cover
Contact Name
irwan
Contact Email
irwan@ung.ac.id
Phone
+6281340091072
Journal Mail Official
irwan@ung.ac.id
Editorial Address
Jl.Jendeal Sudirman No.6 Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27743519     DOI : https://doi.org/xx.xxxxx/jpkm
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in May and November. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration. the Aims of this journal is to provide a venue for academicians, researvhers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. the scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including : Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 88 Documents
CEGAH STUNTING DAN SPEECH DELAY ANAK DALAM MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045 Fadilah, Nurul; Ariantini, Nisa
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i2.28299

Abstract

Stunting merupakan manifestasi malnutrisi kronis yang berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, kurangnya fokus selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat mengakibatkan masalah lain, termasuk speech delay (keterlambatan bicara). Masalah ini dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang, terutama dalam mencapai Generasi Emas 2045. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama ibu-ibu, mengenai pencegahan stunting dan speech delay melalui penyuluhan berbasis edukasi. Metode pelaksanaan melibatkan mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan yang bekerja sama dengan Posyandu Desa Bunyu Selatan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan murah, serta pelatihan stimulasi sensori-motorik untuk mencegah speech delay. Penyuluhan ini berlangsung dari 1 Juni hingga 10 Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini telah efektif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh yang efektif. Instruksi yang diberikan telah mendorong perubahan perilaku para ibu terkait kebutuhan gizi dan perkembangan anak mereka. Evaluasi menunjukkan adanya antusiasme peserta dan perbaikan pola pemberian makan serta stimulasi anak. Kesimpulan adalah kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting dan speech delay. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan prevalensi kedua masalah tersebut di Indonesia.Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan; Stunting; Speech Delay.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI EDUKASI TINDAKAN PENCEGAHAN TERJADINYA MALOKLUSI DI KELURAHAN SENDANGMULYO Dimar Pangestika Sari; Ika Rachmawati; Noval Athaya Putra
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.38130

Abstract

Maloklusi merupakan masalah patologi mulut ketiga yang paling umum dan berdampak buruk pada kualitas hidup anak. Kurangnya kesadaran masyarakat dan program edukasi kesehatan gigi yang pada umumnya masih berfokus pada pencegahan karies di Kelurahan Sendangmulyo mendasari pentingnya edukasi pencegahan maloklusi bagi kader kesehatan. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pemberdayaan kader Posyandu melalui edukasi terstruktur pencegahan maloklusi yang mencakup deteksi dini dan pengendalian kebiasaan buruk berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam upaya penguatan layanan preventif kesehatan gigi anak. Metode pelaksanaan melibatkan 28 kader Posyandu pada November 2025 melalui empat tahapan, yaitu perizinan, persiapan, pelaksanaan edukasi dengan metode ceramah interaktif dan demonstrasi, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader secara signifikan sebesar 28,3 poin, dengan rata-rata nilai meningkat dari 56,4 menjadi 84,7 atau sebesar 50,2%, yang membuktikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman terkait faktor penyebab, deteksi dini, dan pencegahan kebiasaan buruk pemicu maloklusi. Dengan demikian, pemberdayaan kader terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas promotif dan preventif kesehatan gigi di tingkat komunitas.Kata Kunci: Edukasi; Kader; Maloklusi.
GERAKAN KAMPUNG BEBAS JENTIK BERBASIS EDUKASI DAN AKSI SANITASI DI KELURAHAN SEI NAYON, BATAM Herdianti Herdianti; Elsusi Martha; Firdaus Yustisia Sembiring; Fauzal Dinil Haq; Maulida Putri; Nayla Raysha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.39022

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di wilayah permukiman padat perkotaan, termasuk Kelurahan Sei Nayon, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian jentik, inkonsistensi praktik 3M Plus, serta belum adanya sistem surveilans jentik berbasis komunitas menyebabkan Angka Bebas Jentik (ABJ) masih di bawah target nasional (≥95%). Kebaruan program ini terletak pada integrasi surveilans jentik berbasis data kuantitatif (ABJ dan House Index) ke dalam struktur kader RT sebagai model pengendalian vektor DBD yang mandiri, terukur, dan berkelanjutan. Program bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, membentuk Tim Kampung Bebas Jentik, serta meningkatkan ABJ melalui edukasi terintegrasi dan aksi sanitasi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan selama delapan bulan (Maret–Oktober 2026) melalui sosialisasi, pelatihan kader, penyuluhan interaktif, survei jentik baseline dan evaluasi, serta aksi sanitasi lingkungan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 36 responden dengan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan rata-rata skor dari 44,7 menjadi 80,3. Proporsi responden berpengetahuan baik meningkat dari 6% menjadi 83%, sedangkan kategori kurang menurun dari 72% menjadi 0%. Sikap positif meningkat dari 8% menjadi 86%, dan ABJ naik dari 58,3% menjadi 91,7%. Selain itu, terbentuk satu Tim Kampung Bebas Jentik yang terdiri atas delapan kader terlatih serta satu dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL). Program ini terbukti dapat mendorong perilaku preventif dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian vektor DBD di wilayah permukiman padat.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue; Angka Bebas Jentik; Pemberdayaan   Masyarakat; Kader Jumantik
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SMP NEGERI 1 KABILA BONE DESA BINTALAHE Marisa Lestary Dondo; Ramly Abudi; Reinaldi Julfirman Saleh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.38427

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting yang memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan mental masih menjadi masalah di sekolah. Situasi ini menuntut kegiatan pendidikan sebagai langkah promosi dan pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan mental di kalangan siswa SMP Negeri 1 Kabila Bone, Desa Bintalahe. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pendidikan kesehatan mental dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner benar-salah yang terdiri dari 10 pernyataan yang dibagikan sebelum dan sesudah penyampaian materi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2025, melalui ceramah interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, dan permainan edukatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa setelah kegiatan sosialisasi, yang ditunjukkan dengan peningkatan pemahaman tentang semua indikator kesehatan mental, seperti peran pikiran yang sehat, manajemen stres, hubungan sosial, dan pentingnya mencari pertolongan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sosialisasi kesehatan mental efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan siswa SMP. Program ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kegiatan pendidikan kesehatan mental yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
PILAR 1 STBM SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIARE DAN STUNTING MELALUI EDUKASI JAMBAN SEHAT Apriyana Irjayanti; Sarni Rante Allo Bela; Maxsi Irmanto; Yane Tambing; Nova Falentina Rumaropen; Iqbal Bayu Pamungkas; Rismawati Basri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.37715

Abstract

Diare dan stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang saling berkaitan, terutama pada wilayah dengan akses sanitasi terbatas. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) berkontribusi terhadap kontaminasi lingkungan dan peningkatan risiko infeksi berulang pada anak. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan edukasi partisipatif berbasis pemicuan menggunakan media Diagram F yang dipadukan dengan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting serta disesuaikan dengan keterbatasan literasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan jamban sehat sebagai Pilar I Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan ialah edukasi partisipatif melalui pemicuan menggunakan media Diagram F dan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting. Kegiatan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan aparat kampung. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan respon verbal terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jalur transmisi fekal-oral serta munculnya motivasi dan komitmen awal dua keluarga untuk memperbaiki fasilitas jamban layak pakai. Pendekatan edukatif berbasis partisipasi komunitas efektif dalam mendorong kesadaran sanitasi rumah tangga dan mendukung pencegahan diare serta stunting secara berkelanjutan.Kata Kunci: Jamban Sehat; Rumah Tangga; STBM; Diare; Stunting
PEMBERDAYAAN IBU PKK DESA IGIRISA KABUPATEN BOELEMO MELALUI INOVASI OLAHAN IKAN SARDEN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN GIZI KELUARGA Herlina Jusuf; Hartono Hadjarati; Mohamad Adam Mustapa; Muhammad Taupik; Ahmad M. Andy Suryadi; Amanda Adityaningrum
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.38855

Abstract

Ikan memegang peranan penting dalam pemenuhan sumber gizi dan keamanan hidup bagi manusia, namun sayangnya banyak sekali orang yang tidak mau mengonsumsi ikan. Rendahnya konsumsi ikan di Desa Igirisa menjadi perhatian, karena dapat menyebabkan kekurangan gizi, terutama pada anak-anak yang memerlukan pola makan seimbang. Kebaruan program ini terletak pada inovasi diversifikasi olahan ikan sarden menjadi puding sebagai alternatif pangan sehat, menarik, dan ekonomis untuk meningkatkan minat konsumsi ikan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mempromosikan konsumsi ikan melalui pembuatan puding ikan sarden, produk olahan ikan yang bergizi dan menarik untuk berbagai kalangan usia. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan praktis bagi ibu-ibu PKK, di mana mereka dilatih membuat puding sarden. Metode ini memungkinkan peserta untuk terlibat langsung dalam proses persiapan, meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam pengolahan ikan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah ikan, serta antusiasme yang lebih tinggi di antara mereka untuk memperkenalkan produk berbasis ikan kepada keluarga mereka. Program ini berhasil meningkatkan konsumsi ikan di desa, yang berkontribusi pada praktik gizi dan kesehatan yang lebih baik.Kata Kunci: Puding Ikan Sarden; Konsumsi Ikan; Ketahanan Gizi
PEMANFAATAN STAND BANNER SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN GIGI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KARIES DI SDN 03 NGALIYAN Rizqika Sufi; Beby Angel; Fajrin Najma; Tasya Syafitri; Yasonda Windari; Retno Kusniati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.37583

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi pada anak usia sekolah dasar fase gigi bercampur akibat rendahnya pengetahuan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penggunaan media stand banner sebagai sarana edukasi visual yang praktis, portabel, ekonomis, dan dapat memberikan paparan informasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan karies gigi dan status kebersihan gigi dan mulut (Oral Hygiene Index Simplified/OHI-S) pada siswa sekolah dasar. Program dilaksanakan di SDN 03 Ngaliyan dengan melibatkan 50 siswa kelas III melalui pemeriksaan klinis, pengisian kuesioner pretest dan posttest, penyuluhan menggunakan media stand banner, serta demonstrasi bimbingan sikat gigi menggunakan phantom gigi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah edukasi, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik. Selain itu, status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) juga mengalami perbaikan signifikan dengan peningkatan kategori sebesar 54% (P-value = 0,001). Dengan demikian, edukasi menggunakan media stand banner terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan karies gigi dan kebersihan mulut siswa sekolah dasar, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan jangka panjang yang efisien dan mudah diterapkan di area strategis sekolah.Kata Kunci: Edukasi; Karies Gigi; Media Promosi.
STRATEGI EDUKASI KOMPREHENSIF DALAM PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL: STUDI DI KOTA MAGELANG Ari Susilowati; Anggraini Budi Sulistyawati; Hanifah Maharani; Sodikin Kurniawan; Etik Sulistyowati; Ayu Cahyaningtyas; Nursaima Siregar
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v7i1.37845

Abstract

Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual (IMS) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesadaran pengetahuan generasi muda di Indonesia. Beban kasus HIV dan IMS masih tinggi, sehingga diperlukan strategi edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penggabungan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, dan kerahasiaan rekam medis dalam satu seminar partisipatif. Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, serta peran laboratorium dan rekam medis dalam menjaga kerahasiaan dan kualitas layanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan menggunakan uji paired sample test, melalui seminar edukatif dengan tahapan pre-test, pemaparan materi, diskusi, dan post-test. Peserta berjumlah 29 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan 17 perempuan, dengan rentang usia 17–35 tahun (8 orang berusia 17–20 tahun, 15 orang berusia 21–25 tahun, dan 6 orang berusia 26–35 tahun). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada semua kelompok (uji paired sample test, p=0,000). Rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 9,1 menjadi 10,0 (+0,9). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mengalami peningkatan rata-rata 1,0, sedangkan perempuan 0,8, dengan kecenderungan perempuan lebih responsif terhadap isu kerentanan remaja. Berdasarkan usia, peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok 17–20 tahun (+1,5). Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model edukasi kesehatan berbasis bukti, terstruktur, dan partisipatif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan IMS. Meskipun demikian, tantangan terkait persepsi negatif dan stigma sosial mengenai kesehatan reproduksi masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut.Kata Kunci: Deteksi Dini; IMS; Teknologi Laboratorium Medis.