cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH LUBANG RESAPAN BIOPORI PADA TANAH BERPENUTUP RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum Purpureum Schumach. 1827) TERHADAP REDUKSI LIMPASAN PERMUKAAN Kurniawan, Rizki Putro; Qomariyah, Siti; Sobriyah, Sobriyah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.581 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37212

Abstract

Perubahan tata guna lahan sebagai akibat dari pertambahan jumlah penduduk yang pesat menyebabkan banyak masalah lingkungan, salah satunya adalah banjir. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pembuatan lubang resapan biopori yang merupakan fasilitas resapan air yang digunakan untuk mengatasi banjir dengan cara mempercepat peresapan air ke dalam tanah. Pengaruh lubang resapan biopori pada berbagai tipe penutup tanah belum banyak dibahas sehingga sangat menarik untuk diteliti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian dilakukan pada area yang terletak di depan gedung 5 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 1 lubang, 2 lubang, dan 3 lubang resapan biopori berdiameter 15 cm dan kedalaman 100 cm yang dibuat pada lahan berpenutup rumput gajah mini (Pennisetum purpureum Schumach. 1827). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lubang resapan biopori akan berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah lubang dan debit masukan (inflow). Dengan inflow sebesar 0,1400 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0412 liter/detik atau 29,4286 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0434 liter/detik atau 31,0000 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0458 liter/detik atau 32,7143 %. Dengan inflow sebesar 0,1658 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0586 liter/detik atau 35,3438 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0663 liter/detik atau 39,9879 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0665 liter/detik atau 40,1086 %. Dengan inflow sebesar 0,2926 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1148 liter/detik atau 39,2344 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1208 liter/detik atau 41,2850 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1349 liter/detik atau 46,1039 %. Nilai C (koefisien limpasan) pada rumput gajah mini (Pennisetum purpureum Schumach. 1827) sebesar 0,2423; 0,3714; dan 0,5243 pada kondisi tanah dengan kadar air sebesar 47,68 %; 63,32 %; dan 76,92 %.
PENGARUH KEDALAMAN DRAINASE VERTIKAL SATU ARAH MENGGUNAKAN KOLOM PASIR TERHADAP KECEPATAN PENURUNAN DAN PERUBAHAN KADAR AIR TANAH LUNAK Baggus Prastyo; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya Hesti I
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.627 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36598

Abstract

Pembangunan konstruksi suatu struktur harus mempertimbangkan sifat-sifat tanah sebelum mendirikan bangunan tersebut, dikarenakan tidak semua jenis tanah memiliki sifat yang baik. Permasalahan konstruksi suatu struktur akibat tanah lunak terjadi pada tanah timbunan. Penelitian ditujukan untuk melihat perilaku penambahan kolom pasir sebagai drainase vertikal pada tanah lunak yang dilihat dari besar penurunan secara akumulatif dalam durasi selama 21 hari dengan kolom kelompok dengan variasi rasio kedalaman. Pengujian dilakukan dengan pemberian beban sebesar 40 kg pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cv pada drainase vertikal rasio kedalaman 5/6 adalah 0,14 cm2/detik dan untuk rasio kedalaman 1/2 adalah 0,16 cm2/detik, dan nilai Cc untuk kedua pemodelan adalah 0,42 dan 0,40. Kecepatan penurunan drainase vertikal kedalaman rasio 5/6 19,78% lebih cepat.
ANALISIS ARUS BALIK AIR PADA SALURAN DRAINASE PRIMER NGESTIHARJO DAN KARANGWUNI KABUPATEN KULON PROGO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHAPAN LANGSUNG Wibisono, Chandra; Muttaqien, Adi Yusuf; Hadiani, Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.625 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37111

Abstract

Sungai merupakan tempat aliran air besar dan memanjang yang mengalir secara terus menerus dari hulu ke hilir yang dapat dimanfaatkan makhluk hidup. Sungai dapat berfungsi dengan baik apabila dalam keadaan stabil. Apabila keadaan sungai tidak terpelihara dan tidak ada penanganan khusus, sungai dapat menimbulkan bencana banjir yang dapat merugikan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencegah terjadinya banjir dengan cara mengetahui profil muka air permukaan saluran drainase dan arus balik air. Profil muka air yang diketahui dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perbaikan dan pengaturan tata ruang saluran serta pertimbangan untuk pembangunan bangunan air akibat dari meluapnya air melebihi tanggul yang ada. Penelitian ini dilakukan pada dua saluran drainase primer di daerah Wates yaitu saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni, yang selalu terancam bahaya banjir akibat dari pertemuan di muara saluran dengan sungai Serang. Analisis profil muka air saluran akan dilakukan dengan menggunakan metode tahapan langsung dan program Hydrolic Engineering Center - River Analysis System (HEC-RAS). Debit yang digunakan dalam perhitungan adalah debit maksimum yang terjadi di saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni, dimana perhitungannya diambil dari data hujan antara tahun 2004-2013. Saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni termasuk pada penggolongan pola aliran permukaan landai / profil M (Mild) karena kemiringan dasar saluran lebih besar dari kemiringan kritis. Nilai yn maksimum pada saluran drainase Ngestiharjo terjadi pada bulan Desember yaitu 2,174 m, dengan nilai yc lebih kecil yaitu 1,436 m. Sedangkan nilai yn maksimum pada saluran drainase Karangwuni juga terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 2,107 m, dengan nilai yc lebih kecil yaitu 1,453 m. Pola aliran ini terjadi dikarenakan pada hilir saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni terendam dalam Sungai Serang yang pada bulan tertentu kedalaman airnya lebih besar. Hasil perhitungan arus balik air menunjukan bahwa arus balik air terbesar pada saluran drainase Ngestiharjo terjadi pada bulan Januari dengan panjang 1347 m. Sedangkan pada saluran drainase Karangwuni, arus balik air terbesar juga terjadi pada bulan Agustus dengan panjang 1034,32 m. Berdasarkan hasil analisis dengan program HEC-RAS, dapat dilihat bahwa profil muka air yang terjadi lebih tinggi dibandingkan tanggul di sekitar. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pintu Klep pada titik pertemuan antara saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni dengan sungai Serang dan perbaikan tanggul di sepanjang saluran, sehingga banjir akibat arus balik air atau akibat dari bertambahnya kedalaman air normal saluran yang terjadi pada saat musim hujan dapat dihindari.
ANALISIS VARIASI WAKTU KEBERANGKATAN KENDARAAN DAN ARUS JENUH DASAR PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN METODE TIME SLICE (STUDI KASUS : SIMPANG BERSINYAL DI RUAS JALAN KAPTEN MULYADI, SOLO) Ahmad Fauzi Arief; Amirotul M.H. Mahmudah; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.517 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41528

Abstract

Jalan Kapten Mulyadi merupakan salah satu jalan kolektor primer di kota Solo. Selain menjadi salah satu jalur penghubung keluar masuknya kendaraan dari Sukoharjo dan Wonogiri ke kota Solo, sepanjang ruas jalan ini juga merupakan kawasan perdagangan, sehingga pada saat-saat tertentu kondisi jalan ini terbilang cukup padat. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan juga berpengaruh pada semakin tingginya arus lalu lintas dan juga konflik yang ditimbulkan, khususnya di persimpangan jalan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui waktu keberangkatan kendaraan dan arus jenuh dasar pada pendekat simpang bersinyal di sepanjang ruas jalan ini. Pada penelitian ini, data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan berupa data geometrik simpang, fase dan durasi sinyal, serta data arus lalu lintas. Sedangkan untuk data sekunder yang digunakan yaitu berupa jumlah penduduk dan peta jaringan jalan. Waktu keberangkatan diketahui dengan menggunakan analisis statistik sederhana berupa perhitungan rata-rata semua siklus tiap pendekat, sedangkan arus jenuh dasar diperoleh dengan menggunakan metode time slice. Hasil yang diperoleh yaitu pada jam tidak puncak (06.30-08.30 WIB), rata-rata kendaraan di 3 dari 4 pendekat berangkat sebelum lampu hijau menyala (lebih cepat), sedangkan pada jam puncak (10.00-12.00 WIB), rata-rata kendaraan di 4 pendekat berangkat setelah lampu hijau menyala (lebih lambat). Untuk arus jenuh dasar, hasil yang diperoleh pada jam tidak puncak (06.30-08.30 WIB) maupun jam puncak (10.00-12.00 WIB), semua pendekat simpang yang diteliti memiliki nilai arus jenuh dasar per meter lebih besar dari nilai arus jenuh dasar per meter yang ada pada MKJI 1997 (600 smp/jam/m), kecuali pada pendekat selatan simpang Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Untung Suropati pada jam tidak puncak (06.30-08.30 WIB), yang memiliki nilai arus jenuh dasar per meter lebih kecil yaitu sebesar 538,9202 smp/jam/m.
Kajian Serapan pada Beton Ringan Memadat Mandiri Menggunakan Agregat Kasar Pecahan Genteng dengan Variasi Kadar Viscocrete Bimo Yoga Pratama; Antonius Mediyanto; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.438 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i1.49282

Abstract

Teknologi beton selalu mengalami perkembangan yang lebih dinamis, beton ringan memadat mandiri (Light-weight Self Compacting Concrete) adalah salah satu beton yang dikembangkan. Beton ini terbuat dari agregat ringan yang dalam proses pemadatannya tidak membutuhkan alat penggetar (vibrator). Agregat ringan alami yaitu agregat yang diperoleh dari bahan-bahan alami seperti batu apung, skoria, atau tufa dan agregat buatan adalah agregat yang dibuat melalui peroses pemanasan seperti tanah liat, abut terang, abu sabak, dan batu lempung. Untuk meningkatkan workability pada beton ringan ini, maka digunakan penambahan superplasticizer jenis viscocrete sehingga diharapkan beton segar mudah mengalir dan melakukan pemadatan mandiri. Dalam penelitian ini mengamati serapan akibat penambahan kadar viscocrete. Kadar viscocrete yang digunakan ialah 1,5%; 1,75%; 2%; dan 2,25%. Benda uji yang digunakan untuk pengujian serapan adalah silinder berukuran diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm.
ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT BEBAN HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN DAN BEBAN LALU LINTAS (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri) Kalimanto, Demarda; Surjandari, Niken Silmi; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.468 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36999

Abstract

Kabupaten Wonogiri jika ditinjau dari pemetaan tanah merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi longsor tinggi dikarenakan memiliki kenampakan tanah berbentuk lereng dan perbukitan. Kemiringan tanah, curah hujan dan infrastruktur diatas tanah menyebabkan beban semakin berat sehingga meningkatkan potensi terjadi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan harian maksimum bulanan dan beban lalu lintas terhadap stabilitas lereng di Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Data beban lalu lintas didasarkan pada kriteria jalan. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan asli lereng yaitu 42°. Perhitungan infiltrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah menggunakan metode Green-Ampt. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode finite element. Hasil analisis stabilitas lereng dengan kondisi sebelum hujan dan setelah hujan terjadi penurunan. Penurunan nilai faktor keamanan diakibatkan adanya hujan, beban diatas lereng, dan kemiringan lereng. Pada kemiringan 60° menunjukkan nilai faktor keamanan (SF) dibawah SF kritis sebesar 1,25 sehingga lereng dengan kemiringan sudut 60° memiliki potensi untuk tanah longsor.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA PERSIMPANGAN JALAN DAN JALAN REL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISA HEADWAY (STUDI KASUS PERLINTASAN KERETA PURWOSARI JL. SLAMET RIYADI SURAKARTA) Agus Sumarsono; Amirotul MH Mahmudah; Ika Noviyanti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.036 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36905

Abstract

Pertemuan antara jalan dengan jalan rel menyebabkan terjadinya antrian dan tundaan. Penelitian ini berlokasi di persilangan KA Purwosari Jl. Slamet Riyadi Surakarta pada lajur luar arah arus lalu lintas dari barat ke timur. Akibat adanya persilangan ini menyebabkan arus lalu lintas menjadi terganggu dan juga terbentuknya gelombang kejut (Shock Wave). Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai emp dengan metode rasio headway dan menganalisis gelombang kejut berdasarkan nilai emp kendaraan yang didapatkan dari metode rasio headway . Penelitian ini dilakukan pada hari rabu dengan periode pengambilan data pagi (jam 06.00-09.00), siang (jam 11.00-13.30) dan sore (jam15.30-18.00). Perhitungan berdasarkan model linier Greenshields. Berdasarkan analisis didapatkan nilai emp untuk sepeda motor (MC) 0,42 sementara untuk kendaraan besar (HV) 1,34. Pada perhitungan diperoleh nilai selombang kejut terbesar ?ab=4,745 km/jam, ?cb= 10,641 km/jam, dan ?ac=6,977 km/jam dengan tundaan Q= 0.264 km dan waktu penormalan T= 3,76 menit untuk lajur luar. Sedangkan perhitungan untuk lajur dalam diperoleh ?ab=2,732 km/jam, ?cb= 12,201 km/jam, dan ?ac=11,771 km/jam dengan tundaan Q= 0.274 km dan waktu penormalan T= 2,74 menit untuk lajur dalam.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U" JARAK TAKIKAN 5 CM Adil Budi Sanjaya; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.742 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37223

Abstract

Kuat lekat tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" dengan jarak takikan 5 cm terhadap tulangan baja bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulangan bambu sebagai bahan alternatif pengganti tulangan baja pada beton bertulang. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja dan bambu Ori. Tulangan bambu yang digunakan ada 4 variasi, yaitu bambu Ori bertakikan sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm dan bambu Ori bertakikan tidak sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 5 cm . Kemudian nilai kuat lekat tulangan bambu Ori hasilnya dibandingkan dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai kuat lekat rerata tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,07305 MPa dan 0,08477 MPa. Nilai kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" tidak sejajar 1 cm dan 2 cm dengan jarak 5 cm berturut-turut adalah 0,06504 MPa dan 0,05794 MPa. Rerata nilai kuat lekat semua variasi tulangan bambu Ori adalah 0,06682 MPa. Nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,5483 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu Ori 0,116 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm.
PENGARUH KOLOM KARBIT SEBAGAI PERBAIKAN TANAH DASAR EKSPANSIF DENGAN PENGALIRAN DARI TANAH KE KOLOM Alpiyan Mayhutomo; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.871 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36609

Abstract

Tahap pembangunan perlu memperhatikan banyak hal mengenai jenis tanah di lapangan. Tanah dasar yang bersifat ekspansif memiliki banyak permasalahan, antara lain:.memiliki daya dukung yang sangat rendah, kekakuannya menurun drastis pada kondisi basah, retak-retak pada kondisi kering dan akan mengembang pada kondisi basah. Gagasan menggunakan kolom karbit sebagai material dan metode alternatif perbaikan tanah ekspansif untuk mengatasi permasalahan pencampuran di lapangan. Penelitian ditujukan untuk mengetahui perilaku penambahan kolom karbit pada tanah ekspansif terhadap nilai swelling, kuat tekan bebas, konsistensi tanah, dan persebaran tanah melalui uji XRF. Penelitian dilakukan selama 20 hari. Kolom karbit yang digunakan berjumlah 7 kolom dengan diameter (D) 5 cm, tinggi tanah (H) 30 cm, kedalaman kolom 2/3 x H, dan jarak antar kolom 1,75 x D. Pemodelan tanpa kolom karbit juga digunakan sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom karbit mampu mereduksi nilai swelling sebesar 2,49 % pada area terdekat dari pengaliran (area 1) dan 2,81 % pada area terjauh dari pengaliran (area 4). Nilai kuat tekan bebas mengalami peningkatan sebesar 33,07 % pada area terjauh dari pengaliran (area 3) dan 19,93 % pada area terdekat dari pengaliran (area 1). Nilai konsistensi tanah melalui uji Atterberg limit mengalami reduksi nilai batas cair dan indeks plastisitas masing-masing sebesar 5,79 % dan 11,08 %, namun mengalami peningkatan nilai batas cair sebesar 5,29 %. Nilai mineral montmorilonitte tanah mengalami penurunan sebesar 37,6 % dan nilai mineral karbit (CaO) mengalami peningkatan sebesar 44,24 %. Penambahan kolom karbit mampu memperbaiki sifat ekspasifitas tanah.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL DENGAN TAKIKAN SEJAJAR TIPE U LEBAR 10 DAN 20 MM PADA TIAP JARAK 15 MM Nugroho, I Sapto Agung; Budi, Agus Setiya; Rismunarsi, Endang
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.203 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37122

Abstract

Bambu merupakan bahan organik yang bisa digunakan untuk menjadi alternatif pengganti tulangan pada struktur sederhana beton bertulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung dengan takikan sejajar tipe U dengan lebar takikan 10 mm dan 20 mm pada tiap jarak 150 mm. Pengujian agregat halus, agregat kasar dan pengujian karakteristik bambu digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Nilai kuat lentur analisis hasil pengujian laboratorium adalah 11,2654 N/mm2 untuk takikan 1 mm dan 14,6303N/mm2 untuk takikan 20 mm.