cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
INVENTION: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27742660     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Invention invites lecturers, scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to Education, which include textual and field studies with various perspectives, Educational Management, Educational Policy, Educational Technology, Educational Psychology, Curriculum Development and Learning strategies and contemporary research results in the field of education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 450 Documents
Problematika Guru Kelas dalam Mengajarkan Mata Pelajaran yang Bukan Bidang Keahliannya di SDN 101766 Bandar Setia Anggi Muliyanti; Annisa Putri; Elfi Lumongga Situmorang; Nazwa Humairoh; Tiani Saulina Manurung
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3560

Abstract

Pendidikan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pada jenjang sekolah dasar, guru kelas memiliki tanggung jawab mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sering kali harus mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang dialami guru kelas dalam mengajar mata pelajaran yang bukan bidang keahliannya di SDN 101766 Bandar Setia, faktor penyebabnya, dampaknya terhadap proses pembelajaran, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas yang mengajar mata pelajaran di luar bidang keahliannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam memahami materi secara mendalam, menentukan metode pembelajaran yang tepat, menjawab pertanyaan kritis siswa, serta mengalami penurunan rasa percaya diri saat mengajar. Faktor penyebab utama adalah keterbatasan jumlah guru, ketidaksesuaian latar belakang pendidikan, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan kebutuhan sekolah dalam pembagian tugas mengajar. Dampak yang ditimbulkan meliputi kurang optimalnya proses pembelajaran, rendahnya partisipasi siswa, dan pemahaman konsep yang kurang mendalam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru melakukan pembelajaran mandiri, berdiskusi dengan rekan sejawat, memanfaatkan berbagai sumber belajar, serta menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan berkelanjutan dan pemerataan tenaga pendidik sesuai bidang keahlian.
Analisis Pendekatan Sistem Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah Medan Rizka Aldini; Camelia Camelia; Ahmad Riyadi Siregar; Ahmad Zaki
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan sistem dalam proses pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah Medan. Pendekatan sistem dalam pembelajaran meliputi komponen input, proses, dan output yang saling berkaitan dalam mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sistem dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, serta sistem penilaian yang mencakup aspek kognitif, sikap, dan keaktifan siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa meliputi motivasi belajar, dukungan keluarga, fasilitas sekolah, serta kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, seperti penggunaan metode pembelajaran berkelompok, pemberian reward, pendampingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, serta pengembangan minat dan bakat siswa melalui konsep multiple intelligences. Dengan demikian, penerapan pendekatan sistem dalam pembelajaran dinilai mampu mendukung peningkatan prestasi belajar siswa baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.
Peran Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Multikultural di Kelas untuk Meningkatkan Toleransi Siswa Fauzia Ramadhadi; Hapni Hasibuan; Rizka Aldini; Ahmad Riyadi Siregar; Nurmarito Rambe
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural untuk meningkatkan toleransi siswa di SMP 7 Muhammadiyah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menanamkan nilai multikultural melalui pembelajaran kelompok, diskusi kelas, pembiasaan menghargai pendapat, serta penyelesaian konflik secara dialogis. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menerima perbedaan, bekerja sama, serta menghargai pendapat orang lain. Selain itu, kondisi keberagaman suku dan budaya di sekolah berjalan harmonis tanpa konflik yang berarti. Konflik yang muncul lebih bersifat situasional, seperti persaingan antar tingkat kelas, yang diselesaikan dengan menanamkan nilai kesetaraan dan sportivitas. Tantangan dalam penerapan pendidikan multikultural adalah adanya siswa yang memiliki ego tinggi dan sulit menerima pendapat orang lain. Namun, melalui pembinaan dan arahan guru secara berkelanjutan, sikap tersebut dapat diminimalkan. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, demokratis, dan toleran sehingga nilai-nilai pendidikan multikultural dapat berkembang dengan baik di lingkungan sekolah.
Representasi Tokoh Perempuan dalam Fanfiction Berbahasa Indonesia di Wattpad: Analisis Linguistik Digital Terhadap Pola Bahasa, Agensi, dan Ideologi Gender Kamariah Kamariah; M. Rizki Zulkarnain; Johan Arifin
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2821

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya Wattpad sebagai ruang sastra digital populer yang memungkinkan penulis dan pembaca muda memproduksi, membaca, serta menegosiasikan makna gender melalui fanfiction. Dalam konteks tersebut, tokoh perempuan tidak hanya hadir sebagai unsur cerita, tetapi juga sebagai konstruksi bahasa yang mencerminkan relasi kuasa, agensi, dan ideologi gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi tokoh perempuan dalam fanfiction berbahasa Indonesia di Wattpad dengan menitikberatkan pada pola bahasa, citra perempuan, bentuk agensi, dan kecenderungan ideologis yang muncul dalam narasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis linguistik digital dengan dukungan analisis korpus dan analisis wacana kritis. Data berupa 10–12 teks fanfiction berbahasa Indonesia yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria bahasa, platform, periode publikasi, posisi tokoh perempuan, genre, keterbacaan, dan aksesibilitas. Analisis dilakukan melalui identifikasi frekuensi kata, kolokasi, konkordansi, struktur kalimat aktif-pasif, serta pembacaan kritis terhadap konteks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi tokoh perempuan dalam fanfiction Wattpad bersifat ambivalen. Di satu sisi, perempuan masih sering digambarkan melalui kata kerja pasif, kata sifat rentan, deskripsi fisik, dan relasi romantis yang menunjukkan ketergantungan. Di sisi lain, muncul representasi perempuan yang lebih berdaya melalui kata kerja aktif, kolokasi positif, kemampuan memilih, melawan, memimpin, dan menentukan arah hidupnya. Temuan ini menegaskan bahwa fanfiction Wattpad menjadi ruang negosiasi antara ideologi patriarkal, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan dalam budaya sastra digital Indonesia.
Peran Guru Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa SDS Pelangi Medan Khairil Azmi; Andhika Perangin Angin; Ichwanul Rasyid Siahaah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SDS Pelangi Medan. Kajian ini dilakukan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam menanamkan nilai-nilai religius serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembentukan karakter religius siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Islam, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter religius siswa melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan keagamaan, bimbingan, dan pemberian motivasi. Keteladanan guru menjadi faktor utama yang mendorong siswa untuk meniru perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan program pembiasaan keagamaan mampu menumbuhkan kesadaran siswa dalam melaksanakan ajaran agama secara konsisten. Selain itu, keberhasilan pembentukan karakter religius didukung oleh budaya sekolah yang religius, komitmen guru, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, dan penggunaan teknologi digital yang kurang terkontrol. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial agar nilai-nilai keagamaan dapat terinternalisasi secara optimal dalam diri peserta didik.
Pendekatan Sistem Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Chairunnisa Salsabila Putri Septriani; Amin Ikhlasul Amal; Ahmad Zaki
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3571

Abstract

Mutu pendidikan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di era global. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurang optimalnya pengelolaan sekolah, keterbatasan sarana dan prasarana, serta lemahnya sistem evaluasi masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu mengintegrasikan seluruh komponen pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan sistem dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sistem mampu meningkatkan mutu pendidikan melalui integrasi komponen input, proses, output, dan umpan balik. Keberhasilan pendekatan ini didukung oleh kepemimpinan strategis, pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan industri, sarana dan prasarana yang memadai, serta evaluasi berbasis data. Selain itu, penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Gugus Kendali Mutu (GKM), dan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) berperan penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pendekatan sistem dapat menjadi strategi yang efektif dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berkualitas, dan mampu menghadapi tantangan global.
Pemetaan Tingkat Kesiapan dan Tingkat Penguasaan Siswa Kelas XI DPIB dalam Software Autocad 2D Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Prakerin di SMKN 1 Tuban Marsa Anindita Widyaningtiyas; Desy Ratna Arthaningtyas
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3573

Abstract

Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Keberhasilan pelaksanaan Prakerin dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat kesiapan siswa dan penguasaan kompetensi teknis yang relevan dengan bidang keahlian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesiapan dan penguasaan software AutoCAD 2D serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap pelaksanaan Prakerin pada siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 1 Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 siswa kelas XI DPIB 1 yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket kesiapan siswa, tes penguasaan AutoCAD 2D, serta dokumentasi nilai Prakerin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, pemetaan kuadran, regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan siswa memiliki rata-rata sebesar 78,66 dan penguasaan AutoCAD 2D sebesar 79,31 yang keduanya berada pada kategori tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa 18 siswa memiliki kendala dominan pada aspek kesiapan diri, sedangkan 17 siswa memiliki kendala dominan pada penguasaan AutoCAD 2D. Secara parsial, tingkat kesiapan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanaan Prakerin, sedangkan penguasaan AutoCAD 2D tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan Prakerin dengan kontribusi sebesar 49,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Prakerin tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kesiapan mental dan kemampuan adaptasi siswa terhadap lingkungan kerja.
Integrasi Model Pembelajaran PAI dan Teori Belajar Islam: Analisis Konseptual Terhadap Pengembangan Pembelajaran Holistik Nurdin Sahid Wijaksana; Ali Maulida
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3579

Abstract

Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) seringkali dipandang sebagai mata pelajaran yang kurang diminati dan cenderung membosankan oleh sebagian siswa. Persepsi ini muncul bukan tanpa sebab, melainkan salah satunya dipengaruhi oleh lemahnya kompetensi guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Penelitian ini didasarkan pada kesadaran bahwa keberhasilan proses pendidikan dipengaruhi oleh berbagai komponen utama, antara lain guru, peserta didik, kurikulum, lingkungan belajar, serta model pembelajaran yang diterapkan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana model-model pembelajaran yang digunakan dalam PAI selaras dengan prinsip-prinsip teori belajar dalam Islam, seperti pembelajaran yang menekankan aspek akal (kognitif), hati (afektif), dan tindakan (psikomotorik). Dengan demikian, dapat diketahui apakah model pembelajaran yang diterapkan sudah mencerminkan nilai-nilai pendidikan Islam seperti keteladanan (uswah), pembiasaan (‘adah), nasihat (mau‘izhah), dan pengalaman langsung (tajribah). Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran untuk mata pelajaran PAI yang dikombinasikan dengan teori belajar dalam perspektif Islam memberikan hasil yang jauh lebih baik. Pengintegrasian model pembelajaran modern dengan prinsip-prinsip teori belajar Islam—seperti keteladanan (uswah), pembiasaan (‘adah), nasihat (mau‘izhah), dan pengalaman langsung (tajribah)—mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan aplikatif. Penelitian menghasilkan model integratif yang menghubungkan teori behaviorisme dengan pembiasaan ibadah, kognitivisme dengan penguatan pemahaman akidah, konstruktivisme dengan pembelajaran kontekstual, dan humanisme dengan pembinaan spiritual peserta didik.
Total Quality Management dalam Pendidikan dan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Mohammad Ainun Najib; Mohammad Makinuddin; Muhammad Muizzuddin
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2822

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan menjadi hal krusial dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di era globalisasi. Total Quality Management (TQM) merupakan konsep manajemen yang mengedepankan perbaikan mutu secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh komponen lembaga pendidikan sebagai pemangku kepentingan. Implementasi TQM dalam pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan layanan pendidikan melalui pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berperan sebagai mekanisme pengendalian dan evaluasi mutu pendidikan secara sistematis melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan mutu) untuk memastikan standar mutu pendidikan terpenuhi. Namun, penerapan penjaminan mutu menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya pemahaman dan kesadaran budaya mutu di kalangan tenaga pendidik dan kependidikan, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam manajemen mutu, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum. maka, penguatan implementasi TQM dan SPMI menjadi sangat penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara efektif dan berkelanjutan.
Model Inovasi Pembelajaran PAI di Pesantren Modern: Integrasi Tradisi Keilmuan dan Teknologi Digital Mohammad Ainun Najib
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2842

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong transformasi dalam sistem pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di pesantren modern. Model inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan tradisi keilmuan pesantren dengan kemajuan teknologi digital menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas dan relevansi proses pembelajaran di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan model inovatif yang mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, serta memenuhi kebutuhan peserta didik modern yang berkarakter digital. Pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka digunakan untuk mengidentifikasi berbagai konsep dan praktik terbaik dalam penggabungan tradisi pesantren dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tersebut tidak menggantikan metode tradisional, melainkan memperkuat dan memperkaya proses belajar mengajar melalui platform digital, model blended learning, digitalisasi kitab kuning, dan media sosial edukatif. Model inovatif ini diharapkan mampu menghasilkan santri yang berilmu, berkarakter, dan literat digital, serta mampu bersaing secara global tanpa mengorbankan identitas keilmuan pesantren. Implementasi yang tepat dan berkelanjutan dari model ini menjadi kunci dalam mewujudkan pesantren modern yang adaptif, inovatif, dan berkarakter kuat di tengah dinamika perkembangan teknologi.