cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 7 (2026)" : 20 Documents clear
Implementasi asesmen holistik berbasis autentik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam Nurhidayat; Durotul Qoyimah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.23289

Abstract

This study aims to analyze the implementation of authentic-based holistic assessment in Islamic Religious Education (PAI) learning. The study used a qualitative approach with field research. Data were collected through semi-structured interviews with three teachers and two students directly involved in the Islamic Religious Education (PAI) learning and assessment process. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was maintained through source triangulation. The results showed that authentic-based holistic assessment was implemented through direct assessment of religious practices, contextual religious assignments, the use of assessment indicators, and the provision of feedback to students. The assessment not only assessed cognitive aspects but also included religious practice skills, participation in religious activities, and the internalization of religious values in students' social behavior. This study also found that authentic assessment contributed to the formation of religious awareness, discipline, responsibility, and respect in students, although its implementation still faces challenges such as uneven student awareness, variations in the quality of feedback, and the influence of family support. Thus, authentic-based holistic assessment in Islamic Religious Education learning needs to be positioned not only as an evaluation technique, but also as a pedagogical process that supports the integration of religious knowledge, values, and practices in students' daily lives. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen holistik berbasis autentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga guru dan dua siswa yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan penilaian PAI. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen holistik berbasis autentik dilaksanakan melalui penilaian langsung terhadap praktik ibadah, pemberian tugas keagamaan yang kontekstual, penggunaan indikator penilaian, serta pemberian umpan balik kepada siswa. Asesmen tersebut tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga mencakup keterampilan praktik ibadah, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, serta internalisasi nilai-nilai agama dalam perilaku sosial siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa asesmen autentik berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran beragama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap hormat siswa, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa belum meratanya kesadaran siswa, variasi kualitas umpan balik, dan pengaruh dukungan keluarga. Dengan demikian, asesmen holistik berbasis autentik dalam pembelajaran PAI perlu diposisikan tidak hanya sebagai teknik evaluasi, tetapi juga sebagai proses pedagogis yang mendukung keterpaduan antara pengetahuan, nilai, dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Perencanaan dan pengelolaan kerja sama antar lembaga pendidikan Islam Eva Nursyarifah Muslim; Endin Mujahidin; Ahmad
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.23742

Abstract

This research aims to analyze the planning and management of collaboration between Islamic educational institutions and organizing foundations in student visit. The case study examines the partnership between SMP Madina Islamic School and Yayasan Bina Mustaqbal Internasional in conducting educational activities abroad. The research employs a qualitative approach with case study method, involving in-depth interviews, observations, and documentation study. Findings indicate that effective collaboration requires systematic stages including: (1) preparation and partner identification; (2) initial communication and exploration; (3) program planning and negotiation; (4) formalization through MoU; (5) activity implementation; and (6) post-activity evaluation. Key success factors include clarity of shared vision, budget transparency, commitment from both parties, and comprehensive risk mitigation mechanisms. This research contributes theoretically to developing collaboration management models in Islamic education and practically for educational institutions seeking to develop similar programs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengelolaan kerja sama antara lembaga pendidikan Islam dengan yayasan penyelenggara dalam program student visit (study tour). Studi kasus dilakukan pada kerja sama antara SMP Madina Islamic School dengan Yayasan Bina Mustaqbal Internasional dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di luar negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerja sama yang efektif memerlukan tahapan sistematis yang meliputi: (1) persiapan dan identifikasi mitra; (2) penjajakan dan komunikasi awal; (3) perencanaan dan negosiasi program; (4) formalisasi melalui MoU; (5) implementasi kegiatan; dan (6) evaluasi pasca kegiatan. Faktor kunci keberhasilan meliputi kejelasan visi bersama, transparansi anggaran, komitmen kedua belah pihak, serta mekanisme mitigasi risiko yang komprehensif. Hasil penelitian ini adalah memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model manajemen kerja sama pendidikan Islam dan praktis bagi lembaga pendidikan yang ingin mengembangkan program serupa.
A critical study of the presentation of Islamic dynamics in the Indian subcontinent in the ISH curriculum Dhiya Roiha Anah; Nurhawatee Sulongsen; Fahri Hidayat; Anisa Dwi Ramadani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.23934

Abstract

Islamic Cultural History (ISH) learning plays a crucial role in shaping students' historical awareness, critical thinking skills, and contextual understanding of Islam. However, in practice, ISH learning tends to be descriptive and memorization-oriented, thus failing to optimally develop students' analytical skills. This study aims to critically examine the presentation of material on the dynamics of Islam in the Indian subcontinent in the ISH curriculum, particularly regarding conflict, identity politics, and the influence of colonialism. This study employed a qualitative approach with a descriptive-analytical library research method. Data were obtained from curriculum documents, textbooks, and relevant scientific literature, then analyzed using critical historiography, the double movement concept, and the 'ashabiyyah concept. The results show that ISH material is still dominated by chronological narratives that emphasize political success and prominent figures, while aspects of conflict and socio-political dynamics are less discussed. Therefore, a more critical, contextual, and reflective reconstruction of learning is needed to foster students' tolerance and critical thinking skills. Abstrak Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap Islam. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran SKI cenderung bersifat deskriptif dan berorientasi pada menghafal, sehingga gagal mengembangkan kemampuan analitis siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis penyajian materi mengenai dinamika Islam di anak benua India dalam kurikulum SKI, khususnya terkait konflik, politik identitas, dan pengaruh kolonialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari dokumen kurikulum, buku teks, dan literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan historiografi kritis, konsep gerakan ganda, dan konsep ‘ashabiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi SKI masih didominasi oleh narasi kronologis yang menekankan keberhasilan politik dan tokoh-tokoh terkemuka, sementara aspek konflik dan dinamika sosial-politik kurang dibahas. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pembelajaran yang lebih kritis, kontekstual, dan reflektif untuk menumbuhkan toleransi serta keterampilan berpikir kritis siswa.
Implementasi PjBL berbasis green education untuk meningkatkan kolaborasi dan sikap peduli lingkungan di sekolah dasar Ratna Sari; Neni Hermita; Jesi Alexander Alim
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.23996

Abstract

This study aims to examine the effect of the green education-based Project-Based Learning (PjBL) model on students' collaboration skills and environmental awareness in the science subject (IPAS) at SDN 169 Pekanbaru. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest design was employed, involving 36 students in the experimental class (Class IIID) and 31 students in the control class (Class IIIC). The experimental group received instruction using the PjBL model integrated with green education principles, while the control group received conventional instruction. Data were collected through an observation rubric for collaboration skills and a questionnaire for environmental awareness attitudes, then analyzed using IBM SPSS Statistics 25. The results indicated a significant improvement in collaboration skills in the experimental class, with a posttest mean of 84.14 (N-Gain = 0.753, high category), compared to the control class mean of 68.42 (N-Gain = 0.488, medium category). An independent sample t-test yielded t = 9.856 with p = 0.000 < 0.05, and Cohen's d = 2.48, indicating a very large effect size. For environmental awareness, the experimental class achieved an N-Gain of 0.665, compared to the control class N-Gain of 0.599. Although the between-group posttest difference was not statistically significant (p = 0.128), the within-group improvement was significant (t = -19.62; p = 0.000). These findings suggest that the green education-based PjBL model significantly improves collaboration skills and meaningfully fosters environmental awareness among elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) berbasis green education terhadap keterampilan kolaborasi dan sikap peduli lingkungan siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN 169 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan non-equivalent control group pretest-posttest design, melibatkan 36 siswa kelas eksperimen (Kelas IIID) dan 31 siswa kelas kontrol (Kelas IIIC). Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model PjBL terintegrasi prinsip green education, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keterampilan kolaborasi dan angket sikap peduli lingkungan, kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan kolaborasi pada kelas eksperimen dengan rata-rata posttest 84,14 (N-Gain = 0,753, kategori tinggi), dibandingkan kelas kontrol 68,42 (N-Gain = 0,488, kategori sedang). Uji independent sample t-test menghasilkan t = 9,856 dengan p = 0,000 < 0,05 dan Cohen's d = 2,48 (efek sangat besar). Untuk sikap peduli lingkungan, N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,665 melampaui kelas kontrol 0,599; meskipun perbedaan antarkelompok belum signifikan secara statistik (p = 0,128), peningkatan dalam kelompok eksperimen terbukti sangat signifikan (t = -19,62; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa model PjBL berbasis green education secara signifikan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan secara bermakna menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa sekolah dasar.
Manajemen kurikulum muatan lokal berbasis Arab Pegon dalam pembelajaran kitab kuning Irmasari Mesdi Pratiwi; Gilang Abiyyu Ridho Sugiyanto
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24003

Abstract

This study is focused on examining how local content curriculum management based on Arab Pegon is carried out in the teaching of classical Islamic text (kitab Kuning at the Al-Ihsan Religious and social Foundation located in Karas, Magatean. Mowadays, in globalized world, many modern school often overlock local cultural practices such as Arab Pegon. This research utilizeda qualitive approach and used a descriptive method for field study. Information was gathered through organized interviews with the leaders and educators of the foundation, ongoing observations in the field, and an analysis of documents. The finding show that the management of the Arab Pegon curriculum is part of a well organized plan that includes choosing materials, standardized training for teacher, ongoing assessment. This management approach effectively maintints local Islamic traditions while also improving studens ablilities to understand classical writings. The implications of this research provide a useful guide for Islamic education instutions to implement traditional curricula within a contempory management fremawork. Abstrak Studi ini meneliti bagaimana pengelolaan kurikulum konten lokal Arab Pegon diterapkan dalam studi buku kuning di Yayasan Pendidikan dan Sosial-Keagamaan Al-Ihsan Karas di Magetan. Banyak lembaga pendidikan kontemporer mengabaikan adat istiadat budaya lokal seperti Arab Pegon di dunia yang saling terhubung ini. Dengan menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan studi lapangan deskriptif, studi ini mencatat bahwa wawancara terorganisir dengan kepala yayasan dan guru, observasi lapangan berkelanjutan, dan analisis dokumen membantu mengumpulkan data. Penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Arab Pegon berada dalam struktur yang disiplin yang terdiri dari pemilihan materi, pelatihan guru dalam standar pengajaran, dan pengujian berkala. Metode pengelolaan ini berhasil melestarikan warisan budaya Islam lokal sekaligus meningkatkan keterampilan membaca siswa dalam interpretasi karya klasik. Hasil studi ini menawarkan contoh yang baik bagi sekolah-sekolah Islam untuk merencanakan pengelolaan modern dalam mengajarkan mata pelajaran tradisional mereka.
Model CIPP pada evidence-based curriculum di SMA Al-Muslim Jawa Timur Nurul Muayyadah; Diana Safira; Febriana Kurnia Dewi; Nuril Huda; Arif Mansyuri
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24035

Abstract

The curriculum is a learning framework that must continuously adapt to educational needs, technological developments, and information advancements. Curriculum evaluation is essential to ensure its effectiveness and relevance in supporting student learning. This study aims to analyze the implementation of the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model in an evidence-based curriculum at Al-Muslim Senior High School, Sidoarjo, East Java. The study employed a qualitative evaluative approach using the CIPP model. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving five informants: the principal, vice principal for curriculum affairs, and students from grades X, XI, and XII. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The findings indicate that the school utilizes the My Al-Muslim application as a database system to support evidence-based curriculum evaluation. In the context aspect, curriculum planning involves school leaders, teachers, and stakeholders. In the input aspect, curriculum information is managed and distributed through the application. In the process aspect, teachers regularly update learning implementation data. In the product aspect, learning records and academic information serve as evidence for decision-making in future supervision and evaluation activities. Abstrak Kurikulum merupakan kerangka pembelajaran yang harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan, perkembangan teknologi, dan kemajuan informasi. Evaluasi kurikulum diperlukan untuk memastikan efektivitas dan relevansinya dalam mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) pada evidence-based curriculum di SMA Al-Muslim Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluatif menggunakan model CIPP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta siswa kelas X, XI, dan XII. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memanfaatkan aplikasi My Al-Muslim sebagai sistem basis data dalam mendukung evaluasi kurikulum berbasis bukti. Pada aspek context, perencanaan kurikulum melibatkan pimpinan sekolah, guru, dan pemangku kepentingan. Pada aspek input, informasi kurikulum dikelola dan didistribusikan melalui aplikasi. Pada aspek process, guru secara rutin memperbarui data pelaksanaan pembelajaran. Pada aspek product, data akademik dan rekam jejak pembelajaran menjadi bukti yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk kegiatan supervisi dan evaluasi berikutnya.
Model sharing tenaga pendidik dalam peningkatan mutu santri Raodotul Jannah; Endin Mujahidin; Gunawan Ikhtiono
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24085

Abstract

Collaboration among Islamic boarding schools is one of the strategies that can be implemented to improve the quality of Islamic education, but studies on the permanent sharing of teaching staff along with their families remain relatively limited. This study aims to analyze the implementation of the Teaching Staff Sharing Model between the Daarul Mustaqiem in Pamijahan, Bogor, and Al-Fatah Islamic Boarding School in Temboro, Magetan within the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) framework, as well as to examine its contribution to improving the quality of students. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from 15 informants selected through purposive sampling. The results indicate that the program began with an educational field trip that led to an agreement to station one pair of educators along with their families for a period of three years. The program resulted in improved quality of of the Qur’an, discipline in worship, the development of students’ character, as well as an increase in the competence of local educators through the process of knowledge transfer, habituation, and modeling. Although the formal program has ended, its impact continues through the training of student leaders and the formation of an academic network among boarding schools. This study produced the Family-Based Educator Sharing Model comprising the stages of needs identification, partnership formation, and the placement of educators Abstrak Kerja sama antar-pesantren merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam, namun kajian mengenai sharing tenaga pendidik secara menetap beserta keluarga masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Model Sharing Tenaga Pendidik antara Pondok Pesantren Daarul Mustaqiem Pamijahan Bogor dan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dalam kerangka Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC), serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan mutu santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kegiatan rihlah ilmiah menjadi tahap awal pelaksanaan program, yang selanjutnya menghasilkan kesepakatan mengenai penugasan sepasang tenaga pendidik beserta keluarganya selama kurun waktu tiga tahun. Program tersebut berdampak pada peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan ibadah, pembentukan akhlak santri, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik lokal melalui proses transfer pengetahuan, pembiasaan, dan keteladanan. Meskipun program formal berakhir, dampaknya tetap berlanjut melalui kaderisasi santri dan terbentuknya jaringan keilmuan antar-pesantren. Penelitian ini menghasilkan model sharing tenaga pendidik berbasis keluarga yang terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, pembentukan kerja sama, penempatan tenaga pendidik beserta keluarga, transfer pengetahuan dan keteladanan, peningkatan mutu santri, serta kaderisasi berkelanjutan. Model ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu santri tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran formal, tetapi juga oleh interaksi sosial, budaya pendidikan, dan keteladanan yang berlangsung dalam kehidupan pesantren sehari-hari.
Implementasi ekstrakurikuler Baca Tulis Qur’an (BTQ) dalam pembentukan karakter religius siswa Salsabilla Putri; Parji; Liya Atika Anggrasari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24094

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) extracurricular program in fostering the religious character of fifth-grade students at SDN 04 Klegen, Madiun City. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the BTQ coordinator and instructor. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings show that the implementation of the BTQ extracurricular program consists of three stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, learning materials are adjusted to students’ abilities and integrated with religious habituation activities. The implementation stage focuses on Qur’an reading and writing practices accompanied by the cultivation of religious values. In the evaluation stage, assessment is conducted through students’ learning outcomes and behavioral observations. The study concludes that the BTQ extracurricular program contributes to strengthening students’ religious character, particularly in discipline, responsibility, obedience to school rules, and respect for teachers and peers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dalam pembentukan karakter religius siswa kelas V di SDN 04 Klegen Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan koordinator dan pembina BTQ. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan ekstrakurikuler BTQ dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan siswa serta diintegrasikan dengan kegiatan pembiasaan religius. Tahap pelaksanaan berfokus pada kegiatan membaca dan menulis Al-Qur’an yang disertai dengan penanaman nilai-nilai religius. Pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui hasil belajar siswa serta observasi perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler BTQ berkontribusi dalam memperkuat karakter religius siswa, yang ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta sikap hormat kepada guru dan teman sebaya.
Analisis hubungan pemanfaatan Artificial Intelligence dan literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa Anton Rohmat Basuki; Supratman Dzakir
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24098

Abstract

The advancement of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has brought significant changes to the educational sector, including Islamic higher education. The utilization of Artificial Intelligence (AI) and digital literacy has emerged as two important factors influencing the effectiveness of the learning process. This study aims to examine the relationship between AI utilization, digital literacy, and the learning outcomes of Master's students in Islamic Education (PAI) enrolled in the Classical and Modern History of Islamic Education course. This research employed a quantitative correlational design with a population consisting of all 58 Master's students in the Islamic Education Program (PAI) from the 2024/2025 academic cohort. A total sampling technique was applied. The research instruments included questionnaires to measure AI utilization (15 items) and digital literacy (20 items), while students’ final course grades were used to assess learning outcomes. Data were analyzed using prerequisite tests (normality and linearity), Pearson Product-Moment correlation analysis, and multiple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The findings revealed that: (1) there was no significant relationship between AI utilization and learning outcomes (r = 0.198; p = 0.137 > 0.05); (2) there was a positive and significant relationship between digital literacy and learning outcomes (r = 0.368; p = 0.004 < 0.05); and (3) AI utilization and digital literacy simultaneously demonstrated a significant relationship with learning outcomes (F = 5.069; p = 0.010 < 0.05; R² = 0.156). The combined contribution of the two independent variables to learning outcomes was 15.6%. The study concludes that digital literacy plays a more dominant role than AI utilization in influencing students’ learning outcomes. Abstrak Perkembangan teknologi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi Islam. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan literasi digital menjadi dua faktor penting yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan AI dan literasi digital dengan hasil belajar mahasiswa S2 PAI pada mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam Klasik dan Modern. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh mahasiswa S2 PAI angkatan 2024/2025 yang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket untuk mengukur variabel pemanfaatan AI (15 butir) dan literasi digital (20 butir), serta dokumentasi nilai akhir untuk mengukur hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat (normalitas dan linieritas), uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan AI dengan hasil belajar (r=0,198; sig=0,137>0,05); (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara literasi digital dengan hasil belajar (r=0,368; sig=0,004<0,05); (3) terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara pemanfaatan AI dan literasi digital dengan hasil belajar (F=5,069; sig=0,010<0,05; R²=0,156). Kontribusi kedua variabel bebas secara bersama-sama terhadap hasil belajar adalah sebesar 15,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan pemanfaatan AI dalam mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.
Integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics pada pembelajaran PAI di sekolah menengah Lailatul Munaweroh; Laili Azkiya Putri; Kamilatus Sholihah; Abd. Mukhid
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24108

Abstract

The utilization of Learning Management Systems (LMS) in secondary schools is generally limited to content distribution and has not been optimized as a digital data-based evaluation tool. This study aims to analyze the implementation of integrated formative and summative evaluation based on learning analytics in Islamic Religious Education (PAI) and map the contribution of cyber activity data to student learning outcomes. Employing a qualitative approach with a descriptive case study design, data were gathered through in-depth interviews, cyber classroom observations, and digital documentation via LMS log activity extraction from 6 key informants selected through purposive sampling. The results indicate that the extraction of mechanical LMS data successfully profiles three dimensions of student engagement: behavioral, cognitive, and social engagement. The consistency of log data across these three dimensions is proven to be directly proportional to the student's formative quiz passing rates and final summative scores. For teachers, the analytics dashboard visualization functions as an early warning system to detect declining learning motivation in real-time. The conclusion of this research confirms that fusing cyber process data shifts the conventional evaluation paradigm into an objective, transparent, data-driven assessment model while maintaining the essence of humanistic affective character assessment.  Abstrak Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di lingkungan sekolah menengah umumnya masih terbatas sebagai media distribusi materi dan belum dioptimalkan sebagai instrumen evaluasi berbasis data digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan kontribusi data aktivitas siber terhadap capaian belajar peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi kelas siber, dan dokumentasi berupa ekstraksi log aktivitas digital dari 6 informan kunci yang dipilih via purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi data mekanis LMS berhasil memprofilkan tiga dimensi keterlibatan siswa secara akurat, yaitu perilaku (behavioral), kognitif (cognitive), dan sosial (social engagement). Konsistensi log data pada ketiga dimensi tersebut terbukti berbanding lurus dengan tingkat kelulusan kuis formatif dan nilai sumatif akhir siswa. Sementara bagi guru, visualisasi dashboard analitik berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi penurunan motivasi belajar secara real-time. Kesimpulan riset ini menegaskan bahwa peleburan data proses siber mampu menggeser paradigma evaluasi konvensional menjadi model penilaian berbasis bukti (data-driven) yang objektif, transparan, sekaligus tetap menjaga esensi penilaian karakter afektif yang humanis. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20