Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS BERBASIS SINONIM (PERSAMAAN KATA) BAGI ANAK SEKOLAH MINGGU HKBP HUTABARU BINJAI
Anna Stasya Prima Sari;
Novalina Sembiring
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1616
Minimnya penguasaan kosakata bahasa Inggris menyebabkan pelajar Indonesia mengalami kendala meyampaikan ide dan gagasannya baik secara lisan dan tulisan dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kosakata bahasa Inggris berbasis sinonim (persamaan kata) bagi anak sekolah Minggu HKBP Hutabaru Binjai. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yakni pada hari Sabtu, 05 Desember 2020 dan Minggu, 06 Desember 2020 pada pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB. Peserta didik dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah anak sekolah Minggu HKBP Hutabaru Binjai dengan kisaran usia 7 tahun – 13 tahun. Jumlah peserta didik dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah 13 orang. Belajar kosakata bahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan salah satu cara mempelajari kosakata bahasa Inggris yang terbukti efektif dan efisien adalah melalui sinonim (persamaan kata). Melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini anak sekolah Minggu HKBP Hutabaru Binjai mendapat pengalaman belajar kosakata bahasa Inggris berbasis sinonim (persamaan kata). Mereka juga mendapat kesempatan memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka sehingga mereka lebih kreatif dalam berbahasa Inggris baik secara lisan dan tulisan.
Literasi Digital: Mengenal Cyber Risk dan Aman Dalam Bermedia Digital
Niyu Niyu;
Azalia Gerungan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1621
Pentingnya edukasi literasi digital menjadi suatu keniscayaan di era digital ini. Sebagai bagian dari komunitas yang terus berinteraksi dalam ekosistem digital, upaya untuk membekali para pendidik terkait keamanan bermedia digital perlu dilakukan dalam upaya mendukung literasi digital tersebut. Kominfo Bersama dengan Japelidi dan SiberKreasi meluncurkan Roadmap Literasi Digital 2021-2024, dimana salah satu modul empat pilarnya adalah aman bermedia digital. Pelaksanaan PkM ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung upaya sosialisasi tersebut. Mitra kegiatan adalah GKY Puri Indah sub bidang misi, yang menaungi pelayanan bimbel dan panti asuhan. Peserta terdiri dari 35 guru dan pengurus panti, yang terlibat secara aktif dengan anak-anak dibawah bimbingan mereka. Sebagai bagian dari literasi digital, edukasi E-Safety terkait keamanan digital dilakukan dalam bentuk webinar yang kemudian diarahkan dalam kelompok diskusi dimana fasilitator memfasilitasi kegiatan diskusi dan memberikan observasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan rendahnya pemahaman akan keamanan berinteraksi di dunia digital di kalangan peserta, tingginya pengalaman interaksi yang dialami secara langsung terkait penipuan digital, tidak adanya pembekalan mengenai E-Safety sebelumnya, dan terdapat beberapa cyber risk terkait Eksploitasi seksual anak online (ESA) yang telah dialami anak didik mereka. Materi pendukung terkait E-Safety dan berbagai sumber ajar juga dibagikan untuk membekali para peserta dalam mensosialisasikan dan menerapkan E-Safety bagi anak didik mereka. Kata Kunci : cyber risk, bahan ajar, E-Safety, literasi digital, resiliansi
Spelling Bee Games: Belajar Bahasa Inggris sambil bermain bagi Anak-anak Pengungsian di Desa Simacem, Siosar.
Novalina Sembiring;
Anna Stasya Prima Sari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1622
Peningkatan kosakata merupakan salah satu keterampilan dasar untuk menguasai sebuah bahasa, termasuk bahasa Inggris. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kosakata anak-anak pengungsian yang berada di desa Simacem Siosar melalui spelling bee games, sejenis permainan dengan mengeja kata-kata dalam bahasa Inggris. Desa Simacem Siosar menjadi tempat pelaksanaan pengabdian karena merupakan daerah pengungsian sehingga pendidikan anak-anak tidak jarang luput dari perhatian. Pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kosakata anak-anak pengungsian di Siosar melalui spelling bee games terbukti dapat meningkatkan keterampilan kosakata mereka serta meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris karena pembelajaran dilakukan sambil bermain. Peserta didik yang awalnya sangat minim kosakata dan tidak begitu terbiasa dengan spelling menunjukkan peningkatan kemampuan diakhir pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kuis yang semula <50 menjadi >50. Melalui spelling bee games, kosakata peserta didik meningkat dan mereka mendapat banyak kosakata baru serta kemampuan mengeja mereka dalam bahasa Inggris juga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kata kunci: spelling bee, anak-anak pengungsian
Pendampingan Perencaan Media Digital Rumah Makan d’Rampai Semanan
Pierre Mauritz Sundah;
Yonas Aristo;
Rasya Alya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1625
d’Rampai merupakan UMKM yang saat ini bergerak dalam bidang kuliner dan mengadopsi berbagai makanan nusantara. Saat ini d’Rampai memiliki beberapa lokasi dan salah satunya terdapat di Semanan. Berdasarkan pengamatan d’Rampai Semanan belum maksimal menggunakan media sosialnya terutama Instagram untuk promosi. Kegiatan ini bertujuan agar d’Rampai Semanan dapat menggunakan secara efektif dan efisien media sosial yang dimilikinya dengan melakukan perencanaan media. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di media sosial untuk beriklan dan mendorong pengguna untuk saling berbagi, diharapkan d’Rampai Semanan dapat melakukan brand activation dengan baik, sehingga mendapatkan hasil akhir yang diharapkan akan meningkatkan penjualan. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa pendampingan, konsultasi, dan praktek untuk d'Rampai Semanan dalam perencanaan media secara digital. Perencanaan media digital yang dilakukan adalah melalui manajemen konten Instagram dan Facebook. Bentuk perencanaan media digital yang dilakukan dibagi ke dalam beberapa kategori seperti promosi, pengenalan menu, info dan fakta seputar menu. Kegiatan perencanaan media digital ini dipersiapkan untuk dapat diimplementasikan dari bulan Juli 2022 hingga Desember 2022. Harapannya setelah pendampingan selama enam bulan maka d’Rampai dapat secara mandiri melakukan perencanaan media digitalnya.
ADAPTASI TEKNOLOGI PASCA PANDEMI COVID 19 BAGI ANAK MUDA GEREJA HKBP PERUMNAS TANGERANG
Agustin Diana Wardaningsih;
Sigit Pamungkas;
Jumadal Simamora
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1638
Cara orang berkomunikasi tidak selalu sama terus menerus, tetapi juga berubah mengikuti perilaku manusia dan akibat perkembangan teknologi. Perubahan besar terjadi saat virus covid 19 menyerang di akhir tahun 2019, menarik orang untuk tidak berinteraksi secara langsung, tetapi bergantung dengan teknologi. Muncul pertemuan virtual, sampai beribadah secara online. Saat pandemi Covid 19, gereja pada umumnya tidak siap beradaptasi dengan teknologi. Tidak semua gereja bisa melakukan ibadah online, dengan alasan tidak memiliki infrastruktur memadai, atau sudah ada teknologinya tapi tidak ada yang mengoperasikannya. Proses adaptasi ini berjalan perlahan supaya gereja masih bisa melayani jemaatnya dengan baik. Kondisi ini yang terjadi pada mitra PkM yaitu Gereja HKPB Perumnas Tangerang, yang ibadah online baru dilakukan pada Maret 2020 dengan peralatan dan SDM yang terbatas. Muncul generation gap yaitu pelayanan ibadah Online malah lebih banyak dilakukan para senior daripada anak mudanya. Padahal gereja memiliki anak-anak muda yang potensial untuk dilibatkan. Untuk itu diadakan satu workshop bagi anak muda gereja HKBP Perumnas Tangerang untuk memiliki keterampilan memproduksi tayangan video, live streaming, dan juga produksi konten multimedia untuk media sosial. Tujuannya adalah agar anak muda gereja HKPB Perumnas Tangerang bisa memiliki kemampuan dan pengetahuan lebih sehingga bisa kreatif dalam emmanfaatkan teknologi bahkan sesudah pandemic covid 19 beerlalu. Dari beberapa pertemuan selama Workshop, para anak muda gereja memiliki semangat dan percaya diri untuk bisa mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi yang ada bagi pelayanan di gereja.
KOMUNIKASI PROFESIONAL BAGI GEN Z di Kota Sungailiat-Bangka dan Tangerang-Banten
Carly Stiana Scheffer-Sumampouw
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1640
Berkomunikasi secara professional merupakan keterampilan yang tidak hanya bersifat efisien dan efektif, namun juga meliputi azas kepatutan atau ketepatan. Azas kepatutan dan ketepatan inilah yang seringkali terabaikan sehingga perlu terus-menerus disosialisasikan. Contoh azas kepatutan meliputi pembuatan isi pesan yang sesuai dengan etika dan norma kesopanan apalagi pesan tersebut akan dikirimkan ke orang lain bahkan diunggah ke media sosial. Azas ketepatan memiliki pengertian dimana pesan dikemas menggunakan fasilitas ataupun teknologi yang tersedia dewasa ini. Keterampilan ini perlu disosialisasikan kepada generasi muda yang kini sering disebut sebagai Generasi Z (gen Z). Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1996 – 2010, jadi anak-anak tersebut berusia antara 12 – 26 tahun. Kelompok ini berarti duduk di bangku SMP hingga mahasiswa bahkan baru mencari-cari pekerjaan pasca lulus kuliah (22-26 tahun). Gen Z mahir menggunakan media sosial dan bisa browsing tanpa ada yang mengajari. Kondisi browsing dan bermedia sosial tanpa ada yang mengajari inilah yang rentan dapat melanggar etika maupun norma kesopanan, sehingga dibutuhkan kegiatan PkM dengan topik komunikasi professional yang tidak hanya efisien, efektif namun juga patut dan tepat. Kegiatan PkM ini direncanakan dalam 4 bulan meliputi perencanaan, onsite training dan evaluasi. Pelatihan tatap-muka dilakukan di 2 lokasi, yaitu: Kota Sungailiat di pulau Bangka dan Kota Tangerang, Banten. Peserta di Sungailiat ialah siswa-siswa SMA kelas 10, 11 dan 12 sementara peserta di Tangerang ialah anak-anak panti asuhan Putra Asih. Adapun topik komunikasi professional meliputi keterampilan menulis CV, public speaking dan personal branding. Topik komunikasi professional lebih dipilih oleh murid SMA ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan saat pre-test (bulan pertama). Pelatihan onsite sarat dengan praktek, sehingga materi berupa teori akan diberikan pada bulan pertama, dikirimkan via internet. Bulan kedua adalah pelatihan tatap-muka itu sendiri. Dan bulan ketiga adalah proses evaluasi dimana siswa mengirimkan tugas terakhir untuk mendapat sertifikat. Materi pelatihan terdiri atas: video public speaking, materi PDF dan lembar kerja siswa (LKS). Luaran kegiatan ini terdiri dari 2: modul pelatihan berbentuk soft copy dan hard copy, serta laporan kegiatan yang ditulis oleh ketua tim berbentuk makalah.
PELATIHAN OLAHAN MAKANAN KOREA JAPCHAE DAN BANANA MILK BAGI SISWA SMKN 7 KABUPATEN TANGERANG
Stephanie T. Mulyono;
Reagan Brian;
Yustisia Kristiana;
Anugerah Agungputranto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1642
Pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan akibat terjadinya Pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan mayoritas aktivitas dilakukan di lingkungan rumah. Tidak hanya itu, kondisi Pandemi yang membatasi aktivitas diluar rumah memaksa banyak orang harus membuat makanan mereka sendiri karena banyak restoran yang tutup. Selain itu, mempersiapkan makanan sendiri juga mengurangi risiko terjadinya penularan virus akibat pembelian makanan dari luar rumah. Menyadari kondisi ini, Pengabdian Kepada Masyarakat ini diperlukan untuk memberi pelatihan memasak aneka variasi menu sehingga orang dapat terhindar dari kejenuhan dan tetap dapat membuat makanan sendiri di rumah. Variasi menu yang dipilih adalah makanan khas Korea Selatan yaitu Japchae dan Banana Milk. Pelatihan dilakukan secara luring dengan datang ke sekolah yang menjadi target peserta PKM dan para peserta mencoba memasak secara langsung. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan mengenai jenis olahan makanan Korea dan dapat menjadi variasi makanan di rumah sehari – hari.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM PENGEMBANGAN VIRTUAL TOUR BAGI SISWA SMK BHAKTI MULYA TANGERANG
Reagan Brian;
Stephanie T. Mulyono;
Anugerah Agungputranto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1643
Pandemi COVID-19 membawa dampak yang signifikan khususnya untuk sektor pariwisata. Banyak pelaku pariwisata serta destinasi wisata yang terkena dampak buruk dari pandemi COVID-19 ini. Masalah utama yang terjadi adalah tidak dapatnya wisatawan melakukan aktivitas di luar rumah, terlebih perjalanan wisata. Kondisi ini membuat para pelaku di sektor pariwisata mencari inovasi baru untuk setidaknya menjadi alternatif selama pandemi COVID-19. Salah satu alternatif berwisata selama masa pandemi COVID-19 ini adalah virtual tour. Dengan adanya virtual tour ini, wisatawan setidaknya mendapatkan hiburan selama masih belum dapat melakukan perjalanan wisata secara langsung. Permasalahan yang dihadapi SMK Bhakti Mulya Tangerang sebagai mitra adalah tidak memiliki kapasitas dalam pengembangan virtual tour. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan tentang pembuatan virtual tour. Pelatihan diselenggarakan secara daring dengan cara memberikan panduan kepada peserta mengenai langkah-langkah merancang virtual tour. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan cara melakukan pemanduan secara virtual serta menjalankan virtual tour tersebut. Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti oleh 12 siswa dan para peserta mendapatkan pemahaman tentang langkah-langkah merancang virtual tour, melakukan pemanduan secara virtual, dan menjalankan virtual tour.
PENINGKATAN LAYANAN HOTEL MELALUI PELATIHAN OPERASIONAL TATA GRAHA PADA AREA PUBLIK
Yustisia Kristiana;
Theodosia C. Nathalia;
Wulanmeiaya Wowor;
Rosianna Sianipar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1644
Tata graha merupakan salah satu departemen di dalam hotel yang bertugas menangani hal yang berkaitan dengan kerapian, keindahan, kebersihan, kelengkapan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan seluruh area publik dengan tujuan memberikan rasa aman nyaman kepada tamu dan karyawan selama berada di hotel. Yayasan Emmanuel sebagai organisasi nirlaba fokus pada pendidikan, memiliki kepedulian untuk memberikan pengetahun dan keterampilan di bidang perhotelan bagi anak- anak asuh. Bidang perhotelan dilihat sebagai sektor yang dapat menjadi pilihan untuk bekerja dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Permasalahan yang dihadapi oleh Yayasan Emannuel sebagai mitra adalah tidak memiliki kapasitas dalam pengembangan pengerahun dan keterampilan di bidang perhotelan khususnya tata graha. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan operasional departemen tata graha di hotel, khususnya pada bagian area publik yang pada akhirnya dapat meningkatkan layanan hotel. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi program, melakukan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti oleh 27 siswa dan para peserta mendapatkan edukasi tentang operasional pada area publik.
SELF EFFICACY DAN PENERAPAN DIMENSI SERVQUAL TERHADAP PENINGKATAN MUTU LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LAMPAHAN
Isyos Sari Sembiring;
Emma Dosria;
Siti Nurmawan;
Yenni Wulandari;
Susi Wahyuni;
Falma Rossa;
Tiainsyah Tiainsyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1646
Di era globalisasi kualitas dalam pelayanan merupakan suatu indikator demi tercapainya keunggulan yang kompetitif. Faktor penentu dari kepuasan pelanggan adalah kualitas layanannya. Perguruan tinggi yang terus beradaptasi di dorong oleh perubahan global yang sangat cepat. Kualitas pelayanan dapat diukur dengan membandingkan persepsi antara pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang diterima dan dirasakan oleh pasien. (Fahmi, 2020)