cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 867 Documents
Tinjauan Yuridis Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya Kota Gorontalo Panto, Putri; Aurora Oktariana, Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1395

Abstract

Perkembangan teknologi dalam transportasi memunculkan inovasi baru berupa sepeda listrik yang ramah lingkungan, efisien, dan mendukung pengurangan emisi karbon. Sepeda listrik telah menjadi pilihan populer di masyarakat Kota Gorontalo, tetapi legalitas penggunaannya di jalan raya menimbulkan sejumlah tantangan. Penelitian ini menggunakan metode sosio-yuridis untuk menganalisis dasar hukum penggunaan sepeda listrik berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Hasil kajian menunjukkan adanya kekosongan regulasi di tingkat lokal dan terbatasnya infrastruktur pendukung, seperti jalur khusus sepeda listrik. Hal ini mengakibatkan ketidakjelasan dalam penerapan hukum, khususnya dalam pengawasan dan penegakan aturan. Kepolisian Resor Kota Gorontalo, melalui Satuan Lalu Lintas, telah melakukan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, tetapi penegakan hukum masih terkendala oleh kurangnya kesadaran pengguna sepeda listrik dan kurangnya aturan yang spesifik. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan peraturan daerah yang dapat mengisi celah hukum dan mendukung implementasi aturan nasional. Dengan demikian, kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dapat ditingkatkan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna jalan lainnya.
Efektivitas Program Corporate Social Responsibility (Csr) PT. Antam Tbk Ubpn Pomalaa dalam Pemberdayaan Umkm di Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka Najib, Imul Ainun; Maulid; Agusman, Yudi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Pemberdayaan UMKM di Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang. Jenis dan Sumber data yang digunakan yakni Pengumpulan Data, Reduksi Data, Kajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program yang di laksanakan oleh PT. Antam Tbk UPBN Pomalaa belum berjalan dengan efektif yang di karenakan masih minimnya informasi yang diberikan kepada masyarakat, serta pinjaman yang diberikan kepada para pelaku usaha tidak menjamin omset dari para pedangan bertambah, namun program pemberdayaan UMKM melalui pemberian bantuan kepada pelaku UMKM di kecamatan Pomalaa sudah tepat sasaran sehingga tujuan dari pada program pemberdayaan UMKM yakni agar terciptanya kemandirian ekonomi bagi masyarakat khususnya para pelaku UMKM di sekitar wilayah pertambangan namun dari segi pengalokasian bantuan kepada mitra binaan yang masih mengalami keterlambatan hal ini juga di sebabkan kurangnya pemantauan yang dilakukan pihak pemberi bantuan dalam hal ini PT. Antam Tbk, UPBN Pomalaa.
Kolaborasi Aktor dalam Program Desa Tangguh Bencana(Destana) di Desa Wulonggere Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka Sulfikar, Muh.; Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika kolaborasi aktor dalam pelaksanaan Program Desa Tangguh Bencana (Destana), dengan fokus pada hubungan antara BPBD Kabupaten Kolaka dan Pemerintah Desa wulonggere sebagai pelaksana utama di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan BPBD Kolaka, Pemerintah Desa Wulonggere, dan Masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kolaborasi aktor dalam pelaksanaan Program Destana antara BPBD Kabupaten Kolaka dan Pemerintah Desa Wulonggere, dapat disimpulkan beberapa poin penting yaitu ”Bentuk kolaborasi” yang terbangun antara BPBD dan Pemerintah Desa Wulonggere dibuktikan dengan melakukan sosialisasi program DESTANA yang telah menunjukkan kolaborasi yang cukup efektif, ditandai dengan pembagian peran Pemahaman bersama antar aktor mengenai tujuan dan manfaat Program Destana telah terbentuk pada saat melakukan sosialisasi program DESTANA, Kepercayaan antara BPBD dan Pemerintah Desa meningkat melalui pendekatan partisipatif, pelatihan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana yang disusun dalam program DESTANA,Dialog antara BPBD dan pihak pemerintah desa telah berlangsung secara terbuka, melalui sosialisasi program DESTANA yang mengajarkan tentang pengurangan risiko bencana, Dampak sementara dari kolaborasi sudah mulai terlihat, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana faktor Tantangan dalam kolaborasi masih ada, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang terbangun antara aktor-aktor lokal dalam program Destana berpotensi kuat dalam membangun ketangguhan masyarakat, asalkan didukung dengan strategi pendampingan berkelanjutan, dialog terbuka, dan penguatan kapasitas lokal secara merata.
Implementasi Peraturan Bupati Bombana Nomor 48 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Di Kabupaten Bombana (Studi Pada Pengangkutan Sampah Rumah Tangga Di Kecmatan Rumbia Tengah) Handayani, Nira; Said, H. Achamd Lamo; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Implementasi Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2018 Tentang Pengagkutan Sampah di Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data dan hasil pengamatan di lapangan. Sedangkan untuk data sekunder dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Adapun tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis dan data kualitatif dengan menggunakan reduksi, display data penyajian dan penarikan kesimpulan yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan secara optimal. Dari segi kesesuaian, pengangkutan sampah telah dilakukan rutin, namun masih terdapat keterlambatan, keterbatasan armada, dan wilayah yang belum terjangkau. Dalam kolaborasi dan kemitraan, koordinasi antarinstansi sudah berjalan baik, tetapi masyarakat belum dilibatkan secara aktif. Partisipasi publik masih rendah karena masyarakat hanya berperan sebagai penerima layanan. Koordinasi antar pemerintah efektif, namun sinergi dengan masyarakat belum maksimal akibat minimnya komunikasi dua arah. Kapasitas institusional Dinas Lingkungan Hidup masih terbatas, baik dari jumlah petugas, sarana prasarana, maupun keberadaan TPS permanen. Secara keseluruhan, meskipun pengangkutan sampah telah berjalan dan diapresiasi sebagian masyarakat, masih dibutuhkan peningkatan dalam hal partisipasi masyarakat, pemerataan layanan, pelaksanaan SOP, dan penguatan kapasitas institusi agar kebijakan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kesadaran Politik terhadap Partisipasi Politik pada Reses Anggota Dprk Banda Aceh Tahun 2024 Faizah, Ulya; Putri, Annisah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1400

Abstract

Reses merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Namun, pelaksanaannya di Banda Aceh belum berjalan optimal karena rendahnya partisipasi masyarakat yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran politik. Sebagian masyarakat masih melihat reses hanya sebagai ajang seremonial tanpa manfaat langsung, sehingga minat untuk hadir pun rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi politik dalam reses anggota DPRK Banda Aceh tahun 2024. Teori yang digunakan adalah teori partisipasi politik Huntington dan Nelson serta konsep kesadaran politik Almond dan Verba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling terhadap 399 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran politik memiliki pengaruh sebesar 51,1% terhadap partisipasi politik masyarakat dalam reses. Berdasarkan temuan ini, masyarakat diharapkan meningkatkan kesadaran politiknya, sedangkan DPRK Banda Aceh perlu memperbaiki pelaksanaan reses secara terbuka dan partisipatif agar reses benar-benar menjadi wadah yang menyerap kepentingan masyarakat.
Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Akibat Malpraktik Medis (Studi Putusan Nomor1324/Pdt.G/2021/Pn Tng) Fitria , Annisa; Andinta, Sherry
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti klasifikasi Perbuatan Malpraktik medis berdasarkan Putusan Nomor : 1324/Pdt.G/2021/PN Tng dan pertimbangan hukum hakim dalam perkara Putusan Nomor : 1324/Pdt.G/2021/PN Tng apakah telah sesuai dengan asas keadilan terhadap pasien dalam kasus malpraktik yang terjadi di RSBHC dengan operasi caesar. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian normatif dengan pendekatan studi kasus dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan Klasifikasi perbuatan malpraktik medis berdasarkan Putusan Nomor  1324/Pdt.G/2021/PN Tng ialah malpraktik diatur di dalam Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 51 huruf (a). Hasil dari penelitian bahwa tindakan yang dilakukan oleh dokter tersebut termasuk pada klasifikasi tindakan akibat kelalaian tindakan medis. Pertimbangan hukum hakim dalam perkara Putusan Nomor 1324/Pdt.G/2021/PN Tng tidak sesuai dengan asas keadilan terhadap pasien. Menurut peneliti, seharusnya dalam sistem peradilan di Indonesia, majelis hakim harus memberikan kesempatan, termasuk saran-saran kepada pihak penggugat guna perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan dalam gugatan penggugat jika terdapat hal-hal yang masih salah ataupun keliru. Sehingga proses berperkara bisa lanjut ke pemeriksaan pokok perkaradan   majelis   hakim   harus   mempertimbangkan   bukti   berupa   surat   keputusan   Majelis Kehormatan  Disiplin  Kedokteran  Indonesia MKDKI No. 18/VI/2020 yang  menyatakan bahwa Dokter berinisial EAP telah terbukti secara sah dan  meyakinkan telah melanggar Disiplin Kedokteran atas penyuntikan anestesi spinal lebih dari 12 kali. Dengan demikian pasien dapat merasakan sistem peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.
Peran Bumdes dalam Pengelolaan Wisata Mata Air Desa Simpang Kanan Kecamatan Sumber Rejo Kabupaten Tanggamus Tahun 2024 Kurniawan, Dinan; Suryani , Eny Inti; Rahmaini, Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1405

Abstract

Pengelolaan wisata mata air di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas, dan kurangnya pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan wisata mata air di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes memiliki tiga peran utama dalam pengelolaan wisata, yaitu sebagai fasilitator, mediator, dan motivator. Sebagai fasilitator, BUMDes berperan dalam menjaga daya tarik wisata melalui kegiatan gotong royong, memperbaiki aksesibilitas, menyediakan fasilitas dasar, serta membangun promosi berbasis digital. Sebagai mediator, BUMDes menjembatani komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak eksternal untuk memperkuat koordinasi dan dukungan terhadap pengelolaan wisata. Sementara itu, peran sebagai motivator ditunjukkan melalui upaya membangun semangat dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengembangkan fasilitas, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan lokal. Secara keseluruhan, peran BUMDes dalam pengelolaan wisata mata air di Desa Simpang Kanan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Penggunaan Media Sosial pada Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pilkada 2024 di Kelurahan Penengahan Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Febriyan, Muhammad Dimas; Suryani , Eny Inti; Rahmaini, Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial pada partisipasi pemula dalam Pilkada 2024 di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena yang menjadi penghalang dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula, yaitu kurangnya kesadaran politik, minimnya pengetahuan tentang proses Pilkada, dan pengaruh lingkungan dan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok menjadi media yang paling sering digunakan pemilih pemula untuk mengakses informasi politik. Namun, intensitas penggunaan media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas partisipasi politik. Masih banyak pemilih pemula yang hanya menjadi pengamat pasif dan belum memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat secara terbuka. Partisipasi politik melalui media sosial terlihat dalam bentuk membagikan konten kampanye, menyukai dan mengomentari unggahan politik, serta keterlibatan dalam percakapan di grup pertemanan. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya literasi politik, kekhawatiran terhadap stigma sosial, dan minimnya ruang diskusi yang aman. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak seperti sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk mendorong literasi digital dan menciptakan ruang yang inklusif agar pemilih pemula dapat lebih terlibat aktif dalam proses demokrasi lokal.
Inisiatif Pemerintah Daerah dalam Mendorong Kebijakan Ekologi di Sulawesi Selatan Riandini, Neysa Shabrina; Izzatusholekha; Tanjung, Nurul Fitralaila
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1407

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan dan implementasi Ecological Fiscal Transfer (EFT) di Sulawesi Selatan sebagai instrumen fiskal untuk mendorong perlindungan lingkungan. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun rentan terhadap degradasi lingkungan. Membutuhkan mekanisme insentif untuk pengelolaan berkelanjutan. EFT sebagai transfer anggaran berbasis indikator ekologi menjadi relevan untuk mengatasi ketimpangan kapasitas fiskal daerah. Studi kasus pada Kabupaten Maros, Sinjai, Bulukumba dan Enrekang menunjukkan inisiatif lokal bernama Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE). Maros mengintegrasikan indikator lingkungan (30%) dan ketahanan bencana (20%) dalam Alokasi Dana Desa (ADD). Sinjai menerapkan TAKE secara kompetitif, menghargai peran ekologis desa melalui Perbub No. 27 Tahun 2024. Bulukumba mengaitkan alokasi dana desa dengan kinerja lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pelestarian hutan adat. Enrekang mengadopsi Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan untuk kesejahteraan dan kelestarian hutan. Meskipun inisiatif ini menunjukkan potensi besar dalam mendorong pembangunan hijau dan keadilan fiskal, tantangan signifikan masih ada. Ini terverifikasi rendahnya kapasitas SDM lokal serta kurangnya pemahaman dan korrdinasi lintar sektor. Namun, EFT memiliki potensi besar untuk menjadikan Sulawesi Selatan percontohan nasional dalam integrasi kebijakan fiskal dan ekologi dan meningkatkan kualitas lingkungan serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Efektivitas Program Penurunan Stunting di Desa Kolombi Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana Faras, Muhammad Fadil; rawati, I; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskrifsikan Efektivitas Program Penurunan Stunting di Desa Kolombi Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak dua belas orang. Jenis dan Sumber data yang digunakan yakni Pengumpulan Data, Reduksi Data, Kajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program percepatan penurunan stunting di Desa Kolombi Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana sudah terlaksana dengan baik namun terjadinya kenaikan angka stutiing di Desa Kolombi dari tahun 2023 ke tahun 2024 di sebabkan kurang patuhnya masyarakat itu sendiri. Pemberian Makanan Tambahan sebagai bagian dari Program Rantang Sehat memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan gizi anak-anak. Informan menyatakan bahwa anak mereka mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan setelah mengikuti program PMT. Selain itu, mereka merasa terbantu dengan adanya edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik yang disampaikan oleh petugas kesehatan selama program berlangsung. Masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Beberapa bahkan menganggap stunting sebagai kondisi yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, sehingga mereka merasa program pencegahan tidak terlalu penting untuk diikuti. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi dan pemahaman yang perlu diatasi melalui edukasi yang lebih efektif.