cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 140 Documents
Pengaruh Lingkungan Masyarakat terhadap Sikap Religius Alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadual-Hikmah Cirebon Salsabila, Zahra; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/wp7vh159

Abstract

Abstract: The Islamic boarding school (pesantren) serves as a platform for developing the knowledge, abilities, and skills of its alumni to become religious experts and acquire competencies to build a civil society. However, the graduation of students presents a challenge: whether alumni can maintain and apply the religious values instilled during their education in different community environments. This study aims to analyze the significant influence of the community environment on the religious attitudes of alumni of Al-Hikmah Integrated Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School, Cirebon, using a quantitative approach with 79 respondents. The results show that the community environment (X) positively and significantly influences religious attitudes (Y). However, further analysis indicates that peer association (X1) does not significantly affect religious attitudes, with a significance value of 0.203 > 0.05 and t-value of 1.283 < t-table 1.992. In contrast, the condition of the surrounding community significantly influences religious attitudes, with a significance value of 0.01 < 0.05 and t-value of 3.614 > t-table 1.992. Abstrak: pesantren merupakan wadah untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, serta keterampilan para alumninya agar menjadi seorang ahli agama dan memiliki keahlian serta keterampilan untuk membangun kehidupan masyarakat madani. Namun, lulusnya santri dari Pesantren menjadi tantangan tersendiri: apakah alumni Pesantren dapat mempertahankan dan menerapkan nilai-nilai serta sikap religius yang telah ditanamkan saat di Pesantren ketika berada di lingkungan masyarakat yang berbeda. Berdasarkan observasi awal peneliti, terdapat berbagai fenomena perubahan sikap religius di kalangan alumni Pesantren yang menjadi perhatian, khususnya dalam sikap religius. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adakah pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap sikap religius alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu Al-Hikmah Cirebon dan untuk menganalisis seberapa signifikan pengaruh antara variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 79 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X (lingkungan masyarakat) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y (sikap religius), namun ketika dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui indikator variabel X mana yang mempunyai pengaruh yang lebih signifikan, didapatkan bahwa X1 (teman bergaul) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (sikap religius) dengan nilai signifikan 0,203 > 0,05 dan nilai t hitung 1,283 < Ttabel 1,992. Adapun untuk kondisi masyarakat sekitar dinyatakan berpengaruh secara signifikan terhadap sikap religius (Y) dengan nilai signifikan 0,01 < 0,05 dan nilai t hitung 3,614 > Ttabel 1,992.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA RANTAU FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA: THE RELATIONSHIP OF RELIGIUS AND ACADEMIC RESILIENCE OF RANTAU STUDENTS FACULTY OF DAKWAH AND COMMUNICATION SCIENCE UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Nafisah, Zahra Janatun; Solihin, Muhtar Mochamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46402

Abstract

Abstract: overseas students face various challenges, including adaptation to new environments, academic pressure, and isolation social, which can influence performance and well-being they. Religiosity is often seen as a source of support psychology that can help individuals deal with stress and life challenges. Therefore, in facing challenges of course Religiosity factors play an important role in determine the level of student academic resilience. The objectives of this research are: (1) To analyze the relationship overseas students from the Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2) Describe each level the variable. This research uses research methods quantitative with a correlational quantitative approach. Technique The sampling used in this research is the Quota Technique Sampling was 70 respondents. Data analysis techniques used are normality test, descriptive test, correlation coefficient test and Pearson product moment correlation test. The results of this research show that: (1) There is a relationship significant relationship between religiosity and academic resilience overseas students from the Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta with a significant value of 0.000 or less than 0.05 and a correlation coefficient value of 0.810** strong and unidirectional. (2) The level of religiosity is moderate amounting to 93% and the level of academic resilience is medium 74%. Asbtrak: mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan, termasuk adaptasi terhadap lingkungan baru, tekanan akademik, dan isolasi sosial, yang dapat mempengaruhi kinerja dan kesejahteraan mereka. Religiusitas sering dianggap sebagai sumber dukungan psikologis yang dapat membantu individu menghadapi stres dan tantangan hidup. Maka dari itu, dalam menghadapi tantangan tentu faktor-faktor religiusitas memainkan peran penting dalam menentukan tingkat resiliensi akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk menganalisis hubungan mahasiswa rantau Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2) Mendeskripsikan setiap tingkatan variabelnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teknik Qouta Sampling yaitu dengan 70 respoden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji deskriptif, uji koefisien korelasi dan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas terhadap resiliensi akademik mahasiswa rantau Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan nilai signifikan sebesar 0.000 atau kurang dari 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.810** kuat dan bersifat searah. (2) Tingkat religiusitas yaitu sedang sebesar 93% dan tingkat resiliensi akademik yaitu sedang sebesar 74%.
TRANSFORMASI PERAN GENDER MELALUI PROGRAM PENINGKATAN PERANAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT SEJAHTERA DI KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK: GENDER ROLE TRANSFORMATION THROUGH A WOMEN'S ROLE IMPROVEMENT PROGRAM TOWARDS HEALTHY AND PROSPEROUS FAMILIES IN TAPOS DISTRICT, DEPOK CITY Salsabila, Najwa Inaya; Prihatini, Rini Laili
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46403

Abstract

Abstract: as awareness of gender equality increases, women are increasingly playing a role in the public sphere. However, the Global Gender Gap Report 2024 highlights the remaining gaps, exacerbated by traditional norms and patriarchal culture. Despite the efforts made, there are still gaps in the understanding and implementation of balanced and equitable gender roles. This research aims to explore how the gender roles of female inmates are changing in the integrated P2WKSS program in Tapos District, Depok City. This research adopts a theory sourced from Caroline ON's typology of gender roles. Moser and relevant perspectives of feminism. The research methodology used is qualitatively descriptive, with data collection through in-depth interviews, direct observation, and a Focus Group Discussion (FGD) with informants consisting of women from vulnerable groups, cadres, and groups of women farmers in Cilangkap Village, as well as related parties. Data analysis was carried out through triangulation to ensure informant validity. Research shows that the gender roles of female inmates experience positive changes in productive, reproductive and social aspects of society. Despite the increase in skills and knowledge, the impact on their work has been insignificant, and they still face a double burden in their domestic role. Constraints encountered during the programme point to the challenge of timing between these roles. However, the continued activeness of the post-program women's farmer group shows that the P2WKSS program has succeeded in increasing the role of women, even though gender role justice has not been fully realized due to deep-rooted culture and traditions. Abstrak: seiring meningkatnya kesadaran akan kesetaraan gender, perempuan semakin berperan di ranah publik. Namun, Global Gender Gap Report 2024 menyoroti kesenjangan yang masih ada, diperparah oleh norma tradisional dan budaya patriarki. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat gap dalam pemahaman dan implementasi peran gender yang seimbang dan adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perubahan peran gender perempuan warga binaan dalam program terpadu P2WKSS di Kecamatan Tapos Kota Depok. Penelitian ini mengadopsi teori yang bersumber dari tipologi peran gender Caroline O.N. Moser dan perspektif feminisme yang relevan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan informan yang terdiri dari perempuan kelompok rentan, kader, dan kelompok wanita tani di Kelurahan Cilangkap, serta pihak terkait.Analisis data dilakukan melalui triangulasi untuk memastikan validitas informan. Penelitian menunjukkan bahwa peran gender perempuan warga binaan mengalami perubahan positif dalam aspek produktif, reproduktif, dan sosial kemasyarakatan. Meskipun terdapat peningkatan keterampilan dan pengetahuan, dampak terhadap pekerjaan mereka tidak signifikan, dan mereka masih menghadapi beban ganda dalam peran domestik. Kendala yang dihadapi selama program menunjukkan tantangan dalam mengatur waktu antara peran-peran tersebut. Namun, keberlanjutan keaktifan kelompok wanita tani pasca-program menunjukkan bahwa program P2WKSS berhasil meningkatkan peran wanita, meskipun keadilan peran gender belum sepenuhnya terealisasi akibat budaya dan tradisi yang mengakar.  
ANALISIS KRITIS TERHADAP EKSISTENSI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM: CRITICAL ANALYSIS OF THE EXISTENCE OF THE ISLAMIC GUIDANCE AND COUNSELING STUDY PROGRAM Nasichah; Kontu, Study Rizal L.
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46404

Abstract

Abstrak – Artikel ini membahas secara kritis eksistensi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam kontemporer. Transformasi IAIN menjadi UIN, perkembangan ilmu konseling modern, serta perubahan sosial masyarakat menimbulkan tantangan baru bagi kejelasan identitas keilmuan BPI. Artikel ini menegaskan bahwa eksistensi BPI bukan sekadar persoalan nomenklatur, tetapi terkait legitimasi akademik, relevansi sosial, dan posisi strategis dalam kebijakan pendidikan tinggi. Melalui kajian pustaka dan analisis kritis-reflektif, artikel ini mengusulkan empat agenda strategis: meneguhkan epistemologi dakwah profetik, mereformulasi kurikulum integratif dan kontekstual, memperkuat kompetensi lulusan yang profetik, dan melakukan reposisi kelembagaan. Dilengkapi data terbaru akreditasi nasional dan internasional BPI FDIKOM UIN Jakarta, artikel ini menunjukkan bahwa Prodi BPI memiliki peluang besar untuk tetap eksis sebagai ilmu dakwah yang transformatif, kontekstual, dan relevan di era Revolusi Industri 5.0. Abstract – This article critically discusses the existence of the Islamic Guidance and Counseling Study Program (BPI) amid the dynamics of contemporary Islamic higher education. The transformation of IAIN into UIN, the rise of modern counseling sciences, and shifting social realities have created new challenges for BPI’s academic identity and relevance. The article asserts that BPI’s existence is not merely a matter of nomenclature but relates to academic legitimacy, social relevance, and its strategic position within higher education policy. Using a literature review and critical-reflective analysis, this paper proposes four strategic agendas: affirming a prophetic dakwah epistemology, reformulating an integrative and contextual curriculum, strengthening prophetic graduate competencies, and repositioning institutional roles. With the addition of recent data on BPI FDIKOM UIN Jakarta’s national and international accreditations, the article argues that BPI has great potential to remain relevant and transformative in the era of the Fifth Industrial Revolution.
PENGARUH BIMBINGAN AGAMA TERHADAP TINGKAT RESILIENSI WARGA BINAAN SOSIAL DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) TARUNA JAYA 1 TEBET JAKARTA SELATAN: THE INFLUENCE OF RELIGIOUS GUIDANCE ON THE LEVEL OF RESILIENCE OF SOCIAL RESIDENTS IN THE TARUNA JAYA 1 TEBET SOCIAL RESIDENTIAL FOR YOUTH (PSBR) IN SOUTH JAKARTA Sari, Adelia Puspita; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46406

Abstract

Abstrak – Warga binaan menghadapi tekanan psikologis serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga membutuhkan pembinaan yang dapat memperkuat ketahanan diri. Salah satu panti yang melakukan bimbingan agama adalah Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1 Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan agama terhadap tingkat resiliensi warga binaan sosial, mengidentifikasi metode dan materi bimbingan agama yang paling dominan dalam memengaruhi resiliensi, serta mendeskripsikan tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, melibatkan 58 responden sebagai populasi dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji multikolinearitas, regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji F, serta uji T dengan bantuan Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan agama berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi warga binaan sosial dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai korelasi sebesar 0,449 menunjukkan hubungan sedang. Besarnya pengaruh bimbingan agama terhadap resiliensi adalah 46,2%, sedangkan 53,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Salah satu faktor yang diduga turut memengaruhi adalah pola komunikasi antara pembimbing dan warga binaan sosial dalam proses bimbingan agama, terutama melalui metode cerita yang dapat memperkuat interaksi serta memperdalam pemahaman warga binaan sosial. Dengan demikian, semakin baik bimbingan agama yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Abstract –  Social welfare beneficiaries often experience psychological pressure and difficulties adapting to new environments, making guidance programs essential to strengthen their resilience. One institution that provides religious guidance is the Taruna Jaya 1 Social Rehabilitation Center for Youth (PSBR) in Tebet, South Jakarta. This study aims to analyze the effect of religious guidance on the resilience levels of social welfare beneficiaries, identify the most dominant methods and materials influencing resilience, and describe the resilience levels of beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1. The study employed a quantitative approach using a census method involving all 58 beneficiaries as respondents. Data analysis included normality and multicollinearity tests, simple and multiple linear regression, correlation analysis, coefficients of determination, F-tests, and T-tests using Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS Statistics 20. The results indicate that religious guidance has a positive and significant effect on resilience, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a moderate correlation of 0.449. Religious guidance accounts for 46.2% of the variance in resilience, while the remaining 53.8% is influenced by other factors, such as communication patterns between instructors and beneficiaries, particularly through storytelling methods that enhance interaction and deepen understanding. Thus, better religious guidance is associated with higher resilience among social welfare beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1.
ANALISIS PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN ROHANI DI RUMAH SAKIT: ANALYSIS OF PATIENT PERCEPTION TOWARDS THE QUALITY OF SPIRITUAL GUIDANCE SERVICES IN HOSPITALS Syahrani Putri Khairunnisa; Yuliasari, Alfiyana; Aisyah Khumairo; Fadhil Hardiansyah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46522

Abstract

Abstrak – Layanan bimbingan rohani merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan holistik, terutama di rumah sakit berbasis syariah seperti Rumah Sakit Islam (RSI) Metro, Indonesia. Persepsi pasien terhadap layanan ini dapat memengaruhi kepuasan dan kualitas perawatan, namun penelitian kuantitatif dalam konteks ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat inap terhadap layanan bimbingan rohani di RSI Metro, mengidentifikasi dimensi layanan yang paling dihargai, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap evaluasi layanan. Metode Penelitian ini melibatkan 30 pasien rawat inap, menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin. Variabel persepsi mencakup Penyerapan, Pemahaman, dan Penilaian, sedangkan variabel layanan meliputi Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Data dianalisis menggunakan uji statistik (validitas, reliabilitas, normalitas, uji parsial, dan regresi) dengan SPSS versi 22. Temuan utama bahwa sebanyak 40–66,7% responden menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap indikator persepsi dan layanan, dengan Empathy (73,3% merasa nyaman) dan Responsiveness (66,7% menilai petugas cepat tanggap) sebagai dimensi terkuat. Analisis statistik menunjukkan pengaruh signifikan persepsi terhadap evaluasi layanan (r_hitung = 4,361, R² = 0,387), menunjukkan persepsi pasien secara signifikan memengaruhi evaluasi layanan, mendukung hipotesis bahwa persepsi pasien berpengaruh positif. Penelitian ini memberikan sumbangan unik dengan mengeksplorasi persepsi pasien di rumah sakit Islam Indonesia, berbeda dari studi berfokus paliatif, dan menegaskan pentingnya empati dan responsivitas dalam meningkatkan kepuasan pasien. Abstract – Spiritual counselling services are an important component of holistic healthcare, especially in Sharia-based hospitals such as the Metro Islamic Hospital (RSI) in Indonesia. Patients' perceptions of these services can influence their satisfaction and the quality of care, but quantitative research in this context is still limited. This study aims to explore inpatients' perceptions of spiritual counselling services at RSI Metro, identify the most valued service dimensions, and evaluate their impact on service evaluation. The research method involved 30 inpatients, using a 5-point Likert scale questionnaire. Perception variables include Absorption, Understanding, and Evaluation, while service variables include Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibility. Data were analysed using statistical tests (validity, reliability, normality, partial tests, and regression) with SPSS version 22. The main finding was that 40–66.7% of respondents agreed or strongly agreed with the perception and service indicators, with Empathy (73.3% felt comfortable) and Responsiveness (66.7% rated staff as responsive) as the strongest dimensions. Statistical analysis revealed a significant influence of perception on service evaluation (r_calculated = 4.361, R² = 0.387), indicating that patient perception significantly influences service evaluation, supporting the hypothesis that patient perception has a positive impact. This study makes a unique contribution by exploring patient perceptions in Indonesian Islamic hospitals, differing from studies focused on palliative care, and emphasises the importance of empathy and responsiveness in enhancing patient satisfaction.
PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PADA ANGGOTA PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) SYAHID UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA: THE INFLUENCE OF PEER SUPPORT ON SELF-CONFIDENCE AMONG MEMBERS OF THE YOUTH INFORMATION AND COUNSELING CENTER (PIK-R) SYAHID AT SYARIF HIDAYATULLAH STATE ISLAMIC UNIVERSITY JAKARTA Intan Alawiyah; Artiarini Puspita Arwan
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46676

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dukungan teman sebaya terhadap kepercayaan diri anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden sebanyak 33 orang. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, regresi linear sederhana, uji koefisien korelasi, serta uji hipotesis F dan T menggunakan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dukungan teman sebaya terhadap kepercayaan diri, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,426. Artinya dukungan teman sebaya berkontribusi sebesar 42,6% terhadap kepercayaan diri anggota PIK-R, sedangkan sisanya 57,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menguatkan pentingnya peran dukungan sebaya dalam meningkatkan self-confidence mahasiswa di lingkungan organisasi kepemudaan. Abstract –This study aims to determine the effect of peer support on self-confidence among members of the Youth Information and Counseling Center (PIK-R) Syahid at State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta. The research employed a quantitative approach with 33 respondents. Data analysis techniques included normality test, simple linear regression, correlation coefficient test, and F and T hypothesis tests using SPSS 26.0. The results indicated a significant effect of peer support on self-confidence, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a coefficient of determination (R²) of 0.426. This means that peer support contributes 42.6% to self-confidence, while the remaining 57.4% is influenced by other factors. These findings highlight the importance of peer support in enhancing self-confidence among students involved in youth organizations.
PROGRAM PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MENDORONG PERUBAHAN SOSIAL PADA PEDAGANG PASAR YOSOMULYO PELANGI KOTA METRO: ISLAMIC RELIGIOUS EXTENSION PROGRAM IN PROMOTING SOCIAL CHANGE AMONG TRADERS AT YOSOMULYO PELANGI MARKET IN METRO CITY Fauziah, Rahma; Azizah Bin Has, Qois; Hardiansyah, Fadhil
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.49977

Abstract

Abstrak: Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro merupakan inovasi pasar berbasis komunitas yang tidak hanya menjadi pusat ekonomi akan tetapi pasar payungi juga merupakan ruang interaksi sosial masyarakat. Namun, di balik geliatnya, masih ditemukan perilaku pedagang yang kurang mencerminkan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan. Kondisi ini menjadi latar belakang hadirnya program penyuluh agama yang bertujuan membina pedagang melalui pendekatan spiritual dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program penyuluh agama di Payungi mendorong terjadinya perubahan sosial di kalangan pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Adapun data-data penelitian di dapatkan dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap penyuluh agama serta pedagang pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti pesantren wirausaha, tahsin-tahfidz Al-Qur’an, kajian syuruq, pembacaan sholawat dan hadits, serta Jumat Berkah menjadi sarana yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara kontekstual. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman keislaman pedagang, tetapi juga membentuk perilaku sosial yang lebih jujur, peduli, dan kolaboratif dalam kehidupan pasar. Perubahan sosial terjadi secara bertahap melalui pendekatan yang membumi dan persuasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program penyuluh agama memiliki kontribusi nyata dalam membentuk komunitas pasar yang religius dan berdaya sosial. Oleh karena itu, keberlanjutan dan penguatan program ini sangat disarankan agar dampak positifnya terus berkembang di masa mendatang. Abstract: Yosomulyo Pelangi Market (Payungi) in Metro City is a community-based market innovation that serves not only as an economic center but also as a space for social interaction among the public. However, behind its vibrancy, there are still behaviors among traders that do not fully reflect Islamic values such as honesty, social care, and the spirit of togetherness. This condition prompted the initiation of a religious counselor program aimed at fostering traders through spiritual and educational approaches. This study aims to explore how the religious counselor program at Payungi encourages social change among traders. The research uses a qualitative approach with a field study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving religious counselors and market traders. The findings show that programs such as the Entrepreneurial Islamic Boarding School, Qur’an Recitation and Memorization (Tahsin-Tahfidz), Morning Study (Kajian Syuruq), collective Salawat and Hadith reading, and the Friday Blessing initiative serve as contextual mediums to convey religious values. These programs not only enhance the traders’ understanding of Islam but also foster more honest, caring, and collaborative social behaviors within the market environment. Social change occurs gradually through grounded and persuasive approaches. This study concludes that the religious counselor program has a tangible contribution in shaping a religious and socially empowered market community. Therefore, the continuity and strengthening of this program are highly recommended to ensure its positive impact continues to grow in the future.
KONSELING DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA MATERI PAI DI SMA RAUDATUL ULUM: COUNSELING WITH SELF TALK TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS' SELF CONFIDENCE IN PAI MATERIAL AT SMA RAUDATUL ULUM Wardi, Moh.; Maulida, Sitti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.49978

Abstract

Abstrak – Penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa SMA Raudatul Ulum saat pembelajaran PAI, yang dapat berdampak pada aspek pribadi, sosial dan akademisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang merupakan salah satu strategi penelitian untuk menyelidiki secara cermat mengenai suatu hal atau fenomena dengan mengumpulkan informasi lengkap menggunakan prosedur pengumpulan data, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penerapan konseling dengan teknik Self Talk untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMA Raudatul Ulum dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali pertemuan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Di mana ada beberapa langkah dalam penerapannya yaitu identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, terapi atau penerapan teknik Self Talk, dan evaluasi. Dari proses konseling dengan teknik Self Talk diketahui bisa meningkatkan rasa percaya diri siswa SMA Raudatul Ulum. Abstract – This study is based on the low level of self-confidence of SMA Raudatul Ulum students during Islamic Religious Education learning, which can have an impact on their personal, social and academic aspects. This study uses a qualitative approach with a case study type which is one of the research strategies to carefully investigate something or a phenomenon by collecting complete information using data collection procedures, through interviews, observations and documentation. The application of counseling with the Self Talk technique to increase students' self-confidence at SMA Raudatul Ulum is carried out 2 to 3 times according to the needs and development of the students. Where there are several steps in its implementation, namely problem identification, diagnosis, prognosis, therapy or application of the Self Talk technique, and evaluation. From the counseling process with the Self Talk technique, it is known that it can increase the self-confidence of SMA Raudatul Ulum students.
PLURALISME DAN HARMONI: STUDI TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI DESA RAHTAWU KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS: PLURALISM AND HARMONY: A STUDY OF INTERFAITH TOLERANCE IN RAHTAWU VILLAG, GEBOG SUBDISTRICT, KUDUS REGENCY Rohmah, Faikhotur; Windayanti, Windy; Nashikhah, Durrotun; Fatah, Ahmad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.49982

Abstract

Abstrak – Pluralisme dan harmoni merupakan aspek krusial dalam membangun toleransi antarumat beragama di Desa Rahtawu yang terdiri dari berbagai kelompok agama dengan latar belakang budaya yang beragam. Latar belakang permasalahan muncul dari semakin kompleksnya keberagaman agama dan budaya di desa tersebut, sehingga menuntut masyarakat untuk mengembangkan sikap toleransi yang kuat agar tercipta kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Urgensi kajian ini terletak pada kebutuhan memahami secara mendalam bagaimana masyarakat mempraktikkan toleransi dalam interaksi sehari-hari serta upaya menjaga kerukunan yang menjadi modal sosial utama dalam mencegah konflik antarumat beragama. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, serta studi dokumentasi terkait aktivitas lintas agama dan kegiatan sosial. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada pemahaman pola-pola toleransi yang berkembang di masyarakat Desa Rahtawu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mampu memelihara harmoni melalui praktik penghargaan terhadap perbedaan, keterlibatan aktif dalam kegiatan bersama lintas agama, serta pembentukan jaringan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya pluralisme dan nilai-nilai toleransi menjadi fondasi utama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kehidupan bersama. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi penyuluhan agama yang bertujuan memperkuat sikap toleransi dan membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat majemuk. Abstract – The Pluralism and harmony are crucial aspects in fostering tolerance among religious communities in Rahtawu Village, which consists of diverse religious groups with varied cultural backgrounds. The background of this study arises from the increasing complexity of religious and cultural diversity in the village, requiring the community to develop strong tolerance attitudes to create a peaceful and harmonious social life. The urgency of this study lies in the need to deeply understand how the community practices tolerance in daily interactions and efforts to maintain social harmony, which serves as a primary social capital to prevent interfaith conflicts. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including participatory observation, in-depth interviews with religious leaders, community figures, and residents, as well as documentation studies related to interfaith activities and social events. Data analysis is conducted descriptively and qualitatively, focusing on understanding the patterns of tolerance developing within Rahtawu’s community. The findings reveal that the community maintains harmony through the practice of appreciating differences, active involvement in joint interfaith activities, and the formation of inclusive and sustainable social networks. Collective awareness of the importance of pluralism and tolerance values is the fundamental foundation in preserving interreligious harmony and creating a conducive environment for coexistence. These findings provide significant contributions to the development of religious counseling strategies aimed at strengthening tolerance attitudes and building a harmonious social life within plural societies.