cover
Contact Name
Rezky Aulia Yusuf
Contact Email
rezkyauliayusuf@umi.ac.id
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
jmchpascaumi@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Urip Sumeharjo. No. 5
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Muslim Community Health (JMCH)
ISSN : -     EISSN : 27744590     DOI : https://doi.org/10.52103/jmch.v3i1
Core Subject : Health,
Journal of Muslim Community Health (JMCH) E-ISSN 2774-4590 adalah jurnal elektronik, open-access, dan peer-review. JMCH didedikasikan untuk menerbitkan hasil penelitian dan tinjauan literatur dari berbagai bidang kesehatan masyarakat, yang meliputi studi Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Promosi dan Perilaku Kesehatan, Biostatistik, Epidemiologi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Nutrisi Kesehatan Masyarakat, dan Kesehatan & Keselamatan pekerjaan dan determinan penyakit terkait lainnya. Metodologi ilmiah yang valid dan diterima harus diterapkan. JMCH diterbitkan oleh Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia. Publikasi diterbitkan empat kali setahun. Kami menyambut semua mahasiswa, pakar, praktisi, dan akademisi yang tertarik dengan JMCH untuk mengirimkan artikel terbaiknya. Penulis dapat mengirimkan artikel dengan mengikuti jadwal publikasi JMCH. Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia.
Articles 113 Documents
Efektivitas Kebijakan dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Stunting di Kabupaten Enrekang Nur Amaliyah Riyadh; Andi Surahman Batara; Andi Nurlinda
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1188

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi pada balita masih menjadi permasalahan utama dalam kependudukan, salah satunya adalah stunting. Untuk mengatasi permasalahan stunting, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting dengan fokus pada setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitive yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah, dan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kebijakan dalam pelaksanaan program Stunting di kabupaten Enrekang. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi kualitatif mengeksplorasi efektivitas kebijakan stunting melalui indepth interview, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dipilih melalui purposive sampling terhadap 1 orang sebagai informan kunci, dan 19 orang sebagai informan biasa. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten Enrekang dalam mendukung upaya percepatan dan penanggulangan stunting adalah Keputusan Bupati Nomor 440/KEP/IX/2018 tentang Gerakan Masyarakat Peduli Stunting di Kabupaten Enrekang dan didukung juga dengan peraturan bupati lain untuk menurunkan stunting di Kabupaten Enrekang. Peraturan bupati bertujuan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Enrekang. Respon Masyarakat sangat positif terhadap kebijakan yang dilaksanakan di Kabupaten Enrekang. Kesimpulan: Efektivitas Kebijakan dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Stunting di Kabupaten Enrekang sudah terlaksana secara maksimal.
Strategi Peningkatan Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Kota Makassar Eka Mayasari; Reza Aril Ahri; Arni Rizqiani Rusydi
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1189

Abstract

Latar Belakang: Bentuk organisasi pelayanan kesehatan memiliki sifat khas dasarnya selalu tetap: aksesibilitas yang lengkap dan menyeluruh, penitikberatan pada penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit dan kecacatan, kerja sama lintas sektoral, keikutsertaan masyarakat, serta desentralisasi dan koordinasi dari seluruh pelayanan atau sistem kesehatan, baik milik pemerintah maupun non-pemerintah. Merujuk pada hal tersebut, peneliti kemudian menganggap perlu untuk melakukan pengukuran kinerja melalui metode balanced scorecard dan bagaimana kemudian strategi peningkatan kinerja yang dilakukan khususnya di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mix method (kuantitatif-kualitatif) yang digunakan untuk menganalisis data-data berupa angka dari kuisinoer dan laporan kinerja RSUD Labuang Baji yang nantinya akan dideskripsikan sesuai dengan metode balanced scorecard yang digunakan dan kemudian dikonfirmasi melalui wawancara mengenai strategi yang akan diterapkan dalam menyikapi temuan data berupa angka. Hasil penelitian: Rata-rata kinerja RSUD Labuang Baji dengan analisis Balanced Scorecard memiliki persentase yang baik meskipun ada beberapa faktor yang harus diperbaiki seperti tingkat efisiensi keuangan, inovasi yang harus terus dikembangkan produktivitas pegawai yang harus kembali ditiingkatkan. Adapun strategi peningkatan kinerja RSUD Labuang Baji disusun berdasarkan sistem manajemen kinerja, meliputi perencanaan kinerja, implementasi, umpan balik/monitoring, dan evaluasi kinerja. Selain itu, strategi kinerja juga tetap mengacu pada rencana strategi rumah sakit dan Standar Pelayanan Minimal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi terkait kinerja dan strategi RSUD Labuang Baji dengan menggunakan metode balanced scorecard. Hasil analisis kinerja yang ada diharapkan menjadi referensi evaluasi manajemen RSUD Labuang Baji dan dapat ditindak lanjuti dengan aksi dan strategi nyata. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi pembelajaran dan pengembangan mengenai penelitian kinerja strategi BLU (terkhusus Rumah Sakit) yang ada di Kota Makassar secara khusus dan Sulawesi Selatan secara umum.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Selama Masa Pandemi Covid 19 Di Puskesmas Simbang Kabupaten Maros Diniati; Andi Surahman Batara; Sundari Sundari
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1190

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien sangat erat kaitannya dengan kualitas pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu indikator sangat penting dalam memberikan pelayanan maksimal dimasa pandemic Covid-19. Berdasarkan data yang didapatkan Jumlah Kunjugan Pasien pada tahun 2019 sebelum adanya pandemi 10431, sementara jumlah kunjugan pada saat pandemi tahun 2020 yaitu 6081 pasien, penurunan jumlah kunjungan di puskesmas yang diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19 saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Pada Aspek Fisik Terhadap Kepuasan pasien Selama Masa Pandemic Covid-19 Di Puskesmas Simbang Kabupaten Maros. Metode: Desain Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling ancidental yaitu sebanyak 117 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square Hasil: Tidak ada pengaruh kualitas pelayanan pada aspek fisik terhadap kepuasan pasien (p value 0,133), Ada pengaruh kualitas pelayanan pada Kehandalan terhadap kepuasan pasien (p value 0,000), ada pengaruh kualitas pelayanan pada Interaksi Pribadi terhadap kepuasan pasien (p value 0,032), ada pengaruh kualitas pelayanan pada Pemecahan Masalah terhadap kepuasan pasien (p value 0,000), ada pengaruh kualitas pelayanan pada Kebijakan terhadap kualitas pelayanan (p value 0,001), Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Simbang Kabupaten Maros. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak yang terkait untuk memperhatikan kualitas pelayanan agar dapat meningkatkan kepuasan pasien salah satunya peralatan penujang kegiatan operasional yang lengkap dan memastikan ruangan tunggu dalam keadaan bersih dan rapi.
Analisis Perilaku Aman Pada Perawat Menggunakan Model Perilaku ABC (Antecedent, Behavior, Consequence) Di Rumah Sakit Umum Daerah La Temmamala Kabupaten Soppeng Novitha Sunanryani; Suharni Suharni; Alfina Baharuddin
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1191

Abstract

Latar Belakang: Perilaku aman dipengaruhi langsung oleh activator, yaitu kondisi atau ransangan yang mendahului terjadinya perilaku tertentu. Behavior adalah setiap hal yang dapat diukur langsung yang dilakukan tenaga kerja, termasuk berbicara, bertindak, dan melakukan fungsi fisik. Consequence dapat bertindak sebagai activator baru atau activator kedua yang dapat memicu munculnya perilaku baru atau perilaku lain. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku aman perawat menggunakan metode ABC. Matode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Desain penelitian ini merupakan cross sectiona. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Penelitian ini diolah menggunakan program komputerisasi SPSS. Dengan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian yang diperoleh adalah tidak ada hubungan pengetahuan dengan nilai signifikansi 1.000, ada hubungan kebutuhan keselamatan dengan nilai signifikansi 0,004, ada hubungan kesadaran dengan nilai signifikansi 0,001, ada hubunan peran manajemen dengan nilai signifikansi 0,001, ada hubungan peraturan perusahaan dengan nilai signifikansi 0,012, ada hubungan penghargaan dengan nilai signifikansi 0,001, tidak ada hubungan sanksi dengan nilai signifikansi 0.675. Kesimpulan: Ada pengaruh antara kebutuhan keselamatan, kesadaran, peran manajemen, peraturan perusahaan, penghargaan dan tidak daa hubungan antara pengetahuan dan sanksi dengan perilaku aman.
Faktor Determinan Spiritual Terhadap Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Juwita Syafri Umar; Fatmah Afrianty Gobel; Muhammad Nadjib Bustan; Mansur Sididi
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1192

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematan prematur di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cros-sectional. Tekhnik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 196 orang. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh obesitas terhadap tekanan darah penderita hipertensi dengan nilai p=0,308>0,05. Ada pengaruh kepatuhan minum obat terhadap tekanan darah penderita hipertensi dengan nilai p=0,001<0,05 dan ada pengaruh stres terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Tahun 2021 dengan nilai p=0,024<0,05. tidak ada pengaruh obesitas terhadap tekanan darah penderita hipertensi dengan nilai p=0,308>0,05. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada pengaruh obesitas terhadap tekanan darah penderita hipertensi, Ada pengaruh kepatuhan minum obat dan stress terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Tahun 2021. Disarankan kepada penderita hipertensi untuk lebih menjaga dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, dapat menghindari stress dan patuh minum obat agar tekanan darah lebih terkontrol.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral (ARV) pada Pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar Tahun 2022 Juniarti Djumadi; Fatmah Afrianty Gobel; Arman Arman
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1193

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan penggunaan obat ARV memberikan dampak positif bagi kesehatan individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral (ARV) pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022. Metode: Metode penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengidap HIV/AIDS yang terapi ARV di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar sebanyak 80 pasien dengan menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pengetahuan terapi ARV (ρ=0,624), efek samping obat (ρ=0,018), jaminan kesehatan (ρ=0,001), akses layanan kesehatan (ρ= ρ=0,340), dukungan keluarga (ρ=0,000), dan dukungan teman sebaya (ρ=0,051) dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS adalah dukungan keluarga dengan OR=124,533 (95% CI: 9,504-1631,745) dan nilai ρ=0,000. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara efek samping obat, jaminan kesehatan, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS, sedangkan pengetahuan terapi ARV, akses layanan kesehatan, dan dukungan teman sebaya tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan terapi ARV pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar tahun 2022.
Pengaruh Kegiatan Pembinaan Kesehatan terhadap Peningkatan Partisipasi Usila di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar Nur Ulfiah Darma Pertiwi; Haeruddin Haeruddin; Alfina Baharuddin
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1194

Abstract

mempersiapkan Usila yang sehat dan mandiri, agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara. Program pengembangan kesehatan usila tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya partisipasi yang baik dari usila itu sendiri. Partisipasi usila di Puskesmas Sudiang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar dengan melihat jumlah cakupan usila yang berpartisipasi dalam pembinaan pelayanan kesehatan sangat jauh dari sasaran. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kegiatan Pembinaan Kesehatan terhadap Peningkatan Partisipasi Usila di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dikaji secara analitik. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar, sampel pada penelitian ini adalah usila yang berusia 60-90 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probabilitiy dengan teknik Purposive sampling. Analisis data dengan deskriptif (univariat), chi square (bivariat) dan regresi logistik (multivariat). Hasil: Ada pengaruh antara kegiatan pemeriksaan kolestrol, gula darah, asam urat dan senam usila terhadap partisipasi usila di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar dengan nilai (ρ-value) sebesar 0.000 < 0,05. Tidak ada pengaruh antara kegiatan pemeriksaan tekanan darah terhadap partisipasi usila di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar dengan nilai (ρ-value) sebesar 0.000 > 0,828. Kesimpulan: Perlunya dilakukan evaluasi program kesehatan kegiatan pembinaan kesehatan apakah kegiatan kegiatan pembinaan kesehatan telah menyentuh kebutuhan kesehatan usila atau perlunya dilakukan variasi kegiatan kegiatan pembinaan kesehatan seperti adanya kegiatan penyaluran hobi seperti kesenian. Puskesmas tetap memperhatikan penyegaran untuk kader kegiatan pembinaan kesehatan agar terus termotivasi dalam menjalankan fungsi dan perannya di kegiatan pembinaan kesehatan.
Efektivitas Program Intervensi Fisik dan Mental Dalam Pengendalian Stres Kerja Bidan Di Rumah Sakit Bersalin Paradise Novia Paramita Paradise; Een Kurnaesih; Yusriani
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1195

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja menjadi hal yang berisiko bagi kesehatan dan keselamatan pekerja kerika pekerjaan yang dilakukan melebihi kapasitas, sumber daya dan kemampuan pekerja secara berkepanjangan, tingkat stres bidan dalam bekerja dalam kategori sedang dengan nilai 19-25 yang diukur menggunakan kuesioner DASS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian ekperimen semu / quasi eksperiment design dengan menggunakan rancangan non equivalent control group pre-test dan post-test populasi dalam penelitian ini yaitu bidan di RSUB Paradise sebanyak 48 orang dan sampel dalam penelitian ini ditarik dengan teknik total sampling dengan jumlah sebanyak 48 orang. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi ada penurunan sebesar 6,65 tingkat stres kerja dari intervensi relaksasi otot, ada penurunan sebesar 2,45 tingkat stres kerja dari intervensi relaksasi mental, ada penuruan sebesar 2,6 tingkat stres kerja setelah diberikan intervensi pemberian istirahat dan ada penurunan sebesar 3,07 tingkat stres kerja setelah diberikan intervensi penambahan gizi. Pada kelompok kontrol terdapat peningkatan tingkat stres kerja dari nilai rata-rata 28,00 atau kategori stress kerja parah menjadi 29,06 atau kategori stress kerja parah, terjadi peningkatan stres kerja sebesar 1,06 tingkat stres sehingga bisa mengindikasikan bahwa ada efektivitas antara intervensi terhadap penurunan tingkat stres kerja bidan. Kesimpulan: relaksasi otot merupakan intervensi yang paling efektif menurunkan tingkat stres kerja bidan dengan penurunan stres kerja sebesar 6,65 tingkat stres kerja, peneliti menyarankan untuk selalu memperhatikan intervensi yang diberikan agar bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Stigma Diri Akibat Ketakutan pada Tenaga Kesehatan Penyintas COVID-19 di Kota Makassar Trisnawaty Trisnawaty; Fatmawaty Mallapiang; Hasriwiani Habo
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1196

Abstract

Latar Belakang: Penularan dan penyebaran yang begitu cepat, dengan pengobatan yang belum jelas, disertai dengan munculnya berbagai informasi yang tidak diketahui sumbernya, baik melalui media cetak maupun media elektronik, menimbulkan munculnya stigma di berbagai kalangan dalam masyarakat, baik dirasakan oleh penderitanya, maupun bagi orang-orang yang berada di sekitar para penderita. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menggali stigma ketakutan diri pada tenaga kesehatan penyintas COVID-19. Metode: Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk mengkaji stigma diri pada tenaga kesehatan penyintas COVID-19 di Kota Makassar, melalui wawancara secara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi selama penelitian berlangsung. Informasi diperoleh dari wawancara pada 12 informan yang terdiri dari 2 informan kunci, 7 informan utama dan 3 informan pendukung. Informan kunci dalam penelitian ini sebanyak 2 orang, merupakan orang yang banyak mengetahui informasi terkait kejadian saat tenaga kesehatan penyintas COVID-19 terkonfirmasi COVID-19, yang pertama adalah teman dekat dari tenaga kesehatan penyintas COVID-19 dan yang kedua adalah Ketua Gugus Tugas COVID-19 pada instansi tempat tenaga kesehatan penyintas COVID-19 bekerja, informan utama sebanyak 7 orang yang merupakan tenaga kesehatan penyintas COVID-19 dan informan pendukung sebanyak 3 orang merupakan orang yang dianggap sedikit mengetahui adanya stigma pada tenaga Kesehatan penyintas COVID-19 tersebut. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh bahwa para tenaga kesehatan penyintas COVID-19 pada umumnya mengalami stigma diri dalam bentuk ketakutan. Kesimpulan: Perlu dilakukan pendampingan dan pendekatan psikososial kepada para tenaga kesehatan penyintas COVID-19, disamping mekanisme koping yang dilakukan sendiri oleh mereka, sehingga bisa menghapus atau mengurangi stigma diri yang terjadi.
Pengaruh Beban Kerja Dokter Gigi Terhadap Tingkat Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan adanya virus Covid di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kab. Wajo Andi Riska Ulfasari; Samsualam Samsualam; Haeruddin Haeruddin
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1197

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja berkaitan erat dengan kinerja seseorang dalam bekerja. Jika seseorang puas dalam bekerja maka kinerjanya akan meningkat/baik. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja Dokter Gigi Terhadap Tingkat Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan adanya virus Covid di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kab. Wajo. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study (potong lintang). Analisis korelasi digunakan untuk melihat seberapa kuat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Populasi dalam penelitian ini adalah dokter gigi di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kabupaten Wajo. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut dengan jumlah populasi 45 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja internal berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja sedangkan beban kerja eksternal berpengaruh positif secara signifikan terhadap tingkat kepuasan kerja dokter gigi dengan adanya virus covid. Kemudian Beban kerja internal, Beban kerja eksternal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja dokter gigi dan kepuasan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja dokter gigi saat pandemi covid. Selanjutnya Beban kerja internal dan Beban kerja eksternal tidak terdapat berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat kepuasan kerja dokter gigi melalui kinerja Kesimpulan: Pengaruh beban kerja internal dan eksternal meningkat juga akan meningkatkan kepuasan dan kinarja pekerja. Pengaruh kepuasan kerja meningkat maka akan meningkatkan kinerja

Page 9 of 12 | Total Record : 113