cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Penyuluhan Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Dan Gizi Berimbang Di GSJA Hosana, Rancabungur- Bogor Melanie Cornelia; Nuri Arum A, W.Donald Pokatong, Wenny Sinaga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.801 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.685

Abstract

Sarapan adalah hal yang sebenarnya umum dilakukan oleh masyarakat diberbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia, namun jenis sarapan “yang penting kenyang” adalah paham yang banyak dianut masyarakat selama ini. Umumnya hanya jenis karbohidrat seperti nasi dan mi instan yang diasup oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Jenis bahan pangan lokal yang ada di Indonesia sangat beragam untuk menunjang gizi berimbang, seperti dalam program Kementerian Kesehatan “isi piringku”. Jumlah dan jenis bahan pangan serta cara penyajiannya akan mempengaruhi gizi dari anggota keluarga yang menikmati sarapan tersebut. Namun banyak informasi di media sosial yang sebenarnya belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Melihat banyaknya pertanyaan dari warga tenatang kesehatan dan gizi ini, pihak yayasan GSJA Hosana, mengajukan permintaan kepada Jurusan Teknologi Pangan UPH, untuk memberikan penyuluhan mengenai teknik dan cara pengolahan makanan yang aman serta pengenalan terhadap bahan pangan untuk sarapan pagi dengan gizi berimbang , kepada orangtua murid dan jemaat gereja di GSJA Hosana. Yayasan GSJA Hosana membina sekolah SD dan SMP Hosana dan juga sebuah jemaat gereja, di daerah Rancabungur, Bogor. Penyuluhan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan menghubungkan masyarakat awam dengan kemajuan penelitian dibidang sains dan teknologi.
Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Di Desa Lengkong Kulon Kabupaten Tangerang Dyah Ayu Anggreini Tuasikal; Ahmad Syahril Muharom; Dwi Dharma Arta Kusuma; Indiwan Seto Wahjuwibowo; M.B Nugraha; Mohammad Shobri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.515 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.698

Abstract

Jumlah area Desa Lengkong Kulon adalah 15331 km2. Desa Lengkong Kulon ini merupakan desa berkembang yang pada saat ini wisata yang akan dikembangkan pada desa ini adalah wisata religi, wisata kuliner, wisata air, dan dari segi ekonomi. Namun dari beberapa pengembangan tersebut, desa ini membutuhkan pengelolaan sampah. Sampah merupakan hal krusial bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat. Di area yang luas tersebut terdiri dari beberapa RW yang memiliki kebijakan tersendiri untuk pengelolaan sampahnya. Ada yang melakukan pembakaran sampah, ada yang bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk pengangkutan sampah, dan ada pula yang membuang sampah pada lahan kosong. Dari segi kesehatan untuk proses pembakaran sampah dan membuang sampah sembarangan memiliki dampak buruk, karena dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat sekitar. Solusi yang ditawarkan dengan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan terkait pengolahan sampah, peminjaman mesin pencacah sampah organik dan anorganik, dan pengawasan dalam pemanfaatan mesin tersebut. Desa Lengkong Kulon memiliki bank sampah yang akan dikelola oleh pemuda-pemudinya. Bank Sampah ini adalah wadah bagi masyarakat untuk mengubah sampah yang mereka miliki menjadi uang. Dengan adanya mesin pengolah sampah, maka harga jual sampahnya akan lebih tinggi dibandingkan jika penjualan sampah sebelum diolah.
Fasilitasi Inkubasi Usaha Mandiri Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya Tahun 2018 Hendrik Rizqiawan; Karlin Karlin; Andi Iswoyo; Agung Bayu Murti; Yanuar Fauzuddin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.304 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.702

Abstract

Jumlah penduduk Kota Surabaya per triwulan I tahun 2017 sebanyak 3.316.131 jiwa. Sebesar 18,59% dari jumlah tersebut berstatus mengurus rumah tangga dan 24,44% nya belum bekerja. Jumlah penduduk miskin Kota Surabaya juga meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Hal tersebut menjadi pertimbangan utama bagi tim Dosen dari FEB UWP dan Pakar dari Lembaga Konsultan PT. Talenta Sukses Indonesia (PT. TSI) beserta perwakilan pemerintah kota melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) mengadakan program pendampingan usaha berupa fasilitasi inkubasi usaha mandiri. Program yang berjalan selama bulan April hingga Agustus tahun 2018 berlokasi di Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya ini mengkhususkan pelatihan dan pendampingan kepada para peserta dengan kriteria sebagai ibu rumah tangga dan memiliki tingkat ekonomi yang kurang mampu/miskin. Program pada khususnya bertujuan untuk memberdayakan penduduk yang merupakan ibu-ibu yang berstatus belum bekerja dan mengurus rumah tangga dengan kondisi perekonomian yang kurang mampu/miskin melalui kegiatan fasilitasi inkubasi usaha mandiri, sehingga mereka dapat lebih produktif dan mendapatkan tambahan penghasilan. Tujuan program pada umumnya, diharapkan dengan bertambahnya jumlah wirausaha baru dapat meningkatkan jumlah usaha mikro dan kecil pada Kota Surabaya, sehingga perekonomian Kota Surabaya dapat semakin tumbuh.
Pelatihan Komunikasi Publik Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA Di Kabupaten Tangerang Endah Murwani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.11 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.707

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi kemampuan berbicara di depan publik menjadi modal dasar bagi remaja untuk meningkatkan kepercayaan diri. Untuk itu, pelatihan komunikasi penting dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik dan meningkatkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini berupa pelatihan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Tahap yang dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan melalui wawancara pada guru dan observasi pada siswa; hasil identifikasi digunakan untuk memetakan kebutuhan materi pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2019 dengan peserta siswa SMA Negeri 10 Kabupaten Tangerang sebanyak 60 orang. Materi pelatihan mencakup : cara membangkitkan keberanian berbicara di depan publik; jenis-jenis berbicara di depan publik; tujuan dan manfaat komunikasi publik; tahap-tahap persiapan komunikasi publik dan di sesi terakhir dilakukan praktek berbicara di depan publik. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta mengenai dasar-dasar komunikasi publik dengan rata-rata 4.1 dari skor 1-5. Sedangkan hasil evaluasi praktik, secara keseluruhan para siswa sudah dapat melakukan tahap-tahap komunikasi publik. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain dalam hal mengorganisir materi, mengembangkan pokok gagasan dan cara menguraikan isi komunikasi.
Implementation For Augmentative And Alternative Communication (AAC) Tools For Rett Syndrome Individual In Activities Of Daily Living (ADL) Maulahikmah Galinium; Timothy Aditya Sutantyo; Eka Budiarto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.168 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.708

Abstract

Rett Syndrome occurs between one in 10000 to 15000 girls in Indonesia. In Hasan Sadikin Hospital, Bandung, Indonesia, there is a girl suffering from Rett Syndrome. Doctors in Hasan Sadikin Hospital find a lot of difficulties in communicating with the patient, since Rett Syndrome patients has little-to-no speech capabilities, and their hands often move involuntarily, especially with regards to Activities of Daily Living (ADL). Hence, a method to communicate with Rett Syndrome patient is being proposed using Augmentative and Alternative Communication (AAC) to support communication between the caregiver and the patient. Two of those methods are using gaze-tracking and head-pose. The methods tested consists of head-pose algorithm, gaze-tracking with Dlib, gaze-tracking with Haar Cascades, and EyeTribe. Each method is tested first with normal people before being tested with the patient. EyeTribe, head-pose, and gaze-tracking algorithm using Dlib achieve good results, with the best results being at 50cm distance and with high light intensity, however the Rett Syndrome patient achieves poor results when using the application, although head-pose achieves the best results in terms of determining needed ADL at around 45% accuracy. Hence, the Rett Syndrome patient needs training to use the application properly.
Implementation Of Mobile Application For A Museum By Using Internet Of Things Technology Anthony Widjaja; James Purnama; Maulahikmah Galinium
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.639 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.709

Abstract

This project is conducted based on the Nawacita policy from President Joko Widodo. Tourists tend to explore the attraction independently instead of using a tour guide, but there are minimum supporting facilities because of the limitations of detailed information on tourist attraction in various languages that are not interesting and less interactive. The objectives of the research are to develop an Internet of Things based mobile application named eTourGuide that uses a location-based service to get information about the content interestingly and interactively inside a museum. The location-based service uses beacon that broadcast Bluetooth Low Energy (BLE) signal. Development of the research includes several experiments for gathering the data optimally. After completing the development, user experience questionnaire is required to evaluate the result of user’s experience after using the application. The result shows positive results of user’s experience after using the application.
Implementasi Teknologi Silase Rumput Gajah Mini Menuju Desa Mandiri Pakan Ternak Bela Putra; Budi Prastia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.834 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.717

Abstract

Kendala budidaya sapi potong pada kelompok Tani Purwodadi 2 adalah keterbatasan hijauan pada musim kemarau sehingga menyebabkan menurunnya produktivitas ternak. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak adalah dengan menyediakan hijauan pakan dalam kuantitas dan kualitas yang cukup sepanjang tahun. Pemanfaatan rumput gajah mini sangat cocok diaplikasikan teknologi tepat guna berupa teknologi silase dengan tujuan untuk menambah daya tahan simpan, meningkatkan palatabilitas, serta meningkatkan kecernaan pada sapi potong. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengaplikasikan teknologi pengawetan hijauan pada kelompok Tani Purwodadi 2 Kuamang Kuning Kabupaten Bungo. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan serta prkatik aplikasi teknologi pembuatan silase. Kegiatan penyuluhan berupa memberikan pemahaman kepada kelompok tani tentang budiddaya rumput gajah mini, keunggulan serta urgensi pengawetan hijauan. Pelaksanaan praktik aplikasi teknologi silase dengan menggunakan mesin pencacah dan bahan-bahan berbasis sumber daya lokal. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya perubahan paradigma kelompok tani Purwodadi 2 untuk meningkatkan produktivitas hijauan pada musim hujan dan mengaplikasikan teknologi silase, serta kelompok tani Purwodai 2 mampu memproduksi silase berbasis hijauan secara mandiri.
Pelatihan Manajemen Skit Untuk Jemaat Gereja Kristus Yesus Serpong Gandadinata Thamrin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.609 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.718

Abstract

Religious activities such as Christmas and Easter celebrations in the church often use drama performances in delivering spiritual messages to the congregation, spiritual messages in the form of short plays or called skits are more easily accepted by adults and children so that the messages conveyed can be absorbed by the whole church. This was felt to be a necessity for the church to prepare talented, skilled and skilled human resources (HR) in making this short drama so that the leaders and committee of the Church requested training from Pelita Harapan University, Karawaci to give a workshop on "Skit Management Planning and Training Strategy Training. for the Church of Christ Jesus, Serpong "as a provision for activists, administrators and Servants of God in the church in the form of Community Service Activities. This workshop was conducted at the request of the Creative Team of Christ Jesus Church Development to develop their abilities in making short dramas that can be used in service to all commissions both Sunday School, Youth and Youth Commission, Caleb Commission and the general congregation. Training is conducted every Saturday for 4 meetings. First meeting: discussing the basic theories and concepts of drama as a work of art as well as video examples relating to short plays. Second meeting: in the form of implementing strategy and management planning to make a short drama (skit). Furthermore, at the third and fourth meetings it is a direct practice that includes the director, acting, dance support and makeup techniques and stage layout. This activity was responded positively by the participants and supported by UPH LPPM. Participants have additional basic knowledge about skit management, planning, and strategies for making effective and efficient skits in church service. After training the students practice making short dramas according to the instructions given in church religious events.
PENGEMBANGAN BIMBINGAN BELAJAR DAN PERPUSTAKAAN MINI RANCA BUAYA Wiputra Cendana; Grace Solarbesain; Hernawati Siahaan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.205 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.720

Abstract

Bimbingan belajar dan rumah baca Rancabuaya merupakan bentuk kepedulian pendidikan bersifat nonprofit dengan mengerakkan para profesional Kristen dalam pengentasan daerah tertinggal yang didirikan oleh Yayasan Profesional Sinergi Indonesia di desa Rancabuaya. Peserta didiknya adalah anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera yang tinggal di sekitar rumah baca Rancabuaya. Lokasi bimbingan belajar menyebar menggunakan beberapa rumah warga desa. Pengembangan kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Service Learning UPH dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Fakultas Ilmu Pendidikan - Teachers College UPH melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan materi sekolah masing-masing anak-anak dengan metode belajar yang menarik. Peserta didik khusus usia PAUD / TK belajar dengan bermain, mendongeng, mewarnai, membaca huruf maupun angka. Pembelajaran SD sampai dengan SMP diajarkan memecahkan soal-soal latihan menggunakan buku-buku yang masih terbatas melalui rumahbaca. Pembelajaran bimbingan belajar dan rumah baca juga dikelola oleh mahasiswa dan alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Pengembangan Ruang Interaksi Sosial di Gereja Kristus Ketapang Felia Srinaga; Jacky Thiodore; Alvar P. Mensana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.524 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.721

Abstract

Kegiatan formal dalam sebuah komunitas tidak terlepas dari kegiatan interaksi sosial. Hal ini dijumpai pula pada kegiatan bergereja di Gereja Kristus Ketapang (GKK), Jakarta. Permasalahan kebutuhan ruang interaksi sosial yang ada adalah tidak tersedianya tempat berkumpul, belajar, bercengkerama, maupun bekerja yang nyaman bagi remaja, pemuda pemudi di tempat ini dan lingkungan sekitarnya yang digunakan sebelum/sesudah kegiatan formal gereja, dan di luar hari Minggu. Sebagai salah satu perwujudan misi GKK yang melaksanakan tanggung jawab sosial, khususnya bagi remaja dan anak-anak muda, maka tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah membantu penyediaan tempat/wadah bagi anak-anak muda untuk berkumpul, bekerja, bersosialisasi, dan melakukan berbagai aktifitas lain, berupa pengembangan ruang interaksi co-working space dan café yang menjadi salah satu “third place” anak-anak muda saat ini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PkM adalah mengadakan sesi diskusi grup, pengamatan, pengukuran lapangan, dan penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan berupa desain co-working space dan café yang diharapkan dapat meningkatkan interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak muda baik jemaat maupun lingkungan sekitarnya. Selain untuk memecahkan permasalahan ruang yang terbatas, hasil desain ini diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan PkM serupa di area lain untuk mencapai kebutuhan ruang interaksi sosial yang nyaman dan sehat, khususnya bagi anak muda.

Page 42 of 138 | Total Record : 1378