cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 131 Documents
The Influence of Da'wah Material and Media Exposure on The Religious Attitudes of Hanan Attaki’s Youtube Channel Viewers Zarifah, Rifa; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.34157

Abstract

Abstrak: YouTube adalah media audio visual yang berbasis web penjelasan yang digunakan masyarakat untuk berbagai hal termasuk belajar keagamaan. Salah satu akun dakwah yang memanfaatkan pola tersebut adalah akun YouTube Hanan Attaki. Masyarakat luas yang mengakses media YouTube tersebut mengalamai terpaan media yang mendorongnya terjadi sebuah keberagamaan. Maka dari itu tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton chanel YouTube Hanan Attaki, (2) Menganalisis dan mengukur seberapa kuat pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 116 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji F dan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki tergolong tinggi dengan persentase sebesar 92% dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki yang artinya semakin tinggi materi dakwah dan terpaan media maka tingkat positif sikap keberagamaan pada responden akan semakin meningkat pula, (2) signifikansi pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan sebesar 59,3%, sisanya 40,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Abstract: YouTube is a web-based audio-visual media explanation that people use for various things including religious learning. One da'wah account that takes advantage of this pattern is Hanan Attaki's YouTube account. The wider community who access YouTube media experience media exposure that encourages religious activity. Therefore, the purpose of this study is (1) describe  the influence of da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel viewers, (2) analyze and measure how strong the influence of da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel viewers. This study used a quantitative approach with survey methods. The sample size of this study are 116 respondents. The data analysis carried out is descriptive analysis, classical assumption test, multiple linear regression test, correlation and determination coefficient test, F test and T test. The results of this study showed (1) the level of religious attitude of  Hanan Attaki's YouTube channel viewers was high with a percentage of 92% and a significance value of 0.000 < 0.05, there is a positive and significant influence between da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel  viewers, which means that the higher the da'wah material and media exposure, the positive level of religious attitudes in respondents will increase as well, (2) the significance of the influence of da'wah material and media exposure on religious attitudes by 59.3%, the remaining 40.7 percent are influenced by other factors outside this study. 
Sensitivitas Gender Penyuluh Agama di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Bila, Farah Salsa; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.34475

Abstract

Abstract: The understanding of gender-biased communities gives rise to injustices and discrimination such as stereotypes, marginalization, subordination, double work burden, and violence. This can also happen among Islamic Religious Counselors. The purpose of this research is to analyze the gender sensitivity understanding of Islamic Religious Counselors in Ciputat Sub-district, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors of gender sensitivity among Islamic Religious Extensions in Ciputat Sub-district. The theory used in this research is Constance Newman's Gender Sensitivity Theory. This research is analyzed using Mansour Fakih's gender analysis framework. The research method employed is qualitative research with a case study approach. The informants in this study consist of six individuals, namely two Islamic Religious Extensions as key informants, two Islamic Religious Extensions as main informants, and two supporting informants from the community who are clients of the extensions. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study was conducted in Ciputat Sub-district. The research findings indicate that the gender sensitivity analyzed through five gender analysis lenses and deepening interviews with supporting informants reveal that two out of four extensions have higher gender sensitivity compared to the others. The second research finding pertains to the factors supporting gender sensitivity, which include progressive Islamic views, upbringing patterns, and gender. On the other hand, inhibiting factors include education, gender, and societal stereotypes.Abstrak: Pemahaman masyarakat yang bias gender melahirkan ketidakadilan dan diskriminasi seperti stereotipe, marginalisasi, subordinasi, beban kerja ganda, dan kekerasan. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada kalangan Penyuluh Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis pemahaman Sensitivitas gender Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Ciputat, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat Sensitivitas Gender Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Ciputat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Sensitivitas Gender Constance Newman. Penelitian ini dianalisis menggunakan pisau analisis gender Mansour Fakih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang yakni dua orang penyuluh agama Islam sebagai informan kunci, dua orang penyuluh agama Islam sebagai informan utama, dan dua orang informan pendukung dari masyarakat yang merupakan klien penyuluh. Teknik pengambilan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ciputat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas gender pada penelitian ini yang dianalisis melalui lima pisau analisis gender serta pendalaman wawancara dengan informan pendukung, ditemukan bahwa dua dari empat penyuluh memiliki sensitivitas gender yang lebih tinggi dari penyuluh lainnya. Hasil penelitian yang kedua yakni mengenai faktor pendukung sensitivitas gender adalah pandangan Islam progresif, pola asuh, dan jenis kelamin. Sedangkan faktor penghambatnya berupa pendidikan, jenis kelamin, dan stereotipe masyarakat.
Pengaruh Kegiatan Keagamaan terhadap Strategi Coping Siswa/I SMA di SMA Negeri 7 Tangerang Khairunnisa, Ayudya Nur; Arwan, Artiarini Puspita; AM, Daud Effendi
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.34499

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to: 1) describe the level of coping strategies for high school students at SMA Negei 7 Tangerang, 2) analyze the effect of religious activities on coping strategies for high school students at SMA Negeri 7 Tangerang, 3) analyze the magnitude of the influence of religious activities on the coping strategies of high school students at SMA Negeri 7 Kota Tangerang. This research uses a quantitative approach with a sample of 75 respondents through a quota sampling technique. The data analysis technique used in this research is descriptive test, normality test, simple linear regression test, correlation coefficient test, T test (partial) and F test (Simultaneous). The results of the study show that: 1) coping strategies for high school students at SMA Negei 7 Tangerang have a high-evel category, 2) there is an influence of Religious Activities on Coping Strategies for High School Students at SMA Negeri 7 Tangerang, 3) the significance value is 0.000 <0.05 and the tcount is 5.337 > table is 1.993 and the results of the coefficient of determination or RSquare show a number of 0.496 or it can be interpreted that there is an influence of the variable Religious Activity (X) on the Coping Strategy variable for high school students ( Y) in SMA Negeri 7 Tangerang is 49.6% and the remaining 50.4% can be explained by other variables outside the variables that have been examined in this research. So, it can be concluded in this study Ha (Alternative Hypothesis) is accepted, meaning that there is a positive and significant influence of religious activities on the coping strategies of high school students.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk: 1) mendeskripsikan tingkat strategi coping siswa/i SMA di SMA Negei 7 Tangerang, 2) menganalisis pengaruh kegiatan keagamaan terhadap strategi coping siswa/i SMA di SMA Negeri 7 Tangerang, 3) menganalisis besaran pengaruh kegiatan keagamaan terhadap strategi coping siswa/i SMA di SMA Negeri 7 Kota Tangerang. Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 75 responden melalui teknik quota sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji deskriptif, uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji koefisien korelasi, uji T (parsial) dan uji F (Simultan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi coping siswa/i SMA di SMA Negei 7 Tangerang memiliki tingkat kategori tinggi, 2) terdapat pengaruh Kegiatan Keagamaan terhadap Strategi Coping Siswa/i SMA di SMA Negeri 7 Tangerang, 3) nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung senilai 5,337 > tabel senilai 1,993 serta hasil koefisien determinasi atau RSquare menunjukan angka sebesar 0,496 atau dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pengaruh variabel Kegiatan Keagamaan (X) terhadap variabel Strategi Coping siswa/i SMA (Y) di SMA Negeri 7 Tangerang adalah sebesar 49,6% dan sisanya 50,4% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang telah diteliti dalam peneltian ini. Maka dapat disimpulkan pada penelitian ini Ha (Hipotesis Alternatif) diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan kegiatan keagamaan terhadap strategi coping siswa/i SMA.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Memberikan Motivasi Terhadap Warga Binaan Panti Sosial Di Kabupaten Malang Putri, Sherla Amanda; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.36212

Abstract

Abstract: Social institutions are institutions that empower people with social welfare problems (PMKS), including homeless people and individuals with mental problems. The social and psychological challenges faced by inmates, such as social isolation and uncertainty about the future, emphasize the urgency of providing motivation as a source of inspiration and emotional support. The role of Islamic religious extension is key in providing inspiration, emotional support, and stimulating positive change. Through counseling and guidance, religious extension help inmates find the meaning of life, reflect on their actions, and create positive change. The aims of this research are 1) to find out the role of religious Islamic extension as motivators for assisted residents in social institutions, 2) to determine the positive impact of providing motivation to social assistance residents in social institutions. This research uses a qualitative approach using the literature study method which was carried out at the beginning of the research concept formulation stage. The results of this research show that 1) the role of religious extension as motivators proves the importance of their contribution in guiding, inspiring, and building the psychological and moral well-being of social assistance residents (WBS), 2) the positive impact of providing motivation on social assistance residents, shows that religious extension has a significant role in forming positive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS).ositive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS). Abstrak: Panti sosial adalah lembaga yang memberdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk tunawisma dan individu dengan masalah kejiwaan. Tantangan sosial dan psikologis yang dihadapi warga binaan, seperti isolasi sosial dan ketidakpastian masa depan, menekankan urgensi memberikan motivasi sebagai sumber inspirasi dan dukungan emosional. Peran penyuluh agama Islam menjadi kunci dalam memberikan inspirasi, dukungan emosional, dan merangsang perubahan positif. Melalui konseling dan bimbingan, penyuluh agama membantu warga binaan menemukan makna hidup, merenungkan tindakan mereka, dan menciptakan perubahan positif. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui bagaimana peran Penyuluh Agama Islam sebagai motivator warga binaan di Panti Sosial, 2) mengetahui dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial di Panti Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan pada awal tahap perumusan konsep penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran penyuluh agama sebagai motivator membuktikan pentingnya kontribusi mereka dalam membimbing, memberikan inspirasi, dan membangun kesejahteraan psikologis serta moral warga binaan sosial (WBS), 2) dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial, menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter positif dan meningkatkan kesejahteraan mental warga binaan sosial (WBS).
Strategi Penyuluh Agama Islam dalam Menangani Dampak Pernikahan Dini Pada Remaja di Kabupaten Pekalongan Lintang Kusuma, Regina Wahyu; Rifa'i Subhi, Muhamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.36380

Abstract

Abstract: The purpose of writing this article is to identify the strategies of religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers. The method used is qualitative library and also interviews, interviewing a number of religious figures as primary data and conducting library studies such as sources from journals or previous research as secondary data, data obtained from interviews and library studies with a focus on strategies of Islamic religious instructors in overcoming The impact of early marriage on teenagers. The phenomenon paradigm is applied to explore the situation in Pekalongan Regency. The results of this research are the strategies of religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers. The results of the research above show that the strategy of Islamic religious counselors in dealing with the impact of early marriage on teenagers emphasizes a holistic and collaborative approach, involving the government, religious leaders and the community. Islamic religious extension is recognized as a strategic key, with local cooperation and adaptation of outreach programs according to culture.Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana strategi penyuluh agama dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja. Metode yang dilakukan adalah kualitatif library dan juga wawancara, mewawancari sejumlah tokoh agama sebagai data primer dan melakukan studi library seperti sumber dari jurnal atau penelitian terdahulu sebagai data sekunder, data yang diperoleh dari hasil wawancara dan studi library dengan fokus pada strategi penyuluh agama Islam dalam mengatasi dampak pernikahan dini pada remaja. Paradigma fenomena diterapkan untuk mengeksplorasi situasi di Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian ini bagaimana strategi penyuluh agama dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa strategi penyuluh agama islam dalam menangani dampak pernikahan dini pada remaja lebih menekankan pendekatan holistik dan kolaboratif, melibatkan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Penyuluhan agama Islam diakui sebagai kunci strategis, dengan kerjasama lokal dan adaptasi program penyuluhan sesuai budaya.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Minat Belajar Al-Qur'an pada Anak di Desa Semingkir Anansyah, Syafiq Fahli; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/4f4jdw88

Abstract

Abstract: Islamic religious instructors play a major role as learning facilitators who not only convey information, but also guide the children of Semingkir Village in increasing their interest in learning to read the Al-Qur'an. Through an interactive approach, instructors can create an atmosphere that triggers curiosity, teach the teachings of the Koran in their daily lives, and highlight positive values that can provide intrinsic motivation. By adopting creative and inclusive learning methods, Islamic religious educators can overcome potential barriers to learning, build children's self-confidence, and strengthen their enthusiasm for exploring religious knowledge. Apart from that, counselors also act as mentors who guide children's moral and spiritual development, making the Al-Qur'an not only a collection of verses, but also a relevant life guide. In the context of Semingkir Village, the presence of Islamic religious instructors is not only a supporter of formal behavior, but also a motivator for children to be active and diligent in reading the Koran. With a holistic approach, they can create a pleasant learning environment, spark a sense of pride, curiosity about the Qur'an, and stimulate continued interest in the study of the Qur'an.Abstrak: Penyuluh agama Islam memegang peran utama sebagai fasilitator pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membimbing anak-anak Desa Semingkir dalam meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur'an. Melalui pendekatan yang interaktif, penyuluh dapat menciptakan suasana yang memicu rasa ingin tahu, mengaitkan ajaran Al-Qur'an dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan menyoroti nilai-nilai positif yang dapat memberikan motivasi intrinsik. Dengan mengadopsi metode pembelajaran yang kreatif dan inklusif, penyuluh agama Islam dapat mengatasi potensi hambatan belajar, membangun kepercayaan diri anak-anak, serta memperkuat semangat mereka dalam menggali ilmu agama. Selain itu, penyuluh juga berperan sebagai mentor yang membimbing perkembangan moral dan spiritual anak-anak, menjadikan Al-Qur'an bukan hanya sebagai kumpulan ayat, tetapi juga sebagai panduan hidup yang relevan. Dalam konteks Desa Semingkir, kehadiran penyuluh agama Islam tidak hanya sebagai pendukung kurikulum formal, tetapi juga sebagai motivator pada anak anak agar giat dan rajin membaca Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang holistik, mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memicu rasa bangga terhadap rasa ingin tau kepada Al-Qur'an, dan merangsang minat berkelanjutan terhadap studi Al-Qur'an. 
Kejawen: A Religion That Is Seen as (only) A Culture Revisiting Kejawen Teaching Using Indigenous Religion Paradigm Hermina, Leyla Adrianti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.36734

Abstract

Abstrak: Kajian ini mengeksplorasi praktik spiritual masyarakat Jawa yang disebut Kejawen, yang sering disalahartikan sebagai tradisi budaya dan bukan agama. Dalam konteks Indonesia, kriteria khusus menentukan apa yang dimaksud dengan sebuah agama, dan sayangnya Kejawen tidak sejalan dengan standar pemerintah tersebut. Akibatnya, Kejawen umumnya dianggap bukan sebagai agama formal namun sebagai praktik warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan ada yang menganggap Kejawen bersifat mistis atau kuno, tidak layak untuk masyarakat masa kini. Mengingat, di kalangan praktisi Kejawen pun masih ada keraguan untuk menyebut agama sebagai agama mereka. Dalam penelitian ini, saya mendalami Kejawen dengan terlebih dahulu mengkaji literatur untuk memahami intinya, kemudian mewawancarai tiga praktisi dari Jawa Timur dan Yogyakarta. Pendekatan ganda ini membantu saya melihat bagaimana Kejawen cocok dengan konteks agama yang lebih luas dan tempatnya yang unik di antara kepercayaan spiritual. Saya mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku dan jurnal, dan melakukan wawancara semi terstruktur secara offline untuk mendapatkan wawasan lebih dalam. Studi ini menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola dalam data, memberikan pandangan komprehensif mengenai kompleksitas Kejawen dan keselarasan dengan kerangka keagamaan global dan adat. Untuk menilai kembali status Kejawen, tulisan ini meninjau kembali definisi mendasar 'agama' dan esensi aslinya. Dengan menerapkan Paradigma Agama Pribumi, kita bisa melihat sejauh mana keselarasan Kejawen dengan kerangka tersebut. Analisis komparatif ini bertujuan untuk memantapkan kembali posisi Kejawen, dan berpotensi mengakuinya sebagai agama asli Indonesia, yang berakar kuat pada warisan nenek moyang negara.Abstract: This study explores the Javanese spiritual practice known as Kejawen, often misconstrued as merely a cultural tradition rather than a religion. In the Indonesian context, specific criteria define what constitutes a religion, and Kejawen, unfortunately, doesn't align with these governmental standards. As a result, Kejawen is generally perceived not as a formal religion but as a heritage practice passed down through generations. Some even view Kejawen as mystical or archaic, unfit for contemporary society. Considering, even among Kejawen practitioners, there's a hesitancy to label it as their religion. In this study, I explored Kejawen by first reviewing literature to understand its core, then interviewing three practitioners from East Java and Yogyakarta. This dual approach helped me see how Kejawen fits into wider religious contexts and its unique place among spiritual beliefs. I collected data from various sources, including books and journals, and conducted offline semi-structured interviews for deeper insights. The study used thematic analysis to identify patterns in the data, offering a comprehensive look at Kejawen's complexities and its alignment with global and indigenous religious frameworks. To reassess Kejawen's status, this paper revisits the fundamental definition of 'religion' and its original essence. By applying the Indigenous Religion Paradigm, we can examine how well Kejawen aligns with this framework. This comparative analysis aims to reestablish Kejawen's position, potentially recognizing it as an indigenous religion of Indonesia, deeply rooted in the country's ancestral heritage.
Tradisi Islami dalam Kearifan Lokal: Praktik Budaya dan Adat Istiadat di Komunitas Pedesaan Hiptraspa, Zepri; Saputri, Dea Novis
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.37982

Abstract

Abstract: Cultural heritage in the context of Islamic-based rural communities faces significant challenges due to modernization and social change. This article discusses strategies for balancing cultural conservation and adaptation in maintaining the sustainability of cultural heritage while adapting to changing times. An inclusive approach that combines local wisdom with modern aspects is crucial in caring for cultural heritage. Education that integrates religious values with contemporary learning and engages young people in activities that respect traditional values is needed. Additionally, the importance of building community awareness and involvement in caring for their cultural heritage is emphasized, with support from governments, cultural institutions and non-governmental organizations. The balance between cultural conservation and adaptation requires a holistic approach that combines traditional values with current developments. Through deeper understanding and a balanced approach, the cultural heritage and identity of Islamic-based rural communities can continue to live and develop in changing times.Abstrak: Warisan budaya dalam konteks masyarakat pedesaan berbasis Islam menghadapi tantangan signifikan akibat modernisasi dan perubahan sosial. Artikel ini membahas strategi keseimbangan antara konservasi budaya dan adaptasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sambil menyesuaikan dengan perubahan zaman. Pendekatan inklusif yang memadukan kearifan lokal dengan aspek modern menjadi krusial dalam merawat warisan budaya. Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pembelajaran kontemporer dan melibatkan generasi muda dalam aktivitas yang menghormati nilai-nilai tradisional diperlukan. Selain itu, pentingnya membangun kesadaran masyarakat dan keterlibatan dalam merawat warisan budaya mereka ditekankan, dengan dukungan dari pemerintah, lembaga budaya, dan organisasi non-pemerintah. Keseimbangan antara konservasi budaya dan adaptasi membutuhkan pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman. Melalui pemahaman yang lebih dalam dan pendekatan yang berimbang, warisan budaya dan identitas masyarakat pedesaan berbasis Islam dapat terus hidup dan berkembang dalam perubahan zaman.
Membangun Generasi Qur'ani: Kegiatan Penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo Hijazzi, Akhmad Faruq; Khakim, Muhammad Zahir Luthfil; Mufila, Safana Fitriani; Lathifah, Kurnia; Hanafi, Muhammad Sofyan; Septiani, Sheilla; Toha, Ahmad Muzaki; Karim, Abdul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41837

Abstract

Abstract: Qur'anic literacy education (BTQ) has become very important in building a Qur'anic generation in Muslim societies. This research focuses on BTQ extension activities in Sumberejo Village, which aim to improve the ability to read and write the Qur'an among adult mothers. Through a qualitative approach, which included observations and interviews, the study found that this extension program not only improved participants' technical skills, but also deepened their understanding of the teachings of the Qur'an and its application in daily life. The results showed that after attending the counseling, participants experienced significant improvements in their confidence and ability to recite the Qur'an, which had a positive impact on their children's religious education. Therefore, BTQ counseling in Sumberejo Village can be categorized as a strategic effort to empower the community and shape the character of a better Qur'anic generation.Abstrak: Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) menjadi sangat penting dalam membangun generasi Qur'ani di masyarakat Muslim. Penelitian ini berfokus pada kegiatan penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an di kalangan ibu-ibu dewasa. Melalui pendekatan kualitatif, yang meliputi observasi dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa program penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Al-Qur'an serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti penyuluhan, peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan kemampuan membaca Al-Qur'an, yang berdampak positif pada pendidikan agama anak-anak mereka. Oleh karena itu, penyuluhan BTQ di Desa Sumberejo dapat dikategorikan sebagai upaya strategis untuk memberdayakan komunitas dan membentuk karakter generasi Qur'ani yang lebih baik.
Persepsi Masyarakat tentang Moderasi Beragama di Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Ma'rifah, Sirly; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41881

Abstract

Abstract: Perceptions about religious moderation are challenged by misperceptions resulting from views that devalue religious moderation and the assumption that moderates are less assertive and pragmatic and even close to liberals, which can weaken people's religious beliefs. In 2019, the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia mainstreamed religious moderation and made religious moderation included in the 2020-2024 National Medium Term Development Plan, which is an alternative to preventing public misperceptions and efforts to mainstream the concept of religious moderation. This research was conducted on the people of Pabuaran Village, where the village has a heterogeneous society with adherents of 6 different religions, namely Islam, Confucianism, Christianity, Catholicism, Buddhism and Hinduism. It is a model village for religious harmony and has been designated as one of 1000 villages of religious moderation. The research method used is descriptive qualitative with parameters of 4 indicators of religious moderation from the Ministry of Religion, namely Tolerance, Non-Violence, Accommodation of Local Culture and National Commitment. The results of this research found 3 classifications of perceptions of the people of Pabuaran Village regarding religious moderation, namely people who view religious moderation based on their understanding, people who view religious moderation according to their environment, and people who view religious moderation as something they don't have to care about.Abstrak: Persepsi tentang moderasi beragama memiliki tantangan terjadinya kesalahan persepsi akibat dari pandangan yang merendahkan moderasi beragama dan anggapan bahwa kalangan moderat kurang tegas dan pragmatis bahkan dekat dengan liberal sehingga dapat melemahkan keyakinan beragama masyarakat. Tahun 2019 Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pengarusutamaan moderasi beragama dan menjadikan moderasi beragama termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menjadi alternatif pencegahan terjadinya kesalahan persepsi masyarakat dan upaya mainstreaming konsep moderasi beragama. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat Desa Pabuaran, dimana desa tersebut memiliki masyarakat heterogen dengan 6 penganut agama yang berbeda yaitu Islam, Konghucu, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu Sikh, merupakan desa percontohan kerukunan umat beragama dan ditetapkan sebagai salah satu dari 1000 kampung moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan parameter 4 indikator moderasi beragama dari Kementerian Agam yaitu Toleransi, Anti Kekerasan, Akomodatif Budaya Lokal dan Komitmen Kebangsaan. Hasil penelitian ini menemukan 3 klasifikasi persepsi masyarakat Desa Pabuaran tentang moderasi beragama yaitu masyarakat yang memandang moderasi beragama atas dasar pemahamannya, masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagaimana lingkungannya, dan masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagai sesuatu yang tidak harus mereka pedulikan.