cover
Contact Name
Dian Hidayatullah
Contact Email
dian@umb.ac.id
Phone
+6282374043888
Journal Mail Official
agribis@umb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jl. Bali, PO Box 118, Bengkulu 38119
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agribis
ISSN : 20867956     EISSN : 26155494     DOI : 10.36085/agribis.v15i1
Jurnal Agribisnis adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian secara reguler setiap 2 bulan sekali Januari dan Juli untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi Jurnal Agribis adalah bidang agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh Jurnal Agribis terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar
Articles 115 Documents
DETERMINASI KEPUTUSAN PETANI IKAN DALAM KEMITRAAN AGRIBISNIS DENGAN UD. MAJU BERSAMA DI DESA SUKA NEGERI KECAMATAN AIR NIPIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN : Determinants of Fish Farmers’ Decision-Making in Agribusiness Partnership With UD. Maju Bersama in Suka Negeri Village Air Nipis District South Bengkulu Regency Depri Wiraguna; Herri Fariadi Fari; Evi Andriani
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9848

Abstract

Desa Suka Negeri, termasuk salah satu wilayah penghasil perikanan terbesar di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagian petani ikan menjalin kemitraan dengan UD. Maju Bersama, yang menyediakan modal usaha, benih, peralatan, dan bahan budidaya ikan nila, sekaligus menampung hasil panen mereka. Berbagai faktor kemudian memengaruhi keputusan para petani untuk bermitra dengan UD. Maju Bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keputusan petani ikan dalam kemitraan agribisnis serta menganalisis faktor-faktor yang menentukan keputusan mereka untuk bekerja sama dengan UD. Maju Bersama dalam usaha pembesaran ikan nila di Desa Suka Negeri, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani ikan dalam kemitraan agribisnis berada pada kategori tinggi, dengan skor 35,63. Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi keputusan petani untuk bermitra meliputi harga jual ikan (X₁), harga pakan (X₂), akses terhadap kredit (X₃), dan tingkat kepercayaan (X₅). Sementara itu, akses terhadap benih (X₄) tidak memiliki pengaruh signifikan, yang menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas tersebut bukanlah pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan kemitraan. Kata kunci: kemitraan agribisnis, keputusan petani ikan
PERILAKU DAN SELERA KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OLAHAN PERIKANAN ABON IKAN DUNGUN PADA UMKM PUSPA BAHARI BENGKULU: Consumer Behavior and Preferences Toward Purchasing Decisions of Processed Fishery Products Dungun Fish Floss at Puspa Bahari Bengkulu MSME Rio Arisman Hidayat Rio; Herri Fariadi; Ana Nurmalia
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9849

Abstract

Perkembangan pola hidup masyarakat saat ini yang semakin mengutamakan kepraktisan, kebersihan, dan kemudahan konsumsi telah mendorong pertumbuhan industri produk olahan perikanan, salah satunya abon ikan dungun yang diproduksi oleh UMKM Puspa Bahari Bengkulu. Dalam proses pengambilan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya perilaku konsumen dan selera konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat perilaku konsumen, tingkat selera konsumen, serta menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut terhadap keputusan pembelian abon ikan dungun pada UMKM Puspa Bahari Bengkulu di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumen berada pada skor 33,33 yang termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan tingkat selera konsumen mencapai skor 33,70 dan tergolong dalam kategori sangat suka. Selain itu, hasil uji parsial memperlihatkan bahwa variabel perilaku konsumen memiliki nilai t-hitung sebesar 6,721 dengan p-value 0,000, dan variabel selera konsumen memiliki nilai t-hitung sebesar 5,347 dengan p-value 0,000, yang seluruhnya lebih besar dari nilai t-tabel 2,00 pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian abon ikan dungun pada UMKM Puspa Bahari Bengkulu.
RESPON EKONOMI DAN STRATEGI COPING NELAYAN TANGKAP DALAM MENGHADAPI FLUKTUASI HARGA IKAN LAUT DI DESA PADANG BAKUNG KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS KABUPATEN SELUMA: Economic Responses and Coping Strategies of Capture Fishermen in Facing Marine Fish Price Fluctuations in Padang Bakung Village, Semidang Alas Maras Subdistrict, Seluma Regency Dandy Anugrah Pramana Dandy; Herri Fariadi; Evi Andriani
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9851

Abstract

Data statistik harga ikan laut di Kabupaten Seluma menunjukkan adanya fluktuasi harga tahunan yang dipengaruhi oleh musim penangkapan, kondisi cuaca, tingginya biaya operasional melaut, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon ekonomi utama yang dirasakan nelayan tangkap akibat fluktuasi harga ikan laut serta mengkaji strategi coping yang diterapkan dalam menghadapinya di Desa Padang Bakung Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan tiga kategori penilaian, yaitu tidak, iya, dan tidak relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga ikan laut memunculkan respon ekonomi berupa tingginya ketergantungan pada tengkulak dan pengepul (96,77%), penurunan daya beli nelayan (95,16%), kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga (87,10%), ketidakstabilan pendapatan (72,58%), penurunan motivasi dan aktivitas melaut (62,90%), tekanan psikologis (58,06%), serta konflik antar nelayan yang relatif rendah (11,29%). Strategi coping yang dilakukan nelayan tangkap meliputi pengaturan pengeluaran rumah tangga (83,87%), keterlibatan istri dalam pengelolaan ekonomi keluarga (80,65%), peminjaman dana kepada tengkulak, koperasi, atau kerabat (77,42%), diversifikasi pekerjaan (72,58%), pengurangan frekuensi melaut (53,23%), gotong royong antar nelayan (45,16%), pemasaran ke luar daerah (33,87%), dan penyimpanan sementara hasil tangkapan melalui pendinginan atau penjemuran (27,42%).
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAKAO DI DESA TAKATUNGA 1 KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA: Strategy For Developing Cocoa Farming Business In Takatunga 1 Village, South Golewa Sub-District, Ngada Regency Victoria Ayu Puspita; Maria Natalia Bupu; Victoria Coo Lea
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9870

Abstract

Cocoa farming is one of the main sources of livelihood for the people of Takatunga 1 Village, South Golewa District, Ngada Regency. However, its development still faces several challenges such as limited capital, pest and disease attacks, and price fluctuations that affect farmers' income. This study aims to identify the internal and external factors that influence cocoa farming and to formulate strategies for its development in Takatunga 1 Village, South Golewa District, Ngada Regency. The research method uses a descriptive approach with SWOT analysis through the formation of IFAS, EFAS, IE matrices, and SWOT matrix analysis. The results of the study indicate that internal factors include strengths such as good quality cocoa beans, sufficient land area, and farmers' experience in cocoa cultivation, while the main weaknesses are pest and disease attacks, limited capital, and low knowledge of cultivation technology. External factors consists of opportunities in the form of high market demand and government support, while threats come from cocoa price fluctuations and market competition. The IE matrix analysis places the position of the cocoa farming business in Takatunga 1 Village in quadrant II (grow and build), so the appropriate SO strategy is an intensive strategy through market penetration and product development. Thus, the development of cocoa farming can be directed towards improving product quality, expanding market access through cooperation with cooperatives or buyers from other regions, and increasing farmer capacity through counseling and training.
PENDAPATAN USAHA KOPRA DI KECAMATAN SIPORA SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI: Income From Copra Business In South Sipora District, Mentawai Islands Regency Alvindo Dermawan; Fransiskus Saroro; Syahrial; Muhammad Febriansyah Ibrahim
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9876

Abstract

The most valuable portion of the coconut is its fruit since it can be used to make a variety of process good, including coconut sugar, oil, and white, hard coconut flesh, which may then be dried to produce a product with a respectable market value. This study set out to identify the features, profitability, and viability of copra enterprises in the Sipora Selataran District, as well as the traits of the copra business actors operating there.This study employed both qualitative and quantitative descriptive analysis. To choose respondents from the complete population, the Slovin technique was utilized, yielding a total of 26 respondents. The data analysis techniques employed include descriptive qualitative analysis, TKLK and TKDK cost analysis, copra business revenue, profit, R/C, B/C, and BEP analysis, which includes fixed and variable expenses as well as equipment depreciation costs. Among the traits of the copra industry actors in Sipora Selatan District are gender, age, experience, number of family dependents, land area, and education. Copra business actors in the South Sipora District make Rp. The BEP price is Rp 2,836.98, BEP production is 10,593 kg, and the B/C ratio of the copra company in South Sipora District is 2.54
ANALISIS POLA KEMITRAAN GADUHAN DAN PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA TAMAN CARI KECAMATAN PURBOLINGGO: Analysis of Gaduhan Partnership Patterns and Prospects For Developing Beef Cattle Breeding Business in Taman Cari Village Purbolinggo Distric Novia Ambar Sari
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9909

Abstract

Sistem gaduhan merupakan bentuk kearifan lokal dalam usaha peternakan yang mengintegrasikan modal sosial dan ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme bagi hasil pada sistem gaduhan dan mengidentifikasi faktor pengembangan usaha ternak sapi di Desa Taman Cari, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik modal dan peternak penyakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian bagi hasil di Desa Taman Cari didasarkan pada hukum kebiasaan dan asas kepercayaan (trust) tanpa kontrak tertulis. Kerja sama ini diprioritaskan pada hubungan kekeluargaan sebagai upaya pemeliharaan hubungan sosial. Terdapat dua model bagi hasil utama: sistem penjualan hasil ternak (60%) dan sistem bagi anak (40%). Dalam model penjualan, keuntungan bersih setelah dikurangi modal awal dibagi dua antara pemodal dan peternak (maro). Mitigasi risiko, seperti kematian ternak akibat penyakit, dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan di mana kerugian ditanggung bersama atau dianggap sebagai musibah. Pengembangan usaha ternak di lokasi penelitian didukung oleh lima pilar utama: kemudahan akses bibit melalui kolaborasi pemodal dan pihak swasta (PT), ketersediaan pakan hijauan yang melimpah, pengalaman peternak yang diperoleh secara turun-temurun, ketersediaan modal, serta penerapan sistem pertanian terpadu. Pemanfaatan limbah pertanian (pohon jagung, padi dan singkong) sebagai pakan serta pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik menjadi keunggulan kompetitif dalam menekan biaya operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem gaduhan efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis ekonomi kerakyatan di pedesaan.
ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT Widya Fitriana; Zikhrie Arpen Zubir; Dwi Evaliza
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10096

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi dan penurunan produksi jagung hibrida dari tahun ke tahun di Kecamatan Sitiung. Kondisi tersebut terkait penerapan teknik budidaya yang belum sepenuhnya sesuai anjuran, sehingga produksi, pendapatan, dan keuntungan belum optimal. Populasi penelitian mencakup 106 petani jagung hibrida yang tersebar pada 7 kelompok tani; sebanyak 48 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara berbasis kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif menggunakan rumus analisis usahatani (penerimaan, biaya, pendapatan, keuntungan, dan R/C). Hasil penelitian menunjukkan praktik budidaya secara umum belum sepenuhnya mengikuti kaidah literatur. Rata-rata pendapatan mencapai Rp. 10.963.699,47/Ha/MT, dengan keuntungan Rp. 8.169.766,04/Ha/MT. Nilai R/C ratio = 1,4 menegaskan bahwa usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, menguntungkan dan layak diusahakan. Petani disarankan mengikuti GAP dan memanfaatkan teknologi agar pendapatan meningkat, serta pemerintah perlu juga mendukung adopsi teknologi tersebut melalui bantuan dan pelatihan.
ADOPSI SISTEM JAJAR LEGOWO PADA USAHATANI JAGUNG: FAKTOR PENENTU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI Endang Lastinawati; Tiara Priscilia Putri Henta Tjika; Windi Lestari; Septianita; Chuzaimah
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10175

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing corn farmers' decisions to adopt the Jajar Legowo planting system and to compare the income levels between adopters and conventional farmers in Gemiung Village, Buana Pemaca District, South OKU Regency. The research method employed a survey with proportional stratified simple random sampling of 42 respondents. Data were analyzed using the Logistic Regression Model (Logit) and the Independent Sample t-Test. The regression results indicated that land area, education, and income significantly influenced farmers' adoption decisions (Sig < 0.05) with a Nagelkerke R Square value of 0.880. A unique finding showed that land area had a negative effect, suggesting that intensification is more preferred by small-scale farmers. Economically, the Jajar Legowo system yielded higher production (19,200 kg) compared to the conventional system (16,882 kg). This resulted in a net income of IDR 63,632,330 for the Jajar Legowo system, which was significantly higher than the conventional system's income of IDR 52,194,648 (p < 0.05). The economic efficiency of Jajar Legowo was also superior, with an R/C ratio of 2.97. This study recommends the need for intensive technical assistance for large-scale farmers to promote equitable technology adoption.
FASILITASI PERDAGANGAN DAN EKSPOR LADA INDONESIA DI NEGARA TUJUAN UTAMA: PENDEKATAN GRAVITY MODEL Adinda Tania Wijaya; Sri Widayanti; Dita Atasa
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10380

Abstract

Kinerja ekspor lada Indonesia sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan masih menghadapi berbagai kendala, terutama berkaitan dengan kualitas fasilitasi perdagangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya efisiensi logistik, dan lemahnya tata kelola institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitasi perdagangan terhadap ekspor lada Indonesia ke negara tujuan utama. Metode yang digunakan adalah model gravitasi dengan pendekatan data panel untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel GDP Indonesia, GDP negara tujuan utama, jarak ekonomi, dan indeks persepsi korupsi berpengaruh signifikan terhadap ekspor lada Indonesia. Sebaliknya, variabel indeks kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi serta indeks kompetensi dan kualitas logistik tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor lada. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan kelembagaan memiliki peran penting dalam menentukan kinerja ekspor lada Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikkan tata kelola, peningkatan efisiensi logistik, serta penguatan infrastruktur perdagangan untuk meningkatan kinerja ekspor lada Indonesia.
TRANSFORMASI AGRIBISNIS KOPI ROBUSTA BERKELANJUTAN MELALUI PENDEKATAN SWOT–TLBMC Dina Kartika Sari; Arief Joko Saputro; annisa Firdauzi
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10439

Abstract

Penelitian ini mengintegrasikan analisis SWOT dengan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC) untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis kopi robusta berbasis ekonomi sirkular di CV Agroniaga Indonesia Sejahtera. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, serta laporan perusahaan. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, kemudian dipetakan dalam TLBMC yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil Internal Factor Evaluation (IFE) dengan skor 4,14 dan External Factor Evaluation (EFE) dengan skor 4,22 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi strategis untuk memaksimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Strategi yang dihasilkan meliputi diversifikasi produk pascapanen, penguatan pemasaran digital, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan kapasitas SDM serta tata kelola kolaborasi multipihak. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi SWOT–TLBMC mampu mendukung pengembangan model bisnis kopi robusta yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.

Page 11 of 12 | Total Record : 115