cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HBA1C) PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI PJK DAN DM TIPE 2 NON-PJK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III DAN RUMAH SAKIT TNI AD TINGKAT II PROF. DR. J. A. LATUMETEN TAHUN 2022 Solissa, Fatricia Fausta Federika; Tamalsir, Dylan; Kusadhiani, Indrawanti; de Lima, Filda V.I.; Pentury, Jansye Chyntia; Haq, Is Asma’ul
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.109

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang sampai saat ini masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. DM terjadi karena adanya gangguan metabolisme pada tubuh yang ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyebab kematian terbesar di dunia adalah penyakit kardiovaskular, dimana lebih dari 50% berhubungan langsung dengan DM. Angka kematian pasien PJK dengan DM tipe 2 meningkat 2-4 kali dibandingkan dengan non-DM. Salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk melihat keberhasilan pengobatan dan pengendalian gula darah adalah pemeriksaan HbA1c. HbA1c digambarkan sebagai kadar glukosa darah dalam 1-3 bulan, karena 120 hari merupakan umur sel darah merah, sehingga HbA1c digunakan sebagai parameter utama dalam pengobatan penyakit DM. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kadar hemoglobin (HbA1c) pada pasien DM tipe 2 yang disertai komplikasi PJK dan DM tipe 2 Non-PJK. Penelitian dilakukan di kota Ambon khususnya di Rumah Sakit Bhayangkara TK III dan Rumah Sakit TNI AD Tingkat II Prof. Dr. JA Latumeten dengan menggunakan teknik total sampling didapatkan 93 responden. Hasil penelitian ini yaitu pasien DM tipe 2 dengan komplikasi PJK kadar HbA1c 6.5% sebanyak 4 orang (12.1%), 6.6 – 8.5% sebanyak 5 orang (15.2%), 8.5% sebanyak 24 orang (72.7%), pada pasien DM tipe 2 Non-PJK kadar HbA1c 6.5% sebanyak 12 orang (20.0%), 6.6 – 8.5% sebanyak 14 orang (23.2%), 8.5% sebanyak 34 orang (56.7%). DM tipe 2 lebih banyak terjadi pada usia ≥45 tahun baik dengan komplikasi PJK sebanyak 28 orang dengan rata-rata nilai HbA1c 10.25%, dan Non-PJK 52 orang dengan rata-rata nilai HbA1c 8.40%. DM tipe 2 lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan baik dengan komplikasi PJK sebanyak 21 orang dengan rata-rata nilai HbA1c 10.33% dan Non-PJK 35 orang dengan rata-rata nilai HbA1c 8.83%.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA KERACUNAN PADA PETANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Aspi, Aspriani; Haerana, Titi; Widiastuty, Lilis
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.184

Abstract

Penggunaan pestisida yang berlebihan akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, lingkungan, sosial dan ekonomi, kurangnya pemahaman akan risiko yang dihadapi berdampak pada kesehatan dan keselamatan dirinya seperti kecelakaan, kecacatan, hingga berdampak pada kematian. Hal ini mengakibatkan petani mengabaikan pentingnya penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gejala keracunan pada petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 responden dari petani bawang merah, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 92 responden yang mengalami gejala keracunan pestisida pada petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang dan adapun variabel yang berhubungan yaitu lama kerja (p-value 0.001), dan masa kerja (p-value 0.034), Adapun yang tidak berhubungan yaitu pengaplikasian pestisida (p-value 0,771), personal hygiene (p-value 0,058) dan penggunaan APD (p-value 0.502). Diharapkan kepada petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang agar lebih meningkatkan pengetahuan, menjaga dan meningkatkan derajat kesehatannya karena petani bawang merah tidak terlepas dari penggunaan pestisida sehingga ancaman keracunan semakin besar, maka sebaiknya mulai dari dini gunakan pestisida secara benar dan aman sehingga terhindar dari keracunan akibat pestisida.
ANTIOKSIDAN PADA KUSTA Bandjar, Fitri Kadarsih
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.74

Abstract

Pada infeksi Mycobacterium Leprae, makrofag pada kulit dan saraf menunjukkan peningkatan fagositosis, aktivitas enzim dan konsumsi oksigen yang menyebabkan produksi berbagai molekul dan radikal bebas yang disebut ROS (reactive oxygen species). Peningkatan ROS yang menyebabkan kerusakan sel terjadi selama proses inflamasi, infeksi kronik, neurodegeneratif serta kusta. Hal ini terjadi karena peningkatan stres oksidatif dan status antioksidan yang rendah. ROS dapat berefek pada jalur signal sel T dan dapat memicu terjadinya apoptosis pada pasien kusta. Suatu studi menunjukkan peningkatan indeks stres oksidatif yang bermakna pada jaringan pasien PB dan MB, serta dalam darah pasien MB.Beberapa substansi yang merupakan antioksidan potensial seperti retinol (vitamin A), α-tocopherol (vitamin E), asam askorbat (vitamin C), zinc, magnesium dan selenium juga menunjukkan penurunan jumlah dalam berbagai tipe kusta. Penurunan status antioksidan ini berperan dalam peningkatan stres oksidatif. Peran antioksidan dalam modulasi regulasi kekebalan dan perlindungan terhadap degenerasi saraf telah dilaporkan. Beberapa laporan telah dilaporkan dengan pemberian suplemen antioksidan sebagai terapi tambahan pada pasien kusta dengan kemoterapi konvensional memberikan efek yang menguntungkan, seperti perbaikan klinis yang cepat , berkurangnya indeks bakteri (BI) yang cepat, aktivasiCell Mediated Immunity (CMI,) dan insiden eritema nodosum leprosum (ENL) yang rendah. Pada penelitian pasien kusta yang menerima terapimultidrug konvensional (dapson, rifampisin dan clofazimine) dan secara bersamaan diobati dengan antioksidan, setiap hari selama 12 bulandidapatkan hasil pengurangan ROS sampai hampir mencapai batas normal.
EPIDEMIOLOGI MOLEKULER Clostridium difficile PADA ANAK DENGAN KEGANASAN Soumena, Rifah Zafarani; Matinahoru, Marissa
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.47

Abstract

Background: Molecular epidemiology is a discipline that uses the tools of molecular microbiology to study the distribution and determinants of disease in human and animal populations. The goal of molecular epidemiology is to help explain the route taken by an epidemic by tracking the relevant unit of analysis, the entity responsible for the epidemic. The incidence of Clostridium difficile infection in children with malignancy is reported to be higher than in children without malignancy. C. difficile infection is a huge burden on the health care system. It is therefore important to identify the epidemic type as quickly as possible using molecular epidemiology. Strains circulating in Asia, as in other regions, have the potential to spread internationally, warranting close monitoring of the prevalence and molecular epidemiology of C. difficile infections in the region. However, research on C. difficile infection in children with malignancy is still very limited. Objective: to explain the role of molecular epidemiology through molecular diagnostic tools using PCR techniques on the severity of clinical symptoms of C. difficile infection in children with malignancy. Conclusion: Molecular diagnostic tools can be used in epidemiological research to recognize and determine the types of strains that are distributed throughout the world. From various studies previously described, it was found that different strains of C. difficile can produce different manifestations.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT (Mus musculus) HIPERGLIKEMIA PASCA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH GALOBA (Hornstedtia Sp.) Matulatuwa, Fidel Ricky; Taihuttu, Yuniasih; Rahawarin, Halidah
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.128

Abstract

Hiperglikemia adalah suatu kondisi ketika gula darah puasa lebih dari 180 mg/dL. Jika tidak ditangani, hiperglikemia dapat memicu terjadinya inflamasi, memperparah cedera akut pada hati dan secara histopatologi dapat terjadi nekrosis, infiltrasi sel radang dan degenerasi yang dapat mempengaruhi fungsi hati. Buah galoba (Hornstedtia sp.) merupakan salah satu tanaman asal Maluku yang sering digunakan oleh masyarakat setempat untuk menghilangkan rasa lelah, meningkatkan stamina dan menurunkan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh ekstrak etanol buah galoba (Hornstedtia sp.) terhadap gambaran histopatologi hepar yang bersifat eksperimental dengan post test only control group design. Mencit disiapkan sebanyak 30 ekor kemudian dibagi menjadi 6 kelompok percobaan yaitu, kontrol normal (KN), kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), ekstrak etanol buah galoba konsentrasi 100% (P1), konsentrasi 75% (P2), dan konsentrasi 50% (P3) yang disuntik dengan 0,1 ml streptozotocin secara intra peritoneal selama 5 hari. Kelompok K+ diberikan metformin 0,2 mL secara oral, dan pada kelompok P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak etanol buah galoba sesuai konsentrasi yaitu 0,1 mL yang dilakukan selama 21 hari. Data hasil penelitian diamati dan dinilai menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan uji One Way ANOVA dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi histopatologi hepar mencit yang diberikan ekstrak etanol buah galoba dengan konsentrasi 100%, 75%, (uji One Way ANOVA p>0,05) dan 50% (uji Kruskal Wallis p<0,05) dengan menunjukkan hasil yang paling efektif pada kelompok P2.
EFEK MEDIATOR VASCULAR CELL ADHESION MOLECULE-1 (VCAM-1) TERHADAP SEVERITAS DAN OUTCOME PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT Assa, Christantina Pradescha; Bahar, Ashari; Akbar, Muhammad; Bintang, Andi Kurnia; Tammasse, Jumraini; Soraya, Gita Vita; Halim, Wijoyo
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.16

Abstract

Introduction: Atherosclerosis is currently recognized as part of the inflammatory disease. In the acute phase, inflammation causes brain edema and expansion of ischaemic area. Vascular cell adhesion molecule 1 (VCAM-1) plays a crucial role in the inflammation mechanism immediately after cerebral damage in stroke, facilitating the migration of leukocytes across the endhothelial cells. Objective: This study aimed to establish the correlation between VCAM-1 serum levels and severity and outcomes in stroke patients. Research Methodology: It was a cross-sectional study conducted from September to November 2023 on 51 patients with acute ischemic stroke at RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar and other affiliated hospitals. VCAM-1 serum levels were examined using the ELISA principle. Stroke severity was assessed using the National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) upon admission, and clinical outcomes were evaluated using the modified Rankin Scale (mRS) on the 30th day of onset. Results: Mann- Whitney test results showed no difference in serum VCAM-1 levels between severity groups (mild and moderate) and clinical outcome groups (good and poor). Spearman correlation test results indicated a correlation between serum VCAM-1 levels and severity (p=0.635, r=-0.068) and clinical outcomes (p=0.459, r=-0.106). Conclusion: There is no association between serum VCAM-1 levels and the severity and clinical outcomes of acute ischemic stroke patients. Recommendation: Further research is needed to explore the relationship between serum VCAM-1 levels and severity and clinical outcomes in acute ischemic stroke patients at various centers in Indonesia.
PERBANDINGAN PENGARUH TERAPI ADJUVANT CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY DENGAN REPETITIVE TRANSCRANIAL MAGNETIC STIMULATION TERHADAP FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Tarigan, Ngalasantaru Janstar; Umbas, David Gunawan; Bintang, Andi Kurnia; Tammasse, Jumraini; Amran, Muhammad Yunus; Bahar, Ashari; Zainuddin, Andi Alfian; Halim, Wijoyo
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.26

Abstract

Introduction Stroke is an acute disorder of cerebral perfusion or vascularization. Stroke patients commonly encounter numerous functional disorders, such as motor, psychological or behavioral disorders, where the most typical symptom is hemiparesis which greatly affects their ability to carry out daily life activities. Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) is one of the interventions proposed to improve stroke recovery. Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) is a neurological rehabilitation treatment designed to improve upper extremity motor function after stroke Objective: This study aims to compare the effectiveness of rTMS with CIMT in improving upper extremity motor function in ischemic stroke patients. Research Methodology: This is an experimental clinical trial study with a randomized pre-test post-test control group design on 30 ischemic stroke patients at Wahidin Sudirohusodo General Hospital Makassar and other network hospitals. Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation was carried out for 10 stimulations, CIMT was carried out for 30 days. Motor improvement was evaluated by measuring the Fugl Mayer Assessment Upper Extremity (FMA-UE) score Results: The Friedmann test showed that rTMS and CIMT provided significant changes in FMA-UE scores (p: 0.000). Mann Whitney test showed there was a significant difference in FMA-UE scores in the rTMS group compared to CIMT (p: 0.000) Conclusion: There was a significant difference in the FMA-UE score in the rTMS group compared to CIMT. Recommendation: Further research is needed with longer observation and stimulation time and looks at the effectiveness of these two therapeutic modalities through a biomarker so that more objective results can be obtained.
PERSONAL HYGIENE REMAJA DALAM PENCEGAHAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS Leatemia, Vanessa; Asmin, Elpira; Resnawaldi, Arlen
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.119

Abstract

Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan remaja putri yang rentan mengalami keputihan adalah 31,8%. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 30,8%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, keterpaparan informasi dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2022. Jumlah sampel sebanyak 181 responden menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ditemukan remaja memiliki perilaku personal hygiene yang baik (69%), namun memiliki pengetahuan yang kurang (53,6%). Remaja mendapat informasi tentang fluor albus dari media massa dan orang lain (51,4%) serta tidak mendapatkan informasi atau dukungan dari ibu (51,9%). Simpulan penelitian adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahun dan keterpaparan informasi dengan personal hygiene remaja sedangkan peran ibu berhubungan dengan personal hygiene remaja.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA ODHIV DI KLINIK KOMUNITAS CANDELA KOTA AMBON Siahaya, Presli Glovrig; Maruanaya, Samuel; Hataul, Is Ikhsan; Mirwa, Dewa Krisna
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.139

Abstract

Penyebaran HIV di dunia sudah semakin luas. Di dunia per tahun 2020 WHO mendapatkan data sebanyak 37,7 juta orang dengan HIV hidup. Di Indonesia sendiri, Pusdatin per tahun 2019 terdapat sebanyak 50.282 orang penderita HIV telah didapatkan. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem imun manusia dan melemahkan daya tahan tubuh serta menjadikan penderitanya rentan terhadap infeksi dari patogen lain. Virus mematikan ini tidak dapat disembuhkan, tapi dengan pengobatan yang dilakukan secara tepat dan tanggap, penyebaran virus ini dapat ditekan dan penderita bisa menjalani hidup dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat kepatuhan penggunaan ARV terhadap perubahan berat badan Orang Dengan HIV (ODHIV). Kehilangan berat badan bisa dicegah dan ditekan dengan penggunaan ARV secara tepat (waktu dan dosis). Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross-sectional dengan menggunakan uji Spearman. Penelitian ini menemukan adanya hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan ARV dengan perubahan berat badan ODHIV, ditunjukan dengan hasil uji Spearman dengan signifikansi sebesar 0.00.
PERBANDINGAN PROFIL LEUKOSIT PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK AKUT DAN STROKE ISKEMIK AKUT DI RSUD. Dr. M. HAULUSY AMBON TAHUN 2020-2021 Tuankotta, Fauzan Putra; Huwae, Laura B.S; Latuconsina, Vina Z.; Que, Bertha J.; Silalahi, Parningotan Y.; Hutagalung, Ingrid A.; Makkaraeng, Muhammad Y.; Souhoka, Karel Josafat Romario
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.63

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gangguan atau berhentinya aliran darah menuju otak tanpa adanya penyebab lain selain gangguan vaskular dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Stroke merupakan penyebab ketiga dari angka kematian di dunia. Stroke terbagi atas dua jenis yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik. Prognosis dari masing-masing jenis stroke dapat ditandai dengan adanya peningkatan akumulasi leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan profil leukosit pada kedua jenis stroke. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan desain cross sectional yang dilakukan di instalasi laboratorium dan bagian Rekam Medis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, pada tahun 2020-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah masing-masing 24 pasien pada stroke hemoragik akut dan stroke iskemik akut dengan metode simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Uji U Mann Whitney. Hasil dari penelitian ini didapatkan profil leukosit yaitu neutrofil, limfosit, monosit dan eosinofil dari stroke iskemik dan hemoragik memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,05). Pada salah satu jenis leukosit, yaitu basofil pada pasien stroke iskemik dan hemoragik didapatkan perbandingan yang tidak signifikan dengan nilai p=0,196 (p<0,05).