cover
Contact Name
Rezky Aulia Yusuf
Contact Email
rezkyauliayusuf@umi.ac.id
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
jmchpascaumi@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Urip Sumeharjo. No. 5
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Muslim Community Health (JMCH)
ISSN : -     EISSN : 27744590     DOI : https://doi.org/10.52103/jmch.v3i1
Core Subject : Health,
Journal of Muslim Community Health (JMCH) E-ISSN 2774-4590 adalah jurnal elektronik, open-access, dan peer-review. JMCH didedikasikan untuk menerbitkan hasil penelitian dan tinjauan literatur dari berbagai bidang kesehatan masyarakat, yang meliputi studi Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Promosi dan Perilaku Kesehatan, Biostatistik, Epidemiologi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Nutrisi Kesehatan Masyarakat, dan Kesehatan & Keselamatan pekerjaan dan determinan penyakit terkait lainnya. Metodologi ilmiah yang valid dan diterima harus diterapkan. JMCH diterbitkan oleh Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia. Publikasi diterbitkan empat kali setahun. Kami menyambut semua mahasiswa, pakar, praktisi, dan akademisi yang tertarik dengan JMCH untuk mengirimkan artikel terbaiknya. Penulis dapat mengirimkan artikel dengan mengikuti jadwal publikasi JMCH. Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia.
Articles 113 Documents
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Labuang Baji Makassar Nurul Alrahmi; Batara, Andi Surahman; Andi Rizki Amelia; Masriadi, Masriadi; Muhammad Ikhtiar; Ahri, Reza Aril
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1125

Abstract

Latar belakang: Perbaikan kualitas jasa pelayanan kesehatan dapat dimulai dengan mengevaluasi setiap unsur unsur yang berperan dalam membentuk kepuasan pasien melalui indicator kualitas pelayanan yang meliputi; attitude, accessibility, realibility, servise recovery dan serviscape. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap Loyalitas melalui kepuasan pada pasien rawat inap di RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2022. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian adalah pasien yang telah melalui prosedur pelayanan di RSUD Labuang Baji Makassar dalam hal ini pasien rawat inap (Ruang Perawatan Kelas I. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive secara non random sampling yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Regresi linear berganda dan path analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukan sebagian besar berumur 35-44 tahun (32,7%), pendidikan terakhir SMA (40,4%), perkerjaan wiraswasta (25%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel attitude, service recovery dan serviscape berpengaruh terhadap kepuasan sedangkan accessibility dan reliability tidak berpengaruh terhadap kepuasan. Variabel accessibility, service recovery, serviscape dan kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas sedangkan attitude dan reliability tidak berpengaruh terhadap loyalitas. Ada pengaruh attitude terhadap loyalitas melalui kepuasan sedangkan tidak ada pengaruh accessibility, reliability, service recovery dan serviscape terhadap loyalitas melalui kepuasan. Kesimpulan: Diharapkan agar pihak Rumah Sakit terus berusaha untuk dapat memperbaiki pelayanan kepada pasien sehingga memmberikan kepuasan dan juga dapat meningkatkan minat loyalitas pasien dengan pengelolahan administrasi dan menajemen rumah sakit yang lebih baik lagi.
Pengaruh Insentif, Beban Kerja, dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai di UPT Puskesmas Se-Kab Luwu Utara Tahun 2022 Rusniati, Rusniati; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Een Kurnaesih; Alwi, Muhammad Kidri; Patimah, Sitti
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1136

Abstract

yang prima. Selama ini terdapat banyak keluhan masyarakat yang sering berurusan dengan tenaga medis dan Kesehatan di puskesmas seperti lambatnya pelayanan dan ketidak ramahan petugas dalam pelayanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 663 pasien dan sampel sebanyak 249 pasien yang dipilih dengan cara probability sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil: Sebagian besar pekerjaan responden bidan (32%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan insentif, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan ada beberapa variabel yang ada pengaruhnya terhadap kinerja pegawai. Secara parsial menunjukkan tidak ada pengaruh lingkungan kerja (p=0,210) terhadap kinerja pegawai. Variabel insentif (p=0,037), beban kerja (p=0,000) menunjukkan ada pengaruh, secara simultan berpengaruh terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan (F=0,000). Koefisian determininasi yang dihasilkan sebasar 16.464. Variabel yang paling berpengaruh adalah beban kerja. Kesimpulan: Faktor paling dominan mempengaruhi kinerga pegawai adalah beban kerja. Direkomendasikan kepada puskesmas untuk lebih meningkatkan konsultasi dan koordinasi dengan dinas Kesehatan terkait peningkatan kinerja puskesmas.
Literasi Kesehatan pada Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Marwono, Marwono; Andi Asrina; Yusriani, Yusriani
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1143

Abstract

Latar Belakang: Palayanan kesehatan pada pasien penyakit kronis dibutuhkan suatu penanganan dan keahlian khusus, bagaimana pasien dapat memperoleh informasi yang tepat sehingga pasien tidak tertekan secara psikologis dalam menghadapi penyakit yang dihadapi. Pelayanan kesehatan penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner (PJK) dibutukan suatu informasi yang tepat dan ilmiah dalam proses penyembuhannya. Metode penelitian ini penelitian kuasi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Merupakan salah satu jenis pendekatan yang menelaah setting kehidupan nyata kontemporer yang akan melihat literasi kesehatan pada pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Untuk memperoleh informasi tersebut maka dilakukan observasi, in depth interview dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian: literasi kesehatan fungsional pada pasien PJK Informan belum memiliki informasi yang lengkap mengenai penyakit yang di rasakan, Literasi kesehatan interaktif para informan belum mendapatkan media literasi dan edukasi selama berkenjung di rumah sakit, Literasi kesehatan kritis informan belum dapat melakukan tindakan lanjutan seperti oprasi maupun tindakan kateterisasi jantung dengan berbagai alasan seperti dukungan dari keluarga, belum siap secara mental dan psikis, dan pasien tidak memiliki minat untuk tindakan lanjutan. Kesimpulan: Pasien PJK belum mendapatkan edukasi yang memadai terkait dengan penyakit yang dideritanya, literasi interaktif pasien PJK berusaha mencari informasi dari internet dan keluarga dan literasin kritis pasien mendapat dukungan dari keluarga selama pengobatannya dan perawatanya serta biaya ditanggung maupun yang tidak ditanggung BPJS, dari semua pasien PJK hanya satu bersedia untuk melakukan tindakan kateterisasi disebabkan tingkat kesehatannya mengalami perburukan.
Strategi Promosi Kesehatan Berdasarkan Ottawa Charter dalam mempertahankan Kawasan Tanpa Rokok Didesa Bone-bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Indah Sari; Andi Asrina; Mahmud, Nur Ulmy
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1145

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang sampai saat ini sulit untuk dihilangkan bagi masyarakat yang perokok. Hal ini karena adanya zat nikotin yang merupakan zat adiktif yang membuat perokok.Tujuan umum untuk mendapatkan informasi secara mendalam, mengkaji dan menganalisis mengenai Strategi Promosi Kesehatan Berdasarkan Ottawa Charter Dalam Mempertahankan Kawasan Tanpa Rokok Di Desa Bone-bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi kualitatif yang bermaksut mengeksplorasi secara mendalam karena mengambarkan atau melukiskan fakta-fakta atau kejadian ataupun situasi yang tampak dalam Desa Bone-bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Tahun 2022 melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Dengan adanya Gerakan masyarakat ini warga desa bone-bone berhasil dilakukan dengan masyarakat demi meningkatkan pengetahuan dengan penyuluhan dan pelibatan karang taruna, posyandu dilakukan dalam mempertahankan KTR Hasil penelitian yang didapatkan kebijakan berwawasan Kesehatan, Lingkungan yang mendukung, Reorientasi Pelayanan Kesehatan,Keterampilan Individu, dan Gerakan Masyarakat yang dilakukan diDesa bone-bone dengan berbagai strategi yang dilakukan berhasil membuat masyarakat desa bone-bone menjadi desa KTR. Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti strategi yang dilakukan dalam mempertahankan KTR apabila berpindah domisili
Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat kab. Luwu Utara tahun 2022 Muhammad Sarwin; Arman, Arman; Gobel, Fatma Afrianty
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1146

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu jenis penyakit atau gangguan kejiwaan yang serius atau gagguan mental kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup manusia. Penderita Skizofrenia   mengalami halusinasi, pikiran tidak logis, waham yang menyebabkan  mereka  berperilaku  agresif,  dan  sering  berteriak-teriak histeris. Walaupun gejala  pada  setiap  penderita  bisa berbeda,  tetapi  secara kasat mata perilaku penderita Skizofrenia berlainan dengan orang normal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Skizofrenia antara lain faktor internal (riwayat pekerjaan); faktor eksternal (penyakit penyerta, Riwayat konsumsi obat); faktor psikososial (riwayat Trauma dan gagal mencapai cita–cita). Tujuan penelitian Untuk  menganalisis faktor risiko kejadian Skizofrenia   di Wilayah kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat Kab. Luwu Utara. Rancangan penelitian yang digunakan Case Control Study, dengan total sampel sebanyak 50 responden kasus dan 50 respondenkontrol. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian kuantitatif ini ialah Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, dan multivariat  menggunakan  regresi  logistik.  Penelitian  dilaksanakan  pada  01-30 September 2022. Hasil  Penelitian menunjukan  bahwa  Faktor  risiko  yang  hubungan  dengan kejadian skizofrenia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara yaitu riwayat konsumsi NAPZA (p value=0,002 nilai OR=2,220, 95% CI =1,769–2,785), riwayat Kegagalan mencapai cita-cita (p value=0,041 nilai OR=2,007,95% CI = 1,694–2,571) dan riwayat trauma (p value=0,000 nilai OR=51,000, 95% CI= 10,997– 238,523) Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian skizofrenia yaitu riwayat pekerjaan (p value=0,145 nilai OR=2,020, 95% CI = 0,879– 4,645) dan riwayat penyakit (p value=0,308 nilai OR=1,490, 95% CI = 0,184–1,433). Hasil uji Multivariat dengan metode regresi logistik menunjukkan faktor risiko yang paling berpengaruh adalah riwayat trauma. Kesimpulan (1) riwayat pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (2) riwayat penyakit tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (3) riwayat konsumsi NAPZA berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (4) riwayat Kegagalan mencapai cita-cita berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (5) riwayat trauma paling berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia.
Hubungan Perilaku dengan Tingkat Kepatuhan Masyarakat dalam Menjalankan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 di Puskesmas Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Syarizcky, La Ode M Ario; Batara, Andi Surahman; Ambas, Jasmin
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1151

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan Perilaku dengan Tingkat Kepatuhan Masyarakat dalam Menjalankan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 di Puskesmas Bobong Kabupaten Pulau Taliabu. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Bobong yang berusia 17-60 tahun sebanyak 350 responden. Analisis menggunakan uji chi square dengan alternatif nilai p = 0,05. Hasil: Ada hubungan antara Pengetahuan dengan Tingkat Kepatuhan dengan nilai p=0,000, Sikap dengan Tingkat Kepatuhan dengan nilai p=0,000 dan Tindakan dengan Tingkat Kepatuhan dengan nilai p=0,000, Keseluruhan variabel independen (Pengetahuan, Sikap dan Tindakan) merupakan faktor yang paling berhubungan penting dengan variabel dependen (Tingkat Kepatuhan) dengan hasil semua nilai p value = 0,000 dimana < dari nilai α = 0,05. Kesimpulan: Adanya Hubungan Perilaku (Pengetahuan, Sikap dan Tindakan) yang baik dengan Tingkat Kepatuhan Masyarakat dalam Menjalankan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 di Puskesmas Bobong Kabupaten Pulau Taliabu yang terlaksana dengan baik.
Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien oleh Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Karmila Karmila; Suharni Suharni; Muhammad Kidri Alwi
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1153

Abstract

Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien dapat menjadi pondasi utama dalam menuju upaya mewujudkan keselamatan pasien secara keseluruhan. Insiden keselamatan pasien (IKP) masih menjadi masalah utama di rumah sakit dimana berbagai macam pelayanan memiliki resiko yang mengancam keselamatan pasien. Untuk itu setiap insiden perlu dicatat dan dilaporkan sekecil apapun insiden tersebut yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien di instalasi rawat Inap Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar Observasi oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α < 0,05. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,009< α = 0,05, harapan atasan/menejemen berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,002< α = 0,05, organisasi pembelajaran – perbaikan berkelanjutan berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,045< α = 0,05, kerjasama dalam unit rumah sakit berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,009< α = 0,05, umpan balik komunikasi berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,045< α = 0,05, respon tidak menghukum berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,002< α = 0,05. Variabel budaya keselamatan berhubungan signifikan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien dirumah sakit.  Kesimpulan:  Ada hubungan yang bermakna antara budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat.
Pengaruh Mutu Pelayanan Medis dan Non Medis terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Ridwana Hardjono; Tahir Abdullah; Samsualam Samsualam
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1165

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan persepsi pasien bahwa harapannya telah terpenuhi, diperoleh hasil yang optimal bagi setiap pasien dan pelayanan kesehatan sehingga kesinambungan yang sebaik-baiknya antara puas dan hasil. Kepuasan pasien merupakan bagian penting dari mutu pelayanan kepada masyarakat yang berobat di rumah sakit. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu pelayanan medis dan non medis dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien ruang rawat inap sebanyak 100 menggunakan purposive sampling. Analisis data dengan uji chisquare dan uji regresi logistik. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mutu medis berpengaruh terhadap reliability p 0,001 dan mutu non medis tidak berpengaruh terhadap reliability p 0,216, mutu medis tidak berpengaruh terhadap assurance p 0,082 dan mutu non medis berpengaruh terhadap assurance p 0,001, mutu medis tidak berpengaruh terhadap tangible p 0,023 > dan dan mutu non medis tidak berpengaruh terhadap tangible p 0,006 , mutu medis tidak berpengaruh terhadap empathy p 0,998 dan mutu non medis berpengaruh terhadap empathy p 0,000 serta mutu medis berpengaruh terhadap responsiveness p= 0,000 dan mutu non medis tidak berpengaruh terhadap responsiveness p= 0,067. Reliability paling dominan pengaruhnya terhadap mutu medis OR 25.419 dan empathy paling dominan pengaruhnya terhadap mutu non medis OR 61.500. Kesimpulan: Ada pengaruh mutu medis terhadap reliability dan tidak ada pengaruh mutu non medis terhadap reliability, tidak ada pengaruh mutu medis terhadap assurance dan ada pengaruh non medis terhadap assurance, tidak ada pengaruh mutu medis terhadap tangible dan tidak ada pengaruh mutu non medis terhadap tangible, tidak ada pengaruh mutu medis terhadap empathy dan ada pengaruh mutu non medis terhadap empathy serta ada pengaruh mutu medis terhadap responsiveness dan tidak ada pengaruh mutu non medis terhadap responsiveness. Aspek reliability paling dominan pengaruhnya terhadap mutu medis dan aspek empathy paling dominan pengaruhnya terhadap mutu non medis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar.
Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum daerah Latemmamala Kabupaten Soppeng Jafar, Zaenal; Batara, Andi Surahman; Arman, Arman
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1185

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit harus dapat memberikan pelayanan yang secara cepat, akurat, bermutu dan terjangkau, yang pada akhirnya dapat memberikan kepuasan dalam hasil perawatan sesuai dengan keinginan,sehingga mampu menciptakan rasa puas. Penelitian dimana untuk melihat dan mengetahui adanya Hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Latemmamala kabupaten soppeng. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross – sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap RSUD Latemmamala kabupaten soppeng sebanyak 77 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara proportionate stratified random sampling. Hasil: Uji statistik dengan menggunakan uji regresi logistik linear diperoleh p Value = 1.0 yang dimana p hitung lebih besar dari p tabel 0.005 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada Hubungan tangibles, realibility, responsiviness, assurance dan empati dengan tingkat kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Latemmamala kabupaten soppeng.
Faktor Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Cempa Kabupaten Pinrang Zartini Zulfianti; Sitti Patimah; Nurhaedar Jafar
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1187

Abstract

Latar Belakang: Posbindu Penyakit Tidak Menular merupakan suatu bentuk pelayanan yang melibatkan peran serta masyarakat melalui upaya promotif-preventif untuk mendeteksi dan mengendalikan secara dini faktor risiko PTM secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berpengaruh terhadap pos binaan terpadu penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Cempa Kabupaten Pinrang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi pada penelitian ini yakni sebanyak 4.203 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Penentuan sampel menggunakan rumus lemeshow diperoleh sampel sebanyak 270 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis kelamin (p value=0,045), Pendidikan (p value=0,042), pekerjaan (p value=0,003), dan kinerja petugas (p value=0,045) terhadap pemanfaatan pos binaan terpadu penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Cempa Kabupaten Pinrang. Tidak ada pengaruh umur (p value=0,738), pekerjaan (p value=0,216) terhadap pemanfaatan pos binaan terpadu penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Cempa Kabupaten Pinrang Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh jenis kelamin, pendidikan dan kinerja petugas kesehatan terhadap pemanfaatan pos binaan terpadu penyakit tidak menular dan tidak ada pengaruh umur dan pekerjaan terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dan yang paling besar pengaruhnya adalah kinerja petugas. Penelitian ini menyarankan kepada kader posbindu dan petugas kesehatan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan pedoman dan juknis pos binaan terpadu penyakit tidak menular ditunjang dengan dukungan operasional dari puskesmas cempa,

Page 8 of 12 | Total Record : 113