Articles
1,338 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DI KELURAHAN KLOPO SEPULUH TERKAIT PENGOLAHAN LIDAH BUAYA
Siti Nur Aisyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.244 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.688
Adanya pembatasan mobilitas publik selama masa pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan omset usaha yang cukup signifikan pada Kelompok Wanita Tani Gedhang Crispy di Padukuhan Klopo Sepuluh, Kabupaten Kulon Progo. Namun, wilayah Padukuhan Klopo Sepuluh memiliki komoditi tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan di masa mendatang, yakni lidah buaya. Hanya saja, pengolahan lidah buaya yang difokuskan pada olahan pangan memperlihatkan nilai ekonomi yang kurang menjanjikan. Studi ini bertujuan untuk mendampingi anggota KWT Gedhang Crispy dalam melakukan upaya diversifikasi olahan lidah buaya ke produk non pangan. Studi ini dilaksanakan di Padukuhan Klopo Sepuluh, Kabupaten Kulon Progo dengan melibatkan 14 orang anggota KWT. Diskusi kelompok dilakukan secara interaktif untuk meningkatkan wawasan anggota KWT mengenai potensi produk Aloe vera non pangan. Pelatihan pembuatan hand sanitizer dan sabun cuci tangan beserta uji hedonik dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan anggota KWT. Hasil uji hedonik digunakan sebagai referensi varian produk yang potensial untuk dikembangkan di masa mendatang berdasarkan preferensi terhadap aroma, tekstur dan warna. Edukasi ini diharapkan dapat membantu KWT dalam mengoptimalkan metode pengolahan Aloe vera menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat meningkatkan omset dari usaha yang dijalankan oleh KWT di Kelurahan Bendungan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19
Nur Chayati;
Yoni Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.179 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.689
Corona virus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dengan angka kematian Indonesia terbanyak ketiga di Asia Tenggara. Orang dengan ko-morbid memiliki risiko penyakitnya berkembang menjadi lebih parah. Tanggapan masyarakat mengenai pandemi COVID-19 bermacam-macam, seperti cemas, ketakutan, panik, namun ada yang tidak peduli. Beragamnya persepsi masyarakat disebabkan kurangnya pengetahuanmengenai COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 melalui sosialisasi dan skrining penyakit komorbid. Mitra kegiatan ini adalah Puskesmas Dlingo II yang memfasilitasi penyediaan data dan menggerakkan kader kesehatan maupun masyarakat di wilayah kerjanya. Metode pengabdian masyarakat dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui metode daring maupun luring menggunakan medsos, booklet, dan video. Bersamaan dengan edukasi masyarakat, dilakukan skrining penyakit komorbid. Masyarakat di wilayah mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Dlingo II yang cukup signifikan (p<0,05). Pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan skrining penyakit komorbid berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai COVID-19.
PENGEMBANGAN PEMASARAN MITRA UMKM ROTI LAPIS KHAS PAK JOYO MELALUI MEDIA SOSIAL
Sukamta Sukamta;
Indardi Indardi;
Sholeh Harun;
Akmal Iraqi;
Tito Ardhiyanto Perdana;
Mufida Sagitania Husna Ayustri;
Annisa Maulin;
Istika Amrina Rosyada;
Muhammad Fatah Nafi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.115 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.690
Kota Yogyakarta adalah Ibu Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas 3250 hektar yang terbagi atas, 14 kecamatan dan 45 desa/kelurahan. Salah satu desa yang berdekatan dengan kota Yogyakarta adalah desa/kelurahan Banyuraden yang terletak di Kapanewon Gamping. Penduduk Banyuraden berjumlah 15.347 jiwa dengan jumlah penduduk laki laki 7547 dan jumlah penduduk perempuan 7800. Sebagai wilayah yang terletak di pinggiran kota, kebanyakan mata pencaharian penduduk banyuraden adalah petani, buruh tani dan wiraswasta. Salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di desa ini adalah Roti Lapis Khas Jogja Pak Joyo. Permasalahan yang dihadapi UMKM Roti Lapis Khas Jogja pak Joyo adalah manajemen pemasaran yang sedikit terhambat karena tidak adanya fasilitas media sosial atau online shop yang di gunakan oleh mitra tersebut, sehingga pemasaran selama Pandemi Covid-19 ini menurun. Apalagi sebelumnya memang masih kurangnya pengenalan kepada Masyarakat terkait produk yang dipasarkan. Permasalahan lainnya adalah proses produksi, yaitu kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan bagi karyawannya terlebih lagi protokol yang harus diterapkan selama pandemi covid ini sehingga mempengaruhi produksi. Untuk itulah dilakukan optimalisasi pemasaran melalui media online. Program ini diawali dengan pelatihan product knowledge dan pengenalan media sosial, dilanjutkan dengan pembuatan akun media sosial, display produk, pemasaran dan transaksi melalui media sosial. Program ini telah mampu meningkatkan kualitas produk UMKM roti lapis tersebut, dan juga meningkatkan manajemen pemasaran, dan branding serta kualitas aspek kesehatan bagi pelaku UMKM dan konsumen terutama selama masa Pandemi Covid-19. Hasil pengukuran follower pada akun Instagram mengalami peningkatan signifikan selama 3 bulan terakhir sebanyak 200% lebih. Program ini sangat perlu dilanjutkan oleh mitra UMKM Roti Lapis Khas Jogja Pak Joyo dalam jangka beberapa tahun kedepan. Pada era ini masyarakat banyak menggunakan media sosial untuk mencari informasi, komunikasi dan media marketing karena jangkauannya yang sangat luas.
SCREENING KESEHATAN KELOMPOK SADAR WISATA DI MASA PANDEMI COVID-19
Nur Chayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.087 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.691
Desa wisata Santan dikembangkan dengan pendekatan community approach atau community based development oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Dewi Kamsa. Pertumbuhan Dewi Kamsa sangat baik, namun semenjak pandemi Covid, hampir semua kegiatan terhenti. Selama pandemi ini warga juga jarang sekali melakukan pemeriksaan kesehatan di pusat layanan kesehatan seperti Puskesmas, dengan alasan takut tertular Covid. Atas inisiasi Pokdarwis, RT setempat dan pengabdi maka solusi untuk menghidupkan kembali aktivitas Dewi Kamsa adalah akan dilakukan kegiatan screening kesehatan terhadap warga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah terdeteksi masalah kesehatan awal masyarakat di masa pandemi. Screening kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan suhu, tekanan darah, berat badan serta konsultasi kesehatan. Jumlah peserta yang hadir didominasi oleh perempuan sebanyak 20 orang (71,43%) sisanya laki-laki (28,57%). Rata-rata berat badan peserta 59 kg, sistole 130,9 mmHg, diastole 98,1 mmHg dan suhu 36,30C. Hasil uji statistic membuktikan bahwa usia memiliki keterkaitan yang bermakna dengan tekanan darah sistol (p 0,0001) namun tidak berpengaruh terhadap berat badan, diastole dan suhu. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan lebih rutin karena berpengaruh terhadap kenaikan angka systole pada tekanan darah. Kesimpulan bahwa screening kesehatan melalui program pengabdian masyarakat sangat bermanfaat dalam mendeteksi penyakit tidak menular di masyarakat.
PEMBERDAYAAN IBU PKK (PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA) PADA MASA PANDEMI COVID-19 MENUJU MASYARAKAT SEHAT
Nyka Dwi Febria
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.187 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.692
Covid-19 merubah keadaan dalam semua bidang. Kesehatan merupakan hal yang paling terpengaruh dengan kondisi tersebut. Kesehatan dapat terwujud dari pengetahuan yang tepat dan dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Ibu PKK merupakan salah satu sasaran yang dapat menyampaikan pengetahuan tentang kesehatan kepada masyarakat. Ibu PKK Desa Jadan Tamantirto Kasihan Bantul melakukan kegiatan PKK walaupun dalam masa pandemi. Tetapi dengan protokol kesehatan yang tepat. Sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan berupa posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan pengetahuan tentang covid-19 dalam melakukan kegiatan PKK sesuai protokol yang tepat dan tentang kesehatan gigi dan mulut. Metode pada pengabdian dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kesehatan dengan tema covid-19, cuci tangan dan kesehatan gigi. Hasil: Pengetahuan Ibu PKK meningkat setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Pengetahuan tentang covid-19 akan diaplikasikan dalam melakukan kegiatan PKK berupa posyandu yang dilakukan dengan protokol covid. Masyarakat juga mendapatkan edukasi yang tepat dari Ibu PKK tentang covid-19. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan manfaat untuk Ibu PKK Dusun Jadan dalam melakukan kegiatan sesuai dengan protokol covid-19 dan dapat menyalurkannya sehingga tercipta masyarakat sehat.
NILAI TAMBAH PRODUK SAYURAN DAN PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR
Gatot Supangkat Samidjo;
Bambang Heri Isnawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.701 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.694
Potensi produksi sayuran Desa Ngagrong, Gladagsari, Boyolali prospektif apabila dikembangkan dengan baik. Namun, produk sayur di desa ini melimpah pada saat panen dapat mengakibatkan nilai jual atau harga sayur menjadi relatif murah. Jatuhnya harga sayuran, seringkali banyak yang tidak terjual dan hanya dibuang begitu saja, sehingga menjadi sampah yang menimbulkan bau tak sedap, dan mengganggu kebersihan. Untuk itu perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap produk sayur yang melimpah dan limbahnya. Penanganan produk sayur yang melimpah dilakukan dengan menjadikan produk olahan, sedangkan limbah diolah menjadi pupuk organik. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan nilai tambah produk sayur dan limbah sayuran agar memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat. Metode yang diterapkan dalam program PkM ini Sustainable and Together Learning. Metode ini dilaksanakan secara sistematis dalam suatu medium pembelajaran secara langsung di lapangan. Beberapa teknik pengelolaan program PkM yang diterapkan, antara lain PRA (Participatory Rural Appraisal), FGD (Focus Group Discussion), dan praktik belajar (practical learning). Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, yaitu mitra memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan hasil sayuran, dan pemanfaatan limbah sayuran untuk pupuk organik cair. Terbangunnya usaha baru yang dapat dikembangkan lagi, yakni pangan olahan berbahan baku sayuran, dan penyediaan pupuk organik cair berbahan baku limbah sayuran.
PENGEMBANGAN UNIT USAHA TEMPE DI PESANTREN DENGAN TEKNIK PEMASARAN ONLINE
Chusnul Azhar;
Wahyudi Wahyudi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.083 KB)
Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul adalah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah pengelolaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul yang bergerak pada ranah pendidikan dan sosial. Adapun unit usaha yang diselenggarakan adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Panti Asuhan, dan Unit Pengumpul Zakat Lembaga Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (UPZ LAZISMU). Kurang lebih 70% santri berasal dari keluarga yang tidak mampu yang seluruh kebutuhannya masih bergantung kepada para donatur yang dihimpun melalui UPZ LAZISMU Asy-Syifa. Olehnya, Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul mengembangkan unit usaha tempe, namun masih dikelola dan dipasarkan secara sederhana dan belum memanfaatkan kekuatan ekonomi warga Muhammadiyah yang memiliki loyalitas tinggi dan dapat dijadikan sebagai konsumen tetap. Maka, program pengabdian ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pentingnya ketahanan ekonomi umat yang ditujukan kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Bambanglipuro dan sekitarnya yang nantinya menjadi konsumen tetap, menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan kreativitas para pengelola unit usaha tempe dalam membuat media pemasaran offline maupun online, dan membentuk tim kreatif pemasaran unit usaha tempe. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan penjualan sampai dengan 65% jika dibandingkan penjualan sebelumnya.
TINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TRAUMA MATA AKIBAT OLAHRAGA
Yunani Styandriana;
Nur Shani Meida;
Ahmad Ikliluddin;
Ika Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.365 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.696
Kegiatan olahraga semakin meningkat akhir-akhir ini terutama masa pandemi COVID-19. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga bermanfaat untuk mengisi waktu luang selama masa pandemi. Olahraga dapat mengakibatkan cedera antara lain cedera di mata. Beberapa kelainan mata akibat cedera olahraga dapat mengakibatkan kelainan di mata baik ringan maupun berat. Bentuk cedera mata akibat olahraga antara lain hematom palpebra, perdarahan subkonjungtiva, ruptur kornea, hifema, katarak traumatika, subluksasi lensa, ablatio retina dan lain sebagainya. Jenis trauma mata yang tidak dikenali dan tidak ditangani dengan baik secara cepat dan tepat dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut dan dapat berakibat fatal bahkan kebutaan. WHO tahun 2007 melaporkan terdapat lebih dari 7 juta orang menderita buta setiap tahun. Sampai saat ini terdapat 180 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan penglihatan dan 40-45 juta menderita kebutaan. Indonesia memegang posisi tertinggi di South East Asia (1,50%) dibanding Bangladesh (1%), India (0,70%) dan Thailand (0,30%). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan trauma mata akibat olahraga dan penanganannya. Kegiatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara daring dengan dimulai sesi pretes kemudian sesi pemaparan materi , dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab dan diakhiri sesi postes untuk mengukur keberhasilan kegiatan dan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta secara penuh dari awal, pretes sampai dengan selesai termasuk postes. Terdapat peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes (62,12 menjadi 84,25). Terdapat peningkatan pengetahuan tentang trauma mata akibat olahraga.
PENDAMPINGAN PENERAPAN PROTOKOL COVID-19 PADA UMKM BERBASIS KULINER
Rinasa Agistya Anugrah;
Oki Wijaya;
Ferriawan Yudhanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.858 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.697
Kesehatan merupakan faktor utama dalam kehidupan manusia. Ketika pandemi menyerang kesehatan manusia menjadi terancam. Tak hanya aspek kesehatan saja, adanya pandemi menyebabkan semua sektor melemah, mulai dari pemerintahan, perekonomian, aktivitas sosial, dan ketersediaan pangan. UMKM merupakan salah satu yang terdampak oleh adanya pandemi Covid-19. Di Indonesia, UMKM memberikan peranan yang sangat penting dalam perekonomian negara karena sebagai penyumbang PDB terbesar, terbanyak menyerap tenaga kerja, dan relatif tahan terhadap krisis keuangan. Jika UMKM bergerak di bidang pangan maka hal ini merupakan kekuatan negara dalam penguatan ketersediaan pangan. Kecamatan Tempel adalah wilayah yang terdapat banyak UMKM yang bergerak di bidang pangan, beberapa diantaranya adalah UMKM roti dan mie ayam. UMKM mie ayam merupakan yang teramai pengunjungnya, demikian juga UMKM roti dalam proses produksinya melibatkan banyak tenaga kerja sehingga menciptakan kerumunan. Dalam pencegahan penularan virus Covid-19 seharusnya kerumunan dihindari, namun jika itu terpaksa dilakukan maka penerapan protokol kesehatan (prokes) perlu diperketat. Perlu adanya kesadaran tentang pentingnya menerapkan prokes pada pemilik dan karyawan UMKM. Oleh karena itu, dilakukan dengan metode penyuluhan serta diberikan APD berupa masker dan peralatan cuci tangan untuk UMKM. Setelah dilakukan penyuluhan, pemilik dan karyawan UMKM telah mampu menerapkan prokes dengan baik.
PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN PADA KLINIK PRATAMA
Nur Hidayah;
Arlina Dewi;
Galuh Panji Rakasiwi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.767 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.698
Klinik Pratama merupakan salah satu fasilitas kesehatan dasar yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Dalam masa pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019), kinerja klinik pratama dari segi jumlah pasien menurun. Peningkatan kinerja Klinik Pratama tidak terlepas dari peran manajemen sumber daya manusia (SDM). Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan pengetahuan tentang Peran Manajemen SDM dalam meningkatkan kinerja Klinik Pratama Aisyiyah Siti Khodijah Salam. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan kerjasama dengan sebuah Klinik Pratama sebagai Mitra untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan non kesehatan tentang peran manajemen SDM di Klinik Pratama untuk meningkatkan kinerjanya. Peserta terdiri dari 10 orang, yaitu seorang dokter gigi sebagai Direktur Klinik, 2 orang dokter umum, 5 orang bidan, seorang tenaga administrasi, dan seorang apoteker. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan SDM adalah dengan pemberian materi yang sesuai oleh Narasumber yang dilanjutkan dengan tanya jawab. Sebelum pemberian materi tentang Peran SDM dalam meningkatkan kinerja Klinik Pratama, peserta diminta untuk mengisi pre-test yang berupa pilihan berganda dengan memilih satu jawaban yang paling benar menggunakan google form. Kemudian setelah diberikan materi tersebut, peserta diminta untuk mengisi post-test dengan pertanyaan/ pernyataan yang sama. Hal tersebut untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pemberian materi. Hasil dari pemberian materi dan tanya jawab menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang Peran Manajemen SDM dalam Meningkatkan Kinerja Klinik yaitu dengan persentase sebesar 27%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada pengetahuan tentang Analisis Jabatan, Perencanaan SDM, dan Sistem Remunerasi.