cover
Contact Name
Ahmad Fauzan
Contact Email
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Phone
+628996444357
Journal Mail Official
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jln. Lektol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah UIN Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law
ISSN : -     EISSN : 27460126     DOI : 10.24042/el-izdiwaj.v2i2.
Core Subject : Religion,
El Izdiwaj Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law jurnal yang membahas artikel dalam bidang hukum keluarga Islam dan hukum perdata dengan berbagai pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024" : 7 Documents clear
Penanganan Masalah Anak Penyandang Kesejahteraan Sosial pada Masa Pandemi Covid-19 Hidayat, Eko; Syukur, Iskandar; Pradana Putra, Agus Iskandar
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.14365

Abstract

Banyaknya anak jalanan di Provinsi Lampung ini menunjukkan adanya  permasalahan kesejahteraan sosial yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, mengingat anak-anak merupakan generasi penerus dalam pembangunan sebuah bangsa. Kegagalan menangani anak jalanan sama artinya dengan membiarkan satu generasi yang hilang dalam mewujudkan kesinambungan pembangunan bangsa, sehingga diperlukan adanya penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang kebijakan penanganan anak penyandang masalah kesejahteraan sosial Di Provinsi Lampung Pada Masa Pandemi Covid-19. Hasil penelitian yaitu Model kebijakan penanggulangan anak jalanan yang dilaksanakan melalui model pendekatan berbasis panti sosial, model pendekatan berbasis keluarga, model pendekatan berbasis masyarakat dan model pendekatan berbasis semi panti sosial, telah dilakukan pemerintah Kota Bandar Lampung dan Kota Metro oleh pelaksana program dengan melibatkan beberapa instansi pemerintah dan swasta terkait dan masyarakat. Adapun faktor yang menghambat pelaksanaan program adalah Terbatasnya sumber daya manusia, Terbatasnya sarana dan prasarana, Sulitnya proses identifikasi, Sulitnya membina kesejahteraan penyandang sosial, minimnya tahap penyaluran ke keluarga. 
Analisis Maqashid Asy-Syari’ah terhadap Kelahiran melalui Operasi Caesar Haryani, Ica; Rohmat, H.; Santoso, Rudi
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.21404

Abstract

Operasi caesar adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut untuk mengeluarkan janin dari dalam rahim. Operasi caesar sekarang dilakukan bukan hanya untuk menyelamatkan ibu maupun janin saja tetapi juga untuk memenuhi keinginan pribadi seseorang. Untuk itu, perlu melihat lebih dalam bagaimana hukum Operasi Caesar tersebut. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, dengan sumber data diperoleh secara langusng dari narasumber melalui wawancara. Analisis maqashid asy-syari’ah terhadap kelahiran melalui operasi caesar di RSUD Abdul Moeloek dengan alasan darurat termasuk maqashid asy-syari’ah yang menempati hifz al-nafs atau memelihara jiwa pada tingkatan dharuriyyat dan dihukumi wajib yang mana jika tidak dilakukan operasi caesar akan menimbulkan kematian bagi si ibu atau bayinya, sedangkan untuk menjaga vaginanya agar tetap rapat termasuk maqashid asy-syariah pada tingkatan hajiyyat dan dihukumi sunnah yang mana tujuannya benar-benar untuk menjaga vagina demi menyenangkan suami dan terjaganya rumah tangga, dan memilih tanggal cantik termasuk maqashid asy-syari’ah pada tingkatan tahsiniyat dan dihukumi boleh jika alasan memilih tanggal cantik tersebut dengan harapan sebagai pembawa kebahagiaan ataupun keberkahan.
Resiliensi Keluarga Sakinah Dalam Pasangan Long Distance Marriage Di Kalangan Buruh Bangunan Chumayro, Saidatul; Saputra, Nugraha Adi; Maliki, Ibnu Akbar
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.21745

Abstract

Tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana membangun, dampak dan pola relasi pasangan long distance marriage karena faktor pekerjaan dalam mempertahankan keluarga untuk mewujudkan keluarga sakinah. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun tahap penelitiannya yaitu dengan menggunakan penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah mempertahankan keluarga bagi pasangan long distance marriage karena pasangan pekerja sebagai buruh bangunan bukanlah hal yang mudah. Hal ini diperlukan adanya pola relasi yang baik, seperti menanyakan kabar, menjaga komunikasi, menyemangati pasangan, saling pengertian, saling terbuka satu sama lain, musyawarah terhadap masalah atau tantangan masa depan keluarga, memiliki quality time bersama suami atau istri dan keluarga serta memperbanyak ibadah dan meningkatkan iman. Faktor utama untuk mempertahankan sebuah keluarga yakni faktor ekonomi, jika manajemen ekonomi sebuah keluarga tidak tertata maka akan menjadikan keretakan dalam sebuah rumah tangga.
The Injustice of the Mayorat Inheritance System in the Lampung Saibatin Indigenous Community towards Women Zuhraini, Zuhraini; Hz, Mundzir; Sari, Nani Marnila
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.22936

Abstract

Hukum waris yang berlaku di Indonesia sampai saat ini masih pluralistik, ada hukum waris Islam, hukum waris Barat dan hukum waris adat. Di Indonesia, ketiga sistem hukum waris itu, masih berlaku sampai sekarang. Salah satunya pembagian harta waris masyarakat adat lampung Saibatin menggunakan sistem kekerabatan patrilineal. Sistem Kekeluargaan patrilineal menarik keturunan menurut garis bapak, dimana kedudukan anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan kedudukan anak perempuan, termasuk dalam kewarisan perempuan tidak dihitung sebagai ahli waris. Dalam kekeluargaan patrilineal, harta pusaka dari orangtuanya tidak dibagi dan dikuasai anak tertua. Sistem pewarisan semacam ini dalam hukum adat disebut sistem mayorat. Artinya hak pakai, hak mengolah dan memungut hasilnya dikuasai sepenuhnya oleh anak laki laki tertua, dilihat dari teori keadilan ini memunjukkan bahwa anak perempuan bagi masyarakat adat Saibatin diperlakukan tidak adil sebagai ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak perempuan dalam sistem kewarisan mayorat. Penelitian ini berbasis lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari analisis permasalahan menyatakan bahwa dalam sistem kekerabatan patrilineal, anak perempuan apabila sudah menikah akan menjadi keluarga dari suaminya dan keluar dari kerbat orangtuanya. Sedangkan, ketidakadilan yang dikonstruksi dan dilanggengkan oleh tradisi tersebut menjadi hukum bagi masyarakat adat Lampung Saibatin
Formulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Istri dalam Rumah Tangga Muhammad, Hasanuddin
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.22985

Abstract

Formulasi pencegahan kekerasan terhadap Istri dalam rumah tangga merupakan tawaran formula untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap Istri dalam rumah tangga. Hal sebagai respons terhadap tindak kekerasan yang dialami oleh Istri dalam rumah tangga. Fokus tulisan ini ada pada dua hal yaitu identifikasi faktor penyebab dan formulasi pencegahannya. Formulasi ini disusun melalui tahap identifikasi faktor penyebab kekerasan kemudian membanguan wacana dari aspek yuridis dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka, fokus pada studi dokumen yang bersumber dari media daring berupa website resmi. Proses analisis menggunakan pendekatan konseptual. Hasilnya, kekerasan yang disebabkan oleh perkawinan siri dapat dicegah dengan melarang melalui pembentukan norma dalam perundang-undangan, kekerasan yang disebabkan oleh perangai suami dapat dilakukan dengan melakukan perkenalan kultural dan perkenalan structural, kekerasan karena faktor ekonomi dengan menjamin adanya akses ekonomi yang setara. Dengan demikian, kekerasan terhadap Istri dapat cegah melalui instrument hukum dan instrument sosial.
Analisis Kritis Kesetaraan Pernikahan dalam Hukum Islam Menuju Pernikahan Harmonis Susilo, Edi; Miswanto, Miswanto
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.23000

Abstract

Salah satu tujuan berlakunya praktik kafa’ah adalah dalam rangka menghindari dampak negatif terhadap pasangan suami istri yang dianggap tidak setara atau tidak sepadan. Hanya saja, kesetaraan di sini justru kemudian memunculkan dampak yang tidak baik karena kecenderungan kesetaraan adalah untuk membeda-bedakan kasta, derajat, kebangsawanan dan terkesan merendahkan, maka di sinilah kemudian justru bertentangan dengan prinsip hukum Islam. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengupas secara kritis eksistensi kafa’ah yang kemudian me-rekonseptualisasi kesataraan dalam pernikahan yang terbebas dari sistem kelas sosial. Penelitain yang dilaksanakan secara kulaitatif serta merujuk dari berbagai sumber buku, jurnal, dan sumber lain untuk menggali konsep kafa’ah. Temuan penelitian, kesetaraan dalam rumah tangga yang bukan berdasarkan agama sejatinya hanya bersifat sosiologis semata, dan terkesan mengkonstruksi sebuah kasta dan perbandingan derajat, bahkan sampai pada merendahkan yang justru bertentangan dengan prinsip dalam hukum Islam. Maka konsep kesetaraan perlu dikaji secara kritis dan mendalam
Perkawinan Metudau Dalam Kewarisan Pada Masyarakat Lampung Saibatin Menurut Hukum Islam Saraswati, Annisa; Tunnur, Muti Aulia Zahro; Mahdin, Mahkamah
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v5i1.23094

Abstract

Perkawinan metudau  yaitu berarti  muli (perempuan) akan meninggalkan keluarganya dan tidak mendapat warisan dari keluarganya, baik harta dan juga adoq dari keluarga asal. Adapun barang bawaan kebayan ini dinamakan benatok, terhadap barang benatok hak dan kekuasaannya tetap pada istri dan suami tidak berhak atas benatok. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana akibat perkawinan metudau terhadap kewarisan pada masyarakat Lampung Saibatin di Kecamatan Lumbok Seminung dan bagaimana akibat perkawinan metudau dalam kewarisan di Kecamatan Lombok Seminung dalam pandangan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat perkawinan metudau terhadap kewarisan pada masyarakat Lampung Saibatin di Kecamatan Lumbok Seminung serta akibat perkawinan metudau dalam kewarisan di Kecamatan Lombok Seminung dalam pandangan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat dari perkawinan metudau yaitu tidak mendapatkan harta warisan dari keluarga meliputi harta benda, tidak mendapatkan gelar (adoq) dari keluarga perempuan serta putusnya hubungan dengan keluarga. Pandangan hukum Islam bahwa seorang anak perempuan meskipun sudah melakukan perkawinan tetap memiliki hak untuk mendapatkan warisan sebagaimana yang ia peroleh sebelum menikah. Perkawinan juga bukan merupakan sebab terhalangnya mendapatkan kewarisan, karena dalam Islam yang menyebabkan tidak mendapatkan warisan yaitu, pembunuhan, berlainan agama, berlainan negara dan putusnya hubungan karena perkawinan. Namun perkawinan metudau yang terjadi di Kecamatan Lumbok Seminung sudah menjadi tradisi atau adat untuk tidak mendapatkan warisan dari keluarganya.Kata Kunci: Perkawinan, Kewarisan, Hukum Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7