cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
KEBERHASILAN TERAPI MENGGUNAKAN METOTREKSAT PADA KASUS PSORIASIS VULGARIS ANAK DERAJAT BERAT: SEBUAH LAPORAN KASUS Theodorus, Prilly Pricilya; Manuputty, Amanda Gracia; Bandjar, Fitri Kadarsih; Tanamal, Rita Sugiono; Tanasal, Hanny
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.8

Abstract

Introduction: Psoriasis is a chronic-relapse erythrosquamous dermatoses disease. Psoriasis occurs in any age with one-third of the cases start during childhood. Strategy in managing psoriasis is based on the severity and consideration towards patient’s medical condition. Case: A 12-year-old male child was admitted to dermatovenereologist clinic with reddish patch covered in thick scales that occur on almost his entire body. The condition, started when he was 3 years old, was oftentimes relapsing and worsened within the last 2 months. Patient frequently went to doctor and prescribed with ointment. The condition keeps relapsing, though there was improvement after treatment. Physical examination showed sharply marginated erythrosquamous macules are over 30% of body surface area, Kaarvetsvlek phenomenon, Auzspit sign, and PASI score 30.8. Histopathological examination present elongation of rete ridges and microabscess Munro. Patient were given 1 cycle of Methotrexate (MTX) and showed significant improvement in PASI score. Discussion: Types of psoriasis treatment are topical, systemic, phototherapy and biologic agent. MTX still remain one of the systemic treatment especially for moderate to severe psoriasis in children. Oral MTX is recommended because it is more convenient than parenteral administration. Conclusion: Pediatric psoriasis occurs in one-third of the cases and may affect patient’s physical and psychological health. MTX acts as antiproliferation and antiinflammation treatment for moderate-severe psoriasis and recalcitrance lesion to topical steroid. Education about the disease is important for treatment success and risk of relapse reduction.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PERILAKU DISIPLIN PADA MAHASISWA TAHAP KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA DI RSUD dr. M. HAULUSSY AMBON Karwur, Madeline; Que, Bertha Jean; Bension, Johan Bruiyf; Lekatompessy, Jerome Constantine
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.55

Abstract

Motivasi merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa kedokteran tahap klinik sebagai pendorong dalam proses pendidikan dokter dan penentu perilaku mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan dokter. Berbagai hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara motivasi belajar terhadap perilaku disiplin dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap perilaku disiplin pada mahasiswa tahap klinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan menggunakan teknik total sampling pada seluruh mahasiswa tahap klinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Pengambilan data mengenai motivasi belajar menggunakan Academic Motivation Scale Questionnaire (AMS-Q) yang telah tervalidasi dan perilaku disiplin menggunakan daftar hadir mahasiswa tahap klinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 84 sampel penelitian, mayoritas mahasiswa memiliki motivasi belajar tinggi yaitu sebanyak 26 orang (69%). Data perilaku disiplin menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki perilaku tidak disiplin yaitu sebanyak 66 orang (78,6%). Mahasiswa dengan motivasi belajar tinggi yang berperilaku disiplin sebanyak 11 orang (42,3%), sedangkan mahasiswa dengan motivasi belajar rendah yang berperilaku tidak disiplin sebanyak 51 orang (87,9%). Hasil uji chi square dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap perilaku disiplin pada mahasiswa tahap klinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di RSUD dr. M. Haulussy Ambon dengan nilai signifikansi p = 0,003. Perlu diadakan penelitian yang sama pada mahasiswa preklinik agar dapat melihat motivasi dari awal mengikuti perkuliahan atau sebelum memasuki tahap klinik.
PROFIL PENANDA FUNGSI HATI PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI KOTA KENDARI Fauzi, Ahmad Zil; Yunus, Reni; Hasan, Fonnie Esther; Sari, Julianti Isma
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.124

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat berdampak pada fungsi pernapasan. Penanganan penyakit tuberkulosis adalah dengan kepatuhan minum obat, akan tetapi masih ditemukan adanya kasus Multidrugs Resistensi Antibiotik yang diketahui dapat memberikan efek samping salah satunya hepatotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemeriksaan penanda fungsi hati pada pasien tuberkulosis di Kota Kendari diantaranya bilirubin total, Serum Glutamic Oxaloacetic Tranaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Piruvic Tranaminase (SGPT) dengan metode fotometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 58 dari 60 subjek (97%) memiliki kadar bilirubin normal dengan rerata 0,41 mg/dl, 54 dari 60 subjek (90%) memiliki kadar SGOT normal dengan rerata kadar SGOT sebesar 21 IU/L dan 55 orang dari 60 subjek (92%) memiliki kadar SGPT normal dengan rerata kadar SGPT sebesar 17 IU/L.
DETEKSI DINI KEGANASAN KULIT DENGAN PEMERIKSAAN KULIT SENDIRI (SAKURI) Manuputty, Amanda Gracia; Maitimu, Jennifer A.J.; Tando, Yudhie Djuhastidar
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.105

Abstract

Kanker kulit merupakan pertumbuhan jaringan kulit secara berlebihan yang mengenai sebagian atau seluruh lapisan kulit, yang memiliki struktur tidak teratur bersifat ekspansif, infiltratif hingga merusak jaringan sekitarnya, serta bermetastasis melalui pembuluh darah dan atau pembuluh getah bening. Insidensi kanker kulit meningkat dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar disebabkan akibat paparan sinar matahari yang berulang, perubahan iklim, perubahan kebiasaan individu dan sosial. Insiden keganasan kulit non melanoma maupun melanoma terus meningkat seiring berjalannya waktu. Berdasarkan tipe kulit, tipe kulit I dan II atau orang kulit putih memiliki angka kejadian kanker kulit lebih tinggi dibandingkan orang kulit hitam dikarenakan melanosit pada orang putih lebih rendah. Deteksi dini kanker kulit dapat dilakukan dengan pemeriksaan kulit sendiri (SAKURI) dengan memperhatikan tanda-tanda kanker kulit dengan metode ABCDE dan jika ditemukan sesuatu hal yang mencurigakan dari pemeriksaan dini SAKURI segera konsultasikan dengan dokter.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN USIA PADA WANITA DI GUGUS PULAU KEI TUAL PROVINSI MALUKU Soumena, Rifah Zafarani; Noya, Farah Christina; Rahawarin, Halidah; Bandjar, Fitri Kadarsih; de Lima, Filda Vionita Irene; Asmin, Elpira; Agustin, Rachmawati Dwi; Sulfiana, Sulfiana; Yunita, Melda; Mus, Rosdiana; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.1

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi 56 juta wanita di seluruh dunia dan dua pertiganya berada di Asia. Pada wanita lanjut usia, kadar hemoglobin bisa terus menurun. Oleh karena itu, wanita perlu memeriksakan kadar hemoglobinnya secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kadar hemoglobin pada wanita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analisis dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari 100 responden yang terdiri dari perempuan dewasa di Kota Tual, Gugusan Pulau Kei, Maluku, dengan mencatat karakteristik demografinya dan memeriksa kadar hemoglobinnya. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov terhadap variabel usia dan kadar hemoglobin. Spearman's rank digunakan untuk mengkorelasikan usia dengan kadar hemoglobin responden. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar hemoglobin responden (p<0,044), yaitu semakin tua usia perempuan maka kadar hemoglobin responden semakin rendah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar hemoglobin menunjukkan perlunya wanita segala usia untuk memeriksakan kadar hemoglobinnya secara rutin. Semakin tua usia seorang wanita, maka kadar hemoglobinnya akan semakin menurun dan semakin rentan mengalami anemia.
KARAKTERISTIK KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA ANGGOTA TNI DI POLIKLINIK SARAF RUMAH SAKIT TNI AD TINGKAT II PROF DR JA LATUMETEN AMBON TAHUN 2019 - 2021 Huwae, Laura B. S.; Ohoiwutun, Yosie Patricia; Angkejaya, Ony W.; Bension, Johan B.; Silalahi, Parningotan Yosi; Samuel Maruanaya, Samuel; Devi, Cokorda Cokorda Istri Arintha
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.149

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan rasa nyeri yang bersifat lokal, radikular bahkan bisa keduanya dan rasa tidak nyaman yang dirasakan pada bagian daerah lumbal atau lumbosakral. Berdasarkan data dari The Global Burden of Disease (2010), nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang menyebabkan kacacatan global terbesar melalui pengukuran Years Lived with Disability didapatkan dari 291 penyakit yang diteliti. Oleh karena itu, nyeri punggung bawah masalah kesehatan masyarakat global yang mendesak. Nyeri punggung sangat mengganggu hidup penderita dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan faktor pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuai karakteristik kejadian nyeri punggung bawah pada anggota TNI di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Tingkat II Prof Dr JA Latumeten Ambon Tahun 2019 – 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang. Hasil menunjukkan bahwa diagnosis pasien anggota TNI yang menderita nyeri punggung bawah paling banyak adalah nyeri spondilogenik sebanyak 58 pasien (90,625 %), usia 36 – 45 tahun sebanyak 22 pasien (34,375%), non – perwira 41 pasien (64,0625%) dan tidak ada riwayat trauma punggung sebanyak 44 pasien (68,75%).
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYRAKAT TERHADAP PENYAKIT KUSTA DI DAERAH ENDEMIS KUSTA, KOTA TUAL, MALUKU: KAJIAN BERBASIS KOMUNITAS Bandjar, Fitri Kadarsih; Asmin, Elpira; Sulfiana, Sulfiana; Noya, Farah Christina; Rahawarin, Halidah; de Lima, Filda Vionita Irene; Agustin, Rachmawati Dwi; Mus, Rosdiana; Yunita, Melda; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.6

Abstract

Penyakit kusta merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae yang berpotensi menyebabkan kecacatan sehingga menimbulkan diskriminasi dan stigma. Keterlambatan deteksi kasus pada penderita kusta merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecacatan. Maluku menduduki peringkat ke-4 dari 6 provinsi di Indonesia yang belum melakukan eliminasi kusta. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2022, prevalensi kasus baru yang dilaporkan 11,97/100.000 dengan 65% kasus merupakan kusta multibasiler. Memahami perbedaan pengetahuan dan sikap mengenai kusta di negara-negara endemik dapat membantu kita mengembangkan intervensi pendidikan dan perubahan perilaku yang ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap penyakit kusta pada masyarakat di Kota Tual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan terhadap sampel 153 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas pada masyarakat di Kota Tual, Gugusan Pulau Kei, Maluku. Kuesioner terstruktur yang diberikan pewawancara digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat di Tual tentang penyakit kusta masih kurang. Sebanyak 92,2% berpengetahuan rendah dan hanya 7,8% berpengetahuan baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun penyakit kusta berstatus endemis di Maluku dan khususnya di Kota Tual, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kusta masih kurang. Upaya-upaya pendidikan kesehatan yang ada saat ini perlu ditingkatkan dengan menggunakan strategi pendidikan terkini dan berkolaborasi dengan layanan kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan kedokteran dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan mengurangi stigma penyakit kusta.
HUBUNGAN EKSPRESI RESEPTOR PROGESTERON DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI PADA KANKER PAYUDARA DI MALUKU PERIODE FEBRUARI 2019 – MARET 2024 Tomagola, Muhammad Abdul Rais; Rahawarin, Halidah; Tuamelly, Jacky
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.157

Abstract

Kanker payudara disebabkan oleh kondisi sel telah kehilangan kontrol serta mekanisme normalnya, yang menyebabkan pertumbuhan yang tidak terkendali dan cepat. Imunohistokimia (IHK) adalah pemeriksaan yang membantu dalam diagnosis dan penatalaksaan kanker payudara. Imunohistokimia adalah pemeriksaan yang sensitif, spesifik, dan mudah dilakukan pada sediaan histopatologi dan dapat dilakukan secara rutin. Reseptor hormonal, termasuk Reseptor Progesteron (PR), Reseptor Estrogen (ER), HER-2, dan Ki-67 adalah pemeriksaan IHK yang umum dilakukan untuk kanker payudara. Reseptor Progesteron adalah reseptor hormon steroid yang penting dalam perkembangan normal kelenjar susu, karsinogenesis payudara, dan kemajuannya. Reseptor Progesteron juga merupakan biomarker yang digunakan secara rutin pada diagnosis untuk mengkarakterisasi kanker payudara serta berpartisipasi dalam subtipe molekuler. Sebagai diagnosis definitif, pemeriksaan histopatologi jaringan payudara dibutuhkan untuk menentukan jenis kanker payudara, derajat histologi, dan ukuran kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ekspresi reseptor progesteron dengan derajat histopatologi pada kanker payudara di Maluku periode Februari 2019 – Maret 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sumber data berasal dari data sekunder laboratorium patologi anatomi pada 37 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara ekspresi reseptor progesteron dengan derajat histopatologi pada pasien kanker payudara, dengan nilai p = 0,237 (>0,05).
KARAKTERISIK PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KOTA TUAL Mus, Rosdiana; Noya, Farah; Asmin, Elpira; Yunita, Melda; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Rahawarin, Halidah; Agustin, Rachmawati Dwi; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kadarsih; de Lima, Filda V. I.
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.11

Abstract

Hipertensi sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan menyebabkan sebagian besar kematian dini. Pemahaman empiris tentang karakteristik dasar subjek hipertensi penting dalam mengembangkan strategi pencegahan dan pengendalian yang efektif dan juga penting dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik subjek hipertensi pada masyarakat di Kota Tual, Ambon. Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan 122 subjek penelitian berusia 18-65 tahun. Data yang dikumpulkan diantaranya, tekanan darah, jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan terakhir, pendapatan, pekerjaan, IMT, GDS, kadar kolesterol, AU dan Hb. Pemeriksaan GDS, Kolesterol, AU dan Hb dengan metode POCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek adalah perempuan 69,7%, dengan kategori usia terbanyak adalah dewasa 45,1%, pra-lansia 38,5% dan lansia 16,4%. Status IMT obesitas sebanyak 54,1% dengan status menikah 73,0%, sebagian besar pendapatan <UMR 77,0% dengan status pekerjaan IRT 60,7%. Pendidikan dasar dan pendidikan lanjut masing-masing 47,5 dan 52,5%. Hasil pemeriksaan GDS dan AU sebagian besar normal, masing-masing 92,6% dan 82,8%. Hasil pemeriksan kolesterol tinggi sebanyak 62,3% dan kadar hb rendah sebnayak 32,8%. Karakeristik penderita hipertensi di Kota Tual sebagian besar adalah perempuan status menikah dengan kategori usia dewasa dan pendapatan kurang dari UMR. Selain itu, subjek banyak yang obesitas dengan hasil pemeriksaan GDS, AU dan Hb sebagian besar normal sedangkan kolesterol sebagian besar tinggi.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL JANTUNG DI POLIKLINIK JANTUNG DAN ICCU RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON TAHUN 2023 Souhoka, Meldy Selvi; Irwan, Irwan; Kailola, Nathalie Elisvheva; Latuconsina, Vina Zakiah; Soumena, Rif'ah Zafarani; Seimahuira, Theresia Natalia
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.113

Abstract

Gagal jantung adalah gangguan kardiovakular yang memengaruhi sekitar 1% hingga 2% orang dewasa. Peningkatan prevalensinya dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan peningkatan beban kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien gagal jantung di Poliklinik Jantung dan ICCU RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pasien dengan gagal jantung di ICCU lebih tinggi daripada di poliklinik. Persentase pasien terbanyak di poliklinik yaitu kelompok umur >65 tahun sedangkan di ICCU yaitu kelompok umur 46-55 tahun. Persentase pasien laki-laki lebih banyak baik di poliklinik maupun ICCU. 84% pasien mengalami gagal jantung kronis, sedangkan 16% pasien mengalami gagal jantung akut. Obat yang paling sering digunakan di poliklinik adalah ARB, sementara di ICCU yaitu kombinasi ARB, BB, dan diuretik loop. Penyakit komorbid yang paling banyak dialami pasien yaitu PJK disusul hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, persentase pasien di ICCU lebih tinggi dibandingkan poliklinik, kelompok umur rentan pada poliklinik yaitu umur >65 tahun, pada ICCU yaitu kelompok umur 46-55 tahun, gagal jantung paling banyak diderita oleh laki-laki, gagal jantung yang paling banyak terjadi yaitu gagal jantung kronis, pengobatan dengan ARB paling banyak digunakan di poliklinik sedangkan di ICCU paling banyak menggunakan kombinasi ARB, BB, dan diuretik loop, serta PJK sebagai penyakit komorbid yang paling banyak dialami pasien.