cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
INVENTION: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27742660     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Invention invites lecturers, scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to Education, which include textual and field studies with various perspectives, Educational Management, Educational Policy, Educational Technology, Educational Psychology, Curriculum Development and Learning strategies and contemporary research results in the field of education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 450 Documents
Simulasi 8 Keterampilan Mengajar Guru dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Addini Indah Khairani; Yessy Prisilla Sillpana; Fauziah Nasution
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya simulasi delapan keterampilan mengajar yang dilakukan oleh guru PAUD. Keterampilan mengajar merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian terhadap berbagai jurnal dan sumber relevan. Observasi dilakukan di TK Addini untuk melihat secara langsung penerapan keterampilan mengajar guru dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan delapan keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya, membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, mengadakan variasi, memberikan penguatan, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan perorangan, serta membimbing diskusi kelompok kecil mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan antusiasme anak dalam belajar. Guru yang mampu menerapkan keterampilan mengajar dengan baik dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Simulasi keterampilan mengajar juga membantu guru memahami karakteristik peserta didik dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Dengan demikian, simulasi delapan keterampilan dasar mengajar memiliki peran penting dalam mempersiapkan guru yang profesional dan mampu menciptakan pembelajaran PAUD yang berkualitas.
Kemandirian Ekonomi Sekolah Melalui Penyelenggaraan Pembelajaran Berbasis Pabrik (Teaching Factory) di SMKS Islam YPI 2 Way Jepara Lampung Timur Kurniawan Kurniawan
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3540

Abstract

This research discusses economic independence through teaching factory as an effort to address the low absorption rate of vocational high school graduates. The researcher used a descriptive qualitative approach with a case study method, involving interviews, observations, and documentation in data collection. The results of the study show that teaching factory learning in schools, besides providing a learning atmosphere based on industry, can have a positive impact on schools regarding economic independence, including: School Budget Efficiency, Economic Added Value, and stimulating a multiplier effect for the growth of local creative industry areas. This study concludes that schools can replicate teaching factory learning for the economic independence of the school.
Ekspresi Emosi Takut Mahasiswa Rantau Pendidikan Sosiologi dalam Proses Adaptasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jihan Dzakiyyah; Nur Khulaiyah Putri Efendi; Daffa Al-Farid Syaepi Putra; Agung Fauzi
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2767

Abstract

Mahasiswa rantau merupakan individu yang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah asal sehingga dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial, budaya, dan akademik yang baru. Dalam proses adaptasi tersebut, berbagai respons emosional dapat muncul, salah satunya adalah emosi takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ekspresi emosi takut, situasi yang memicu munculnya emosi takut, serta makna emosi takut dalam kehidupan akademik dan sosial mahasiswa rantau di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa rantau secara mendalam. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi takut diekspresikan melalui berbagai strategi adaptif, seperti kehati-hatian dalam berinteraksi sosial, mengamati lingkungan sebelum bertindak, mencari dukungan sosial dari teman sebaya, serta melakukan aktivitas yang membantu mengelola tekanan emosional. Situasi yang memicu rasa takut berbeda pada setiap individu, mulai dari kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan hingga kecemasan terkait tuntutan akademik. Selain dipahami sebagai respons terhadap ancaman, emosi takut juga dimaknai sebagai pengalaman yang mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas jaringan sosial, serta mengembangkan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau.
Budaya Sungkan Sebagai Praktik Manajemen Emosi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Di Ruang Publik Zahra Aliefa Ramadhanty; Diah Diah; Siti Fera Utami; Agung Fauzi
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2788

Abstract

Budaya sungkan adalah salah satu nilai sosial yang masih kuat di dalam masyarakat Indonesia dan mempengaruhi cara individu menunjukkan emosi di berbagai situasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dari budaya sungkan serta menguraikan bagaimana budaya ini berperan dalam pengelolaan emosi mahasiswa di ruang publik dari sudut pandang Aturan Ekspresi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi mikro di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi yang partisipatif, serta dokumentasi terhadap tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Sosiologi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis etnografis yang mencakup analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sungkan dipahami sebagai bentuk rasa hormat dan kesadaran dalam menjaga norma kesopanan serta keharmonisan dalam hubungan sosial, bukan sebagai bentuk ketakutan. Praktik budaya sungkan berpengaruh terhadap cara mahasiswa mengendalikan dan menyesuaikan ekspresi emosi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang memiliki otoritas lebih tinggi, seperti dosen dan mahasiswa yang lebih senior. Mahasiswa biasanya menahan atau menyesuaikan ekspresi emosi negatif supaya selaras dengan norma sosial yang ada di kampus. Temuan ini mengungkapkan bahwa budaya sungkan berperan sebagai aturan budaya yang membimbing ekspresi emosi seperti yang dijelaskan dalam konsep Aturan Ekspresi, sehingga membentuk cara komunikasi dan interaksi sosial di kalangan mahasiswa dalam konteks akademis.
Analisis Motivasi Belajar Siswa SD Negeri 050657 Stabat Rani Saputri Nainggolan; Rahimul Harahap
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 050657 Stabat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas V SD Negeri 050657 Stabat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori cukup baik. Hal ini terlihat dari perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung, partisipasi aktif dalam kegiatan tanya jawab dan diskusi, serta kesungguhan siswa dalam menyelesaikan tugas. Faktor internal yang memengaruhi motivasi belajar meliputi minat belajar, rasa ingin tahu, dorongan berprestasi, dan kepercayaan diri siswa. Faktor eksternal meliputi metode pembelajaran, suasana kelas, dukungan guru, dan lingkungan keluarga. Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar melalui penggunaan metode pembelajaran yang menarik, pemberian apresiasi, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar siswa merupakan hasil interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal yang saling memengaruhi dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Pemahaman Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Analisis Soal Fisika Pada Materi Kinematika Siti Aila; Nora Febiola Hutasoit; Yovika Dwi Amara; Michael Paul Dachi; Anggia Puteri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3524

Abstract

Kemampuan memahami Bahasa Indonesia merupakan salah satu faktor penting dalam prosesĀ  pembelajaran fisika di perguruan tinggi, khususnya pada materi kinematika yang menuntut kemampuan memahami konsep, menganalisis informasi, dan manafsirkan soal berbentuk naratif maupun matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman Bahasa Indonesia terhadap kemampuan analisis soal fisika pada materi kinimatika pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi fisika yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui tes pemahaman Bahasa Indonesia dan tes kemampuan analisis soal fisika materi kinimatika. Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi sederhana untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara kedua variable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pemahaman Bahasa Indonesia terhadap kemampuan analisis soal fisika.
Evaluasi Sistem Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMP Swasta Asga Mandiri Medan Muhammad Fadlan Fadillah Arif; Amelia Ardan Tambunan; Nashuha Nashuha; Ahmad Zaki
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3545

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tata kelola mutu pada sekolah swasta guna menghasilkan proses pembelajaran yang kompeten, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem pendidikan, mendeskripsikan mekanisme evaluasi proses dan hasil belajar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMP Swasta Asga Mandiri Medan. Ruang lingkup kajian ini berfokus pada komponen perencanaan, metode mengajar, penggunaan media pembelajaran, keterlibatan aktif siswa, serta sistem supervisi yang diterapkan oleh pihak sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam kepada guru mata pelajaran, observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran di kelas, serta studi dokumentasi terkait perangkat pembelajaran dan laporan hasil supervisi akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran telah diupayakan dengan baik melalui penyusunan perangkat mengajar secara periodik dan penerapan metode pembelajaran yang variatif, namun pemanfaatan media berbasis digital masih belum optimal. Evaluasi sistem pendidikan dilaksanakan melalui penilaian hasil belajar siswa secara berkala dan supervisi kelas oleh kepala sekolah sebagai dasar tindak lanjut perbaikan kinerja guru. Faktor pendukung utama dalam program ini meliputi kompetensi pedagogik guru yang memadai serta komitmen penuh dari pengelola yayasan, sedangkan faktor penghambat dominan adalah keterbatasan sarana prasarana penunjang teknologi informasi serta fluktuasi motivasi belajar siswa di kelas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadaan fasilitas digital dan pelatihan evaluasi modern secara berkelanjutan bagi tenaga pendidik.
Kajian Sistem Pendidikan Nasional dalam Menghadapi Era Sociaty 5.0 di Sekolah Menengah Pertama Cindi Amelia; Lailan Fadila; Wahyu Nurul Rosiana; Nur Aini
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pendidikan nasional Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0 pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan nasional telah berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penerapan pembelajaran berbasis digital dan implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana teknologi, kesenjangan akses internet, rendahnya kompetensi digital sebagian guru, serta literasi digital peserta didik yang belum optimal. Untuk menjawab tuntutan Era Society 5.0, diperlukan penguatan infrastruktur pendidikan, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan kurikulum yang menekankan keterampilan abad ke-21. Sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan peserta didik menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global di era digital.
Guru Masa Depan dalam Perspektif Profesi Kependidikan: Antara Tantangan Global dan Tuntutan Profesional Nurhalimah Siahaan; Hosianna Angelica Sidabutar; Raisa Anjani Asmi; Raisya Fadilla; Nayla Adinda Zahra; Muhammad Varrel Hakim
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3558

Abstract

Guru merupakan figur sentral dalam ekosistem pendidikan yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Di tengah gelombang perubahan global yang ditandai dengan revolusi industri 4.0, pandemi, serta transformasi digital yang masif, profesi guru menghadapi tantangan yang semakin kompleks sekaligus peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana guru masa depan harus merespons tantangan global tersebut melalui penguatan kompetensi profesional, adaptasi pedagogis, dan pengembangan karakter. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini menelaah berbagai kajian mutakhir mengenai kompetensi guru abad ke-21, peran teknologi dalam pembelajaran, serta dinamika kebijakan pendidikan di Indonesia dan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru masa depan dituntut tidak hanya menguasai konten keilmuan, tetapi juga mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif, empatik, dan melek digital. Penguatan identitas profesional guru menjadi kunci utama dalam menghadapi disrupsi yang terus bergulir.
Inovasi Transformasional : Pengembangan Sistem Pendidikan Islam Berbasis Teknologi Digital Di Era Industri 4.0 Yani Pajrin Pasaribu; Esa Fakhriyah Lubis; Ahmad Zaki
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3559

Abstract

Era Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan berbagai inovasi yang mampu mentransformasi sistem pendidikan Islam melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi dari jurnal, buku, serta berbagai referensi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dalam pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif, mudah diakses, dan fleksibel. Integrasi teknologi tersebut dilakukan melalui pembelajaran daring, penggunaan media interaktif, aplikasi edukasi Islami, serta sistem administrasi sekolah berbasis digital. Selain mendukung proses belajar mengajar, teknologi digital juga berperan dalam meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan kolaborasi antarpeserta didik. Namun, implementasi sistem pendidikan berbasis digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kemampuan digital sebagian pendidik, serta belum meratanya akses internet. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, sekolah, dan pendidik sangat diperlukan dalam menyediakan fasilitas, pelatihan, serta kebijakan yang mendukung transisi pendidikan Islam di era digital. Dengan adanya inovasi transformatif berbasis teknologi digital, pendidikan Islam diharapkan dapat berkembang secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasannya.