cover
Contact Name
Dian Hidayatullah
Contact Email
dian@umb.ac.id
Phone
+6282374043888
Journal Mail Official
agribis@umb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jl. Bali, PO Box 118, Bengkulu 38119
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agribis
ISSN : 20867956     EISSN : 26155494     DOI : 10.36085/agribis.v15i1
Jurnal Agribisnis adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian secara reguler setiap 2 bulan sekali Januari dan Juli untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi Jurnal Agribis adalah bidang agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh Jurnal Agribis terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar
Articles 96 Documents
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP IKAN LELE DENGAN PENDEKATAN MULTI ATRIBUT FISHBEIN Anggun Oktaviana; Elni Mutmainnah; Novitri Kurniati
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.6102

Abstract

Salah satu upaya memenuhi kebutuhan protein pada tubuh manusia adalah dengan mengkonsumsi ikan. Ikan Lele merupakan alternatif protein hewani yang tersedia di pasar tradisional selain ikan laut. Kecamatan Teramang Batu Ejung adalah desa yang terletak di pesisir pantai dengan pola kebiasaan masyarakatnya penyuka ikan laut. Namun ketersediaan ikan laut di pasar sangat tergantung pada faktor alam yang secara langsung berpengaruh pada harga. Sehingga alternatif pengganti selera dan pilihan konsumen menjadi penting diteliti sebagai informasi peluang usaha perikanan darat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa preferensi konsumen terhadap ikan Lele sebagai alternatif pengganti konsumsi ikan dengan pendekatan Multi atribut Fiesbean. Penelitian dilaksanakan di Pasar Desa Batu Ejung Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Muko Muko. Penelitian menggunakan metode survey dengan jumlah sampel 96 orang yang diambil secara Accidental Sampling. Analisis Multiatribut Fishbein digunakan untuk melihat preferensi konsumen berdasarkan tingkat kepercayaan dan kepentingan atribut yang melekat pada ikan Lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen pada atribut ikan lele sangat baik. Evaluasi tingkat kepentingan pada atribut ikan lele dengan atribut kualitas, kesegaran, harga dan kebersihan sama-sama terkategori sangat penting dan untuk atribut ukuran dan warna sama-sama terkategori penting. Sikap konsumen dalam membeli ikan lele sebesar 115, 51 yang temasuk dalam kategori baik. Kata kunci: Ikan Lele, Sikap Konsumen, Atribut.
Efektivitas Penggunaan Robot Tanam Berbasis Smart Farming Pada Budidaya Tanamam Kedelai Di Kelurahan Tadokkong Kecamatan Lembangkabupaten Pinrang Irmayani Irmayani; Riska Riska; Abdul Azis Ambar
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6169

Abstract

Pertanian yang menggunakan alat robot tanam dalam pembudidayaan tanaman kedelai adalah suatu alternatif untuk petani kedelai dalam memilih alat tanam modern yang cocok sesuai lahan merupahkan harapan para petani kedelai. Dengan berkembangnya alat robot tanam ini membuat para petani terkhususnya petani kedelai dalam skala besar maupun kecil lebih mudah dan efisien biaya penanamannya salah satunya robot tanam ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Alat Robot Tanam Berbasis Smart Farming pada Budidaya Tanaman Kedelai terhadap petani kedelai di Kelurahan Tadokkong Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuisioner. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) luas lahan berpengaruh nyata pada efektivitas penggunaan alat robot tanam (2) umur penggunaan alat robot tanam tidak perbengaruh positif atau nyata pada efektivitas penggunaan alat robot tanam (3) tenaga kerja sangat berpengaruh positif dan nyata pada efektivitas penggunaan alat robot tanam (4) jumlah pemakaian benih juga berpengaruh nyata pada efektivitas penggunaan alat robot tanam.
Analisis Rantai Pasok Ikan Nila di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Ira Primalasari; Vera Octalia; Maheran Mulyadi
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6390

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis rantai pasok ikan nila dan menghitung marjin pemasaran yang didapat oleh setiap lembaga pemasaran. Pengambilan data dengan survei dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penelitian. Informasi tersebut mengenai pelaku usaha ikan nila. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan analisis margin pemasaran. Analisis kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan rantai pasok usaha ikan nila. Metode analisis marjin pemasaran dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Margin pemasaran merupakan selisih harga yang terjadi di tingkat petani (harga beli) dengan harga di tingkat Lembaga pemasaran (harga jual). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat 3 pola rantai pasok ikan nila di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas yaitu; Pola aliran rantai pasok 1, Pola aliran rantai pasok 2, dan Pola rantai pasok 3. Margin pemasaran yang diperoleh oleh masing-masing rantai pasok berbeda-beda. Margin pemasaran yang tertinggi diperoleh pada aliran rantai pasok ke 3 dengan persentase sebesar 100%. Hal ini terjadi karena pada rantai pasok ini pembudidaya menjual langsung hasil ikan kepada konsumen. Kata kunci : Rantai Pasok, Ikan Nila
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Pada Usahatani Bawang Merah Di Kabupaten Gorontalo Mohammad Zubair Hippy
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6464

Abstract

This research aims to analyze farmers' income in shallot farming and examine the factors that determine farmers' income in shallot farming in Gorontalo Regency. The approach used in this research is quantitative, employing descriptive and correlational methods. A total sample of 52 respondents was obtained using Krejcie and Morgan's sample size calculation. Data collection methods include questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis involves income analysis and multiple linear regression. The results of the study found that (1) the average income value of farmers in shallot farming in Gorontalo Regency is 27.759%, with a profit margin value of 42.688% when prices are high and a profit margin of only 12.829% when prices are standard. The income of shallot farmers is quite vulnerable to price declines, so price stability needs to be pursued by various relevant stakeholders. (2) Land per planting season, capital per planting season, and labour per planting season together have a significant effect on farmers' income in shallot farming in Gorontalo Regency, with a coefficient of determination of 88.10%. Partially, it was found that the land area per planting season had a positive but insignificant effect on farmers' income in shallot farming, with an influence of 8.50%. Capital per planting season has a positive and significant effect on farmers' income in shallot farming, with an influence of 68.70%, and labour per planting season has a positive and significant influence on farmers' income in shallot farming, with an influence of 10.90%. Keywords: Income; Land; Capital; Labour; Shallots
Analisis Titik Impas Komoditi Melon (Cucumis Melo L.) (Studi Kasus Di Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang ) M.Aulia Nurdiyanto; Chuzaimah; Rahmi Hidayati; Endang Lastinawati; Fiana Podesta
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6579

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1). Menganalisis besarnya pendapatan usahatani melon, (2). Menganalisis kelayakan usahatani melon dan (3). Menganalisis nilai titik impas baik dari sisi volume produksi maupun sisi harga komoditi melon di Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Palembang, tepatnya di Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang pada bulan Maret sampai bulan Mei 2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara berdasar tuntunan kuisioner yang telah disiapkan, sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga atai instansi terkait, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tingkat kota atau provinsi, Pemerintah desa, Penyuluh pertanian (BPP), laporan-laporan, publikasi dan pustaka lainnya yang berhubungan dengan penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi kasus (case study). Hasil penelitian didapatkan bahwa pendapatan usahatani melon yang dihasilkan adalah sebesar Rp.40.600.076,83 dari hasil kalkulasi selisih antara penerimaan (Rp.57.000.000,00) dan biaya produksi (Rp.16.399.923,17). Kelayakan usahatani melon yang diperoleh sebesar 3.47 artinya usahatani melon (Cucumis melo L) dinyatakan layak untuk diusahakan. Titik impas produksi usahatani melon sebesar 1.366,6 kg mempunyai nilai < jumlah produksi melon 4.700,00 kg/th dan titik impas harga usahatani melon sebesar Rp. 3.452,6 memiliki nilai < harga melon Rp.12.000,00/kg, dapat diartikan jika budidaya melon menguntungkan dan layak dijalankan. Kata kunci: Melon,Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan, R/C and Titik Impas
Kajian Pemasaran Dan Farmer`S Share Karet Alam Rakyat Di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Anton Feriady; Elni Mutmainnah; Jon Yawahar
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6587

Abstract

The aim of this research is to determine marketing channels and analyze farmer's share of natural rubber in Talang Empat District, Central Bengkulu Regency. The research location was chosen deliberately in Talang Empat District to obtain a representative picture of rubber marketing practices in the area. Sampling was carried out using the Slovin formula for farmers and the snowball sampling method for trader collectors. The research results show that there are three main marketing channels for smallholder natural rubber in Talang Empat District: The first channel consists of Farmers - Village Collecting Traders - District Collecting Traders - Wholesalers - Factories. The second channel consists of Farmers – Village Collectors – Wholesalers – Factories and the third channel consists of Farmers – District Collectors – Wholesalers – Factories. The marketing pattern of community rubber in Talang Empat District, if seen from the operational approach including margin, farmer's share and profit and cost ratio, means that the second channel is relatively more efficient compared to other channels. Keywords: marketing, people's natural rubber, farmer's share
Analisis Pendapatan Usahatani Bayam Di Desa Sumber Agung Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur Novia Ambar Sari; Wintari Mandala
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6592

Abstract

Salah satu pembangunan pertanian bertujuan guna meningkatkan produksi hasil pertanian dalam hal pemenuhan kebutuhan akan pangan dan dapat meningkatkan pendapatan yang diterima petani. Terjadinya peningkatan hasil produksi usahatani merupakan indikator keberhasilan suatu usahatani, akan tetapi tingginya produksi hasil pertanian atau suatu komoditas diperoleh per satuan luas lahan belum dapat menjamin tingginya pendapatan kegitan usahatani bayam yang banyak dipengaruhi beberapa faktor seperti harga ditingkat petani dan biaya- biaya produksi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keadaan kegiatan usahatani, kelayakan dan titik impas usahatani bayam di Lokasi penelitian. Sampel dalam penelitian ini merupakan masyarakat yang bekerja sebagai petani sayuran di Desa Sumber Agung Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur dan telah melakukan usahatani tanaman bayam. Metode dalam pengambilan sampel dilakukan secara Sampling Jenuh sebanyak 20 orang petani responden. Hasil penelitian menunjukkan keaadaan usahatani bayam di Lokasi penelitian masih bersifat tradisional dan status kepemilikan lahan yaitu sewa, bagi hasil dan milik sendiri serta pola atau system tanam yang belum efektif dan efisien. Rata-rata dalam penggunaan biaya usahatani bayam sebesar Rp 2.530.992,28 dengan rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 9.431.958,26 dan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 6.773.833,70. Rata-rata luas lahan petani bayam dilokasi penelitian adalah 3,30 Rante. Hasil perhitungan kelayakan usahatani bayam layak untuk diusahakan dengan R/C Ratio rata-rata sebesar 3,72. Nilai Break Even Point dalam unit sebesar 937,35 ikat dan nilai Break Even Point dalam rupiah sebesar Rp. 312.010.
Analisis Finansial Pembukaan Greenhouse Bambu Pada Usahatani Tanaman Tomat Di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada Paulus Yanuarius Azi; Marten Umbu Kaleka
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6596

Abstract

Hortikultura merupakan salah satu sub sektor penting dalam pembangunan pertanian dengan budidaya tanaman yang diusahakan dalam bentuk ladang namun seiring perubahan kondisi lingukungan budidaya dapat dilakukan dilahan yang lebih luas dengan teknologi mekanisasi modern. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalis kelayakan pembukaan usaha greenhouse bambu pada tanaman tomat di Kota Bajawa, Kabupaten Bajawa. Metode yang digunakan adalah metode campuran yakni metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan usaha greenhouse bamboo pada tanaman tomat di Kota Bajawa Kabupaten Ngada layak dikembangkan karena hasil analisis menunjukkan nilai R/C ratio sebesar 2,15 lebih besar dari 1 yang berarti memberikan keuntungan bagi pihak pengembang, nilai BEP Produksi sebesar 699 lebih kecil dari total produksi 1.500 dan nilai BEP harga jual sebesar Rp4.662 lebih kecil dari harga jual Rp10.000 yang berarti usahatani tomat sangat menguntungkan bagi pengembang. Sehingga dapat disimpulkan usaha ini layak dilaksanakan.
Analisis Komparatif Penentuan Komoditas Hortikultura Pada Lahan Rawa Dataran Rendah Di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Utan Sahiro Ritonga; Muhammad Andri Zuliansyah; Merna Ayu Sulastri
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6635

Abstract

Achieving optimal commodity diversification returns requires reference to the most profitable commodity types. Not all types of annual crops are suitable for development. Lebak swamp land is one of the lands that can be utilised for the development of horticultural commodities. The amount of authority in implementing regional policies has both positive and negative impacts on agricultural development. Most local regulations are made with the aim of increasing local government revenues. With planning, an estimate (forecasting) is made of the potential, prospects, obstacles and risks faced. The aim is to provide an opportunity to select the best alternatives and choose the best combination. Location Quotient (LQ) analysis is used to determine comparatively base or non-base activities in an area. Based on the results of the LQ analysis in Banyuasin Regency, it is known that long beans are the base in 11 sub-districts followed by chillies as the base commodity in 9 sub-districts, watermelon is the base in 8 sub-districts, and eggplant is the base in 7 sub-districts. Curly Chillies and Cucumbers are the base in 5 sub-districts followed by Tomatoes which are the base of horticultural production in 4 sub-districts in Banyuasin Regency. The development of horticultural commodities needs to consider chilli as a priority commodity to review Banyuasin Regency is one of the areas included in the Save the Swamp to Improve the Farmers (SERASI) programme in South Sumatra. The development of horticultural commodities in Banyuasin Regency must be supported through capital formation, new innovations, research and development, and improvement of human resources and infrastructure.
Analisis Efektivitas Kelompok Tani Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung Di Kemelak Bindung Langit Baturaja Timur Endang Lastinawati; Fadilah, Nur; Rosmawati, Henny; Herdaning Putri, Piranti; Chuzaimah
Jurnal AGRIBIS Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v18i1.7222

Abstract

Corn is a commodity used to meet food needs, raw materials for the feed industry, and other needs, such as alternative fuels (biofuels) and polymers, so its production is expected to continue to increase. Corn productivity is thought to be able to be increased through the role of farmer groups. This study aims to analyze the effectiveness of corn farmer groups and determine the amount of farming income in those groups. The study was conducted in Kemelak Bindung Langit Village, East Baturaja. The research method used was the survey method. The research sample was taken using the census method, namely farmers who are members of three corn farmer groups, from 27 existing farmer groups. The total number of samples from the three farmer groups was 79 farmers. The results of the study showed that corn farmer groups in Kemelak Bindung Langit Village were not effective in their function as providers of corn production facilities, as a medium for transferring knowledge, or as a place to market production results. In terms of income, corn farming in Kemelak Bindung Langit Village generated an income of IDR 11,355,498.00 per planting season

Page 8 of 10 | Total Record : 96