cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): Juni" : 18 Documents clear
Kajian Kuat Lekat pada Beton Ringan Memadat Sendiri Menggunakan Agregat Kasar Pecahan Genteng dengan Variasi Persentase Kadar Viscocrete Dwicahyo, Aldo; Mediyanto, Antonius; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.233 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44017

Abstract

Dewasa ini, dunia konstruksi khusunya beton mengalami banyak perkembangan, salah satu beton yang dikembangkan adalah beton ringan memadat mandiri (Light-weight Self Compacting Concrete). Beton ini merupakan beton yang terbuat dari agregast ringan alami yang mampu memadat mandiri tanpa bantuan alat penggetar (vibrator). Agregat ringan alami yaitu agregat yang diperoleh dari bahan-bahan alami seperti batu apung, skoria, atau tufa dan buatan adalah agregat yang dibuat melalui proses pemanasan bahan-bahan, seperti tanah liat, abu terang, abu sabak, dan batu lempung. Untuk meningkatkan workability pada beton ringan ini maka digunakan penambahan admixture viscocrete sehingga diharapkan beton segar mudah mengalir dan melakukan pemadatan mandiri. Dalam penelitian ini mengamati kuat lekat dan kuat tarik langsung akibat penambahan kadar viscocrete. Kadar viscocrete yang digunakan ialah 1,5% ; 1,75% ; 2% ; dan 2,25%. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat lekat adalah silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 25 cm dengan tulangan polos D10 yang tertanam hingga menembus beton sepanjang 5 cm.
Uji Lentur Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 50% Budi, Agus Setiya; Safitri, Endah; Widya Nurhayati, Surya Perdana
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.841 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45191

Abstract

Fly Ash yang merupakan sisa pembakaran batu bara memiliki ukuran butiran yang sangat halus sehingga berpotensi terhadap pencemaran udara. Dengan kehadiran air dan ukurannya yang halus, oksida silica yang dikandung di dalam fly ash akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida yang terbentuk dari proses hidrasi semen dan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan yang mengikat. Penggunaan kadar fly ash lebih besar sama dengan 50% dari total powder, serta penambahan super plasticizer agar beton mampu memadat sendiri, beton tersebut dapat disebut High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Untuk melihat perilaku beton HVFA-SCC pada komponen struktur penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% fly ash pada balok beton bertulang dan balok beton normal. Metode penelitian eksperimen menggunakan benda uji balok beton bertulang HVFA-SCC 50% dan balok beton normal dengan jumlah masing-masing 3 balok, dengan dimensi panjang 1550 mm, lebar 100 mm, dan tinggi 185 mm. Pengujian dilakukan dengan metode four point loading pada jarak 1/3 bentang. Dari hasil penelitian didapatkan balok HVFA-SCC 50% mendapatkan nilai lendutan sebesar 27,41 mm, 30 mm, dan 15,14 mm dan beban sebesar 51,5 kN, 52 kN, dan 54 kN sedangkan balok beton normal memiliki nilai lendutan maksimum sebesar 15,72 mm, 17,72 mm, dan 18,09 mm, dan beban maksimum sebesar 47,25 kN, 52 kN, dan 54,5 kN. Dengan nilai indeks kekakuan sebesar 19,706 pada saat retak dan 8,076 pada saat leleh untuk balok HVFA-SCC 50% serta 16,723 saat retak dan 7,017 pada saat leleh untuk balok beton normal.
ANALISIS KAPASITAS DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI KELURAHAN SANGKRAH, SURAKARTA Imam Nor Sholi; Raden Roro Rintis Hadiani; Endah Sitaresmi Suryandari
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.512 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44177

Abstract

Kelurahan Sangkrah berada di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Kelurahan Sangkrah dilewati oleh Sungai Pepe Hilir dan Kali Jenes. Pada bantaran sungai sering terjadi banjir dan genangan. Salah satu cara untuk upaya pengendalian banjir adalah dengan menganalisis sistem kerja  drainase di Kelurahan Sangkrah. Analisis sistem drainase dihitung dengan metode Hidrograf Satuan Sintesis Soil Conservation Service. Analisis flood routing dilakukan dengan software HEC-RAS dengan aliran unsteady flow. Dari hasil pemetaan itu didapatkan volume banjir yang diolah dengan excel. Sedangkan debit puncak saluran drainase dihitung dengan rumus manning.Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa volume banjir yang melimpah dari Sungai Pepe Hilir akibat Q5 sebesar 1943,7 m3/jam, akibat Q10 adalah sebesar 2714,1 m3/jam, akibat Q25 sebesar 3278,4 m3/jam, dan akibat Hujan dua harian maksimum adalah sebesar 8795,8 m3/jam. Drainase yang direncanakan dalam keadaan normal memiliki kapasitas tampung sebesar 1013066,96 m3/jam dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dimensi saluran drainase rencana dapat menampung volume banjir yang terjadi pada periode ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, dan hujan 2 harian.
STUDI PERBANDINGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI JALAN DR RADJIMAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 DAN PERANGKAT LUNAK PTV VISTRO Putri, Rizki Dewayani; Yulianto, Budi; Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.154 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44024

Abstract

Pada tahun 2016, di Jalan Dr. Radjiman diberlakukan jalan satu arah. Kemudian pada tahun 2018, arus di Jalan Dr Radjiman berubah dari satu arah menjadi dua arah yang menyebabkan Dishub Solo menambah rambu-rambu untuk menginformasikan kepada pengguna jalan yaitu diperlukan rambu lalu lintas dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) untuk  mengatur perilaku kendaraan saat berada di persimpangan agar konflik-konflik yang terjadi bisa dihindari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang yaitu Simpang Bhayangkara (Jalan Dr Radjiman - Jalan Bhayangkara) dan Simpang Baron (Jalan Dr. Radjiman – Jalan Dr Wahidin serta Jalan Batik Keris) berdasarkan metode MKJI 1997 dengan skenario yang dibuat, membandingkan hasil panjang antrian dari hasil analisis metode MKJI 1997 dengan data lapangan, mengetahui kinerja simpang berdasarkan metode HCM 2010 (PTV Vistro) dengan skenario yang dibuat, serta membandingkan hasil panjang antrian dari hasil analisis metode HCM 2010 (PTV Vistro) dengan data lapangan.Dari analisis metode MKJI 1997 kinerja simpang bersinyal dalam kondisi stabil untuk panjang antrian Skenario Gati 3 adalah skenario yang mendekati lapangan. Dalam HCM 2010 (PTV Vistro), kinerja simpang bersinyal dalam kondisi tidak stabil, untuk panjang antrian Skenario Gati 3 memiliki besaran nilai panjang antrian yang mendekati dengan data di lapangan. Tundaan dari MKJI 1997 dan PTV Vistro memiliki perbedaan yang signifikan. 
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA TAHAP PENGGUNAAN PERKERASAN KAKU RUAS JALAN KABUPATEN (Studi Kasus: Ruas Jalan Kabupaten Sragen) Muhammad Caesayuda Wijaya; Ary Setyawan; Fajar Sri Handayani; Florentina Pungky Pramesti
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.467 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45189

Abstract

Perkerasan jalan merupakan salah satu sarana terpenting dalam kehidupan manusia masa kini. Pada zaman dahulu sebelum ditemukannya alat transportasi yang menggunakan tenaga mesin sebagai penggeraknya, perkerasan jalan sebagai sarana transportasi masih meggunakan batu – batuan pecah maupun tanah dasar , hal tersebut dikarenakan belum ada kemajuan teknologi yang membutuhkan perkerasan jalan seperti sekarang.Fungsi utama pekerasan jalan yaitu menyebarkan beban ke tanah dasar , pada tahap penggunaan, perkerasan jalan berfungsi sebagai sarana transportasi berbagai jenis kendaraan mulai dari motor, truck ,bus maupun kendaraan berat lainnya. Perkembangan zaman dan sarana transportasi berupa jalan yang memadai berdampak pada bertumbuhnya kendaraan yang menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari sarana transportasi yang baik yaitu sebagai penopang perekonomian negara dimana dengan sarana tranportasi yang baik maka akan mempercepat serta menambah kualitas pergerakan ekonomi berupa pengiriman barang dan jasa di suatu daerah. Namun dampak negatif dari sarana transportasi yang baik menimbulkan adanya pergerakan kendaraan yang masif menimbulkan konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan sekitar. Maka dari itu diperlukan penelitian mengenai seberapa besar konsumsi energi dan emisi bahan bakar kendaraan yang di keluarkan , agar kedepannya dapat dijadikan acuan serta kontrol terhadap penggunaan jalan maupun kendaraan. Selain itu penelitian ini juga meneliti seberapa berpengaruhnya kondisi permukaan jalan terhadap kecepatan kendaraan yang beruhubungan dengan besarnya konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan dan berpengaruh terhadap besarnya konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (GRK).Pada penelitian ini mengambil sampel ruas Jalan Kabupaten Sragen yaitu ruas Jalan HOS Cokroaminoto dan ruas Jalan KH Agus Salim pada tahap operasional ( use phase ) . Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assesment (LCA) dengan metode ini akan dihasilkan berupa konsumsi energi dan emisi GRK, setelah itu untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar digunakan perasamaan melalui pedoman perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) yang dirilis oleh Balitbang PUPR untuk mengetahui konsumsi Bahan Bakar dan menggunakan pedoman didalam buku metodologi perhitungan tingkat emisi GRK yang dirilis oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang berisi database konsumsi energi dan emisi GRK setiap jenis bahan bakar untuk mengetahui besarnya konsumsi energi dan emisi GRK. Untuk mengetahui kondisi fungsional jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI).
SELERA MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PERUMAHAN DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE FUZZY-AHP Setiono Setiono; Koosdaryani Koosdaryani; Suryoto Suryoto; Nur Ulyanisa
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.995 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44178

Abstract

Keberadaan Kabupaten Sukoharjo yang merupakan daerah berkembang, dimana beberapa kegiatan perekonomian bertaraf internasional, pendidikan, layanan kesehatan dan sektor informal. Dengan kondisi demikian maka banyak para pendatang dari daerah sekitar maupun dari luar daerah yang datang dengan tujuan bekerja, sekolah, berdagang dan sebagainya. Keadaan ini di satu sisi menimbulkan masalah tempat tinggal bagi masyarakat pendatang, tetapi di sisi lain merupakan peluang pengembangan perumahan untuk menyediakan sarana hunian dengan membangun perumahan-perumahan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui selera dan faktor yang paling mempengauhi masyarakat dalam memilih perumahan di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang berupa hasil dari kuisioner kepada masyarakat terkait. Peninjauan langsung terhadap kondisi terkini masing-masing perumahan serta pengkajian terhadap masing-masing faktor terpilih. Setelah data terkumpul dilakukan penilian terhadap kriteria dan kemudian penilaian terhadap alternatif dan dilakukan pembobotan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy-AHP dengan bantuan Software Microsoft Excel 2010. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, faktor legalitas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam memilih perumahan yaitu sebesar 33,22%. Faktor yang berpengaruh kedua yaitu faktor keamanan dan kenyamanan sebesar 24,19%, kemudian faktor lokasi sebesar 21,81%, faktor kelengkapan rumah sebesar 13,58%, dan faktor persepsi harga sebesar 7,27%.
PENGARUH VARIASI ABU AMPAS TEBU DAN BUBUK CANGKANG TELUR TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH PADA TANAH BERBUTIR HALUS DENGAN INDEKS LIKUIDITAS 0,5 DAN 0,75 Diyah Naili Fauziyah; Niken Silmi Surjandari; R. Harya Dananjaya Hesti I
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.542 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44026

Abstract

Sifat tanah berbutir halus sangat dipengaruhi oleh air di dalam tanah. Pada kadar air tertentu tanah berbutir halus memiliki daya dukung rendah. Salah satu wilayah yang memiliki tanah dengan karakteristik berbutir halus adalah Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Stabilisasi tanah sangat diperlukan agar kerusakan tidak berkelanjutan dan menyebabkan kerugian. Bahan stabilisasi yang dapat digunakan adalah Abu Ampas Tebu (AAT) dan Bubuk Cangkang Telur (BCT)  yang merupakan limbah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan AAT dan BCT terhadap indeks properties tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yaitu dengan  penambahan variasi bahan tambah sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat tanah kering oven. Berdasarkan hasil penelitian, AAT dan BCT dapat merubah sifat-sifat tanah. Bahan tambah dapat meningkatkan jumlah butiran lolos saringan nomor 200, menurunkan nilai batas cair tanah dan indeks plastisitas optimum pada kadar 10%. Penurunan nilai batas cair sebesar 77,25% pada AAT dan  95,83% pada BCT sedangkan nilai indeks plastisitas sebesar 40,25% pada AAT dan 44,8% pada BCT.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PERUMAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (F-AHP) DI KABUPATEN KARANGANYAR Muhammad Rizan Adam; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44019

Abstract

Perkembangan masyarakat yang berlangsung secara pesat memicu bertambahnya jumlah kebutuhan tempat tinggal terutama perumahan yang biasanya terjadi di daerah perkotaan. Semakin banyak kebutuhan akan perumahan, membuat para pengembang (developer) mulai mengembangkan proyek-proyeknya dengan menawarkan berbagai fasilitas yang diharapkan dapat membantu dan menguntungkan para pembeli rumah. Sebelum membangun perumahan, tentu developer akan mengkaji hal-hal yang dapat mendatangkan keuntungan terbesar. Dengan demikian, developer akan menyediakan berbagai fasilitas pada perumahan untuk menarik minat para pembeli. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait preferensi atau selera masyarakat dalam memilih perumahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dengan pengisian kuisioner oleh masyarakat dan pengolahan data menggunakan program software Microsoft Excel 2016. Sementara hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keamanan dan kenyaman mendapatkan bobot nilai terbesar dan merupakan faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH NATURAL SAND PASIR PANTAI DAN PASIR GUNUNG Arif Budiarto; Djoko Sarwono; Ashief Krisna Hartono
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.835 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45188

Abstract

Natural sand (pasir alam) adalah  pasir yang diperoleh langsung dari alam dan dapat langsung digunakan  sebagai bahan konstruksi tanpa perlu pengolahan terlebih dahulu. Pasir alam dapat berupa  pasir gunung, pasir sungai, dan pasir pantai. Di beberapa daerah khususnya di daerah pesisir untuk memperoleh pasir alam lebih mudah daripada pada pasir atau agregat halus dari pengayakan batu pecah, karena untuk memperolehnya tidak perlu ada proses pemecahan batu terlebih dahulu. Cukup diayak  untuk mendapatkan ukuran yang di inginkan. Jika ditinjau dari segi biaya penggunaan pasir alam tentu lebih murah daripada agregat halus hasil pemecahan batu, karena tidak diperlukan biaya tambahan untuk pemecahan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan antara penggunaan pasir alam berupa pasir pantai dan pasir gunung dalam campuran Ashpalt Concrete-Wearing course, ditinjau dari karakteristik Marshall,.Perbandingan  penggunaan pasir gunung dan pasir pantai pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course menyebabkan penurunan nilai VIM sebesar 0,591%, nilai VMA sebesar 0,104%, akan tetapi mengakibatkan kenaikan nilai VFB sebesar 3,104% dan nilai Flow sebesar 0,28%.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO PROYEK PADA MASA KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT 4-40 LANTAI DI JABOTABEK TERHADAP RUANG LINGKUP, JADWAL, DAN SUMBER DAYA PROYEK Luther Gustavo Liwoso; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.934 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45194

Abstract

Proyek konstruksi selalu memiliki hubungan dengan risiko atau hambatan pada masa konstruksi. Risiko-risiko tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sehingga variabel risiko sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, perencanaan manajemen risiko dibutuhkan guna mencapai sasaran proyek yang meliputi ruang lingkup, jadwal, dan sumber daya proyek. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Mengetahui variabel-variabel risiko yang berdampak negatif dan berpengaruh terhadap sasaran proyek, (2) Mengetahui hasil analisis variabel-variabel risiko yang telah diidentifikasi, serta (3) Mengetahui bagaimana penanganan yang dilakukan oleh kontraktor dalam mengatasi variabel-variabel risiko yang telah dianalisis. Strategi penelitian dilakukan dengan cara survey dimana instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara terhadap 38 orang responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis frekuensi, analisis ranking, dan analisis level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Diperoleh 50 jenis variabel risiko yang memberikan dampak negatif dimana 20 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap jadwal proyek, 14 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap sumber daya proyek, dan 16 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap ruang lingkup proyek, (2) Diperoleh 6 risiko utama proyek, yaitu X31 Demam Penyakit Selama Pelaksanaan Proyek Menimpa Sebagian Besar Tenaga Kerja, X43 Struktur Kompleks Didisain Terpisah (Precast) namun Proses Integrasi Gagal untuk Diterapkan, X42 Robohnya Struktur di Tengah Pelaksanaan Konstruksi, X46 Dibutuhkan Pekerjaan dan Pengujian Ulang untuk Memperbaiki Hasil Pekerjaan yang Salah, X20 Buruh Melakukan Mogok Bekerja, dan X21 Proyek yang Terlambat Membuat Budget Bertambah, serta (3) Diperoleh penanganan risiko yang dapat dilakukan kontraktor terhadap variabel-variabel risiko yang telah dianalisis dimana 7 penanganan terhadap risiko ruang lingkup proyek, 4 penanganan terhadap risiko jadwal proyek, dan 4 penanganan terhadap risiko sumber daya proyek.

Page 1 of 2 | Total Record : 18