan makan bersama selama 12 hari yang difasilitasi oleh kader dan mahasiswa gizi. Terdapat tiga menu yang disajikan selama 12 hari intervensi dengan siklus menu 3 hari. Makanan yang diberikan merupakan makanan dengan kandungan protein yang tinggi yang mencakup lebih dari 20% kebutuhan protein dalam 100 gram sajian makanan. Menu makanan ditentukan melalui proses perhitungan zat gizi dengan menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan disesuaikan dengan ketersediaan makanan dan harga bahan makanan di sekitar responden. Proses penimbangan dilakukan dengan menggunakan timbangan digital sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Hasil: Terjadi peningkatan berat badan rata-rata sebesar 233,8 gram setelah 12 hari intervensi. Terdapat beberapa balita yang mengalami peningkatan berat badan akibat kondisi khusus, yaitu infeksi berulang dan ketidakhadiran dalam kegiatan demo masak dan makan bersama. Kesimpulan: Demo memasak merupakan format edukasi gizi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan berat badan balita dan terbukti efisien dalam meningkatkan berat badan balita. Menu tinggi protein efektif dalam meningkatkan berat badan balita jika diberikan secara konsisten, yaitu selama 12 hari intervensi yang dapat meningkatkan berat badan balita sebesar 233,8 gram.
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka terhadap Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen: The Application Wound Care Education To Improve First Aid Knowledge of Students in SMPN 1 Karangmalang Sragen Irma Mustika Sari; Eska Dwi Prajayanti; Erika Dewi Noorratri; Rini Widarti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3661

Abstract

Latar belakang: Pertolongan pertama pada siswa karena cidera atau luka merupakan upaya yang dilakukan sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan. Kejadian kecelakaan yang terjadi di lingkungan sekolah sangat beragam misalnya karena terpeleset, adanya luka memar, luka bakar, ataupun luka lecet akibat trauma benda tumpul. Untuk mencegah terjadinya cidera lebih lanjut dibutuhkan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dengan menggunakan peralatan dan sarana yang ada di sekolah. Pertolongan pertama memerlukan pengetahuan yang baik untuk mencegah kondisi luka yang lebih buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimental study one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling sejumlah 71 responden yang dilakukan selama bulan Juni 2022. Responden mengisi kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang perawatan luka dan pertolongan pertama. Hasil: Hasil analisis paired t test menunjukkan nilai signifikan ? = 0,000 < dari taraf nyata yaitu 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi perawatan luka terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada siswa di SMPN 1 Karangmalang Sragen. Tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebesar 49,3% dan masuk ke kategori tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi perawatan luka dengan ceramah dan demonstrasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama khususnya pada cidera luka ringan yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah sehingga komplikasi yang lebih parah dapat dihindarkan.
Analisis Kepatuhan Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Anak : Literature Review: Analysis of Mother's Compliance in Giving a Complete Basic Immunisation to Children : Literature Review Nur Afriza; Lina Handayani; Sitti Nur Djannah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3664

Abstract

Latar belakang: Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit. Pemberian imunisasi dasar dipengaruhi oleh kepatuhan orang tua atau ibu untuk memberikan imunisasi kepada bayinya. Kepatuhan seseorang dilihat sejauh mana perilaku yang dilakukan sesuai dengan ketentuan oleh profesional kesehatan dan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong. Faktor predisposisi meliputi pengetahuan, sikap, pengalaman dan sebagainya. Adapun faktor pendukung atau pemungkin meliputi sarana prasarana, fasilitas, keterampilan dan sebagainya. Kemudian faktor pendorong meliputi seperti peran tenaga kesehatan, keluarga, teman dan sebagainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak. Metode: Kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA mengkaji artikel yang dipublikasi pada tahun 2018 hingga 2022 melalui database pencarian Google Scholar. Sumber artikel penelitian didapatkan menggunakan kata kunci “Kepatuhan Ibu” dikombinasikan dengan kata kunci “Imunisasi Dasar Lengkap” dan “Anak”. Hasil: Sebanyak 3 artikel dipilih untuk kajian sistematis, didapatkan hasil bahwa ada hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi ibu, sikap ibu, tindakan ibu dan pelayanan kesehatan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak. Kesimpulan: Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak yaitu pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi ibu, sikap ibu, tindakan ibu dan pelayanan kesehatan.
Pengaruh Konsumsi Fast Food terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja : Literature Review: The Effect of Fast Food Consumption on Obesity Incidents in Adolescents : Literature Review Rahmalia, Vina; Karjoso, Tri Krianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3665

Abstract

Latar belakang: Remaja usia 15-19 tahun banyak yang mengalami masalah gizi lebih yaitu obesitas. Masalah obesitas saat ini sudah menjadi masalah global bahkan World Health Organization (WHO) telah menyatakan obesitas sebagai epidemi global. Perilaku remaja yang gemar mengkonsumsi fast food dan kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi fast food terhadap kejadian obesitas pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review terhadap artikel yang membahas mengenai pengaruh konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Artikel diperoleh dari Google Scholar dengan kata kunci Fast Food, Makanan Cepat Saji, Obesitas, dan Remaja. Artikel yang digunakan adalah dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2019-2023). Hasil: Hasil penelusuran artikel didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dari artikel tersebut didapatkan 8 artikel menunjukkan bahwa terdapat hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja, dan 2 artikel menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Kesimpulan: Konsumsi fast food dapat meningkatkan resiko obesitas pada remaja, hal ini terjadi karena adanya perkembangan teknologi dan perubahan budaya yang mengakibatkan perubahan pola makan.

Page 63 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue