cover
Contact Name
Tri Juwono
Contact Email
trijuwono@mercubuana.ac.id
Phone
+628980875279
Journal Mail Official
visikom@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650. Tlp./Fax: +62215870341
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visi Komunikasi
ISSN : 14123037     EISSN : 25812335     DOI : https://doi.org/10.22441/visikom
Jurnal Visi Komunikasi [p-ISSN: 1412-3037 | e-ISSN: 2581-2335] has been published since 2007 byFakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi is a bi-annual journal issued on May and November. It consists of research-based articles and /or conceptual articles in communications (see Focus and Scope). The publisher only accepts an original work, which has not been published elsewhere. The article should be submitted through this site in accordance with our format (see Author Guidelines). Submitted article will be reviewed and edited for format uniformity, term, and other procedures.
Articles 238 Documents
MANIPULASI IDENTITAS DIRI DI MEDIA SOSIAL (Analisis Isi Kualitatif Pada Film “The Tinder Swindler”) Vianty, Marda; Umarella, Farid Hamid
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.23877

Abstract

Social media exists as a means to communicate with other people. Socializing, working, dating, and sharing life stories on social media are daily activities carried out by people from all over the world. As a result of freedom of communication, various crimes arise on social media.This research focuses on the elaboration of the act of identity manipulation, which describes the acts of self-identity manipulation on social media contained in the documentary film “The Tinder Swindler” so that it can be seen how this phenomenon occurs in real life.The research method used is a qualitative research method with a content analysis approach which aims to analyze the manipulation actions used, so that it can be known how fraud perpetrators manipulate other people.The results obtained from this study are 45 scenes that are in accordance with the categorization in the analysis. Identity manipulation was found related to name, job, appearance, social environment, and photos & videos on social media. With the elaboration of self-identity manipulation in this research, it is hoped that the public will be more aware of other people they meet on social media in order to avoid similar scams, as happened in The Tinder Swindler film.
ETIKA DALAM ERA DEEPFAKE: BAGAIMANA MENJAGA INTEGRITAS KOMUNIKASI Leliana, Intan; Irhamdhika, Gema; Haikal, Achmad; Septian, Rio; Kusnadi, Eddy
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.24229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemecahan masalah etika pada era dimana deepfake merebak, dan memberikan pemahaman mengenai risiko yang bisa ditimbulkan dari pembuatan video deepfake untuk menjaga integritas komunikasi. Deepfake adalah sebuah bentuk Artificial Intelligence (AI) yang menjadi fenomena di era digital saat ini, Dalam beberapa kasus, deepfake digunakan untuk tujuan jahat, seperti pemalsuan video atau audio dengan maksud merusak reputasi seseorang atau menyebarkan informasi palsu. Para pengguna deepfake dapat membuat video palsu dari seseorang yang akhirnya dapat melanggar privasi mereka seperti mengganti identitas seseorang dalam situasi dimana saat identifikasi hal-hal yang krusial seperti akun perbankan atau keamanan nasional. Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang canggih mengacu kepada manipulasi gambar atau video untuk menyatukan kemiripan seseorang ke wajah orang lain, jadi seolah olah-olah mereka sedang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Metode dalam penelitian ini adalah dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapat dari sumber data kemudian dianalisis secara mendalam. Penelitian kualitatif dengan menggunkana metode literatur diambil untuk penelitian ini. Deepfake adalah tantangan serius bagi etika komunikasi dan integritas informasi. Untuk menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake, diperlukan upaya kolaboratif dari masyarakat, pemerintah, lembaga, dan individu. Etika dalam berkomunikasi dan literasi media harus ditingkatkan, sementara regulasi dan teknologi pendukung juga perlu berkembang. Hanya dengan pendekatan holistik seperti ini, kita dapat menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake yang semakin kompleks.
Gaya Komunikasi Sutradara dalam Mengarahkan Pemain dalam Film Turah Arman, Joni; Aunul, Sofia; Gusmanti, Reza; Karisma, Ika
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.20081

Abstract

The director's communication style is an important element in the process of directing players according to the script and storyline of a film. This paper aims to describe the director's communication style in the pre-production and production stages. This paper uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques by interviewing the director and Turah's cast. The results of the study found that the director of the Turah film, Wicaksono Wisnu Legowo, used a communication style that dynamic which means that at each stage of film production, the director uses a different style. In the pre-production stage the director uses a reciprocal communication style in the preparatory sessions with the actors and a freelance communication style in the rehearsal sessions while in the production stage of the mise en scene sessions and directing the actors, the director uses a structured communication style and a dynamic communication style in the pre-take preparation sessions.
Pengaruh Iklan Internet Shopee dalam Search Engine Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Fikom Universitas Mercu Buana Kampus Meruya di Tahun 2022 Endri, Engga Probi; Widyastuti, Rossy
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.23874

Abstract

Search engine menjadi salah satu media untuk mencari informasi. Selain itu, search engine dapat dijadikan media pemasaran yang disebut dengan search engine marketing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh search engine marketing Shopee terhadap pengambilan keputusan pembelian Mahasiswa FIKOM Mercu Buana pada tahun 2022. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa FIKOM Universitas Mercu Buana dengan teknik pemilihan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh Search Engine Marketing Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Situs Belanja Shopee Pada Mahasiswa Universitas Mercu Buana Tahun 2022 sebesar 41,9%. Salah satu yang sangat mempengaruhi yaitu minat match ads title to searched keyword. Hasil uji hipotesis atau uji t menunjukan hasil t hitung 8,405 lebih besar dari t tabel 1.290 maka kesimpulannya adalah bahwa Ha diterima dan H0 di tolak, artinya terdapat pengaruh search engine marketing terhadap keputusan pembelian.
ANALISIS FRAMING KONTEN YOUTUBE PODCAST CLOSE THE DOOR TERKAIT FILM DOKUMENTER NETFLIX “ICE COLD: MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO” Adi, Kun Muhammad
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.24345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembingkaian informasi oleh channel Youtube Podcast Close The Door yang mengangkat isu dari film dokumenter Netflix berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee And Jessica Wongso”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman. Peneliti menganalisis dua video Youtube yaitu video pertama yang menghadirkan Otto Hasibuan dan video kedua yang menghadirkan Edward Omar Sharif Hiariej. Hasil yang didapat setelah peneliti mengamati dua video tersebut pertama adalah pemilihan narasumber dalam kedua video tersebut menunjukan sisi keberpihakan setiap narasumber sehingga memberikan informasi dari sudut pandang yang kontradiktif. Kedua, munculnya film dokumenter tersebut kembali menyita perhatian publik dengan adanya fakta-fakta baru yang diungkap oleh kedua narasumber. Ketiga, peneliti melihat bahwa sikap Jessica Wongso yang tenang tetap harus menjalani aturan hukum yang berlaku berdasarkan sejumlah kategori barang bukti yang didapatkan. Keempat, kedua video tersebut menunjukan kemungkinan Peninjauan Kembali (PK) kasus Jessica Wongso tetap berpeluang untuk dilakukan meskipun setiap proses penyelidikan hingga pengadilan telah melalui proses yang panjang dan dilakukan secara profesional dan berimbang.
BUDAYA PATRIARKI DALAM IKLAN SARIWANGI VERSI ‘SAATNYA BICARA, SAATNYA SARIWANGI #MARIBICARA’ (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Kamilah, Alfiyya Hasna
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.20422

Abstract

Pada 18 Januari 2021 SariWangi mengiklankan produknya dengan muatan konteks patriarki dalam kehidupan keluarga pasangan muda berjudul ‘Saatnya Bicara, Saatnya SariWangi #MariBicara’ di YouTube. Iklan ini menggunakan pendekatan slice of life dengan mengambil konflik mengenai isu kesetaraan gender dalam dinamika berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar ideologi patriarki di unit keluarga yang bekerja pada tanda-tanda di balik iklan yang mengarah pada terjadinya konstruksi makna mitos. Teori semiotika Roland Barthes diterapkan dalam penelitian ini untuk mencari makna pesan yang disampaikan melalui tanda-tanda dalam iklan ini. Desain penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis semiotika Barthes. Data penelitian diperoleh melalui observasi untuk mencari unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang didapat melalui proses signifikasi dua tahap yang dipahami dalam istilah denotasi dan konotasi ditemukan sejumlah tanda yang mengarah pada mitos berupa mitos maskulinitas dan domestikasi. Namun, di sini iklan dikonstruksikan sebagai media kritik terhadap patriarki privat. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penyadaran gender yang dibangun iklan tersebut melalui tahap penyelesaian konflik berupa tindakan yang dinilai salah dengan meleburkan mitos tersebut. Dari iklan SariWangi tersebut dapat diketahui bentuk resistensi terhadap sakleknya budaya patriarki dalam sistem masyarakat.
Corporate Social Advocacy Communication Style on #TBSFightForSisterhood on Instagram Suranto, Hanif; Bangun, Cendera Rizky Anugrah; Tjokrodinata, Charlie; Feego, Enric; Estherina, Brenda
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.23145

Abstract

Over the past years, companies have taken a new kind of social stand and publicly spoken on issues unrelated to their core business activities. The topics about gender equality rights or sexual harassment have become one of the main focuses on the corporate agenda, and companies have started advocating those issues actively. This phenomenon is then called corporate activism. This study discusses The Body Shop Indonesia's (TBSI) communication style in voicing corporate activism or corporate social advocacy through #TBSFightForSisterhood on Instagram. TBSI is engaging in corporate activism by addressing and advocating for controversial socio-political issues. This qualitative analysis study explores the themes The Body Shop Indonesia covers in its CSA communication and how The Body Shop frames CSA communication on Instagram. The analysis method used is visual and textual content analysis on Instagram. This study identified four communication frames in The Body Shop’s posts: informative, mobilizing, participatory, and aspirational. In conclusion, the most used communication style is informational, followed by mobilization, participation, and aspiration.
STRATEGI SOSIAL MEDIA KHAS PARAPAT MEMPERTAHANKAN REPUTASI DITENGAH TREND INDUSTRI PASCA PANDEMI Fero, David
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.20117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sosial media Khas Parapat dalam mempertahankan reputasi ditengah berkembangnya trend industri pariwisata pasca pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Khas Parapat memiliki strategi dalam memanfaatkan sosial media untuk mempertahankan reputasi antara lain diterapkannya aksi dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, melakukan penyesuaian terhadap kecepatan inovasi pasar yang baru dan merencanakan program sesuai dengan trend industri pariwisata yang berkembang saat ini dimana sangat dipengaruhi perubahan pola konsumen dalam berwisata.
ETIKA NETIZEN INDONESIA DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI Kristiana, Bunga; Rohimah, Neli Anggraeni; Yasinta, Pasha; Rahmawati, Shisi; Agustin, Silfiana
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.24980

Abstract

ABSTRACT: Advances in information technology make society experience a shift or change in lifestyle, including culture, ethics and norms. The fact that Indonesia is a friendly country that upholds norms/values seems to be fading with the development of this technology. The purpose of this research is to find out the attitude of the Indonesian people (netizens) in using social media. This research uses a library study method with a qualitative approach. Data collection techniques use various journals and online articles. This research shows that Indonesian netizens in social media still ignore the norms/values that exist in society. In conclusion, many Indonesian netizens use social media for negative things.Keywords: modernization, social media, ethics.ABSTRAK: Kemajuan teknologi informasi membuat masyarakat mengalami pergeseran atau perubahan gaya hidup baik budaya, etika, dan norma. Fakta Indonesia sebagai Negara yang ramah, menjunjung norma/nilai seakan luntur dengan perkembangan teknologi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat (netizen) Indonesia dalam bersosial media. Penelitian ini menggunakan metode studi perpustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan berbagai jurnal dan artikel online. Penelitian ini menunjukan bahwa netizen Indonesia dalam bersosial media masih mengabaikan norma-norma/nilai-nilai yang ada di masyarakat. Kesimpulannya, banyak netizen Indonesia yang menggunakan sosial media untuk hal-hal negatif.Kata Kunci: modernisasi, sosial media, etika.
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @RUNHOODMAG TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI ATLETIK KOTA SERANG” Septiyani, Dina Regista
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.21678

Abstract

JURNAL