cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
PENATALAKSANAAN AWAL GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP DI UNIT GAWAT DARURAT RSUD DR M HAULUSSY AMBON MALUKU Rieuwpassa, Pratami Friria
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.96

Abstract

Pelayanan gawat darurat merupakan tindakan medis yang dibutuhkan oleh pasien gawat darurat dengan segera untuk menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan. Salah satu kegawatdaruratan pada penyakit mata adalah glaukoma. Glaukoma merupakan suatu kelompok penyakit mata yang terdiri dari atrofi papila optikus glaukomatosa (N.II) dan defek lapang pandang yang khas (sejalan dengan gangguan saraf optik). Penanganan dini pasien glaukoma di Unit Gawat Darurat (UGD) dapat menurunkan risiko terjadinya kebutaan. Seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD RSUD Dr. M. Haulussy dengan keluhan mata kanan merah sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan mata merah disertai rasa nyeri dan bengkak. Os juga mengeluhkan adanya penurunan penglihatan pada mata kanan. Keluar cairan mata sedikit namun tidak bernanah. Selain itu pasien juga mengeluhkan sakit kepala dan hidung berair. Os sebelumnya sudah pernah berobat di poliklinik tersebut tahun lalu dan didiagnosis menderita glaukoma namun pasien tidak memeriksakan diri kembali karena merasa bahwa sebelumnya penglihatannya sudah membaik. Pasien mengatakan bahwa sebelumnya sudah diberikan obat tetes mata xytrol dan timolol maleat. Riwayat memakai kacamata, hipertensi dan diabetes melitus disangkal. Riwayat trauma juga disangkal. Riwayat glaukoma dalam keluarga disangkal. Pada kasus ini disimpulkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis glaukoma sudut tertutup akut. Prinsip penatalaksanaan pada kasus ini adalah segera menurunkan tekanan intraokular (TIO), menekan inflamasi dan membuka sudut yang tertutup. Karena pasien baru datang untuk memeriksakan matanya (sudah dalam stadium lanjut) maka tujuan pengobatan atau tindakan hanya untuk mempertahankan sisa penglihatan yang masih ada atau mencegah skotoma agar tidak meluas.
PENGETAHUAN STROKE DAN FAKTOR RISIKONYA PADA PENDERITA HIPERTENSI-NON HIPERTENSI Asmin, Elpira; Mus, Rosdiana; Noya, Farah; Yunita, Melda; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kardasih; Rahawarin, Halidah; Agustin, Rachmawati Dwi; de Lima, Filda V.I.
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.20

Abstract

Seseorang yang mengalami hipertensi menyebabkan rusaknya dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah di otak tersumbat atau bahkan pecah. Faktor risiko stroke antara lain merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko dan pengetahuan stroke pada penderita hipertensi dan non hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampelnya adalah penderita hipertensi dan non hipertensi berusia 18 tahun sampai usia 60 tahun yang berdomisili di Kota Tual. Sampel sebanyak 96 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami hipertensi (93,75%) lebih banyak dibandingkan yang tidak hipertensi. Responden yang mengalami hipertensi mengaku pernah mendengar stroke sebanyak 92,4%, sedangkan yang tidak pernah mendengar stroke lebih banyak yaitu 96,7%. Penderita hipertensi sebagian besar memiliki faktor risiko seperti rendahnya pengetahuan tentang stroke, mengonsumsi minuman beralkohol, merokok dan obesitas. Rekomendasi dari penelitian ini dapat menjadi informasi bagi masyarakat terkait faktor risiko stroke dan dapat termotivasi untuk menghindari rokok serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Sosialisasi terkait stroke sangat diperlukan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
EVALUASI PROGRAM ELIMINASI KUSTA PADA PENDERITA KUSTA DI PESISIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMILOUW KABUPATEN MALUKU TENGAH Soulissa, Fathmy Fitriany; Sinay, Herlien; Dolang, Mariene Wiwin
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.131

Abstract

Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprae, this disease can cause complex problems, not only in terms of medical such as physical disabilities but also to social, economic, cultural, security and national resilience problems. The development of negative stigma among the community about Leprosy Disease results in Leprosy Sufferers having to be able to face various complex problems to survive even though it has an impact on decreasing the quality of life and self-knowledge. Issues related to leprosy cases and the negative stigma received by leprosy sufferers, increasing and self-knowledge about leprosy are the keys that play an important role in the leprosy elimination program in sufferers so that an evaluation of the implementation of the leprosy elimination program is needed on the coast of Tamilouw village. This study is an observational qualitative study with a descriptive approach. The population in this study were all leprosy sufferers who lived in the work area of ​​the Tamilouw Health Center. The study was conducted in the work area of ​​the Tamilouw Health Center which organized the Elimination Program to reduce the number of leprosy sufferers. The informants in this study were 6 people. The results of the study showed that from the input aspect, namely the program can run well despite the limitations of human resources, funds and facilities, the process in implementing the program is in accordance with the SOP that has been determined by the Health Office, the output of monitoring and evaluation of program implementation has run well with reporting carried out once every three months. It is expected that the relevant Health Office will maximize funds for the implementation of the leprosy program so that input and processes that are not yet optimal can be overcome effectively and efficiently.
Hubungan Intelligence Quotient (IQ) Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Rofiek, Firsha Amala A.; Bension, Johan B.; Saija, Alessandra F.
Molucca Medica Vol 17 No 2 (2024): VOLUME 17, NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.i2.141

Abstract

Motivasi belajar adalah daya pendorong atau penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas belajar guna mencapai tujuan pembelajaran. Bagi seorang mahasiswa motivasi belajar memiliki peran yang penting dalam meningkatkan prestasi akademik. Salah satu faktor psikologi yang memengaruhi motivasi belajar adalah intelegensi. Intelegensi seseorang bisa dinilai dengan melakukan tes intelegensi dan hasil dari tes tersebut disebut dengan Intelligence Quotient (IQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara IQ dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Tahun Ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang terkumpul berjumlah 205 responden berdasarkan total sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi belajar dari penelitian sebelumnya dan data IQ yang diambil dari data Medical Education Unit(MEU) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,9% mahasiswa memiliki IQ di kategori rata-rata dan 77,6% mahasiswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hasil analisis bivariat antara IQ dengan motivasi belajar dengan uji Somers’d didapatkan nilai p=0,589. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dengan motivasi belajar. Dari hasil penelitian diharapkan adanya program bimbingan dan konseling bagi mahasiswa yang memiliki motivasi belajar dan IQ yang rendah sehingga bisa meningkatkan kinerja akademik mahasiswa.
KAJIAN ETNOBOTANI DAN ETNOFARMAKOLOGI TANAMAN OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT PESISIR GUGUS KEPULAUAN KEI, KOTA TUAL, MALUKU Agustin, Rachmawati Dwi; Noya, Farah Christina; de Lima, Filda Vionita Irene; Asmin, Elpira; Rahawarin, Halidah; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kadarsih; Mus, Rosdiana; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Yunita, Melda
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.27

Abstract

Masyarakat Kota Tual, Gugus Kepulauan Kei, Maluku merupakan salah satu kelompok masyarakat yang saat ini masih memanfaatkan tanaman sebagai bahan baku obat tradisional. Namun, pengetahuan lokal tersebut belum terdokumentasikan dengan baik hingga saat ini dan hanya bersifat empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melaporkan tanaman obat yang digunakan sebagai pengobatan empiris di Kota Tual sehingga tanaman obat dapat digunakan sebagai bahan baku pengembangan obat tradisional yang diolah secara modern. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik probabilitas proporsional terhadap besarnya populasi. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara dan penyajian data dengan cara kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur persentase sitasi (FC). Data etnobotani diperoleh dari 64 informan lokal. Hasil menunjukkan diperoleh 14 spesies tanaman yang termasuk dalam 12 famili telah diidentifikasi. Famili yang paling banyak teridentifikasi adalah Apocynaceae, diikuti oleh Myrtaceae, dan Lamiaceae. Sebagian besar obat herbal dikonsumsi dalam bentuk rebusan. Daun (79,69%) merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan, diikuti oleh batang (9,37%), akar (7,81%), dan buah (3,13%). Alstonia beatricis, Tinospora cordifolia, dan Orthosiphon aristatus memiliki nilai FC tertinggi. Sebagian besar tanaman digunakan untuk pengobatan diabetes, kolesterol, dan demam. Metode pengolahan yang paling sering digunakan adalah dengan merebus (67,18%). Berdasarkan hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat beragam tanaman obat yang digunakan di masyarakat Kota Tual yang dapat berkontribusi pada pengembangan obat-obatan tanaman baru. Pengetahuan lokal tentang terapi herbal dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer dan sebagai panduan untuk studi farmakologis di masa mendatang. Tanaman yang kurang dikenal dengan skor FC tinggi dapat diselidiki secara fitokimia dan farmakologis dalam penelitian di masa mendatang.
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RS TK. II PROF. DR. J.A. LATUMETEN DAN RS BHAYANGKARA TK. III AMBON 2023 - 2024 Umma, Khaerah; Latuconsina, Vina Zakiah; Kusadhiani, Indrawanti; Latif, Rahmi; Hataul, Is Asma’ul Haq; Hutagalung, Ingrid; Soumena, Rif’ah Zafarani; Kailola, Nathalie
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.26

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia. DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus demam berdarah, genus Flavivirus, yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes. Identifikasi diniperlu dilakukan untuk pemberian tindakan yang tepat dan cepat pada pasien DBD yang berisiko buruk menjadi lebih parah. Tes klinis sederhana seperti mengukur Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dapat menjadi biomarker dalam memprediksi keparahan pasien DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Rasio Neutrofil Limfosit dengan derajat keparahan DBD di RS Tk. II Prof. Dr. J.A. Latumeten dan RS Bhayangkara Tk. III Ambon Tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode analitik, menggunakan desain cross-sectional yang disertai dengan data rekam medik pasien. Nilai RNL dihitung dengan cara membandingkan antara neutrofil absolut dengan limfosit absolut. Jumlah sempel pada penelitian ini yaitu 32 sampel.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik total sampling. Hasil: hasil penelitian ini ditemukan, umur yang mendominasi adalah pasien dewasa (59,1%), jenis kelamin yang mendominasi adalah laki-laki (53,1%), derajat keparahan yang mendominasi adalah DBD tanpa warning sign (43,8%) dan hasil RNL ditemukan menurun pada 19 pasien (59,4%). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman mendapatkan hasil (p=0,003) dan koefisien korelasi (r= -0,506) sehingga menyatakan adanya korelasi terbalik antara RNL dengan keparahan derajat DBD yaitu semakin rendah nilai RNL maka semakin tinggi derajat keparahan DBD.Kesimpulan: Adanya korelasi/hubungan Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan derajat keparahan Demam Berdarah Dengue.
HUBUNGAN EKSPRESI RESEPTOR ESTROGEN DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI KOTA AMBON Tipaheuw, Desmiranty Annysa; Rahawarin, Halidah; Tuahuns, Achmad
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.83

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang umumnya berasal dari sel epitel duktus dan berkembang menjadi karsinoma duktal invasif. Data World Health Organization (WHO) 2022 menyebutkan angka kematian sebanyak 670.000 kasus dari total 2,3 juta perempuan dengan kanker payudara. Modalitas diagnostik untuk menegakkan diagnosis kanker payudara menggunakan metode pemeriksaan histopatologi. Selain itu, terdapat pemeriksaan imunohistokimia untuk menentukan subtipe molecular, prognosis dan terapinya. Ekspresi reseptor estrogen pada kanker payudara merupakan salah satu penanda untuk menentukan subtipe molekular yang berhubungan dengan terapi dan prognosis kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan ekspresi reseptor estrogen dengan derajat histopatologi pada pasien kanker payudara di Kota Ambon. Penelitian analitik kuantitatif ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan hasil tertinggi reseptor estrogen positif 23 orang (62,2%) dan derajat II yaitu 23 orang (62,2%). Hasil uji chi-square didapatkan nilai p = 0,372 menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dengan derajat histopatologi pada pasien kanker payudara di Kota Ambon.
HUBUNGAN ANTARA TIME WINDOW DAN JUMLAH SESI TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK DENGAN DERAJAT KEKUATAN MOTORIK PASIEN PASCASTROKE ISKEMIK DI RS AL DR. MINTOHARDJO Pratama, Muhammad Rafli; Savitri, Pritha Maya; Setyaningsih, Yuni; Astari, Riezky Valentina
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.38

Abstract

Stroke adalah gangguan neurologis yang diakibatkan karena kekurangan suplai darah ke bagian-bagian otak. Stroke iskemik terjadi sekitar 62,4% dari semua jenis stroke. Saat ini, Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB), yaitu pasien bernapas dengan 100% oksigen bersamaan dengan peningkatan tekanan atmosfer, dapat menjadi pilihan terapi dan bisa dilakukan setelah onset stroke iskemik untuk mendapatkan efek penyembuhan, salah satunya perbaikan motorik pasien stroke. Hasil yang dicapai bergantung pada periode dari onset terjadinya stroke hingga dilakukan tata laksana (time window) dan jumlah sesi terapi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara time window dan jumlah sesi terapi oksigen hiperbarik dengan derajat kekuatan motorik pasien pascastroke iskemik di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Desain yang digunakan adalah potong lintang dengan metode total sampling. Terdapat 30 sampel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Sampel dianalisis dengan uji fisher exact. Hasil analisis bivariat menunjukkan p=0,011 untuk hubungan antara jumlah sesi terapi TOHB dengan derajat kekuatan motorik (RR=2,100; 95% Cl: 1,341 – 3,289) dan p=0,140 untuk hubungan antara time window TOHB dengan derajat kekuatan motorik. Kesimpulan yang diajukan yaitu jumlah sesi TOHB memengaruhi secara signifikan terhadap perubahan derajat kekuatan motorik dan meskipun pasien melakukan TOHB dalam rentang waktu tertentu setelah onset terjadinya stroke, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan derajat kekuatan motorik. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar memperbanyak jumlah sampel dan mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi hasil terapi.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN PADA KEDAI DI NEGERI RUMAH TIGA DUSUN WAILELA PANTAI Wally, Kumala; Dolang, Mariene Wiwin; Sely, Moh. Dahlan; Ibrahim, Ilyas; Sinay, Herlien
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.47

Abstract

Latar belakang : Penjamah makanan atau (Food handler) adalah seseorang yang melakukan kontak secara langsung terhadap makanan dan juga peralatan yang digunakan utuk mengolah dan menyajikannya. Menurut WHO makanan merupakan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia setiap saat dan di manapun serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar makanan yang dikonsumsi dapat bermanfaat bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dengan penerapan personal hygiene penjamah makanan pada Kedai di Negeri Dusun Wailela Pantai 2024. Metode Jenis penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional desain. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Analisa data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan uji statistic chi-square didapatkan nilai signifikan p value = 0,000, berarti ada hubungan yang signifikan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun2024. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun 2024 dengan nilai p value = 0,000. Diharapkan kepada penyedia dan penanggung jawab agar dapat lebih meningkatkan personal hygiene pada penjamah makan pada Kedai di Negeri Rumah Tiga.
HIPOGLIKEMIA PERSISTEN PADA BAYI PREMATUR: SEBUAH LAPORAN KASUS DI LAYANAN KESEHATAN DAERAH TERPENCIL Frabes, Chelsea Beauty; Djoko, Sri Wahyuni; Sung, Karina Jesslyn
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.9

Abstract

Pendahuluan: Hipoglikemia merupakan gangguan metabolisme yang sering terjadi pada neonatus. Tatalaksana yang tidak adekuat berdampak pada luaran neurologis yang buruk, khususnya pada kasus hipoglikemia berulang atau resisten pengobatan. Laporan kasus: bayi usia 3 hari dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) dengan keluhan nampak kebiruan, sulit bernapas dan lunglai. Bayi lahir di rumah, usia kehamilan 32 minggu dan tidak menyusu sesering biasanya. Kadar glukosa darah awal 25 mg/dL, dilakukan intervensi bolus dextrosa 10%, terapi antibiotik serta terapi suportif lainya. Setelah dilakukan tatalaksana tersebut dan glucose infusion rate (GIR) telah mencapai 11 mg/kg/menit, kadar glukosa darah tidak meningkat secara signifikan. Hipoglikemia persisten ini dicurigai disebabkan oleh hiperinsulinisme. Karena keterbatasan fasilitas dan obat-obatan, alternatif yang tersedia untuk kondisi ini yaitu nifedipin. Setelah pemberian nifedipin dengan dosis 0,5 mg/kg/hari, bayi menunjukkan perbaikan yang signifikan pada gejala dan kadar glukosa darah stabil diatas 90 mg/dL. Pasien berhasil dirujuk ke NICU dengan menggunakan transportasi kapal laut selama 9 jam. Setiba di NICU, pasien mendapatkan tatalaksana komprehensif oleh spesialis anak, berupa terapi nifedipin, kombinasi antibiotik, pemeriksaan penunjang, serta monitor ketat kadar glukosa darah. Pasien pulih dari kondisi hipoglikemia setelah 18 hari perawatan di RS. Kesimpulan: hipoglikemia persisten pada neonatus paling sering disebabkan oleh hiperinsulinisme. Walaupun untuk mendiagnosa kondisi ini membutuhkan pengukuran kadar insulin, namun dapat dicurigai bila pasien membutuhkan GIR yang lebih dari 12 mg/kg/menit untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal. Kasus ini menunjukkan pentingnya melakukan persalinan di fasilitas kesehatan. Selain itu, pemenuhan fasilitas dan tenaga spesialis di RS daerah terpencil juga sangat dibutuhkan untuk menangani kondisi kritis seperti ini.