cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 131 Documents
Implementasi Bimbingan Konseling Kelompok untuk Mengatasi Bullying di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang Muttaba, Muhammad Dawwam; Sari, Laila Novita; Maftuhah, Farkhatun; Rahmanda, Janitra Fahma; Hidayah, Laella Nur; Safrodin, Mawaddah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41949

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of group counseling guidance in overcoming bullying at Fadlu Fadhlan Islamic Boarding School, Mijen, Semarang. Using qualitative methods, this study collected data through observation, interviews, and documentation. The results show that group counseling guidance is effective in reducing bullying behavior and improving social relationships between students. The program helps students develop empathy, communication, and mutual respect. The study recommends that group counseling be implemented sustainably as a bullying prevention strategy in pesantren.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bimbingan konseling kelompok dalam mengatasi bullying di Pondok Pesantren Fadlu Fadhlan, Mijen, Semarang. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bimbingan konseling kelompok efektif dalam mengurangi perilaku bullying serta meningkatkan hubungan sosial antar santri. Program ini membantu santri mengembangkan empati, komunikasi, dan rasa saling menghargai. Penelitian merekomendasikan agar konseling kelompok diterapkan secara berkelanjutan sebagai strategi pencegahan bullying di pesantren.
Pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Binaan Kua Pesanggrahan Jakarta Selatan Assidqiyah, Madadina; Arwan, Artiarini Puspita
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.42485

Abstract

Abstract: Juvenile delinquency is increasingly common and tends to increase in number. Based on data for the past 2 years, in 2022 and 2023 there were more than 323 cases of juvenile delinquency in South Jakarta. From the data above, the Ministry of Religion has a solution to overcome this problem, namely the School Age Youth Guidance (BRUS) program. Teenagers need to be given Qeren Qur'ani Youth Guidance so that teenagers have religious knowledge that can develop a better personality. Therefore, Qeren Qur'ani Youth Guidance is very influential on character formation. The aim of this research is to find out how much influence Qeren Qur'ani Youth Guidance has on Character Formation at the Schools Assisted by KUA Pesanggrahan, South Jakarta. This research approach uses quantitative methods with a sample size of 35 students. The data analysis techniques used in this research are normality test, simple linear test, correlation coefficient test, F (Simultaneous) hypothesis test, and T (Partial) hypothesis test using the SPSS application. The results of the research are that there is an influence of Qeren Qur'ani Youth Guidance on Character Formation in Schools Assisted by KUA Pesanggrahan, South Jakarta with a significance value of 0.000 < 0.05, and there is a strong relationship between the Qeren Qur'ani Youth Guidance variable and supported Character Formation with an r square value of 0.565. This means that 56.5% of the character formation of students at schools supported by KUA Pesanggrahan South Jakarta is influenced by the Qeren Qur'ani Youth Guidance and another 43.7% is influenced by other variables.Abstrak: Kenakalan remaja (Juvenile delinquency) semakin marak terjadi dan cenderung meningkat jumlahnya. Berdasarkan data selama 2 tahun kebelakang pada tahun 2022 dan 2023 terdapat lebih dari 323 kasus kenakalan remaja di Jakarta Selatan. Dari data di atas bahwa kementerian Agama memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Para remaja perlu diberikan Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani agar remaja memiliki pengetahuan agama yang dapat meningkatkan kepribadian diri yang lebih baik. Maka dari itu Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani sangat berpengaruh terhadap Pembentukan Karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengaruh dan mengetahui seberapa besar pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 35 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linear sederhana, uji koefisien korelasi, uji hipotesis F (Simultan), dan uji hipotesis T (Parsial) menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian adalah terdapat pengaruh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani terhadap Pembentukan Karakter di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan, Jakarta Selatan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta terdapat hubungan yang kuat antara variabel Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani dengan Pembentukan Karakter yang didukung oleh nilai r square sebesar 0,565. Artinya sebesar 56,5% Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Binaan KUA Pesanggrahan Jakarta Selatan dipengaruhi oleh Bimbingan Remaja Qeren Qur’ani dan sebagian lainnya sebesar 43,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.
Peran Penyuluh Agama dalam Bimbingan Manasik Haji Ramah Lansia di KUA Mampang Prapatan Jakarta Selatan Fadhil, Muhammad; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.42523

Abstract

Abstract: The Government of the Republic of Indonesia has made a policy regarding priority departures for elderly Hajj pilgrims as regulated in Article 14 paragraph 1 of Law Number 8 of 2019 concerning Organizing the Hajj and Umrah Pilgrimage. In 2024, out of a total of 241,000 Hajj pilgrims, there will be 45,678 elderly pilgrims who will carry out the Hajj pilgrimage this year. With the large number of elderly pilgrims departing in 2024, there needs to be special treatment in the form of elderly-friendly facilities and infrastructure in Saudi Arabia as well as elderly-friendly Hajj ritual guidance services to ensure that elderly pilgrims carry out the Hajj smoothly. The aim of this research is to find out and analyze the role of religious extension in the guidance of elderly-friendly Hajj rituals at KUA Mampang Prapatan and what are the supporting and inhibiting factors in the guidance of elderly-friendly Hajj rituals at KUA Mampang Prapatan. This research uses the role theory of Soejono Soekanto, Religious Extension and Elderly Friendly Hajj Manasik Guidance. The methodology used in this research is qualitative with a descriptive approach. The informants in this study were two religious extensions, two elderly congregants and one staff member of the KUA Mampang Prapatan. The research results show that 1) the role of religious extention in carrying out an active and participatory role is to convey knowledge and procedures for carrying out the Hajj pilgrimage, 2) supporting factors in this research are adequate KUA facilities and infrastructure as well as religious extension who are certified Hajj ritual guides, and 3) the inhibiting factor in this research is the diversity of ages of the Hajj pilgrims and the duration of guidance time is too short.Abstrak: Pemerintah Republik Indonesia membuat kebijakan terhadap prioritas keberangkatan jemaah haji lansia yang diatur pada Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah. Pada tahun 2024 dari total 241.000 jemaah haji ada sebanyak 45.678 jemaah haji lansia yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Banyaknya jemaah lansia yang berangkat pada tahun 2024, maka perlu ada penanganan khusus dalam bentuk sarana dan prasarana ramah lansia di Arab Saudi maupun pelayanan khusus dalam bentuk sarana dan prasarana ramah lansia di Arab Saudi maupun pelayanan bimbingan manasik haji ramah lansia guna kelancaran jemaah lansia dalam pelaksanaan ibadah haji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana peran penyuluh agama dalam bimbingan manasik haji ramah lansia di KUA Mampang Prapatan dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam bimbingan manasik haji ramah lansia di KUA Mampang Prapatan. Penelitian ini menggunakan teori peran Soejono Soekanto, Penyuluh Agama dan Bimbingan Manasik Haji Ramah Lansia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan pada penelitian ini berjumlah dua orang penyuluh agama, dua orang jemaah lansia dan satu orang staff KUA Mampang Prapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran penyuluh agama dalam menjalankan peran aktif dan partisipatif ialah menyampaikan pengetahuan dan tata cara pelaksanaan ibadah haji, 2) faktor pendukung dalam penelitian ini ialah fasilitas dan sarana prasarana KUA yang memadai serta penyuluh agama yang bersertifikasi pembimbing manasik haji. dan 3) faktor penghambat dalam penelitian ini ialah keragaman usia jemaah haji dan durasi waktu bimbingan yang terlalu sedikit.
Penerapan Konseling untuk Mengembangkan Self Konsep pada Usia Remaja di MTs NU Mranggen Fardani, Alif Nur; Khasanah, Yuli Nur; Mintarsih, Widayat; Mahmudah, Mahmudah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/zv4xe762

Abstract

Abstract:  One of the most important components in education is career guidance, especially for junior high school students in institutions such as Madrasah Tsanawiyah (MTs). Currently, students are at a crucial stage in the decision-making process regarding their future path, both in choosing a level of further education and a career path. The purpose of this observation is to obtain a comprehensive picture of the implementation of career guidance at MTs NU Mranggen, including the methods used, teacher involvement in guidance and counseling. This study uses a qualitative, descriptive, or phenomenological approach. Results Through counseling services, students are given space to recognize themselves, overcome the problems they face, and build a more positive self-concept. BK teachers or school counselors at MTs NU Mranggen play an active role in helping students face the challenges of adolescence.Abstrak: Salah satu komponen terpenting dalam pendidikan adalah bimbingan karier, khususnya bagi siswa SMP di lembaga seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs). Saat ini, siswa berada pada tahap krusial dalam proses pengambilan keputusan terkait jalur masa depan, baik dalam memilih jenjang pendidikan lanjutan maupun jalur karier. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang pelaksanaan bimbingan karier di MTs NU Mranggen, meliputi metode yang digunakan, keterlibatan guru dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif, atau fenomenologis. Hasil Melalui layanan konseling, siswa diberikan ruang untuk mengenali diri sendiri, mengatasi permasalahan yang mereka hadapi, serta membangun konsep diri yang lebih positif. Guru BK atau konselor sekolah di MTs NU Mranggen berperan aktif dalam membantu siswa menghadapi tantangan usia remaja.  
Pembinaan Keagamaan dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Penerima Manfaat Rumah Singgah Shelter Sehati Dompet Dhuafa di Jakarta Pusat Puji Rahayu, Retno Puji; Arwan, Artiarini Puspita
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/5qvpjm88

Abstract

Abstract: Shelter Sehati Dompet Dhuafa provides temporary housing for patients and their families undergoing treatment. In this challenging situation, self-acceptance is an important aspect for an individual's psychological well-being. Religious guidance carried out at the shelter aims to provide moral and spiritual support, which is expected to increase the self-acceptance of beneficiaries. This study aims to explore religious guidance activities in increasing the self-acceptance of beneficiaries at Rumah Singgah Shelter Sehati Dompet Dhuafa in Central Jakarta. Guidance activities carried out iclude congregational prayer, fiqh studies, and regular religious studies. The research method used is qualitative with a phenomenological approach, which involves in-depth interviews with beneficiaries and observations of guidance activities. The results of the study indicate that religious guidance can increase the self-acceptance of beneficiaries. Before joining the program, many beneficiaries had difficulty accepting their psychological conditions due to the treatment process such as anxiety, depression and trauma. However, after being involved in guidance activities, there was a clear increase in self-acceptance, which was marked by their ability to come to terms with difficult circumstances and reduce feelings of anxiety and depression.Abstrak: Shelter Sehati Dompet Dhuafa menyediakan hunian sementara bagi pasien dan keluarga yang sedang menjalani perawatan. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, penerimaan diri merupakan aspek penting bagi kesejahteraan psikologis individu. Pembinaan agama yang dilaksanakan di shelter bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan spiritual yang diharapkan dapat meningkatkan penerimaan diri penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan bimbingan agama dalam meningkatkan penerimaan diri penerima manfaat di Shelter Rumah Singgah Sehati Dompet Dhuafa Jakarta Pusat. Kegiatan bimbingan yang dilaksanakan meliputi shalat berjamaah, kajian fiqih, dan kajian agama rutin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu wawancara mendalam kepada penerima manfaat dan observasi kegiatan bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan agama dapat meningkatkan penerimaan diri penerima manfaat. Sebelum mengikuti program, banyak penerima manfaat yang mengalami kesulitan menerima kondisi psikologisnya akibat proses perawatan seperti kecemasan, depresi dan trauma. Namun, setelah terlibat dalam kegiatan bimbingan, terjadi peningkatan penerimaan diri yang nyata, yang ditandai dengan kemampuan mereka untuk menerima keadaan sulit dan mengurangi perasaan cemas dan depresi.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Melani, Dian Puspita; Solihin, Muhtar Mochamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpvzty62

Abstract

Abstract: Final year students need to have good academic resilience, this can happen if there is social support from outside parties, one of which is social support from peers. Therefore, the objectives of this research are: 1. To describe the level of academic resilience of final students at the Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. To analyze the influence of the variable (X) Peer Social Support on the variable (Y) Academic Resilience of Students at the Faculty of Da'wah and Communication Sciences. This research approach uses the Quantitative Correlational Method with a sample size of 85 students from the Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The data analysis techniques used in this research are the Kolmogrov Smirnov normality test, simple linear test, correlation coefficient test, coefficient of determination test, T hypothesis test (partial), and F hypothesis test (simultaneous) using the SPSS Statistics 20 application. Social Support from Peers' Social Friends influences Academic Resilience so that Ha is accepted. The results of this research show: 1) The level of peer social support on academic resilience is 0.410, which is classified as a moderate correlation and has a positive value, 2) There is a significant influence between the social support variable of peers on the academic resilience variable of students in the faculty of da'wah and communication sciences with a value of Tcount (4.091) > Ttable (1.989), meaning that the higher the social support of peers, the higher the academic resilience of students in the faculty of Da'wah and communication sciences at UIN Syarif. Hidayatullah Jakarta.Abstrak: Mahasiswa tingkat akhir perlu memiliki resiliensi akademik yang baik, hal tersebut dapat terjadi apabila ada dukungan sosial dari pihak luar salah satunya yaitu dukungan sosial teman sebaya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini : 1. Untuk mendeskripsikan tingkat Resiliensi Akademik Mahasiswa Akhir Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. Untuk menganalisis pengaruh variabel (X) Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Variabel (Y) Resiliensi Akademik Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif Korelasional dengan jumlah sampel 85 Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah uji normalitas kolmogrov smirnov, uji linear sederhana, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji hipotesis T (parsial), dan uji hipotesis F (simultan) dengan menggunakan aplikasi SPSS Statistics 20. Dukungan Sosial Teman Sosial Teman Sebaya berpengaruh terhadap Resiliensi Akademik sehingga Ha di terima. Hasil penelitian ini menunjukkan : 1) Tingkat dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi akademik sebesar 0,410 tergolong korelasi sedang dan memiliki nilai positif, 2) Terdapat pengaruh yang siginifikan antara variabel dukungan sosial teman sebaya terhadap variabel resiliensi akademik mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi dengan nilai Thitung (4,091) > Ttabel (1,989), artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi resiliensi akademik mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pengaruh Komunikasi Penyuluhan Agama Swadaya terhadap Peningkatan Motivasi Kerja pada Anggota Makoopsud I Jakarta Rizkulloh, Mochamad Azmi; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/yrpk2e50

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of self-reliant religious counseling communication on improving work motivation among members of MAKOOPSUD I Jakarta. The research employs a quantitative approach, involving 80 respondents selected through simple random sampling from a total population of 404 individuals. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression. The findings reveal that self-reliant religious counseling communication significantly influences work motivation. Effective communication, both verbal and non-verbal, enhances understanding of spiritual values and work ethics, ultimately fostering greater enthusiasm and dedication in task execution. Key factors such as message clarity, appropriate communication media, and active involvement of counselors were found to be crucial for the success of this communication. This study is expected to serve as a reference for the development of mental coaching programs in military environments, particularly in enhancing work motivation through spiritual approaches. Furthermore, it provides guidance for self-reliant religious counselors to optimize their communication strategies for greater effectiveness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi penyuluhan agama swadaya terhadap peningkatan motivasi kerja anggota MAKOOPSUD I Jakarta. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 80 responden yang dipilih secara acak sederhana dari total populasi 404 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi berorientasi digunakan oleh penyuluh agama swadaya atau petugas bintal, tingkat singinkasnsi 75,8% terpengaruh oleh komunikasi yang dilakukan, dan pesan yang disampaikan adalah faktor terbesar yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi.. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pembinaan mental di lingkungan militer, khususnya untuk meningkatkan motivasi kerja melalui pendekatan spiritual, serta memberikan panduan bagi penyuluh agama swadaya untuk meningkatkan efektivitas strategi komunikasi mereka.
Strategi Peningkatan Pengetahuan Agama Islam pada Jama’ah Majelis Taklim Al-Sakinah Mempawah Subawaihin, Imam
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/h2tam356

Abstract

Abstract: Every human being, especially Muslims, is obliged in their lives to always improve their religious knowledge. This is because in Islam there are many rules that must be obeyed and done to lead the perpetrator to a happy life in this world and the hereafter. In its implementation, it requires several strategies for its success. This study aims to determine the strategy of increasing Islamic religious knowledge in Majelis Taklim Al-Sakinah Pak Nungkat Hamlet, Sekabuk Village, Sadaniang District, Mempawah Regency. The method used in this research is descriptive qualitative by using observation, interviews, and documentation in data collection. The subject and object of this research are the chairman of Majelis Taklim Al-Sakinah and the improvement of Islamic religious knowledge in the congregation of Majelis Taklim Al-Sakinah. The results of the research include the routine activities of majelis taklim which are held once a week with Qur'an learning activities, giving religious lectures, and qosidah art skills. In its strategy, it uses a personal approach by embracing the congregation of mothers and practices related to fardhu kifayah. The supporting factors of the activities are adequate facilities and infrastructure as well as the support of local and regional governments and organizations. The inhibiting factors are not all worshipers have private vehicles and road access and unfavorable weather as well as the clash of activity schedules with the livelihoods of worshipers.   Abstrak: Setiap manusia khususnya umat Islam wajib dalam kehidupannya agar selalu meningkatkan ilmu pengetahuan agamanya. Hal ini dikarenakan dalam agama Islam banyak aturan-aturan yang harus ditaati dan dikerjakan untuk mengantarkan pelakunya mendapatkan kehidupan yang bahagia dunia dan akhiratnya. Dalam pelaksanaanya membutuhkan beberapa strategi untuk keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan pengetahuan agama Islam di Majelis Taklim Al-Sakinah Dusun Pak Nungkat Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Adapun subjek dan objek penelitian ini yaitu ketua Majelis Taklim Al-Sakinah dan peningkatan pengetahuan agama Islam pada jama’ah Majelis Taklim Al-Sakinah. Hasil penelitian antara lain adanya kegiatan rutin majelis taklim yang diadakan sepekan sekali dengan aktivitas belajar Al Qur’an, pemberian ceramah agama, dan keterampilan seni qosidah. Dalam strateginya menggunakan pendekatan personal dengan merangkul jamaah ibu-ibu dan adanya praktek terkait fardhu kifayah. Adapun Faktor pendukung kegiatan sarana dan prasarana memadai serta dukungan pemerintah setempat dan daerah serta organisasi. Faktor penghambat tidak semua jamaah memiliki kendaraan pribadi dan akses jalan serta cuaca yang kurang baik serta bentroknya jadwal kegiatan dengan mata pencaharian jamaah.
Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker Subahri, Bambang; Ulum, Hairul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/0vb83g29

Abstract

Abstract: cultural counseling plays an important role in multicultural societies such as Pandalungan who live in the Tapal Kuda area of ​​East Java, which is a blend of Madurese and Javanese cultures with a strong influence of Islamic values. In this context, the kiai plays a role as a cultural broker who bridges religious values ​​and local culture in helping the community face various social problems. This study aims to understand how kiai in Pandalungan carry out this role in culture-based counseling. Using a qualitative approach through a case study method, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews with kiai and the community, and document analysis related to cultural counseling practices. The results of the study show that kiai use various strategies in counseling, such as communication based on local wisdom, a pesantren approach that emphasizes religious values, and mediation based on customs and social norms that apply in the community. The role of kiai in counseling not only functions as a provider of religious advice, but also as a mediator in resolving social conflicts and building harmony between individuals and groups in the Pandalungan community. These findings confirm that cultural counseling carried out by kiai contributes significantly to maintaining social stability and overcoming the challenges of community life. The implications of this research indicate the need to strengthen the role of kiai in culture-based counseling and the development of a more systematic counseling model so that it can be adapted in various local community contexts. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal.  
Implementasi Nilai Agama Islam Melalui Mauidhoh Hasanah di MT Baitul Atiq Sokolilo Tuban Jawa Timur Nihayah, Ulin
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/qtd5nj15

Abstract

Abstract: religious guidance using the mauidhoh hasanah method plays an important role in internalizing Islamic values among the congregants of the majelis taklim. The main issue faced is the lack of understanding and awareness in practicing Islamic teachings. Mauidhoh hasanah is an effective method as it is delivered wisely, touchingly, and relevantly, making it easier for the congregants to understand and apply these values in their daily lives. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data is obtained through interviews, observations, and documentation. The findings show that the internalization of Islamic values occurs in three stages: value transformation through sermons containing advice, stories, tabsyir wa tandzhir, and wasiat; value transactions through discussions; and value trans-internalization, reflected in changes in attitudes and behavior. The internalized values include faith (aqidah), worship (ibadah), and morality (akhlaq). The congregants experience increased faith, discipline in worship, and improved character. The forms of mauidhoh hasanah applied include direct advice, inspirational stories from the Qur’an and hadith, motivation through tabsyir wa tandzhir, and moral and spiritual messages.Abtrak: bimbingan agama dengan metode mauidhoh hasanah berperan penting dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam pada jamaah majelis taklim. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran dalam mengamalkan ajaran Islam. Mauidhoh hasanah menjadi metode efektif karena penyampaiannya bijak, menyentuh, dan relevan, sehingga jamaah lebih mudah memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Islam berlangsung dalam tiga tahap: transformasi nilai melalui ceramah berisi nasihat, kisah, tabsyir wa tandzhir, dan wasiat; transaksi nilai melalui diskusi; serta transinternalisasi nilai dalam perubahan sikap dan perilaku jamaah.Nilai-nilai yang diinternalisasi meliputi akidah, ibadah, dan akhlak. Jamaah mengalami peningkatan keyakinan, kedisiplinan beribadah, serta perubahan akhlak menjadi lebih baik. Bentuk mauidhoh hasanah yang diterapkan mencakup nasihat langsung, kisah inspiratif dari Al-Qur’an dan hadis, motivasi tabsyir wa tandzhir, serta wasiat moral dan spiritual.