cover
Contact Name
Adhar Arifuddin
Contact Email
healthytadulako@gmail.com
Phone
+6285242303103
Journal Mail Official
healthytadulako@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta KM.9, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako , Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 24078441     EISSN : 25020749     DOI : https://doi.org/10.22487
Core Subject : Health,
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) merupakan media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang. Jurnal ini terbit secara berkala 4 kali dalam setahun (Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal Tadulako Sehat diterbitkan pertama kali pada tahun 2015. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2024)" : 20 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT STRESS, KUALITAS TIDUR, DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN Sitepu, Jenny Novina
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1129

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Performa tubuh dan kognitif seseorang akan menurun dengan penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stress. Mahasiswa Fakultas Kedokteran merupakan kelompok yang rentan stress karena beban akademik yang banyak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah tingkat stress dan kualitas tidur berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode sross sectional pada 214 mahasiswa FK UHN yang memenuhi kriteria. Tingkat stress dinilai dengan kuesioner Kessler Psychological Distress Scale (K10), kualitas tidur dinilai dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan prestasi akademik dinilai dengan nilai ujian blok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan paling banyak mahasiswa termasuk kategori tidak stress (43,9%), namun 15,9% mahasiswa mengalami stress berat. Lebih dari setengah (66,8%) mahasiswa FK UHN memiliki kualitas tidur buruk, dan paling banyak memiliki prestasi cukup (43,5%). Hasil uji chi-square menunjukkan tingkat stress berhubungan dengan kualitas tidur (p= 0,006), namun tingkat stress tidak berhubungan dengan dengan prestasi akademik (p= 0,053). Kualitas tidur didapatkan tidak berhubungan dengan prestasi akademik (p= 0,855). Kesimpulan: Tingkat stress berhubungan dengan kualitas tidur, namun baik tingkat stress maupun kualitas tidur tidak berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran.
PROFIL FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN PADA NYERI KEPALA PRIMER Wahyuliati, Tri; Ardiyanto, Rizky
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1135

Abstract

Headache is a common patient complaint in the world with prevalence in the adult population is 50%. Headache can be divided into two types based on their causes. They are primary headaches and secondary headaches. The examples of primary headaches are migraine, Tension Type Headaches (TTH), and cluster headaches. The background indicates that this research needs to be carried out to determine the profile of risk factors associated with primary headache. An analytic observational study with a cross-sectional design conducted at the Temanggung Hospital. The subjects of this study were patients at the neuro polyclinic for the period 1 September 2019 to 30 September 2021, with a total of 88 subjects. The data were analyzed using the chi-square test. The distribution of primary headaches was migraine (19.3%), TTH (64.1%), and cluster headaches (15.9%). The results of Chi-square test between risk factors and primary headache found that age (p = 0.02), gender (p = 0.816), BMI (p = 0.223), smoking history (p = 0.166) family history with headache (p = 0.035), and stress (p = 0.022). Age, family history with headache, and stress have relationship with primary headache, while gender, BMI, and smoking history haven’t relationship with primary headache.
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI PRIMARY CARE (P-CARE) TERHADAP KEPUASAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KLINIK PRATAMA MARGA AYU Wasita, Rai Riska Resty; Susanto, Agus Donny; Nurata, I Wayan; Suwari, Yogi Desita; Suputra, I Made Juliarta; Pratiwi, Ni Luh Gede Syntha
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1185

Abstract

Klinik Pratama Marga Ayu telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam melayani pasien dengan rata-rata kunjungan pasien JKN sepanjang Bulan April sampai Agustus 2023 sebanyak 123 orang per bulan. Klinik Marga Ayu telah menerapakan P-Care sejak tahun 2014 dan selama menggunakan aplikasi ini belum pernah dilakukan evaluasi guna mencari tingkat kepuasan peserta JKN pengguna P-Care. Tujuan penelitian untuk menganalisis penggunaan aplikasi Primary Care (P-Care) terhadap kepuasan pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Klinik Marga Ayu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang pemilihan sampelnya dilakukan dengan role of thumb sebanyak 50 peserta JKN yang menggunakan P-Care dan menerima pengobatan di Klinik Marga Ayu. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 50 responden dengan mengacu pada metode EUCS pertanyaan yang dibagi menjadi 5 kategori, yaitu: content, accuracy, format, ease of use, timeliness dan user satisfaction. Uji analisis menggunakan uji Rank Spearman untuk megetahui korelasi penggunaan aplikasi Primary Care (P-Care) terhadap kepuasan pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Klinik Marga Ayu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan, bernilai positif dan kuat antara content (0,008<0,005), format (0,000<0,005), ease of use (0,013<0,005), timeliness (0,003<0,005) terhadap kepuasan pengguna P-Care. Namun variable accuracy tidak berhubungan dengan kepuasan dengan nilai sig 0,434(>0,005).
PENGARUH LATIHAN TES COOPER TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA OBESITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Badaruddin, Rahma; Fudail, Muhammad; Fitriana, Yuli; Ramadhan, Mohammad Zainul
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1208

Abstract

Latar Belakang: Obesitas masih menjadi tantangan besar masalah kesehatan masyarakat global yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit dan masalah body image. Faktor yang menyebabkan obesitas pada orang dewasa seperti mengonsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, genetik, sosial ekonomi serta jenis kelamin. Pencegahan dini baiknya dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyakit seperti penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, penyakit ginjal kronis, kanker, dan gangguan sistem muskuloskeletal. Pencegahan obesitas dapat dilakukan melalui aktivitas fisik yang rutin dan terjadwal seperti lari di lintasan mendatar selama 12 menit (Tes Cooper).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh latihan tes Cooper terhadap indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa obesitas.Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini yakni mahasiswa fakultas kedokteran yang berjumlah 16 orang. Intervensi latihan tes Cooper dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu dan dilakukan pengukuran indeks massa tubuh sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Rata-rata IMT sebelum dan setelah latihan adalah 33.23 kg/m² and 32.39 kg/m². Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara latihan tes Cooper terhadap iMT dengan nilai p 0,043.Kesimpulan: Ditemukan adanya pengaruh latihan tes Cooper terhadap IMT pada mahasiswa obesitas yakni terdapat penurunan indeks massa tubuh.
KARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS TELAGA BIRU Ali, Indra Haryanto; Hamka, Hamka; Male, Sitti Nurzahra
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1242

Abstract

ISPA merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kematian pada anak usia <5 tahun di dunia, hampir 7 juta anak meninggal akibat ISPA setiap tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik epidemiologi penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo tahun 2021-2022. Peneltian ini merupakan penelitian deskriptif, dilaksanakan pada bulan Februari – April 2023 di Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik epidemiologi penyakit ISPA di Puskesmas Telaga Biru tahun 2021-2022 yaitu lebih banyak ditemukan pada kelompok umur 1-4 tahun yang berjumlah (27,69%) sedangkan yang paling sedikit pada kelompok umur 70 tahun keatas (1,75%); lebih banyak ditemukan pada perempuan (58,23%); paling banyak ditemukan di kelurahan Tuladenggi (25,78%); penderita paling banyak ditemukan pada bulan September (12,13%). Pihak Puskesmas agar memaksimalkan kegiatan surveilans serta melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya penyakit ISPA dan cara pencegahan serta penangananya. Dan bagi masyarakat diharapkan untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar kita dapat terhindar dari penyakit, serta diharapkan kepada ibu yang memiliki balita agar melakukan pola asuh anak yang baik dan benar agar anak dapat terhindar dari penyakit ISPA.
EFEK NEUROPROTEKTIF BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) DENGAN TINGKAT DEPRESI PASCA STROKE ISKEMIK : STUDI CROSS SECTIONAL Minarti, Deri Lidya; Bintang, Andi Kurnia; Akbar, Muhammad; Aulina, Susi; Bahar, Ashari; Idris, Irfan
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1246

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) berperan penting dalam melindungi saraf, plastisitas otak, terutama setelah kerusakan sistem saraf pusat. Efek neuroprotektif BDNF dengan tingkat depresi pasca stroke iskemik perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar BDNF dengan tingkat depresi pasca stroke iskemik. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Total sampel 41 orang subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Kadar BDNF seum dukur dengan menggunakan metode ELISA. Tingkat depresi diukur menggunakan skor HDRS. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, diperoleh p = 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = -0,573, bahwa terdapat efek neuroprotektif kadar BDNF serum dengan tingkat depresi pasca stroke iskemik.Terdapat korelasi negatif kadar BDNF serum dengan tingkat depresi pasien pasca stroke iskemik. Kesimpulan : Terdapat efek neuroprotektif kadar BDNF serum dengan tingkat depresi pasca stroke iskemik. Semakin rendah kadar BDNF serum maka semakin berat tingkat depresi pasca stroke iskemik.
THE ROLE OF FOLATE, VITAMIN B12 AND B6 IN HYPERHOMOCYSTEINEMIA AS THE RISK FACTOR OF CARDIOVASCULAR DISEASE: NARRATIVE REVIEW Semme, Muhammad Yatsrib; Salam, Muhammad Rheza Rivaldi; Budiamin, Fadhlan Auliah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1251

Abstract

Cardiovascular disease (CVD), encompassing ailments affecting the heart and vascular system, is estimated to contribute to one-third of global mortality, and its prevalence is continuously rising. The etiology of this condition is multifactorial, making it challenging to identify a singular causative factor. Homocysteine, a factor identified in the 1990s, is known to contribute to the development of atherosclerotic vascular disease and hypercoagulability. Although there is a definite connection, the assessment and management of this condition are still a subject of debate due to inconsistent research findings on its impact in lowering the risk of cardiovascular disease. B vitamins are a collection of chemical compounds that play a crucial role in physiological function. However, the body does not produce them naturally and they need to be obtained from dietary intake. Vitamins B6, B9, and B12 are crucial in the metabolism of homocysteine. The cause of hyperhomocysteinemia is believed to be a deficiency of certain vitamins, particularly folate, B12, and B6, which are important for effectively recycling homocysteine in the methionine cycle. Vitamin B is intricately linked to both the homocysteine and cardiovascular disease (CVD) pathways.
PERBANDINGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN STROKE Agustiawan, Agustiawan; Nurhayati, Nurhayati; Tanjung, Asril
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1258

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hiperglikemia saat masuk IGD merupakan prediktor signifikan dari hasil fungsional jangka pendek yang buruk pada stroke iskemik akut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah sewaktu terhadap defisit neurologis berdasarkan NIHSS saat masuk IGD. Metode: Penelitian retrospektif melihat kadar gula darah pasien dengan stroke akut terhadap NIHSS saat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai dan melibatkan 40 subjek penelitian. Uji korelasi dilakukan untuk melihat signfikansi dan korelasi antara kedua variabel, dimana p-value <0,05 dinyatakan sebagai signifkan berdasarkan uji statistik. Hasil: Rerata kadar gula darah pasien dalam penelitian ini adalah 195,1 ± 72,6 dan NIHSS adalah 16,7 ± 5,3. Penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi yang cukup kuat dengan hubungan yang signifikan antara kadar gula darah sewaktu saat pasien masuk ke IGD terhadap NIHSS (r= 0,32, p= 0,44), tetapi korelasinya lemah dan memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap outcome (r= 0,08, p= 0,59). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara KGDS terhadap NIHSS, tetapi tidak terhadap outcome.
REFEEDING SYNDROME DALAM PENATALAKSANAAN ANAK DENGAN GIZI BURUK: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Felicia, Clarissa; Priambodo, Winres Sapto
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1275

Abstract

Pendahuluan: Refeeding syndrome (RFS) merupakan serangkaian perubahan metabolik dan elektrolit yang terjadi sebagai akibat dari peningkatan pemberian kalori secara agresif setelah periode ketiadaan asupan kalori pada pasien kurang gizi berat. Kondisi ini dapat dijumpai pada berbagai lingkup usia, tidak terkecuali anak-anak. Insidensi RFS mencapai 15% pada balita dengan malnutrisi berat akut. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan referensi terbaru RFS khususnya di bidang pediatri guna memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga kondisi ini diharapkan dapat lebih cepat diprediksi dan dikelola di masa mendatang. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database seperti PubMed, Cochrane Library, dan Science Direct dengan kata kunci “sindrom refeeding”, “komplikasi”, “terapi”, “malnutrisi” dan “gizi buruk”. Hasil: Refeeding syndrome merupakan suatu kondisi fatal yang berpotensi mengancam jiwa. Malnutrisi akut dan kronis merupakan faktor risiko yang khas. Namun, RFS dapat dicegah dengan memperkenalkan kembali makanan secara bertahap sesuai dengan fase penyakit, sebagaimana yang tertuang dalam program Sepuluh Langkah Tatalaksana Gizi Buruk. Kesimpulan: Secara keseluruhan, RFS adalah kondisi yang serius tetapi dapat dicegah yang dapat dikelola dengan pemantauan penuh dan perawatan terkontrol. Kesadaran akan kemungkinan RFS dan identifikasi pasien yang berisiko sangat penting, karena komplikasi metabolik dari gangguan ini dapat dihindari dengan penanganan yang tepat.
PENERAPAN REVISED TRAUMA SCORE UNTUK MENILAI MORTALITAS PADA PASIEN TRAUMA:SYSTEMATIC REVIEW sari, afifah laksmita; inayah, lutfi arofatul; faozi, ekan
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1276

Abstract

Trauma merupakan penyebab terbesar ketiga kematian dan kecacatan. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab cedera akibat. Adapun berbagai macam jenis trauma salah satunya adalah trauma kepala. Beberapa langkah yang cukup penting untuk mencegah kematian pasien trauma Salah satu alat untuk mengukur tingkat keparahan trauma pada pasien trauma yaitu Revised Trauma Score (RTS). Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penerapan penilaian Revised Trauma Score (RTS) terhadap nilai mortalitas pada pasien trauma, serta untuk menentukan kecocokan alat RTS jika digunakan di IGD. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mencari jurnal pada database Pubmed, Sciencedirect dan willey online dalam kurun waktu 2021-2023. Desain jurnal mengacu pada desain eksperimental atau percobaan langsung kepada responden dengan tindakan keperawatan secara langsung,full-text. Hasil dari review ini adalah RTS dibuktikan memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menilai mortalitas pasien dengan trauma, termasuk didalamnya penilaian GCS, tekanan darah dan laju pernapasan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20