cover
Contact Name
Muhtar Mochamad Solihin
Contact Email
muhtarsolihin@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpa.bpi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Lt 3 Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Agama
ISSN : 28280121     EISSN : 2828013X     DOI : https://doi.org/10.15408/jpa
Focus This journal focused on religion extention the results of field research, the results of literature reviews (critical/literature review), as well as the results of community development activities and/or social religion extention carried out by individuals and/or groups of researchers, practitioners and academics (students and/or lecturers) Jurnal ini berfokus pada penyuluhan agama hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka (kritis/review literatur), serta hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dan/atau penyuluhan sosial keagamaan yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok peneliti, praktisi dan akademisi (mahasiswa dan/atau dosen) Scope Religion Guidance | Spiritual Guidance | Religion Extension | Social Extension | Community Development Extension | Non-Formal Education | Behavior Change Communication | Community Empowerment/ Development | Community Intervention | Islam and Mental Health | Gender and Development Studies Bimbingan Agama | Bimbingan Spiritual | Penyuluhan Agama | Penyuluhan Sosial | Penyuluhan Pembangunan Masyarakat | Pendidikan Non Formal | Komunikasi Perubahan Perilaku | Pemberdayaan/ Pengembangan Masyarakat | Intervensi Komunitas | Islam dan Kesehatan Mental | Kajian Gender dan Pembangunan
Articles 140 Documents
Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Gubernur Jakarta 2017 Sukri, Mhd. Alfahjri
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24497

Abstract

Abstract: This study aims to see and analyze how the public's participation in the 2017 DKI Jakarta Governor Election (Pilgub), especially in Bangka Village, Mampang Prampatan District, South Jakarta TPS 30 in the first round of the DKI Jakarta Pilkada, and how the DKI Jakarta Pilkada is held at TPS 30 2017. The research method used in this research is a qualitative method by conducting field studies, observations, collecting data through using books and documents. The results of this study indicate that the participation of the community in Bangka TPS 30 RW 5 (RT 4 and 5) is high, especially the participation of the elite (high economy) who lives in RT 5. The number of people in RT 5 is present and the low number of golput (which does not use the right to vote) indicates that the participation of the elite is high. Huntington and Nelson's statement which states that a high or good economic level will result in high participation is evident at this TPS 30. However, there are some old problems in the implementation of the first round of the DKI Jakarta Pilkada in the Bangka TPS 30 Village, namely the DPT problem, such as residents whose names are not on the DPT and the DPTb which slightly resulted in residents not being able to vote. Poor implementation of Pilkada can result in decreased community participation. But overall the Pilkada at TPS 30 went smoothly and there were no problems with religious sentiment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa bagaimana partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 khususnya di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prampatan, Jakarta Selatan TPS 30 pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, dan bagaimana penyelenggaraan Pilkada DKI  Jakarta di TPS 30 tahun 2017 tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi lapangan, observasi, mengumpulkan data-data melalui buku dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Kelurahan Bangka TPS 30 RW 5 (RT 4 dan 5) termasuk tinggi, terutama partisipasi dari kalangan elite (ekonomi tinggi) yang tinggal di RT 5. Banyaknya masyarakat RT 5 yang hadir dan sedikitnya angka golput (yang tidak menggunakan hak pilih) menunjukkan bahwa partisipasi kaum elite tersebut tinggi. Pernyataan Huntington dan Nelson yang menyatakan bahwa tingkat ekonomi yang tinggi atau baik akan menghasilkan partisipasi yang tinggi, terbukti di TPS 30 ini. Namun, terdapat beberapa permasalahan lama pada penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama Kelurahan Bangka TPS 30 yaitu masalah DPT, seperti warga yang namanya tidak ada di DPT serta DPTb yang sedikit mengakibatkan warga tidak bisa memilih. Buruknya pelenggaraan Pilkada dapat berakibat pada menurunnya partisipasi masyarakat. Namun secara keseluruhan penyelenggaraan Pilkada di TPS 30 berjalan aman serta tidak ada masalah sentiment agama.
Strategi Coping Stres Ibu Rumah Tangga dalam Menghadapi Kesulitan Ekonomi pada Masa Pandemi COVID-19 di Kota Bekasi Maharani, Nurtia; Arwan, Artiarini Puspita
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24499

Abstract

Abstract: In 2020, the Covid-19 virus outbreak will affect a person's economy and health (physical or psychological). This situation makes some people feel stressed and have to survive in this situation. Everyone has a different way of dealing with the problems they face and religion has a role in helping to deal with problems for each of its adherents. This research uses a qualitative method with a case study approach. The research subjects consisted of 3 housewives. The data collection technique used a purpose sampling technique. Analysis of the data used is by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the coping strategies used were problem focus coping (planful problem solving and seeking social support) and emotional focused coping (positive reapraisal and self controlling). The description of the religiosity of the three informants in conditions of economic difficulty during the Covid-19 pandemic has a good level of religiosity, therefore the dimension of belief has a positive impact on worship and the behavior of the informants.Abstrak: Pada tahun 2020 merebaknya virus Covid-19 sehingga mempengaruhi ekonomi dan kesehatan (fisik atau psikologis) seseorang. Keadan tersebut membuat sebagian masyarakat merasa stres dan harus tetap bertahan dalam situasi ini. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda terhadap masalah yang dihadapinya dan agama memiliki peran dalam membantu menghadapi permasalahan bagi setiap pemeluknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 3 ibu rumah tangga. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purpose sampling. Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi coping yang digunakan yaitu problem focus coping (planful problem solving dan seeking social support) dan emotional focused coping (positive reapraisal dan self controlling). Gambaran religiusitas ketiga informan pada kondisi kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19 memiliki tingkat religiusitas yang baik, oleh karena itu dimensi keyakinan memberikan dampak yang positif terhadap ibadah dan perilaku informan.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama Berbasis Literasi pada Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka Susanto, Agus; Ulfah, Maya
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24507

Abstract

Abstract: This study is aimed to determine several strategic alternatives by maximizing the role of counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency. In this study, the author used a mixed methodology, a methode that combine qualitative and quantitative approaches and used a SWOT analysis as a knife analysis to examine internal and external factors that influence the counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency. Based on the results of IFAS-EFAS, it is discovered that the role of counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency is relatively good and must be maintained because it has enormous potential for public benefit. The existing internal and external factors basically becomes a big support for the role of the counsellor of Islam.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan berbagai alternatif strategis dengan memaksimalkan peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methodology), metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan analisis SWOT sebagai pisau analisis untuk mengkaji faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan hasil IFAS-EFAS, diketahui bahwa peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka sedah relatif baik dan harus dipertahankan karena memiliki potensi yang sangat besar untuk kemaslahatan publik. Keberadaan faktor-faktor internal dan eksternal, pada dasarnya, menjadi dukungan yang sangat besar bagi peran Penyuluh Agama Islam.
Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur di Kota Bekasi, Jawa Barat Anggarini, Putri; Solihin, Muhtar Mochamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24540

Abstract

Abstract: Poverty is one of the factors of urbanization. Unfortunately, there are so many people who urbanize to big cities without adequate education, experience and skills so that many of them fail to make a career and make a living in the city and end up being homeless and beggars. The government through the government regulation of the Republic of Indonesia Number 31 of 1980 seeks to overcome the phenomenon of homeless people and beggars by establishing rehabilitation centers and holding mental and spiritual training in them. Therefore, the purpose of this study is to 1) explain the process of spiritual mental development carried out by religious mentors to foster sprawl independence at BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi 2) analyze the supporting and inhibiting factors faced in the process of mental spiritual development at BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research informants were taken by purposive sampling technique as many as 8 informants; 1 (one) religious advisor, 3 (three) social workers, 4 (four) homeless people and beggars. The results showed that 1) the process of implementing mental spiritual development at BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi was carried out for two hours every Monday, Wednesday and Friday night and the methods used were lectures, question and answer methods, and demonstration methods, 2) supporting factors in the process. spiritual guidance is a mentor and coach who is experienced and understands the material, the material is easy to understand, the friendliness of the coach and mentor and the willingness to change in the homeless and beggars. The inhibiting factors include the indiscipline of homeless people and beggars, activities can only be followed by homeless people and beggars who don't work, lack of facilities and differences in education levels of homeless people and beggars.Abstrak: Kemiskinan merupakan salah satu faktor terjadinya urbanisasi. Sayangnya banyak sekali penduduk yang melakukan urbanisasi ke kota besar tanpa persiapan pendidikan, pengalaman dan keterampilan yang memadai sehingga banyak dari mereka yang gagal untuk berkarir dan mencari penghidupan di kota dan berakhir menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng). Pemerintah melalui peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 berupaya menanggulangi fenomena gepeng dengan mendirikan panti-panti rehabilitasi dan mengadakan peminaan mental spiritual di dalamnya. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk 1) menjelaskan proses pembinaan mental spiritual yang dilakukan pembimbing agama untuk menumbuhkan kemandirian gepeng di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi 2) menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pada proses pembinaan mental spiritual di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun informan penelitian diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 8 orang informan; 1 (satu) orang pembimbing agama, 3 (tiga) orang pekerja sosial, 4 (empat) orang gepeng. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pelaksanaan pembinaan mental spiritual di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi di laksanakan selama dua jam setiap hari Senin, Rabu dan malam Jumat dan metode yang digunakan adalah ceramah, metode Tanya jawab, dan metode demonstrasi, 2) faktor pendukung dalam proses pembinaan spiritual adalah pembimbing dan pembina yang berpengalaman dan memahami materi, materi mudah dipahami, keramahan pembina dan pembimbing dan adanya kemauan untuk berubah pada diri gepeng. Adapun faktor penghambat meliputi ketidak disiplinan gepeng, kegiatan hanya bisa diikuti gepeng yang tidak bekerja, kurangnya fasilitas dan perbedaan tingakat pendidikan gepeng.
Pengaruh Bimbingan Agama terhadap Penerimaan Diri Remaja di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Annajah Jakarta Selatan Aryani, Farida; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24541

Abstract

Abstract: Adolescence is a time when a person will experience significant changes, both physically and psychologically. At this time they need support and affection from their parents and other family members to deal with any problems in their life, but for those who do not have complete parents or live in orphanages, they cannot feel support from their parents directly and this often results in they are not confident and do not accept themselves for the problems they experience because they have to live in an orphanage. Therefore, it is necessary to have religious guidance to instill and cultivate an attitude of self-acceptance in foster children. This study aims to determine whether or not there is an influence of religious guidance on adolescent self-acceptance at the Annajah Children's Orphanage (PSAA) and to find out how strong the relationship between religious guidance and adolescent self-acceptance is at PSAA Annajah, South Jakarta. This study uses a quantitative approach with causal associative research. The sampling technique used in this study is saturated sampling with a sample of 38 respondents. The data analysis used were regression test, F-test, t-test, correlation coefficient test, and coefficient of determination test. The results of this study indicate that simultaneously religious guidance has a significant effect on adolescent self-acceptance at PSAA Annajah with a significance value of 0.000. Religious guidance has a strong relationship with selfacceptance. It can be seen from the R value of 0.724. Then obtained the value of R2 or R square of 0.525. This means that religious guidance has an effect on selfacceptance by 52.5%, while the remaining 47.5% is influenced by other variables outside this study.Abstrak: Masa remaja merupakan masa dimana seseorang akan mengalami berbagai perubahan yang signifikan, baik dalam bentuk fisik maupun psikis. Pada masa ini mereka membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya, namun bagi mereka yang sudah tidak memiliki orang tua lengkap atau tinggal di panti asuhan tidak dapat merasakan dukungan dari orang tua secara langsung dan mengakibatkan seringkali mereka tidak percaya diri serta kurang menerima diri atas permasalahan yang dialami karena harus tinggal di panti asuhan.  Maka dari itu diperlukan adanya bimbingan agama untuk menanamkan dan menumbuhkan sikap penerimaan diri pada anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh bimbingan agama terhadap penerimaan diri remaja di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Annajah dan mengetahui seberapa kuat kaitan bimbingan agama terhadap penerimaan diri remaja di PSAA Annajah Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu sampling jenuh dengan sampel sebanyak 38 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi, uji F-test, uji t-test, uji koefisien korelasi, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan bimbingan agama berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan diri remaja di PSAA Annajah dengan nilai signifikansi 0,000. Bimbingan agama memiliki hubungan kuat dengan penerimaan diri. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai R sebesar 0,724. Kemudian diperoleh nilai R2 atau R square sebesar 0,525. Artinya bimbingan agama berpengaruh terhadap penerimaan diri sebesar 52,5%, sedangkan sisanya 47,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Peran Penyuluh Agama dalam Memotivasi Kepala Keluarga untuk Mencari Nafkah di Kabupaten Majalengka Asmawiyah, Wiwin
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24662

Abstract

Abtsract: Islamic Religious Counslors has a quite strategic role in the midst of society. Besides he is a preacher of Islam, also the Islamic Religious Counselors, according to his function as a guide, illuminator, and community builder with religious language. The role of religious counselors in addition to functioning as an impetus for the community to actively participate in development also plays a role in overcoming obstacles that build the course of development, particularly overcoming negative impacts. Religious counselors as religious leaders always guide, nurture, and move the community to do good and stay away from prohibited acts, inviting something that is needed by the community in fostering its territory both for the purposes of social facilities and worship. The Religious Counselors is a place to ask questions and a place to complain for his community to solve and resolve the problem with his advice. Religious Counselors as community leaders act as priests in matters of religion and social problems as well as in matters of state by an effort to succeed the government program. This study is aimed to know The role of Religious Counselors in motivating head of family to earn a living in Majalengka City, it can be concluded that religious counselors play an important role in motivating head of family to earn a living. One of which is with terms to give understanding to them, that to earn the living not only as an obligation a head of family, but also set an example for his next generation, especially his son. To be responsible head of family at a later time.Abtsrak: Penyuluh Agama Islam memiliki peranan yang cukup strategis di tengah-tengah masyarakat. Selain sebagai pendakwah Islam, Penyuluh Agama Islam juga, sesuai dengan fungsinya sebagai pembimbing, penerang, dan pembangun masyarakat dengan bahasa agama. Peranan penyuluh agama selain berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, berperan juga ikut serta mengatasi hambatan yang membangun jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif. Penyuluh agama sebagai pemuka agama selalu membimbing, mengayomi, dan menggerakkan masyarakat untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang terlarang, mengajak kepada sesuatu yang menjadi keperluan masyarakatnya dalam membina wilayahnya baik untuk keperluan sarana kemasyarakatan maupun peribadatan. Penyuluh Agama menjadi tempat bertanya dan tempat mengadu bagi masyarakatnya untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah dengan nasehatnya. Penyuluh Agama sebagai pemimpin masyarakat bertindak sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan begitu pula dalam masalah kenegaraan dengan usaha menyukseskan program pemerintah. Salah satunya dengan membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Penyuluh Agama memotivasi kepala keluarga yang ada di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat untuk mencari nafkah. Kegiatan tersebut di lakukan dengan memberikan pemahaman dan pendampingan kepada mereka bahwa mencari nafkah tidak hanya sebagai kewajiban kepala keluarga, tetapi juga memberikan teladan bagi generasi penerusnya yaitu anak-anaknya terutama anak laki-lakinya. Agar menjadi kepala keluarga yang bertanggungjawab di masa yang akan datang.
Desensitisasi Sistematis: Upaya Kuratif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Seorang Konseli Penderita Glossophobia Jannah, Syaifatul; Azhara, Siti; Wardi, Moh.
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 2, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i2.25243

Abstract

Abstract: This article is about behavior counseling with systematic desensitization techniques to increase confidence of a female student with glossophobia, which is described in two focuses, that is, how is the behavior counseling process with systematic desensitization techniques to increase confidence of a female student with glossophobia and what is the final result of behavior counseling with systematic desensitization technique to increase confidence in a female student with glossophobia. The research method uses a qualitative approach, with the type of case study, and the data collection methods used are interviews, observations, and documentations. The results of data collection were processed using data analysis techniques from Milles and Huberman, those are data reduction, data display, and conclusion. The subject in this study is a student who suffers from glossophobia. The results showed that there were five stages of counseling used, those are problem identification, diagnosis, prognosis, treatment, and evaluation and follow-up. In giving treatment, the researcher applied a systematic desensitization technique which was carried out for five meetings with the steps. First, developing a hierarchy of anxiety. Second, deal with the hierarchy of anxiety from the mildest to the most severe. Third, do relaxation. Fourth, conditioning. Fifth, conduct self-regulated learning. Sixth, give homework. Seventh, fill out a reflection questionnaire. While the final result of the implementation of counseling, which can be said to be successful, because the anxiety experienced by the counselee begins to decrease and looks more confidentAbstrak: Artikel ini tentang konseling behavior dengan teknik desensitisasi sistematis untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang mahasiswi penderita glossophobia, yang dijabarkan dalam dua fokus yaitu, bagaimana proses konseling behavior dengan teknik desensitisasi sistematis untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang mahasiswi penderita glossophobia dan bagaimana hasil akhir konseling behavior dengan teknik desensitisasi sistematis untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang mahasiswi penderita glossophobia. Adapun metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus, dan metode pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil pengumpulan data kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dari Milles dan Huberman, yakni reduksi data, display data, dan conclusion. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang mahasiswi yang menderita glossophobia. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima tahapan konseling yang digunakan yaitu identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi dan follow up. Dalam pemberian treatment peneliti menerapkan teknik desentisisasi sistematis yang dilakukan selama lima kali pertemuan dengan langkah-langkah, pertama, menyusun hierarki kecemasan. Kedua, menangani hierarki kecemasan dari yang paling ringan ke yang paling berat. Ketiga, melakukan relaksasi. Keempat, pengkondisian. Kelima, melakukan self regulated learning. Keenam, memberikan tugas rumah. Ketujuh, mengisi angket refleksi. Sedangkan hasil akhir dari pelaksanaan konseling, yaitu dapat dikatakan berhasil, karena kecemasan berbicara di depab public yang dialami oleh konseli mulai menurun dan terlihat lebih percaya diri
Self Esteem Residen Penyalahguna Narkoba di Pusat Layanan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Padang Fitria, Rahmi; Imawati, Rochimah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 8 No. 2, 2021
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v8i2.25557

Abstract

Bimbingan agama adalah semua bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniah dalam lingkungan hidupnya agar orang tersebut dapat mengatasi kesulitannya sendiri karena adanya kesadaran dan penyerahan diri pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga timbul harapan kebahagiaan hidup masa sekarang dan masa yang akan datang. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang yang memiliki Pusat Layanan Rehabilitasi menggunakan bimbingan agama sebagai salah satu program dalam meningkatkan rasa percaya diri dan Self Esteem residen, sehingga residen menjalani masa rehabilitasi dengan baik dan siap untuk menghadapi kembali lingkungan sosial pasca rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan agama terhadap self esteem residen penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di Pusat Layanan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, regresi linear berganda, uji koefisien korelasi, uji determinasi, uji koefisien korelasi parsial (T) dan uji F test simultan. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara bimbingan agama dengan self esteem, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Bimbingan Agama indikator materi (X1), terdapat nya pengaruh yang signifikan antara variabel Bimbingan Agama indikator metode (X2) terhadap Self Esteem residen penyalahguna narkoba di pusat layanan rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang.
Strategi Pembinaan Spirituallitas Mualaf di Lembaga Mualaf Center Malang Elsa, Syifa Oktania
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 2, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i2.26107

Abstract

Abstract: Spirituality development strategy is a unified plan that is structured systematically in order to achieve a goal. The strategy of spiritual development is an effort to direct someone to understand and live the teachings and values of Islam so that in everyday life there is a relationship between one's relationship with Allah and one's relationship with others. This research was carried out with the aim of: (1) Analyzing the strategy of spirituality development for converts to Islam at the Institute of Converts to the Center of Malang. (2) Knowing the inhibiting/supporting factors for the implementation of spirituality development strategies for converts to Islam at the Center for Religious Affair in Malang. (3) Knowing the implications of spirituality development for converts to Islam at the Malang Center for Converting Institutions. The results of the study show that: (1) The strategy of spirituality development applied by the Institute of Converts to the Center of Malang in its implementation is in line with the concept of the spiritualization component of Muhammad Abduh's tazkiyatun nafs, namely: tazkiyatun aqidah, tazkiyatun ubudiyah, tazkiyatun akhlaq. (2) the overall supporting factor comes from the Malang converts center facility as well as cooperation with several related parties who assist the coaching process, while the inhibiting factor comes from the converts themselves who are still constrained by the problems they face. (3) The implication or impact of spiritual development is that it has a positive influence on converts, being able to help converts in the implementation of worship procedures, and deepening religious knowledge is able to regulate the emotions of converts to be able to live a more calm life.Abstrak: Strategi pembinaan spiritualitas merupakan suatu kesatuan rencana yang terstruktur secara sistematis guna mencapai suatu tujuan. Strategi pembinaan spiritual adalah usaha mengarahkan seseorang agar memahami dan menghayati ajaran serta nilai-nilai agama Islam sehingga mampu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari antara hubungan seseorang dengan Allah dan hubungan seseorang terhadap sesama. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Menganalisis strategi pembinaan spiritualitas pada mualaf di Lembaga Mualaf Center Malang. (2) Mengetahui faktor penghambat/pendukung pelaksanaan strategi pembinaan spiritualitas pada mualaf di Lembaga Mualaf Center Malang. (3) Mengetahui implikasi pembinaan spiritualitas pada mualaf di Lembaga Mualaf Center Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi pembinaan spiritualitas yang diterapkan oleh Lembaga Mualaf Center Malang dalam pelaksanaannya selaras dengan konsep komponen spiritualisasi  tazkiyatun nafs Muhammad Abduh, yaitu: tazkiyatul aqidah, tazkiyatul ubudiyah, tazkiyatul akhlaq. Dalam pelaksanaanya meliputi, prosesi syahadat (pra-pasca mualaf), pendekatan individu maupun kelompok melalui kegiataan kegamaan, pendekatan konseling. (2) faktor pendukung secara keseluruhan berasal dari fasilitas Mualaf Center Malang serta kerjasama dengan beberapa pihak terkait yang membantu proses pembinaan, sedangkan untuk faktor penghambat berasal dari para mualaf sendiri yang masih terkendala dengan problematika yang dihadapinya. (3) Implikasi atau dampak adanya pembinaan spiritual yakni memberikan pengaruh yang positif kepada mualaf, mampu membantu mualaf dalam pelaksanaan tata cara ibadah, serta pendalaman ilmu agama mampu mengatur emosional para mualaf dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Penyuluhan Agama Islam di Lapas Wanita Kibtyah, Maryatul; Astuti, Risma Hesti Yuni; Putri, Salsabila Ade
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 2, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i2.26434

Abstract

Abstract: Prisoners are a number of people who carry out guidance and guidance for a certain period of time due to crimes or mistakes they made in the past before returning to the community and their families. Mistakes and crimes that have been committed can be due to a lack of knowledge and faith in Allah SWT. An important factor forming morals in humans is Islamic religious education. So to realize this, guidance is needed related to behavior, faith, and Islam. Prisoners really need moral development. This is because inside and outside prisons have bad morals. The cause can be due to several things including a lack of attention and affection from those closest to him and his life experiences. Counseling programs in prisons are felt to be very necessary for inmates. The goal is to get back on the path of truth and prove society's stigma about prisoners that they can change for the better than before. In the extension program, of course, there are strategies used to achieve the objectives of the Islamic religious education. The strategies used include lectures, learning the Qur'an, discussion methods, to self-reflection methods. Through this Islamic religious education program, it is hoped that inmates can receive it well so that the problems they face both personal and religious problems can be resolved properly. Elements of Islamic religious education are methods, mad'u, and support from the families of the prison residents themselves. Feelings of regret, guilt and sin which in turn become the cause of behavioral changes for prisoners. Based on the strategy used in religious counseling in women's prisons, the results obtained are an increase in understanding of the Islamic religion for prisoners.Abstrak: Narapidana adalah sejumlah orang yang menjalankan bimbingan dan binaan pada kurun waktu tertentu yang diakibatkan karena kejahatan ataupun kesalahan yang dibuatnya pada tempo dulu sebelum kembali lagi kepada masyarakat dan keluarganya. Kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keimanan pada Allah SWT. Faktor penting pembentuk moral pada manusia adalah pendidikan agama Islam. Maka untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan bimbingan terkait dengan tingkah laku, keimanan, dan keislaman. Narapidana sangat membutuhkan pembinaan akhlak. Hal ini dikarenakan dalam di luar Lapas memiliki akhlak yang kurang baik. Penyebabnya dapat dikarenakan beberapa hal diantaranya kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya maupun pengalaman hidupnya. Program penyuluhan di Lapas dirasa sangat perlu bagi para narapidana. Tujuannya adalah agar dapat kembali pada jalan kebenaran dan membuktikan stigma masyarakat tentang narapidana bahwa mereka dapat berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.Dalam program penyuluhan tentu saja terdapat strategi yang digunakan untuk mencapa itujuan dari penyuluhan agama Islam tersebut. Strategi yang digunakan diantaranya melaluiceramah, pembelajaran Al-Qur’an, metode diskusi, hingga metode muhasabah diri.Melalui program penyuluhan agama Islam ini diharapkan narapidana dapat menerima dengan baik agar permasalahan yang dihadapi baik mengenai permasalahan personal maupun agama dapat teratasi dengan baik. Unsur penyuluhan agama Islam adalah metode, mad’u, dan dukungan dari keluarga penghuni Lapas itu sendiri. Rasa menyesal, bersalah dan berdosa yang selanjutnya menjadi sebab perubahan perilaku bagi narapidana.Berdasarkan strategi yang digunakan pada penyuluhan agama di Lapas Wanita makahasil yang didapat adalah adanya peningkatan pemahaman terhadap agama Islam bagi narapidana.

Page 9 of 14 | Total Record : 140