Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA UMKM KAMPUNG SEMANGGI
Dwi Setyo Wibisono;
Rachmadian Dwi Anggara;
M. Harist Murdani;
Alven Safik Ritonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1753
Semanggi Village has several SMEs related to clover such as clover pecel, clover cake, clover clover and other small businesses. Partners in this service program are MSME entrepreneurs in the Semanggi Village area. The problems experienced by MSME entrepreneurs there include: (1) the lack of ability of target partners to marketing media, (2) public knowledge of the types of processed clover is still limited. This service program aims to develop the Semanggi Village website as a forum for various information related to Semanggi Village and as a digital media for marketing MSME products in Semanggi Village. The method used is a qualitative approach that focuses on the development of soft skills and critical thinking skills produced through assistance in using the website. Website development is expected to improve and maximize the marketing of typical products from Semanggi Village and hone critical thinking for target partners in Semanggi Hamlet, RW.03, Sememi Village. The results of this service program include: (1) the creation of the Semanggi Village website as a forum for information and also online marketing; (2) RW03 youth groups are able to understand and master how to manage and develop websites that have been created.
SELF MARKETING : SENI MEMASARKAN DIRI BAGI KALANGAN REMAJA MELALUI MEDIA SOSIAL
Yoyoh - Hereyah;
Farid Hamid Umarella;
Engga Probi Endri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1764
Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan self marketing. Kalangan remaja terutama pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja atau pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan di media sosial maka mereka semakin terasah kemampuannya untuk menggunakan media social tersebut bagi pengembangan kemampuan dirinya. Termasuk di dalamnya adalah wujud eksistensi sebagai media aktualisasi diri. Eksistensi diri merupakan segala kemungkinan yang apabila direalisasikan dapat mengarahkan individu pada keberadaan autentik, yaitu manusia menjadi dirinya sendiri, mengambil tanggung jawab untuk menjadi dirinya sendiri. Atas alasan itulah memahami konsep self marketing, self promotion dan personal branding menjadi hal penting sebagai cara untuk meningkatkan ‘nilai jual’ seseorang. Melalui self marketing, self promotion, dan personal branding, dapat disatukan hal-hal utama pada individu yang melibatkan skill, kepribadian, dan karakter yang dibungkus sebagai identitas yang kuat dibanding identitas diri orang lainnya. Mengingat setiap individu memiliki aspek yang unggul dalam dirinya ataupun kelemahan terkait dengan penguasaan dalam bidang pekerjaannya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan self marketing di media social adalah salah satu langkah yang harus dilakukan
PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK
Yesaya Adhi Widjaya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1783
Manusia adalah makhluk potensial, yang selalu berkembang dari sebuah keadaan kepada keadaan yang lain, yang dapat disebut sebagai perkembangan menuju kedewasaan. Kedewasaan manusia yang dimaksud adalah kedewasaan yang holistis, yang mencakup segala aspek dalam diri manusia. Pendidikan yang baik niscaya dibutuhkan supaya manusia dapat berkembang secara maksimal menuju kepada keadaan yang lebih baik. Pendidikan ada untuk memperlengkapi manusia supaya memiliki pertumbuhan atau perkembangan secara utuh dan menyeluruh. Topik ini disampaikan dalam program Parenting atau penyuluhan/ seminar kepada orang tua yang diadakan di desa Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang merupakan kerjasama antara Yayasan Shine Tiara Veritas dengan Universitas Pelita Harapan (UPH), Banten. Desa ini berjarak sekitar 40an kilometer dari kampus UPH, dan hampir semua warganya bekerja sebagai buruh di dalam berbagai bidang usaha yang menyebabkan bahkan di akhir minggu pun banyak orang tua yang masih harus bekerja. Pada masa pandemi Covid-19 ketika semua kegiatan sekolah harus dilakukan secara daring, maka banyak siswa dan orang tua di desa Cikande ini mengalami kesulitan di dalam belajar dikarenakan tingkat ekonomi/ sosial mereka yang rendah, sehingga sulit menyediakan berbagai peralatan dan jaringan yang diperlukan dalam pembelajaran daring. Saat ini, dalam masa pasca pandemi di mana pembelajaran dapat kembali dimungkinkan secara tatap muka, maka melalui program Parenting dalam PKM onsite ini diharapkan para orang tua di desa Cikande menyadari kembali akan pentingnya pendidikan dan peran orang tua di dalam pendidikan anak-anak mereka.
PENERAPAN TEKNOLOGI IOT DALAM MEMBANTU PEMANTAUAN KUALITAS AIR KOLAM PETERNAK IKAN
Theresia Herlina Rochadiani;
William Widjaja;
Handri Santoso;
Youzy Natasya;
Ulfah Dzakiyah Nisrina Ariqoh;
Regina Angelika Septi Rahayu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1789
Ikan hias menjadi salah satu barang komoditi yang cukup menjanjikan. Dan Indonesia merupakan negara eksportir terbesar keempat di dunia pada tahun 2016-2019. Meskipun ikan hias menawarkan keuntungan bisnis yang menggiurkan, para peternak ikan hias sering mengalami gagal panen dikarenakan tidak terpantaunya kualitas air sebagai habitat ikan hias. Hal ini juga dialami peternak ikan hias di Kampung Kalipaten. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dibangun teknologi IoT yang dapat membantu peternak ikan dalam memantau kualitas air berdasar nilai ph, tds, dan suhu air. Kegiatan ini diawali dengan tahap identifikasi masalah melalui wawancara dengan peternak ikan. Setelah mengetahui bahwa permasalahan yang dihadapi peternak ikan adalah kurang terpantaunya kualitas air yang menyebabkan gagal panen, maka tahap selanjutnya yang dilakukan adalah merancang sistem IoT berbasis LoRaWAN untuk memantau kualitas air kolam ikan. Berdasarkan rancangan tersebut, tahap pembangunan sistem IoT dilakukan dan juga dibangun aplikasi berbasis mobile yang dapat digunakan oleh peternak ikan untuk memantau dari mana saja dan kapan saja. Melalui kerja sama yang baik antar tim pelaksana kegiatan masyarakat dan peternak ikan, maka sistem IoT dengan menggunakan microcontroller Heltec ESP32, sensor ph, sensor tds, dan sensor suhu DS18B20, gateway LoRa beserta aplikasi berbasis mobile berhasil dibangun.
Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Berkomunikasi di Media Sosial Siswa Kelas VII SMP Swasta Anastasia Namobintang
Asnita Hasibuan;
Candra R. Gultom
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1794
Bahasa merupakan alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi untuk menyampaikan perasaannya dan pikirannya. Dalam pemakaiannya, bahasa menjadi sangat beragam. Keragaman bahasa sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan komunikasi. Bahasa dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Banyak cara yang dipilih pemakai bahasa dalam berkomunikasi. Bahkan pilihan cara komunikasi tidak hanya semakin beragam tapi juga semakin canggih. Sehingga peranan bahasa menjadi alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi. Begitu juga perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin menjalar. terutama di kalangan remaja atau pelajar. Saat ini serasa segalanya sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dari segi tingkah laku dan gaya bahasa yang digunakan pun berbeda. Salah satu fenomena komunikasi yang paling pesat saat ini adalah penggunaan bahasa yang didukung oleh perangkat teknologi canggih, khususnya bahasa yang digunakan pada media sosial, seperti internet, whatsapp, facebook, twitter, instagram, chatting, e-mail, sms, dan sebagainya. Namun penggunaan bahasa yang menyimpang dari kaidah Bahasa Indonesia menimbulkan sorotan besar dari para pengamat. Dengan fenomena ini, pendidik harus mengetahui bagaimana siswa berkomunikasi yang santun di lingkungan dan media sosial. Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Berkomunikasi di Media Sosial adalah sarana memfasilitasi siswa untuk mengetahui bagaimana Bahasa Indonesia yang tepat dalam berkomunikasi. Sehingga media komunikasi di media social menjadi media edukasi bagi masyarakat khusunya peserta didik.
PPM SEMANGGI SUROBOYO BERBASIS ECOGREEN DENGAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA NABATI DAUN MIMBA (Azadiracta indica, L)
faisol humaidi;
Heri Susanto;
Adelia Putriani;
Ananda Istiqomah N
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1798
Mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Bapak Lodji yang mengeluti usaha budidaya semanggi yang berdomisili di Dusun Kendung Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya. Permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain; 1). Rendahnya Produksi daun semanggi akibat serangan hama 2). Kurangnya sanitasi lahan pertanaman; 3). Kurangnya suplai air irigasi pertanaman semanggi di musim kemarau Solusi yang ditawarkan antara lain; Adanya paket teknologi budidaya semanggi dengan inektisida botani dengan daun mimba yang memadai; Perlunya perbaikan saluran drainasi; Pemupukan menggunakan biofertiliser; Target luaran dari program ini yaitu: Produksi daun semanggi terjamin pasokannya ke penjual/pedagang; Pertumbuhan daun semanggi menjadi optimal dan tidak teracuni limbah rumah tangga; Aplikasi insektisida tersedia dengan baik di musim kemarau dan produksi meningkat; Produksi daun semanggi menjadi berkesinambungan; Tingkat kesuburan tanah meningkat Adanya peningkatan pendapatan petani semanggi ; Hasil pelaksanaan PPM adanya peningkatan produktifitas daun semanggi, efektifitas penggunaan insektisida nabati sebesar 78%, rendahnya serangan hama dan penyakit setelah penggunaan pestisida nabati dari daun mimba, drainasi sudah mulai terkelola dengan baik. Adanya peningkatan pendapatan petani daun semanggi. Sedangkan luaran lainnya berupa prosiding nasional pengabdan masyarakat dan HKI.
EDUKASI TENTANG PENINGKATAN PEMAHAMAN RUANG KOTA DAN KOTA HIJAU BAGI GURU GEOGRAFI DI INDONESIA
Ade Firmansyah;
Ida Ayu Sawitri Dian Mawarni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1800
Kota adalah perwujudan peradaban manusia. Pengaruh budaya dan adanya peningkatan populasi perkotaan di seluruh dunia telah menjadi fakta sejarah manusia. Kota-kota saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan banyak hal baru pendekatan untuk perencanaan kota sedang digunakan untuk membantu kota, termasuk peningkatan populasi, degradasi lingkungan, penurunan kualitas kawasan industri dan bahkan bencana alam. Kondisi di atas dapat dipengaruhi lebih parah dengan kondisi ketidakpahaman masyarakat umum terkait dengan kota dan bagaimana kota tersebut bertumbuh dengan segala bentuk tantangannya. Hal ini juga menjadi pemicu terjadinya degradasi kualitas lingkungan akibat kualitas masyarakatnya. Pada saat ini, yang menjadi tantangan adalah bagaimana generasi muda mendapatkan nilai-nilai penting sebuah kota dan proses tumbuhnya kota sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada sebuah upaya peningkatan kualitas kota secara umum dan kualitas tempat tinggalnya secara khusus. Guru adalah pendidik sekaligus sebagai agen pembelajaran terdekat dengan generasi muda yang saat ini duduk di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Menjadi penting dan relevan untuk membekali guru dengan pemahaman terhadap objek kota dan aspek terkaitnya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka peningkatan pemahaman guru, khususnya guru geografi, tentang kota, bagaimana kota itu dikembangkan dan bagaimana kota itu tumbuh menjadi sangat penting dan relevan untuk dilaksanakan. Peningkatan pemahaman guru ini dilakukan dalam bentuk seminar aktif yang menempatkan peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber. Diharapkan dari adanya peningkatan pemahaman ini, guru-guru dapat meneruskan pemahamannya dalam pembelajaran di masing-masing sekolah melalui mata pelajaran yang diajarkan.
PENGEMBANGAN TAMAN EDUKASI SATGAS CITARUM HARUM MELALUI MINI PLANETARIUM HUT
Azam Zamhuri Fuadi;
Angga Rusdinar;
Katsaman Katsaman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1802
Taman Edukasi yang terletak di Desa Wangisagara. Namun, karena adanya dampak dari pandemi Covid-19, Taman Edukasi ini menjadi tidak beroperasi dan kurang terurus. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan Desa Wangisagara, khususnya Taman Edukasi Satgas Citarum Harum, dalam satu wadah program Service Learning (SL), sebagai bagian dari Program Creativity Station Pusan National University Korea, dan bekerja sama dengan beberapa Universitas di Indonesia. Program ini bersifat 3 in 1 Program (service, research, learning) pada saat yang sama dan dominan terhadap pembelajaran mahasiswa yang dikawal oleh dosen manajer. Terdapat berbagai sub program pengabdian masyarakat yang bersifat multidisiplin dan multi-tim (11 sub program), yang tugasnya adalah memajukan kawasan wisata tersebut. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan adalah pengabdian masyarakat berbasis technology solution, yang perancangan dan implementasinya akan dilakukan selama 2 (dua) minggu berturut-turut. Tim pelaksana terdiri dari dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari bidang ilmu yang berbeda, yang membuat produk tepat guna sesuai dengan keahlian bidang ilmunya, berkolaborasi dengan Institut Teknologi Telkom Jakarta, Pusan National University Korea, dan Gyeongsang National University. Pada tulisan ini mencakup laporan sub program yang berupa pengembangan mini planetarium pada taman edukasi desa wangisagara.
PENYEDIAAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DENGAN PEMASANGAN FILTER AIR DAN PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PEMELIHARAANNYA DI TAMAN EDUKASI DI DESA WANGISAGARA
Istiqomah Istiqomah;
Muhammad Hablul Barri;
M. Reza Raihan N.R;
Khalisa Khairuna;
Rizal Akhlaqul;
Salwa Nur Rohmah;
Zahwa Rizzi Ani;
Dias Daffa Wiwaha;
Fiky Y. Suratman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1803
Di Taman Edukasi di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, kualitas air yang digunakan masih sangat buruk dikarenakan sumber air yang kurang mempuni. Situasi ini tidak sesuai dengan target SGD yang memastikan semua orang berhak dapat mengakses air bersih. Kondisi air yang demikian dapan mengganggu kenyamanan pengunjung untuk menggunakan fasilitas yang ada. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang difasilitasi CSL 2022, akan direalisasikan sistem filter air untuk memperbaiki kualitas air di taman tersebut. Disekitar sistem filter air juga dipasang papan edukasi yang menginformasikan tentang indicator air bersih, cara pengujiannya, proses filterisasi air, dan bagaimana merawat filter air. Sehingga papan tersebut dapat juga menjadi sumber edukasi bukan hanya pengurus taman namun juga pengunjung. Air yang dihasilkan mengalami perbaikan kualitas dari sebelumnya. Dari pengelolah taman merasa sangat terbantu dengan adanya sistem filter air ini. Kedepannya sumber air akan diganti dengan air tanah sehingga dapat menghasilkan air yang lebih baik.
EDUKASI PARTISIPASI MASYARAKAT DESA CIPINANG MELALUI PROGRAM WATER CLOSET MANDIRI (WCM) KEC. ANGSANA KAB. PANDEGLANG
Adolf Parhusip;
Rudy Pramono;
Jack Widjajakusuma;
Reinhard Pinontoan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1809
Penduduk Indonesia yang belum mampu mengakses sarana dan prasarana sanitasi yang layak masih banyak. Untuk kasus Kabupaten Pandeglang, baru-baru ini dilaporkan sejumlah 451 ribu orang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan. Informasi pendataan secara langsung yang dilakukan oleh Pejuang Muda di Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang terdapat lebih dari 100 warga yang belum memiliki WC di rumah, sehingga dapat dikatakan bahwa lebih dari 100 keluarga yang melakukan praktik BABS, di Kebun, Sawah, Sungai, dan Cubluk. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat perilaku BABS adalah suatu kegiatan yang dapat mencemari lingkungan sehingga pencapaian indikator kesehatan menjadi kurang optimal. Kegiatan sosialisasi mengenai bahaya BABS dan jamban sehat dilakukan untuk 70 peserta yang merupakan masyarakat terpilih penerima program water closet mandiri di desa Cipinang. Lima prototype WC yang diperlengkapi dengan septic tank telah dibangun sebagai contoh WC yang baik di Desa Cipinang. Pembagian bahan baku bangunan sudah dilaksanakan kepada 65 keluarga sasaran untuk dapat membangun WC mandiri sehingga dapat memicu menghentikan kebiasaan BABS dan meningkatkan sanitasi lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan keluarga sasaran, dan desa yang dilibatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki WC dan septic tank dan menghentikan kebiasaan BABS.