Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BERBASIS KEDELAI DI SMA DIAN HARAPAN CIKARANG
Intan Cidarbulan Matita;
Adolf Parhusip;
Yuniwaty Halim;
Julia Ratna Wijaya;
Raphael Dimas Tri Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1671
Pandemi COVID-19 mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat yang dapat mengubah pola makan. Perubahan pola makan yang saat ini terlihat adalah meningkatnya jumlah produk pangan berbasis nabati sebagai alternatif yang berdampak positif terhadap kesehatan. Salah satu bahan pangan nabati yang umum digunakan sebagai alternatif bahan pangan hewani adalah kacang kedelai. Selain mengandung banyak asam amino esensial, kedelai juga merupakan bahan pangan sumber serat. Nugget merupakan makanan ringan yang banyak digemari masyarakat karena rasa, tekstur dan bentuk yang mudah dikonsumsi. Nugget yang umumnya dibuat dari daging memiliki kalori, kadar lemak jenuh dan kadar sodium yang tinggi. Oleh karena itu, kedelai dapat digunakan sebagai pengganti daging untuk membuat nugget yang lebih sehat. Pelatihan pembuatan nugget berbasis kedelai dilakukan bagi siswa SMA Dian Harapan Cikarang untuk meningkatkan pengetahuan siswa akan produk pangan alternatif dan karakteristiknya serta meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan pengolahan produk pangan. Karena pandemi COVID-19, pelatihan dilakukan secara daring. Siswa lalu diberi kesempatan untuk membuat nugget berbasis kedelai di rumah secara individu maupun berkelompok dan mendokumentasikannya dalam bentuk video yang kemudian dievaluasi. Antusiasme siswa peserta PKM dapat dilihat dari banyaknya jumlah video pembuatan nugget yaitu sebanyak 11 video. Meskipun pelatihan ini dilakukan secara daring, ketertarikan dan manfaat yang diperoleh siswa tidak berkurang karena 100% siswa merasa bahwa kegiatan PKM ini bermanfaat dan menarik. Selain itu, 100% siswa juga menyatakan keinginan untuk mengikuti kembali kegiatan yang serupa.
Optimalisasi Potensi Minuman Kekinian Melalui Pemberdayaan Pengelolaan Keuangan Usaha di Desa Kebon Agung Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo
Pramandyah Fitah Kusuma;
Desy Ismah Anggraini
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1673
ABSTRAK Bisnis minuman kekinian selama ini sangat menjanjikan. Dikarenakan minuman memiliki pilihan yang variatif dari segi rasa maupun tambahan atau topping yang cukup beragam. Minuman kekinian memiliki banyak peminat dari segala macam usia dan berbagai macam kalangan. Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, maka persaingan antar kompetitor cukup besar. Oleh sebab itu, inovasi rasa yang lebih enak, kemasan yang cantik menarik, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat serta higienis sehingga produk yang dimiliki mampu lebih unggul. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah usaha minuman kekinian bernama Almer Boba. Kegiatan dilaksanakan dimulai persiapan administrasi dan penyampaian informasi, kemudian presentasi serta diskusi pengelolaan keuangan, dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan, dan yang terakhir evaluasi kegiatan. Keberhasilan dari pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan analisis secara deskriptif. Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatnya jumlah pembeli atau customer secara online, meningkatnya pemahaman manajemen berwirausaha salah satunya penggunaan aplikasi online atau e-commerce, serta pembuatan laporan keuangan yang lebih detail pada usaha minuman kekinian di Desa Kebon Agung Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Minuman, Keuangan, Online, Sidoarjo
Pengembangan Aplikasi Virtual Class Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Mahasiswa STKIP Bina Insan Mandiri
surya priyambudi;
Yulis Setyowati;
Yeni Probowati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1674
Mitra pengabdian kepada masyarakat merupakan perguruan tinggi swasta STKIP Bina Insan Mandiri. Permasalahan Mitra, yaitu: 1)Kurangnya bahan materi perkuliahan dosen yang diberikan kepada mahasiswa; 2)Media pembelajaran yang dipergunakan dosen belum interaktif; 3)Belum siapnya dosen dalam proses perkuliahan tatap muka terbatas; 4)Perlunya pemahaman mahasiswa tentang literasi digital. Metode menyelesaikan masalah, yaitu: 1)Rapat awal tim pelaksana dan koordinasi dengan mitra; 2)Menyusun program dan jadwal kegiatan; 3)Pengadaan dan instalasi aplikasi Virtual Class; 4)Pengembangan literasi digital; 5)Pelatihan dan pendampingan. Pelaksanaan program, yaitu: 1)Pengadaan dan instalasi aplikasi Virtual Class; 2)Pengembangan pembuatan materi ajar sebagai literasi digital; 3)Pelatihan dan pendampingan pembuatan materi ajar digital; 4)Pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Virtual Class; 5)Pelatihan dan pendampingan pelaksanaan literasi digital. Evaluasi kegiatan dilakukan setiap selesai pelatihan dan pendampingan serta keberlanjutan dilakukan minimal 2 bulan sekali dalam 1 tahun setelah program selesai dilakukan. Diharapkan Mahasiswa STKIP Bina Insan Mandiri dapat terbiasa menjalankan kegiatan literasi digital dalam perkuliahan.
Storyteller sebagai Agen Budaya
Magdalena Lestari Ginting
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1675
Berbicara di depan umum adalah proses berbicara kepada sekelompok orang dengan cara terstruktur yang disengaja dengan maksud untuk menyampaikan informasi, persuasi, maupun sebagai entertain. Berbicara di depan umum memerlukan keterampilan bertutur dalam aturan bahasayang baik. Di sisi lain, secara psikologis ada ketakutan dan kegelisahan menjadi penghambat bagi orang yang belum pernah melakukan public speaking. Dalam berbagai kesempatan, kegiatan public speaking diperlukan karena adanya protocol yang akan menentukan sebuah keberhasilan sebuah acara. Sehingga hampir setiap kegiatan, identik dengan aktivitas yang mensyaratkan pembicara utama atau pembawa acara. Maka dari itu, keterampilan untuk dapat berbicara di depan forum sangatlah penting di jaman sekarang. Pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini memberikan sebuah ketrampilan story telling yang memampukan seseorang menyajikan sebuah cerita yang kepada orang lain dengan tujuan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang bersifat mendidik. Bercerita pada anak usia dini diharapkan dapat membantu anak untuk mampu mendengar sesama dan menjadi sarana dalam memahami suatu budaya.
PELATIHAN BISNIS TANPA BATAS UNTUK MAHASISWA
Helena Sihotang;
Esli Silalahi;
Elysabeth Sindy Sinurat
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1681
PELATIHAN BISNIS TANPA BATAS UNTUK MAHASISWA Helena Sihotang Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Santo Thomas Email: simarsoithelen@gmail.com Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu dampak dari Pandemi Covid-19 adalah meningkatnya jumlah pengangguran. Atas fenomena ini, Perguruan Tinggi harus mengambil peran guna menurunkan pengangguran dan meningkatkan stabilitas perekonomian. Keterlibatan perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa secara langsung sebagai pelaku usaha akan menjadi investasi dimasa mendatang. Mahasiswa dipersiapkan sedini mungkin menjadi Job Creator bukan Job Seeker. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan bisnis tanpa batas yaitu bisnis digital untuk mahasiswa. Bisnis Digital seperti membuka dan mendesain toko di e-commerce, Online Shop Reseller, Preloved Online, Dropshipper. Bisnis ini bisa berjalan tanpa menganggu jam kuliah dan bisa tanpa modal usaha. Selain untuk meningkatkan pemahaman tentang teknis bisnis digital, pelatihan ini juga bertujuan untuk memicu minat mahasiswa akan berbisnis. Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode sosialisasi dan simulasi. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah mahasiswa menjadi pelaku usaha dimana pendapat mahasiswa bertambah. Selain itu juga menjadikan mahasiswa sebagai job creator. Kata Kunci: Pelatihan Bisnis, Bisnis Digital, Job Creator
PENINGKATAN OMSET PENJUALAN MIE LEVEL SEHAT DAPUR AINI MELALUI MEDIA APLIKASI ONLINE
Dewi Suprobowati;
Mulus Sugiharto;
Miskan Miskan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1682
PENINGKATAN OMSET PENJUALAN MAKANAN MIE LEVEL SEHAT DAPUR AINI MELALUI MEDIA APLIKASI ONLINE Dewi Suprobowati1 ,Mulus Sugiharto2 ,Miskan3 Prodi Administrasi Publik ,FISIP,Universitas Wijaya putra dewisuprobowati1968@gmail.com Mie adalah makanan alternatif pengganti beras banyak dikonsumsi masyarakat.Mie menjadi popular dikalangan masyarakat karena harganya murah, cara pengolahan sekaligus penyajianya sederhana.Mie banyak mengandung karbohidrat banyak menyumbang energi pada tubuh sehingga mie dapat dijadikan sebagai makanan penganti nasi. Ibu Atik, berusia 47 tahun di masa pandemi memiliki usaha mie level bertempat tinggal di Jl. PBI Blok H No. 01 Surabaya. Berdasarkan data yang diperoleh dari mitra terkait dengan usaha yang mereka rintis di masa pandemi penjualan mengalami penurunan secara drastis terkendala kondisi ppkm.Sebagian besar pembelinya dari anak sekolah. Permasalahan dan solusi yang ditawarkan Permasalahan Produksi, solusinya adanya alat modern. Mika plastic menggunakan alas daun pisang. Permasalahan Manajemen, solusinya pendampingan dan pelatihan tentang manajemen pemasaran baik secara online maupun offline,pendafaran aplikasi online, permasalahan Administrasi Keuangan, solusinya Pelatihan dan Pendampingan Pembukuan sederhana,Pembuatan NIB (Nomor ijin berusaha) Permasalahan Kemasan Produk, Solusinya Pelatihan Kemasan Produk. Tujuan akhir PPM mitra memahami permasalahan usaha yang dihadapi, Harapan ke depan atas keberlanjutan program ini dapat menjadi produk unggulan mie level yang higienitas di kecamatan pakal kota Surabaya. Kata Kunci: Mie sehat
PELATIHAN MEMBUAT SKENARIO DRAMA PADA KOMUNITAS YAYASAN ABAR INDONESIA
Gandadinata Thamrin;
Richard Poeh;
Heri Yulianto;
Selvieana Indrawati;
Merry Gading Mallibu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1685
Events held in schools and churches often use drama performances as entertainment or convey messages in the theme of the activity. This requires a story that can describe or provide a meaningful message to be conveyed to the audience present. But not everyone can make a good scenario and this is felt to be a necessity for the Abar Indonesia Foundation community where the community consists of teachers, lecturers, housewives, social workers, servants and Servants of God, as well as the general public who have a desire to learn. create a simple scenario that can be demonstrated at an event in the family, community, community, the August 17 event at the RT or RW, at school, at church or at a government office. From this need, the ABAR Indonesia Foundation asked Pelita Harapan University, Karawaci to provide an online training webinar "Training to create drama scenarios for the Indonesian Abar Foundation community". The purpose of this online webinar is at the request of the Foundation to be able to make good plans and develop the community's ability to create drama scenarios that can be used in community activities. The training on making simple drama scenarios with practical steps, planning and some important drama concepts was given during the webinar accompanied by short video examples and ended with a discussion and question and answer session. This activity was responded positively by the webinar participants and was supported by the LPPM of the Faculty of Economics and Business UPH and the UPH lecturer team as well as providing an output where participants gained additional basic knowledge of making scenarios, good storylines and useful for activities in the community.
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TANI MILENIAL DI SMA WIJAYA PUTRA KOTA SURABAYA
Dwiyana Anela Kurniasari;
Siti Alimah;
Didik Daryanto;
Yusuf Baunsele;
Summarningsih Summarningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1688
Generasi milenial memegang peran besar bagi Indonesia untuk mewujudkan visi kemandirian dan ketahanan pangan nasional. SMA WIJAYA PUTRA merupakan salah satu sekolah di Kota Surabaya yang mendukung isu ketahanan pangan dengan memiliki program pertanian pada Proyek Hidroponik. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan wawasan siswa SMA WIJAYA PUTRA untuk lebih mengenal pertanian dan ketahanan pangan. Namun minat siswa SMA Wijaya Putra mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan minat generasi milenial terhadap pertanian menurun. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan minat dan memperkenalkan generasi milenial pada urban farming. Upaya tersebut akan dilaksanakan melalui Sekolah Tani Milenial, program ini akan memberikan edukasi dan pendampingan tentang urban farming dengan Budidaya Hidroponik. Berdasarkan hasil wawancara dan obserbasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah (1) Minat, (2) Kemampuan, (3) Ketersediaan Instalasi. Metode pelaksanaan adalah edukasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 80% siswa memiliki minat untuk budidaya hidroponik, dan 84% memiliki kemampuan budidaya hidroponik.
Pengembangan Peran Posyandu melalui Pendidikan Gizi pada Ibu Balita dan Kader
Luluk Ria Rakhma;
Nur Lathifah Mardiyati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1689
Posyandu is a health institution that has direct contact with the community, therefore the posyandu located in the middle of community unit is the front line of health services. Cadres as health workers at the village level should be equipped with knowledge, skills and tools to support mothers of children under five so that they can carry out cadre duties well. In addition to the role of a posyandu cadre, the role of the family is also important in overcoming nutritional problems such as stunting, but there is still minimal knowledge related to nutrition for posyandu cadres and mothers of toddlers. Therefore, activities are needed to increase the knowledge and skills of posyandu cadres and mothers of children under five. This service activity was carried out in Cabeyan Village, Bendosari, Sukoharjo in 2020 with partners for mothers of toddlers and Posyandu Tamansari and Puspitasari cadres. Cabeyan Village has the highest number of children under five with short nutritional status among 14 villages in Bendosari District, Sukoharjo by 9%. The service activities carried out were: 1) Training on measuring nutritional status using the anthropometric method for posyandu cadres, 2) Demonstration of making Supplementary Food for Posyandu cadres and 3) Nutrition consultation regarding Infant Toddler Feeding for mothers of toddlers. The result of this activity is that there is an increase in knowledge and skills of posyandu cadres related to measuring nutritional status and making additional food as well as knowledge of mothers under five regarding infant and child feeding.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENGGALI POTENSI DESA WISATA DI PRIGEN PASURUAN
Yurilla Endah Muliatie;
Sujani Sujani;
Rena Febrita Sarie
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1691
Kecamatan Prigen mempunyai banyak destinasi wisata tetapi yang terkenal di seantero negeri hanya Taman Safari Prigen. Salah satu destinasi wisata adalah Sendang Sumber Segaran yang terletak di Dusun Kebonagung, Desa Sukolelo. Karena di Dusun Kebonagung ada beberapa sumber air maka penduduk berusaha memanfaatkan sumber air yang ada untuk diangkat sebagai obyek wisata. Dengan adanya Sendang Sumber Segaran yang dibuka untuk destinasi wisata, pemuda desa membuka Warung Segaran sebagai pelengkap di destinasi wisata tersebut. Tetapi warung ini masih belum dikelola secara profesional dimana produk yang disajikan kebanyakan hanya minuman dan belum ada produk makanan. Disamping itu juga promosi dirasakan sangat kurang karena hanya orang-orang di sekitar warung Segaran saja yang berkunjung dan sangat minim pengunjung dari luar kota. Pengetahuan masyarakat di sekitar juga masih kurang. Mereka belum paham dengan dibukanya destinasi wisata ini dapat meningkatkan penghasilan mereka karena mereka bisa membuat produk yang bisa dititipkan di warung Segaran untuk dijual sebagai oleh-oleh. Dengan adanya beberapa permasalahan ini pengabdi berusaha mencarikan solusi sehingga luaran yang ditargetkan yaitu membuat Warung Segaran sebagai destinasi wisata desa terbaru dengan manajemen sumber daya manusia yang terampil sebagai nilai tambah untuk mendongkrak perekonomian dusun, serta memiliki beberapa mitra kerja bisnis yang bisa menjadi wadah untuk produk UKM di dusun yang bisa ditampilkan sebagai oleh-oleh khas dari Warung Segaran di dusun Kebonagung, Sukolelo, Prigen, dapat tercapai.