cover
Contact Name
Mu'arifuddin
Contact Email
muarif@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285293368916
Journal Mail Official
journal@imadiklus.or.id
Editorial Address
Gedung B Nglotah, Desa Kaliagung Kecamatan Sentoro, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta 55664
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lifelong Education Journal
ISSN : -     EISSN : 2776785X     DOI : https://doi.org/10.59935/lej
LIFELONG EDUCATION JOURNAL adalah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk pertukaran hasil penelitian berkualitas di semua aspek pendidikan nonformal meliputi: Pengembangan sosial dan pembangunan masyarakat Pendidikan orang dewasa (andragogi) Pendidikan berbasis keluarga (pengasuhan anak, gender, pendidikan anak usia dini, kelompok bermain, homeschooling) Pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan kerja (kursus dan pelatihan) Pendidikan kepemudaan Pendidikan keaksaraan (melek huruf, literasi) Pemberdayaan masyarakat Kewirausahaan sosial Bimbingan dan konseling komunitas
Articles 73 Documents
Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi Pada Lembaga Sosial SOS Children’s Village, Kota Medan Aisyah Anggreni; Jubaidah Hasibuan; Jihan Sunita; Nabila Abnulia Lubis; Nurhasanah Nurhasanah
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.84

Abstract

This study aims to identify and describe the results of the Supervision, Monitoring, and Evaluation carried out on educational standards at the SOS Children's Village institution, Medan City. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results of the research from the supervision of the standards of educators and education staff were found that educators and education staff at SOS Children's Village were known as educators, foster mothers, and aunts who served their souls. Meanwhile, the results of supervision on graduate competency standards are that SOS seeks to prioritize life skills for foster children by having at least 1 life skill, and is facilitated. The results of monitoring the standard of facilities and infrastructure are found that the standard of facilities and infrastructure owned by the SOS institution is categorized as good and maintenance is carried out to keep it in good condition or ready for use. Meanwhile, the results of monitoring of SOS financing standards are sufficient for economic needs to provide a very decent education for foster children. And finally, from the results of the evaluation of the content standards, it was found that SOS Children's Village provided two programs, namely SFC (SOS Family Care) and FSP (Family Strengthening Program). Meanwhile, based on the results of the process evaluation of the SOS Children's Village management that the existing program is running well.
Pemberdayaan Kelompok Tani Padi Melalui Penyuluhan Pertanian: Studi Pada Kelompok Tani Mukti Wilayah Binaan Karanganyar BPP Kawalu Kota Tasikmalaya Setia Ramandani; Adang Danial; Wiwin Herwina
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.113

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani harus di dasarkan pada kebutuhan dan permasalahan yang di alami petani. Penyuluhan sangat penting dilakukan untuk merubah sikap, pengetahuan, dan keterampilan petani. Upaya pemberdayaan yang dilakukan adalah melalui penyuluhan pertanian.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemberdayaan kelompok tani padi melalui penyuluhan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, display data, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukan tahap – tahap pemberdayaan kelompok tani dilakukan dengan, Pertama tahap mengembangkan kesadaran awal yakni (a) pembentukan kelompok tani (b) kepemimpinan bergilir (c) study banding. Kedua tahap transformasi kemampuan yakni (a) membuat rencana penyuluhan (b) penyuluhan dan pelatihan (c) kemampuan adopsi inovasi (d) pertemuan rutin. Ketiga tahap percaya diri berkembang yakni (a) kemandirian (b) pendampingan (c) perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap . Keempat tahap peningkatan kesejahteraan yakni (a) peningkatan produksi (b) pendapatan petani meningkat. Simpulan penelitian bahwa pemberdayaan kelompok tani melalui penyuluhan pertanian dilakukan dengan 4 tahapan pemberdayaan, yakni : 1) Mengembangkan kesadaran awal, 2) Transformasi kemampuan, 3) Percaya diri berkembang , 4) Peningkatan kesejahteraan.
Upaya Pendamping Desa Dalam Pengembangan Desa Wisata Sopotinjak Kecamatan Batang Natal Putri Anggina; Anifah Anifah
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.114

Abstract

Pendamping desa memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Pendamping desa bukan hanya mendampingi program masuk ke desa juga mengawasi dana desa tetapi ikut berpartisapasi aktif dalam pengembangan desa. Fakta yang terjadi lapangan pendamping desa belum optimal dalam membangun desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya pendamping desa dalam mengembangkan desa wisata Sopotinjak, Batang Natal. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa desa wisata masih minim akan pengembangan menjadi desa wisata, oleh karena itu upaya pendamping desa dibutuhkan dalam mewujudkan pemerintah desa dan masyarakat desa untuk menuju desa wisata Sopotinjak. Penelitian ini disimpulkan bahwa desa wisata Sopotinjak dalam pengembangannya belum terlaksana, upaya yang dilakukan pendamping desa tidak sesuai dengan kebutuhan di desa sasaran karena kurangnya tindakan secara nyata oleh pendamping desa. Kendala dalam pengembangan desa wisata 2 hal yaitu pendamping desa dan pemerintah desa yang tidak saling berkoordinasi dan masyarakat partipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.
Model Magang Pendidikan Informal Mira Nurlela; Adang Danial; Lulu Yuliani
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.121

Abstract

Model magang merupakan program pelatihan yang di berikan kepada warga belajar oleh pamong belajar atau sumber belajar yang berpengalaman dalam bidang kerajinan dan produksi dengan menerapkan dalam pendidikan informal dimana pembelajaran ini di lakukan di lingkungan masyarakat yang mana pemilik industri menerapkan pembelajaran dengan asas kekeluargaan serta ikut serta dalam memberikan arahan pada proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses model magang pendidikan informal pada pengrajin kayu di industri kerajinan kayu di Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan adanya salah satu home industry kerajinan kayu yang menerapkan model magang pendidikan informal pada pengrajin kayu tanpa ada campur tangan dan dukungan dari pemerintah setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Model Magang Pendidikan Informal yang berdasarkan analisis penelitian di lapangan dilakukan oleh pemilik industri kerajinan kepada pengrajin atau pemagang yang mencakup pada 10 patokan DIKMAS. Pelaksanaan magang di laksanakan oleh pemilik yang di awali dengan perekrutan warga belajar yang berasal dari lingkungan sekitar dan dari luar. Proses pelatihan dalam pembelajaran di lakukan dalam beberapa tahapan yaitu tahap pembuatan pola, pemotongan kayu, bubut kayu, mengamplas kayu dan pemanggangan kayu. Setelah proses pembelajaran warga belajar memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam pembuatan kerajinan bahkan ada yang perpindahan profesi menjadi pemagang mandiri. Simpulan dari penelitian ini yaitu model magang pendidikan informal dilakukan pemilik industri kerajinan dengan asas kekeluargaan di mana dalam proses pembelajaran warga belajar di bimbing langsung oleh pemilik sendiri dan dari segi biaya relatif murah sehingga tidak membebankan warga belajar kemudian warga belajar dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan bahkan kemampuan dalam pembuatan kerajinan dan adanya perpindahan profesi yang tadinya pemagang di industri menjadi pemagang mandiri.
Upaya Pembentukan Kepribadian Islami Santri Anak Usia Dini di Rumah Tahfidz Al-Fikri Kebun Bunga Permai Kota Palembang Andini Sarina; Yanti Karmila Nengsih
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.124

Abstract

This study aims to describe efforts to establish Islamic personality for early childhood students at the Tahfidz Al-Fikri House, Permai Flower Garden, Palembang City. This type of research is descriptive with a qualitative approach, and data collection techniques are carried out by interview, observation and documentation methods. The subjects in this study were the chairman of the board of the Tahfidz Al-Fikri foundation, ustadz and ustadzah, parents of students and students. The results showed that the formation of the Islamic personality of early childhood students in Tahfidz Al-Fikri was carried out by instilling good Islamic Religious Education in students through several ways, namely providing value education, exercises, methods of giving examples (examples), and habituation methods. Through this method of forming an Islamic personality, the personality of early childhood students in Tahfidz Al-Fikri is formed, namely polite and obeying the rules, diligent, honest, time discipline and orderly learning, neat and clean, able to read, write hijayyah letters and memorize daily prayers, can carry out prayers, understand Islamic religious education, and are able to communicate well.
Model Operasional Pelatihan Pada Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam Menyiapkan Tenaga Kerja Profesional Hilmi Nur Fakhira; Yus Darusman
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.126

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistika, angka pengangguran di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya jumlahnya cukup tinggi, maka salah satu solusinya yaitu melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja dengan menyiapkan tenaga kerja yang profesional. Untuk keberhasilan penyelenggaraan suatu pelatihan maka dibutuhkan model pelatihan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana model operasional pelatihan pada Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deksriptif, jenis pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan melalui pedoman observasi dan wawancara. Teknis analisis data menggunakan beberapa tahapan seperti reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah model operasional pelatihan yang digunakan oleh Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional yaitu dengan Model Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang artinya pelatihan kerja yang akan berfokus pada hasil akhir (Outcome). Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Jenis pelatihan diantaranya Pelatihan Institusional yang pelaksanaanya dilaksanakan di kantor Balai Latihan Kerja dan Mobile Training Unit (MTU) yang pelaksanaannya di tempat tinggal warga setempat. Dengan langkah-langkah diantaranya : Identifikasi Kebutuhan Pelatihan yang bertujuan untuk melihat dan menentukan pelatihan apa yang akan diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan, Merancang Program Pelatihan seperti membuat kurikulum, materi, jadwal dan mempersiapkan alat peraga yang dibutuhkan, Melaksanakan Program Pelatihan dengan melakukan seleksi kepada calon peserta pelatihan dan
Pengaruh Keberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Potensi Lokal Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Wanita Tani Indri Dwi Ramadani; Wiwin Herwina; Bayu Adi Laksono
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.128

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mayoritas pekerjaannya adalah sebagai petani. Permasalahan pertanian di Kabupaten Ciamis khususnya Desa Lumbung seperti masih rendahnya hasil panen dan kurangnya partisipasi masyarakat harus ditangani oleh berbagai pihak khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu pelaksana pertanian dalam mengelola lahan pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) harus berdaya guna, memiliki kemampuan, dan mandiri guna meningkatkan ekonomi masyarakat dan keluarga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberdayaan masyarakat dalam pemanfataan potensi lokal terhadap peningkatan kesejahteraan anggota Kelompok Wanita Tani. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif korelasional dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan uji regresi linier sederhana menggunkan SPSS. Populasi yang digunakan yaitu seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sebanyak 60 orang. Pengambilan sampelnya menggunkan rumus slovin dan tehnik yang digunakannya yaitu tehnik Cluster Random Sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 37 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasil penelitian yang telah dilakukan melalui uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi lokal terhadap peningkatan kesejahteraan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sebesar 12%. Nilai korelasi berganda (R) sebesar 0,355 menunjukan hubungan yang lemah antara variabel keberdayaan masyarakat terhadap variabel kesejahteraan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keberdayaan masyarakat dalam pemanfataan potensi lokal terhadap peningkatan kesejahteraan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).
Pengelolaan Pembelajaran pada Pelatihan Pengelola Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Indah Rahmawati; Edi Widianto; M. Ishaq M. Ishaq
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.135

Abstract

Peningkatan kompetensi dalam pendidikan nonformal membutuhkan pengelolaan pembelajaran yang efektif mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada kenyataanya dewasa ini, sebagian masyarakat belum menerima akses untuk pendidikan non formal.. Padahal untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak dibutuhkan layanan pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan kompetensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran secara daring pada pelatihan pengelola pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) di balai besar pelatihan pertanian (BBPP) Ketindan yang ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis data kualitatif Miles dan Hubberman. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S meliputi: (a) proses perencanaan pelatihan disusun oleh seksi program dan kerja sama yang diawali dengan kegiatan identifikasi kebutuhan pelatihan di lapangan, penyusunan judul pelatihan kemudian penentuan sasaran pelatihan dan penganggaran biaya pelatihan sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun, (b) pelaksanaan kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa/Andragogi dan dilakukan secara online dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) melalui situs e-learning BBPP Ketindan, proses pelaksanaan pelatihan dikelola oleh seksi penyelenggaraan pelatihan non aparatur, (c) kegiatan evaluasi mencakup kegiatan evaluasi awal atau pre-test yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sebelum mengikuti kegiatan pelatihan, dan evaluasi akhir atau post-test yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peneningkatan pengetahuan peserta pelatihan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan.
Upaya Pengembangan Minat Literasi dan Kemampuan Menghafal Pada Anak Melalui Video Animasi di Teras Baca Sumberpasir Kabupaten Malang Riris Dwi Puji Rahayu; Lala Mawarni Sutrisna; Ahmad Ahmad
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.138

Abstract

Minat literasi dan kemampuan menghafal anak merupakan sebuah potensi yang sangat dibutuhkan dan digali dengan lebih efektif. Upaya yang perlu dilakukan adalah dengan dapat mengkolaborasikan situasi dan kondisi di tengah revolusi 4.0. Seperti di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang memiliki Teras Baca sebagai sarana tambahan untuk anak-anak Desa Sumberpasir. Di teras baca Sumberpasir, memiliki program bimbingan belajar dengan peserta didik usia sekolah dasar berjumlah 30 peserta didik. Permasalahan utama ialah minat literasi pada anak-anak dirasa masih kurang cukup sehingga menjadi penghambat dalam kemampuan menghafal mereka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Terkait permasalahan di atas, solusi yang ditawarkan oleh penulis adalah video pembelajaran berbasis animasi yang dapat membantu upaya pengembangan minat literasi dan kemampuan menghafal anak-anak bimbingan belajar di teras baca sumberpasir. Hasil yang diperoleh yaitu (1) implikasi pemanfaatan media video animasi sebagai strategi pengembangan minat literasi dan kemampuan menghafal pada anak; (2) peran animasi dalam pembelajaran; dan (3) tingkat efektifitas pemanfaatan video animasi untuk mengembangkan minat literasi dan kemampuan menghafal pada anak desa sumberpasir. Video animasi ini memiliki beberapa konten yang mendukung upaya meningkatkan minat literasi dan kemampuan menghafal anak di Teras Baca Sumberpasir. Kata Kunci: Literasi, Menghafal, Video Animasi
Implementasi BUMDes dalam Upaya Menciptakan Lapangan Kerja bagi Pemuda di Desa Jungjang Rachman Yushril Fadillah; Mintarsih Arbarini
Lifelong Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah ( IMADIKLUS )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59935/lej.v2i2.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan program-progam yang diselenggarakan BUMDes, (2) mendeskripsikan penerapan program Distrik BUMDes dalam upaya menciptakan lapangan kerja bagi pemuda, (3) mendeskripsikan hambatan dan solusi yang telah dilakukan selama menjalankan program Distrik BUMDes. Pendekatan penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Subjek penelitian berjumlah 7 orang, terdiri 2 pelaksana BUMDes dan 5 pemuda. Terdapat 2 informan penelitian, Kepala Dusun V dan Sekretaris Desa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan (1) program-program yang diselenggarakan BUMDes Jungjang bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa, (2) implementasi program Distrik BUMDes berbentuk kawasan usaha desa yang menyediakan lapangan kerja melalui kegiatan pemberdayaan calon pekerja, (3) hambatan pelaksanaan meliputi keterbatasan penyebaran informasi, kegiatan pemberdayaan bersifat monoton, dan kurang sesuainya bahan ajar dengan kemampuan partisipan, sedangkan solusi yang diterapkan antara lain menginstruksikan partisipan untuk menyebarluaskan informasi, mengadakan kegiatan pemberdayaan dengan suasana informal, dan mendatangkan tenaga ajar profesional.