cover
Contact Name
Zulkipli Lessy
Contact Email
jkiipasca@gmail.com
Phone
+6288227810471
Journal Mail Official
jkiipasca@gmail.com
Editorial Address
Published by Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta Website: http://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner
ISSN : 25794930     EISSN : 27758281     DOI : https://doi.org/10.14421/jkii.v6i2.1195
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner welcomes original research for manuscripts with various theoretical perspectives and methodological approaches. It invites researchers and scholars of all backgrounds related to Islamic studies to contribute their research covering all aspects of Islam and the Islamic world in the areas of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, environmental and development issues etc. related to scientific research. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner offers an open platform for exchanging knowledge and ideas (with various perspectives) to facilitate methodological reform in Islamic studies and promote critical academic methodologies that respond to the current issues in Islam and the Islamic world.
Articles 95 Documents
Naturalisasi Konstruksi Hubungan Seksual Pranikah Remaja Muslim Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta Kuncari, Susila Sukma
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i1.1359

Abstract

Hubungan seksual pranikah yang dianggap sebagai bentuk penyimpangan norma sosial dan agama perlahan mengalami perubahan, terutama di kalangan remaja. Hal tersebut turut terjadi di lingkungan remaja muslim yang menempuh pendidikan di Sekolah Islam Yogyakarta. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bentuk, dan alasan terjadinya naturalisasi konstruksi hubungan seksual pranikah yang dilakukan oleh remaja muslim di Sekolah Islam. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research) berjenis kualitiatif. Sumber utama data penelitian adalah hasil wawancara yang terhadap sejumlah remaja alumni sekolah Islam di Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk naturalisasi yaitu, (1) hubungan seksual sebagai kebutuhan biologis, (2) hubungan seksual sebagai bentuk ungkapan sayang, (3) hubungan seksual dilakukan tanpa ikatan pernikahan. Faktor penyebab hubungan seksual pranikah remaja terbagi menjadi tiga, (1) mengenal dan terpengaruh aktivitas berpacaran di lingkungan pertemanan, (2) mudahnya mengakses konten pornografi, (3) berpacaran menjadi proses pengenalan perilaku seksual. Penyebab terjadinya naturalisasi konstruksi seksualitas yaitu, (1) hubungan seksualitas merupakanan aktivitas yang disukai, (2) naturalisasi konstruksi seksualitas terjadi dalam proses penerimaan diri remaja, (3) hubungan seksual pranikah disadari sebagai kesenangan. [ The perception of premarital sexual relations as a deviation from social and religious norms is gradually changing, especially among adolescents. This phenomenon also occurs among Muslim adolescents attending Islamic schools in Yogyakarta. This study aims to identify the forms and reasons behind the naturalization of the construction of premarital sexual relations among Muslim adolescents in Islamic schools. The research method employed is qualitative field research. The primary data sources are interviews with several alumni of Islamic schools in Yogyakarta. The findings of this study reveal three forms of naturalization: (1) sexual relations as a biological need, (2) sexual relations as an expression of affection, and (3) sexual relations occurring without marital commitment. The factors contributing to adolescent premarital sexual relations are divided into three categories: (1) exposure to and influence from dating activities in peer environments, (2) ease of access to pornographic content, and (3) dating as a process of sexual behavior familiarization. The causes of the naturalization of sexual construction are: (1) sexual activity is perceived as enjoyable, (2) naturalization of sexual construction occurs during adolescents’ self-acceptance process, and (3) premarital sexual relations are acknowledged as a source of pleasure.]
Menguatkan Diri Dalam Keterpisahan: Konsep Penerimaan Diri Remaja dari Broken Home Hiqqal, Muhammad
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i1.1363

Abstract

Keharmonisan dalam rumah tangga akan berdampak kepada pertumbuhan perkembangan seorang anak. Anak yang hidup dari kalangan keluarga yang harmonis mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, namun anak yang hidup dari kalangan keluarga yang tidak harmonis akan berdampak kepada perilaku kehidupannya. Perilaku yang ditimbulkan oleh anak yang hidup dari kalangan keluarga yang broken home ialah perilaku yang dapat berakibat buruk bagi kehidupan sosialnya. Pada dasarnya tidak semua remaja yang hidup dari kalangan keluarga yang broken home akan menimbulkan perilaku yang buruk tetapi ada juga yang melampiaskan ke hal-hal yang baik tergantung dari bagaimana penerimaan yang dilakukan oleh remaja tersebut. Oleh karena itu, tujuan penulisan ini adalah untuk membuktikan bahwa remaja yang hidup dari kalangan keluarga yang broken home tidak selalu melakukan tindakan-tindakan yang buruk tetapi ada juga yang melakukan hal-hal baik tergantung dari bagaimana penerimaan diri terhadap situasi yang sedang dialami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan populasi remaja yang mengalami broken home dan mengambil 3 sampel untuk dijadikan responden dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara sedangkan analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan penerimaan diri yang baik akan membuat remaja yang mengalami broken home akan lebih berpikir positif serta mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga terhindar dari perilaku-perilaku yang menyimpang. Berdasarkan temuan-temuan yang ada dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua remaja yang mengalami broken home akan melakukan perilaku-perilaku yang menyimpang, namun ada juga yang mengarah kepada hal-hal baik. [ Harmony in the household will have an impact on the growth and development of a child. Children who live in harmonious families are able to grow and develop well, but children who live in disharmonious families will have an impact on their behavior in life. The behavior caused by children who live in broken homes is behavior that can have a bad impact on their social life. Basically, not all teenagers who live in broken homes will develop bad behavior, but there are also those who take it out on good things depending on how accepted the teenager is. Therefore, the purpose of this writing is to prove that teenagers who live from broken homes do not always carry out bad actions but there are also those who do good things depending on how self-accepting they are about the situation they are experiencing. The method used in this research is descriptive qualitative with a population of teenagers who experienced broken homes and took 3 samples to be used as respondents in this research. The data collection techniques used in this research are observation and interviews, while data analysis in this research includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research reveal that good self-acceptance will make teenagers who experience broken homes think more positively and develop their potential so as to avoid deviant behavior. Based on the existing findings, it can be concluded that not all teenagers who experience broken homes will carry out deviant behavior, but there are also those who lead to good things.]
Genealogi Kiai Jampes Kediri: Studi Sanad Keilmuan dan Nasab Kiai Pondok Pesantren Jampes Kediri Nawawi, Ruston
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i1.1365

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi sanad keilmuan K.H. Dahlan - Jampes terhadap semangat dakwah Islam. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan tinjauan literatur. Selain itu, untuk menganalisis data yang dikumpulkan penulis, digunakan teori “ashabiyah” dari Ibn Khaldun dan teori “DNA rahasia” dari Dr. Kazuo Murakami. Dari hasil analisis dan studi yang cermat dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa; 1. Sanad keilmuan dan keturunan memiliki korelasi yang sangat kuat dalam membentuk visi, karakter, dan sikap dalam sebuah generasi. 2. Dalam mempelajari teori DNA, Kazuao Murakami menjelaskan secara mendalam bahwa DNA dapat dianggap sebagai materi genetik yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. DNA mampu menyalin dan mendistribusikan ciri, karakteristik, warisan, dan hal lain dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nasab adalah salah satu dasar yang kokoh dalam membangun kehidupan rumah tangga yang saling terikat berdasarkan kesatuan darah. Untuk menjaga nasab ini, pernikahan diwajibkan sebagai cara yang dianggap sah untuk menjaga dan memelihara kemurnian nasab. Demikian pula, pengetahuan ilmiah adalah fondasi penting dalam agama. [This research discusses the relevance of K.H.'s scientific genealogy. Dahlan - Jampes against the spirit of Islamic preaching. In this research, the author used a qualitative approach and collected data using observation, interviews and literature review. Apart from that, in order to analyze the data that the author collected, we used the theory of "ashabiyah" from Ibn Khaldun and the theory of "secret DNA" from Dr. Kazuo Murakami. From the results of careful analysis and study of this research, the author concludes that; 1. Scientific genealogy and lineage have a very strong correlation in forming a vision, character and attitude in a generation. 2. In studying DNA theory, Kazuao Murakami explains in depth that DNA can be considered as genetic material that can be passed down from one generation to another. next. DNA is capable of copying and distributing traits, characteristics, inheritance and other things from one generation to the next.]
Mentoring Sebaya Sebagai Strategi dan Inovasi Pemberdayaan: Analisis Program Peningkatan Soft Skill Santri Putri Pondok Pesantren di Yogyakarta Afiah, Khoniq Nur; Jamila Salsabila, Ayna
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i1.1371

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan juga memiliki aktivitas yang selanjutnya dipandang sebagai kegiatan pemberdayaan. Fenomena pesantren yang berdiri di perkotaan juga hadir dengan wajah baru yang didesain sesuai dengan kondisi para santri perkotaan. Penelitian ini berfokus mengkaji mengenai metode mentoring sebaya sebagai strategi dan inovasi pemberdayaan masyarakat di pesantren putri perkotaan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara dan observasi. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep community base organization. Penelitian ini merumuskan hasilnya menjadi empat poin, pertama, kondisi pesantren yang berdiri di perkotaan memberikan pengaruh atas terbentuknya santri yang memiliki daya progresif. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi kota yang deras akan informasi dan mudahnya akses terhadap pengetahuan. Kedua, keahlian yang kompleks juga lahir dari pendidikan yang sedang ditempuh di perguruan tinggi, dan hal tersebut menjadi potensi untuk melakukan pemberdayaan terhadap teman di pesantren. Ketiga, mentoring sebaya sebagai strategi pemberdayaan di lingkungan pesantren perkotaan menjadi suatu inovasi dalam pemberdayaan dan dibuktikan dengan beberapa bentuk pemberdayaan terhadap santri seperti pelaksanaan forum diskusi santri millennial, pelatihan desain grafis, pelatihan fotografi, dan pendampingan dan optimalisasi sumber daya dari kelas baca kitab. Dengan tiga temuan tersebut secara tidak langsung memberikan penjelasan bahwa mentoring sebaya menjadi salah satu bentuk inovasi yang mendorong adanya pemberdayaan di lingkungan pesantren. [ Pesantren as an educational institution also has activities which are then seen as empowerment activities. The phenomenon of boarding schools that exist in urban areas also comes with a new face that is designed according to the conditions of urban santri. This study focuses on examining peer mentoring methods as strategies and innovations for community empowerment in urban female Islamic boarding schools in Yogyakarta. This study uses qualitative methods with interview and observation data collection techniques. The analytical knife used in this research is the concept of a community base organization. This study formulates the results into four points, first, the condition of Islamic boarding schools that exist in urban areas has an influence on the formation of students who have progressive power. This is influenced by the condition of the city which is full of information and easy access to knowledge. Second, complex skills are also born from the education that is being pursued in tertiary institutions, and this becomes the potential to empower friends in pesantren. Third, peer mentoring as an empowerment strategy in urban boarding schools has become an innovation in empowerment and is evidenced by several forms of empowerment for santri such as the implementation of millennial santri discussion forums, graphic design training, photography training, and mentoring and optimizing resources from reading classes. and this becomes the potential to empower friends in the pesantren. Third, peer mentoring as an empowerment strategy in urban boarding schools has become an innovation in empowerment and is evidenced by several forms of empowerment for santri such as the implementation of millennial santri discussion forums, graphic design training, photography training, and mentoring and optimizing resources from reading classes. and this becomes the potential to empower friends in the pesantren. Third, peer mentoring as an empowerment strategy in urban boarding schools has become an innovation in empowerment and is evidenced by several forms of empowerment for santri such as the implementation of millennial santri discussion forums, graphic design training, photography training, and mentoring and optimizing resources from reading classes.]
Konotasi Makna Libas dalam Pernikahan: Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Q.S al-Baqarah [2]:187 Hakim, Moh. Arif Rakman
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i1.1372

Abstract

Di Indonesia sering dijumpai bahasa-bahasa kiasan, seperti kata libās dalam Q.S al-Baqarah [2]:187 yang sering digunakan oleh para pendakwah ketika menyampaikan mauizahnya pada acara pernikahan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan makna libas dalam Q.S al-Baqarah [2]: 187, yang mana kandungan dalam surah tersebut sering digunakan para pendakwah ketika acara resepsi pernikahan sebagai basis argumen mereka ketika menyampaikan mauizahnya. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analisis dengan menggunakan teori semiotika yang ditawarkan oleh Roland Barthes mengenai konsep mitologinya. Hasilnya, bahwa kata libās yang terdapat pada Q.S Al-Baqarah ayat 187 secara denotasi memiliki makna pakaian yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi anggota badan layaknya sebuah pakaian. Kemudian, makna konotasi atau mitologinya kata tersebut mengandung pesan yang ditujukan kepada suami istri untuk memiliki sikap kesalingan kepada pasangannya. Ketersalingan untuk saling menasihati, memberikan ketenangan dan saling menghiasi dalam kehidupan rumah tangga. Hal yang demikian merupakan salah satu aspek untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis. [ In Indonesia, figurative language is often found, such as the word libās in Q.S al-Baqarah [2]:187 which is often used by preachers when delivering mauizah at weddings. The purpose of this paper is to explain the meaning of libās in Q.S al-Baqarah [2]: 187, which is often used by preachers during wedding receptions as the basis of their arguments when delivering their mauizah. This paper uses a descriptive-analytical method using the semiotic theory offered by Roland Barthes regarding the concept of mythology. The result is that the word libas found in Q.S Al-Baqarah verse 187 denotatively has the meaning of clothing that serves to protect and cover the limbs like a garment. Then, the connotation or mythological meaning of the word contains a message addressed to husbands and wives to have an attitude of submission to their partners. Submission to advise each other, provide peace and adorn each other in domestic life. This is one aspect of realising a harmonious home life.]
Kebijakan Publik dan Produksi Pengetahuan: Studi Pemerintahan al-Nāṣir Khalifah Pertama Andalus Asy'ari, Hasim; Moh. Mufid
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i2.1378

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji kebijakan publik al-Nāṣir (w. 961) dalam mengakselerasi produksi pengetahuan Andalus dan menemukan korelasi positif antara kebijakannya dengan fakta majunya ilmu pengetahuan Andalus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif-eskploratif dan filosofis. Analisis data memakai teknik Miles and Huberman melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penyimpulan data. Banyak studi telah membahas kebijakan publik al-Nāṣir namun studi kebijakan spesifik dalam akselerasi pengetahuan dirasa belum ada yang memuaskan. Padahal kepemimpinan alNāṣir dicatat sejarawan sebagai masa keemasan Andalus sampai puncaknya pada abad 13 Masehi. Bahkan kepemimpinan alNāṣir dianggap sebagai kepemimpinan terbaik yang pernah dimiliki Andalus. Studi ini menunjukkan korelasi positif antara kebijakan publik al-Nāṣir dan meningkatnya produksi pengetahuan Andalus. Memang hasilnya tidak tampak konkret pada masa kepemimpinannya. Namun mulai tampak pada masa akhir al-Nāṣir sampai puncaknya pada abad 13 Masehi. Majunya ilmu pengetahuan Andalus yang mengungguli negara manapun, termasuk Baghdad. Keterlambatan ini wajar karena kebijakan dalam pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang. Butuh puluhan tahun untuk melihat hasil konkretnya. Beberapa kebijakan al-Nāṣir adalah membentuk tim khusus untuk mencari buku-buku langka dan diperkuat tim teknis dalam negeri. Membangun pendidikan tinggi yaitu Univesitas Kordova dengan fasilitas penunjang yang lengkap. Membuat insentif yang ditujukan bagi pengajar dan pelajar. Mengembangkan perpustakaan al-Ḥakam dengan menambah koleksinya baik dari luar negeri ataupun dalam negeri. Membangun industri kertas untuk menunjang kebijakan akselerasi produksi pengetahuan. [ This article aims to examine al-Nāṣir’s public policies in accelerating Andalus knowledge production and find a positive correlation between his policies and the facts of the advancement of Andalus science. This type research is qualitative with a qualitative-exploratory and philosophical approach. Data analysis uses the Miles and Huberman technique through data reduction, data presentation, verification and conclusion. Many studies have discussed al-Nāṣir’s public policy, but none of the specific policy studies regarding knowledge acceleration have been deemed satisfactory. In fact, historians recorded al-Nāṣir’s leadership as the golden age of Andalus until its peak in the 13th century AD. In fact, al-Nāṣir’s leadership is considered the best leadership Andalus has ever had. This study shows a positive correlation between al-Nāṣir’s public policies and increasing Andalus knowledge production. Indeed, the results did not appear concrete during his leadership. However, it began to appear in the late al-Nāṣir period until its peak in the 13th century AD. The advancement of Andalus science surpassed that of any country, including Baghdad. This delay is natural because policies in education are a form of long-term investment. It will take decades to see concrete results. Some of al-Nāṣir’s policies include forming a special team to search for rare books and strengthening the domestic technical team. Building higher education, namely Kordova University with complete supporting facilities. Create incentives aimed at teachers and students. Developing the al-Ḥakam library by adding to its collection both from abroad and domestically. Building a paper industry to support policies to accelerate knowledge production.]  
Merevisi Hubungan Palestina-Israel Postwar dalam Teori Hubungan Internasional Islam Iqromah, Iqromah; Ahmad, Munawar
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i2.1382

Abstract

Palestina dan Israel sudah melangsungkan konflik dari awal abad 20. Berbagai gerakan sudah hadir di tengah-tengah konflik yang terjadi di negara tersebut. Di Palestina terdapat gerakan-gerakan PLO, Hamas dan lainnya. Kajian ini terfokus pada sistem geopolitik Islam dalam melihat upaya perdamaian palestina dan Israel. Secara khusus, penulis menawarkan upaya dar at-taawun dalam upaya perdamaian kedua negara. Dar at-taawun menawarkan sebuah konsep yang menampilkan nilai-nilai Islam sebagai solusi perdamaian yakni dalam mencapai kemaslahatan bagi masyarakat sipil yang ada di dalam dua negara tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Dengan ini, dar at-taawun menghendaki adanya kesepakatan dua negara dalam merealisasikan sebuah proses perdamaian dengan mempertimbangkan sebab dan akibat atas perang yang terjadi di Israel dan palestina. Kemudian, dar-taawun juga menghendaki adanya upaya yang dilakukan negara sekitar, PBB dan organisasi-organisasi berpengaruh lainnya dalam melakukan serangkaian usaha diplomasi antar dua negara sehingga mencapai perdamaian. [ Palestina and Israel have been in conflict since the beginning of the 21st century. Various movements have emerged amidst the conflict in that country. In Palestina there are PLO, Hamas and other movements. This study focuses on the Islamic geopolitical system in looking at Palestinian and Israeli peace efforts. In particular, the author offers efforts from dar at-taawun in peace efforts between the two countries. Dar at-taawun offers a concept that presents Islamic values as a solution for peace, namely in achieving the benefit of civil society in the two countries. The author uses qualitative research methods with a library research approach. With this, dar at-taawun wants an agreement between the two countries in realizing a peace process by considering the causes and consequences of the wars that occurred in Israel and Palestina. Then, dar-taawun also wants efforts made by surrounding countries, the UN and other influential organizations to carry out a series of diplomatic efforts between the two countries so as to achieve peace.]
Integrasi Teori Sosiologi dalam Analisis Studi Islam: Sebuah Pendekatan Interdisipliner Saumantri, Theguh
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i2.1388

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan teori sosiologi dalam penelitian studi Islam, dengan latar belakang pentingnya pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial dan keagamaan dalam masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi dan kontribusi teori sosiologi dalam penelitian keagamaan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Data dikumpulkan melalui berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen, yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori-teori sosiologi memberikan berbagai perspektif dalam memahami agama dan masyarakat. Émile Durkheim melihat agama sebagai faktor penting dalam menjaga kohesi sosial melalui fungsionalisme, sementara Karl Marx menilai agama sebagai alat pengalihan dari penindasan sosial. Max Weber menekankan peran nilainilai agama, seperti etika Protestan, dalam perkembangan kapitalisme. Antonio Gramsci menjelaskan kontrol ideologi melalui teori hegemoni, dan Peter L. Berger melihat agama sebagai hasil konstruksi sosial. Clifford Geertz menekankan pentingnya makna dan simbol dalam praktik keagamaan melalui pendekatan interpretatif [This study examines the application of sociological theory in Islamic studies research, based on the importance of a deeper understanding of social and religious dynamics within society. The aim of this research is to explore the relevance and contribution of sociological theories in religious studies. The method used in this research is qualitative with a library research approach. Data were collected from various literature sources, such as books, scholarly journals, and documents, and analysed inductively. The findings show that sociological theories offer various perspectives in understanding religion and society. Émile Durkheim views religion as a key factor in maintaining social cohesion through functionalism, while Karl Marx sees religion as a tool for diverting attention from social oppression. Max Weber emphasizes the role of religious values, such as Protestant ethics, in the development of capitalism. Antonio Gramsci explains ideological control through his theory of hegemony, and Peter L. Berger views religion as a product of social construction. Clifford Geertz highlights the importance of meaning and symbols in religious practices through an interpretative approach].  
Analisis Integrasi Agama dan Budaya Syekh Sulaiman Arrasuli dalam Roman Pedoman Hidup di Alam Minangkabau Menurut Garisan Adat dan Syara’ (Nasihat Siti Budiman) Triasa, Arif Rahmat
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v9i2.1389

Abstract

Karya Syekh Sulaiman Arrasuli, “Pedoman Hidup di Alam Minangkabau Menurut Garisan Adat dan Syara’ (Nasihat Siti Budiman)”, menawarkan integrasi yang memadukan prinsipprinsip adat Minangkabau dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi antara adat dan agama dalam karya tersebut dapat memberikan solusi bagi masyarakat Minangkabau dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi. Melalui analisis karakter dan nasihat yang terdapat dalam buku ini, terlihat Syekh Sulaiman menggunakan pendekatan yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk membentuk panduan yang relevan dan komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam buku ini, seperti keseimbangan antara adat dan syara’, pendidikan karakter, pemberdayaan perempuan, etika sosial, dan kepemimpinan, tetap relevan dalam konteks kekinian. Pendekatan interdisipliner yang diterapkan menawarkan kerangka kerja yang bermanfaat untuk mempertahankan identitas budaya dan agama di tengah arus perubahan zaman, serta dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat saat ini. [ The work of Syekh Sulaiman Arrasuli, “Pedoman Hidup di Alam Minangkabau Menurut Garisan Adat dan Syara’ (Nasihat Siti Budiman)”, offered an integration that combined the principles of Minangkabau customs with Islamic doctrines. This study aimed to analyze the integration of customs and religion in this work provided solutions for the Minangkabau community in facing the challenges of modernization and globalization. Through the analysis of characters and advice found in the book, it was evident that Syekh Sulaiman employed an approach that combined various disciplines to form a relevant and comprehensive guide. The analysis results showed that the values taught in this book, such as the balance between customs and religion, character education, women’s empowerment, social ethics, and leadership, remained relevant in the contemporary context. The interdisciplinary approach applied offered a useful framework for preserving cultural and religious identity amidst the currents of change and could be implemented in various aspects of community life.]
Religious in Secularcapes: Adaptasi Identitas Santri dalam Ruang Sekuler di Mato Kopi Faiz, Mohammad Muqronul
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas adaptasi santri terhadap ruang sekuler melalui studi kasus Mato Kopi, sebuah warung kopi unik di Yogyakarta. Dengan pendekatan etnografi Spradley dan analisis menggunakan konsep Religioscapes Claudia Seise, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana santri membawa identitas dan tradisi keagamaan mereka ke dalam ruang netral seperti warung kopi. Fenomena ini terlihat melalui praktik keagamaan, seperti waktu close order saat adzan, simbol-simbol keislaman, dan rutinitas keagamaan mingguan yang diterapkan di Mato Kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri berhasil menciptakan ruang keagamaan baru yang mengintegrasikan nilai spiritual dalam bisnis modern, sekaligus mempertahankan identitas mereka di tengah tantangan ruang sekuler. Analisis Religioscapes menggambarkan bagaimana ruang netral seperti warung kopi dapat menjadi medium yang dinamis untuk memadukan tradisi religius dengan kebutuhan modern. Mato Kopi menjadi contoh nyata dari sinergi antara religiositas dan ekonomi, di mana kehadiran santri tidak hanya memperkuat jaringan sosial mereka tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi usaha yang dijalankan. Studi ini memperkaya wacana tentang hubungan antara ruang keagamaan dan ruang sekuler, serta menegaskan potensi religious in secularcapes sebagai bentuk keberlanjutan tradisi keagamaan dalam konteks modern. [ This study examines the adaptation of santri (Islamic boarding school students) to secular spaces through a case study of Mato Kopi, a unique coffee shop in Yogyakarta. Using the Spradley ethnographic approach and analysis based on Claudia Seise’s Religioscapes concept, the research explores how santri bring their religious identity and traditions into neutral spaces like coffee shops. This phenomenon is reflected in practices such as close order during the call to prayer (adzan), the implementation of Islamic symbols, and weekly religious routines at Mato Kopi. The findings reveal that santri successfully create new religious spaces that integrate spiritual values with modern economic activities. The Religioscapes analysis illustrates the dynamics of santri in harmonizing religious traditions with secular spaces, fostering a synergy between religiosity and business needs. Mato Kopi exemplifies this synergy, where the presence of santri strengthens social networks and adds value to the business. This study expands the discourse on the transformation of secular spaces into religious spaces through the concept of religious in secularcapes and underscores the significance of religious traditions as part of adaptation to modernity.]

Page 9 of 10 | Total Record : 95