cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Bidang Layanan Wisata Di Kampung Bekelir, Kota Tangerang Yustisia Kristiana; Theodosia C Nathalia; Rosdiana Pakpahan; Nonot Yuliantoro; Vasco A. H. Goeltom
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.712 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.751

Abstract

Provinsi Banten menyimpan beragam potensi pariwisata. Salah satu wilayah dari Provinsi Banten yaitu Kota Tangerang ikut berupaya mengembangkan potensi pariwisata. Kota Tangerang yang berada dalam wilayah administratif Provinsi Banten dan secara regional mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan Ibu Kota Jakarta, saat ini berkembang menjadi kota yang mengandalkan dari sektor jasa, pariwisata, perdagangan dan permukiman. Kota Tangerang memiliki keragaman daya tarik wisata baik budaya, sejarah, buatan hingga wisata kreatif. Salah satu daya tarik wisata kreatif yang dikembangkan adalah Kampung Bekelir. Kampung Bekelir merupakan salah satu yang menjadi perhatian dari pemerintah dan sejak tahun 2017 telah diresmikan sebagai Kampung Wisata. Kampung Bekelir dikelola oleh masyarakat setempat dan seiiring dengan mulai dikenalnya tempat ini sebagai daya tarik wisata, maka dibentuklah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah belum semua masyarakat berpartisipasi. Hal ini karena belum optimalnya kapasitas masyarakat khususnya dalam bidang layanan wisata. Peningkatan kapasitas masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung Kampung Bekelir sebagai destinasi wisata kreatif dan kampung wisata yang berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi program, melakukan penyuluhan maupun pelatihan dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi mitra. Luaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan daya tarik wisata yang berkelanjutan, terwujudnya standar pengelolaan homestay dan terciptanya kreasi makanan dan minuman yang berbahan lokal.
Workshop Kreasi Sorbet Berbahan Buah Dan Sayur Untuk Siswa Sekolah Lentera Harapan (Slh) Curug Tangerang Yustisia Kristiana; Reagan Brian
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.119 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.752

Abstract

Anak-anak sering bermasalah dalam mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi karena anak-anak cenderung memilih makanan tertentu yang disukai saja. Hasil riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat pada tahun 2014 menyebutkan bahwa sebesar 98,4% remaja kurang konsumsi sayur dan buah. Usia remaja pada umumnya dikaitkan dengan usia sekolah yaitu siswa SMP. Golongan usia SMP pada umumnya memiliki kebiasaan untuk memilih dan membeli sendiri makanan yang dikonsumsi. Pemilihan makanan pada usia ini bukan didasarkan pada manfaat kesehatan, namun lebih kepada warna yang menarik dan rasa yang sesuai dengan lidah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan pengetahuan siswa SMP tentang manfaat dari buah dan sayur dan kreasi makanan sehat berbahan buah dan sayur. Berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu disiasati agar anak-anak tetap mendapatkan asupan buah dan sayur, salah satunya adalah melalui makanan penutup yaitu sorbet. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat buah dan sayur dan workshop tentang kreasi sorbet berbahan buah dan sayur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMP dari Sekolah Lentera Harapan (SLH) Curug. Metode yang dilakukan yaitu melakukan persiapan, antara lain berkoordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi dan uji coba produk. Tahap kedua adalah mengadakan penyuluhan maupun workshop untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat buah dan sayur serta kreasi sorbet berbahan buah dan sayur. Tahap terakhir merupakan tahap evaluasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti oleh 30 siswa dan para peserta mendapatkan edukasi tentang sorbet dan cara membuatnya.
Pemberdayaan Kaporagi Dalam Mengurangi Angka Kejadian Karies Gigi Balita Di Lahan Basah renie kumala dewi; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus; Anugrah Qatrunnada Hakim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.357 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.753

Abstract

Karies gigi adalah suatu proses patologis yaitu kerusakan pada jaringan keras gigi yang dimulai dari enamel menuju dentin dikarenakan rongga mulut yang bersifat asam. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 di Indonesia, prevalensi karies gigi anak usia dini sangat tinggi yaitu 93%. Kota Banjarmasin sebagian besar merupakan lahan basah, terdiri dari rawa dengan struktur tanah lahan gambut yang menghasilkan air dengan tingkat keasaman pH 3,5-4,5. Rongga mulut yang terpapar air lahan gambut akan berpengaruh pada derajat keasaman rongga mulut sehingga dapat terjadi karies gigi dengan cepat. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu adanya tindakan pencegahan karies gigi lebih lajut dengan pemberian vaksin gigi dengan tooth mouse oleh KAPORAGI kepada balita. Kader posyandu fakultas kedokteran gigi (KAPORAGI) adalah orang yang terorganisir oleh dosen PKM FKG ULM yang bekerja sebagai kader posyandu dari suatu wilayah oleh puskesmas dinas kesehatan setempat, serta diberikan penyuluhan dan buku panduan mengenai kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat diinformasikan kepada masyarakat setempat terutama ibu dan balita. Diharapkan dengan usaha pemberian vaksin gigi dengan tooth mouse oleh KAPORAGI dapat mengurangi angka kejadian karies sejak dini pada balita, meningkatkan oral hygine serta meningkatkan kualitas hidup anak dan terciptanya program Indonesia bebas karies 2030.
SERVICE LEARNING MAHASISWA GURU SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT di YAYASAN SOSIAL EDUKATIF TANGERANG m kusuma wardhani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.728 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.754

Abstract

As a higher education institution, in achieving its vision and mission there is an important part that must be implemented, namely the Tri Dharma of Higher Education. One of the success of a university can be seen from the implementation of the Tri Dharma. In doing so, especially the pillars of community service, can be achieved by various methods, one of which is the service learning method. UPH pre service teacher carry out service learning for special education courses (PLB) at the Social and Education Foundation in Tangerang, in the form of a learning service program aimed at children with special needs. Program evaluation is carried out using a survey method to find out whether special education courses are helpful and can be applied when students carry out community service in the form of learning service activities for children with special needs.The second objective is to provide input to the foundation with the aim of improving the quality of student services. As a result, the PLB course helps pre service teachers in serving children, especially in terms of: identifying types of special needs, how to interact and implement appropriate teaching strategies, for each child with different needs. Input for the foundation, pre service teachers are involved in program planning and there are meetings and introductions with parents and children with special needs at the beginning of the semester so that they can further maximize pre service teacher's services to children with special needs at the Social Education Foundation.
Sumur Resapan Komunal Pendukung Sanitasi Lingkungan Rw Xi, Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar Budi Legowo; Iwan Yahya; Darsono Darsono; Daru Wahyuningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.627 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.755

Abstract

Kebutuhan air bersih rata rata sebanyak 150 liter/orang/hari, dan 80 % diantaranya terbuang pada saluran terbuka. Menurut data BPS Kabupaten Karanganyar tahun 2019, jumlah penduduk di Kecamatan Jaten tercatat sebanyak 82.000 jiwa, sehingga ada sekitar 9.600.000 liter air terbuang pada saluran terbuka perharinya. Kelompok masyarakat sasaran PKM berada di RT 05 / RW XI dan RT 06 / RW XI Perumahan Bumi Graha Indah Jaten Karanganyar. Terdapat ± 72 kepala keluarga dengan tidak kurang dari 250 jiwa yang setiap harinya menghasilkan ± 30.000 liter air limbah rumah tangga. Air limbah rumah tangga terbanyak berasal dari aktivitas mandi dan cuci. Sistem drainase yang buruk, utamanya pada komplek perumahan, menyebabkan genangan air limbah rumah tangga memiliki potensi menurunkan sistem sanitasi lingkungan. Selain menyebabkan bau, genangan air limbah rumah tangga dapat menjadi sarang nyamuk sebagai agen pembawa penyakit DBD. Ubah suai siklus hidrologi pendek dengan mengalirkan air limbah rumah tangga ke dalam sumur resapan secara komunal dapat memberikan dua keuntungan. Pertama, aplikasi sumur resapan dapat memotong siklus hidrologi dan menjaga kelestarian air tanah setempat. Kedua, sumur resapan komunal dapat mengurangi genangan pada sistem drainase yang tidak sempurna sehingga dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan
Proteksi Diri Dalam Berinteraksi (Prodiksi) Pada Siswa Smpn 11 Semarang Tiatira Evangelista; Pradipta Christy Pratiwi; Anggita Fathidia Ivana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.756

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini, individu mengalami berbagai perubahan, baik perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Salah satu tugas perkembangan psikososial pada masa remaja adalah melewati masa identity vs role confusion. Identitas diri penting untuk dimiliki seseorang agar dapat mempresentasikan peran dan kebiasaannya yang unik, serta mengetahui bahwa setiap individu memiliki prinsip dan nilai yang berbeda. Pemahaman tentang peran, kebiasaan, prinsip, dan nilai ini akan berpengaruh pada dinamika kepribadian remaja hingga sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, perlu adanya psikoedukasi agar siswa mengetahui pentingnya identitas diri, mengetahui cara menemukan identitas diri, mengetahui konsep role confusion dalam psikososial, dan menghormati nilai serta prinsip yang berbeda. Berangkat dari permasalahan “mudah terbawa arus pergaulan”, kegiatan dilakukan di SMP Negeri 11 Semarang, partisipan dalam kegiatan ini berjumlah 32 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi. Psikoedukasi telah dilaksanakan pada 21 November 2019. Kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test dalam bentuk permainan, pemberian materi mengenai identitas diri, dan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa. Hasil kegiatan psikoedukasi ini siswa mengetahui definisi identitas diri, siswa menyadari pentingnya identitas diri, memahami konsep role confusion. Saran kegiatan ini agar dilakukan secara berkelompok, yaitu membentuk support group, penanganan personal melalui konseling, dan melaksanakan follow up.
Tanggap Covid-19 Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Kliwonan, Grabag, Magelang Wahyudi Wahyudi Wahyudi; Salsabila Resaputri Mulyono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.267 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.757

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan penularan COVID-19, (2) meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tindakan promotif dan preventif sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19, (3) meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan edukasi secara daring dan tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Dalam kegiatan ini menggunakan teknik pendekatan masyarakat mezzo dan makro. Pendekatan masyarakat mezzo adalah pendekatan atau pembedayaan yang dilakukan terhadap sekelompok penerima manfaat, yaitu masyarakat di tingkat RT/RW. Sedangkan pendekatan makro adalah pendekatan yang diarahkan pada suatu lingkungan yang lebih luas. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah (1) peningkatan pengetahuan serta pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan penularan COVID-19, (2) peningkatan kesadaran masyarakat mengenai tindakan promotif dan preventif sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19, (3) peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan hasil kegiatan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang COVID-19 dan dapat menerapkannya dalam kehidpan sehari-hari untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.
Penciptaan Keunggulan Bersaing Ukm Batik Melalui Penerapan Teknologi Pengering Batik Dan Digital Marketing Nugroho Mardi Wibowo; Karsam Karsam; Yuyun Widiastuti; Siswadi Siswadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.471 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.759

Abstract

Beberapa permasalahan UKM termasuk UKM Batik antara lain proses produksi masih menggunakan cara-cara tradisional dan keterbatasan dalam memasarkan produknya. Berangkat permasalahan tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat Program Pengembanganan Produk Unggulan Daerah pada mitra “Batik New Colet”, Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kebupaten Jombang. Persoalan yang muncul pada setiap tahunnya terutama musim penghujuan adalah proses penjemuran memerlukan waktu lama bahkan tidak bisa kering karena hujan atau cuaca mendung dalam sehari. Kondisi ini akan memperlambat proses produksi dan menurunkan kualitas produk karena hasil pewarnaan berubah karena proses pengeringan tidak sempurna. Pada sisi pemasaran produk, mitra juga mengalami kendala karena hanya mengandalkan cara getok tular sehingga saat pandemi Covid-19, penjualan merosot tajam. Tujuan program ini adalah meningkatkan dan menjaga konsistensi kapasitas produksi serta mengurangi produk cacat pada proses pengeringan. Kedua, memperluas wilayah pemasaran serta mengembalikan dan meningkatkan trend penjualan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Metode program ini adalah perancangan dan pembuatan rumah oven batik, pelatihan dan pendampingan penggunaan rumah oven batik. Kedua, pelatihan dan pendampingan strategi pemasaran berbasis digital marketing. Program ini menghasilkan: 1) waktu proses pengeringan kain batik menjadi enam kali lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat 22,25%; 2) produk tidak cacat meningkat menjadi 98%; 3)penjualan meningkat sebesar 14,66% dibanding tahun sebelumnya.
Edukasi Penggunaan Masker Dan Handsanitizer Bagi Petugas Kebersihan Di Fakultas Kedokteran ULM Siti Kaidah; Lia Yulia Budiarti; Alfi Yasmina; Farida Heriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.098 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.760

Abstract

dukasi Online Penggunaan Masker dan Hand Sanitizer bagi Tenaga Cleaning Service dan Satpam Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasi. Kota Banjarmasin termasuk salah satu kota provinsi dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak di Indonesia. Pencegahan terhadap penularan covid-19, diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer. Tenaga cleaning service dan satpam yang setiap hari bekerja di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, termasuk yang berisiko dapat terpapar covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan dalam mencegah penularan covid-19. Sasaran kegiatan ini adalah semua tenaga cleaning service dan satpam di FK ULM Banjarmasin. Metode pelaksanaan berupa pemberian edukasi online, dengan materi tentang penggunaan masker dan hand sanitizer, serta langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar. Pada kegiatan ini juga disertai pembagian masker dan hand sanitizer. Hasil kegiatan, didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari sasaran. Diharapkan semua peserta kegiatan dapat senantiasa menerapkan protokol kesehatan terkait covid-19 didalam rumah tangga, masyarkat dan di lingkungan kerja.
Parenting Socialization: Efforts to Provide Parent Training at Bimbingan Belajar Ceria Karawaci , Tangerang Jossapat Hendra Prijanto; Juliana Tirza
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.755 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.762

Abstract

Home care and education at school are important pillars of child development. Economic conditions, geographical position, educational background of parents, and the stigma that develops in society towards women who do not need to be highly educated have a significant effect on parenting patterns, especially mother-to-child care. In fact, not all Indonesian children receive proper care. Data from the National Service Agency (KOMNAS) for Children in 2006 showed that there were still 1,124 violence against children, 433 children experienced physical violence and 106 experienced psychological violence. Various bad facts about the concern for Indonesian children have encouraged UPH Lecturers to contribute in community service to provide training for parents of students at Bimbingan Belajar Ceria Karawaci , Tangerang. They come from families with low levels of education and difficulties. It is hoped that this training activity can provide insight into their parents and have an impact on the mindset of the community around Bimbingan Belajar Ceria regarding proper parenting for their children. Various efforts were made in community service in Bimbingan Belajar Ceria, stated in this paper. This paper aims to share awareness about the parental training efforts that have been carried out by Pelita Harapan University lecturers, with the hope of forming a smart and stable society. The result of this community service are the parents get many parental skills and the feedback are positive even they want this program to be continued and give more knowledge for them. Keywords: parenting, community service, education

Page 44 of 138 | Total Record : 1378