cover
Contact Name
Rinaldi Rizal Putra
Contact Email
rinaldi.rizalputra@unsil.ac.id
Phone
+628112344989
Journal Mail Official
biosper@unsil.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Siliwangi Jalan Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
SN-Biosper
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28284615     DOI : -
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN Biosper) merupakan kegiatan forum ilmiah yang diselenggarakan setiap tahun (annual) oleh Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk kolaborasi dan integrasi para pakar dalam bidang biologi, saintek, dan pembelajarannya. Cakupan bidang yang dimuat antara lain inovasi pembelajaran biologi, inovasi bidang biologi, sains, dan teknologi, integrasi biologi, sains, teknologi, dan pembelajaran dengan dunia kerja
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Studi Efektivitas dan Stabilitas Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Rughaya Salsabila; Andi Annisa Septiana; Suhardi Suhardi; Panji Setiawan; A Mu'nisa
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, hand sanitizer mengandung alkohol yang jika digunakan secara terus-menerus berdampak masalah pada kulit misalnya terjadinya kekeringan, iritasi, alergi, dan penyakit kulit lainnya. Oleh karena itu, peneliti memanfaatkan bahan alam berupa ekstrak daun tapak liman sebagai alternatif dalam pembuatan hand sanitizer alami. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis efektivitas dan stabilitas sediaan gel antiseptik ekstrak daun tapak liman (Elephantopus scaber L). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan data yang disajikan secara deskriptif  kualitatif. Tahapan awal untuk analisis ekstrak daun tapak liman berupa uji fitokimia dan GC-MS (Gas Chromatography–Mass Spectrometry). Evaluasi sediaan gel antiseptik meliputi pengamatan organoleptik, uji pH, homogenitas, dan iritasi kulit, serta pengujian aktivitas antibakteri sebagai bentuk uji efektivitas terhadap gel hand sanitizer. Gel dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi ekstrak daun tapak liman yang berbeda yaitu 0,25%, 0,5%, dan 1%. Hasilnya menunjukkan adanya senyawa aktif berupa senyawa Androst-5-en-7—one,3-(acetyloxy)-4,4-dimetyl-,(3.beta.)- yang berperan sebagai antibakteri dan adanya kandungan senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid pada ekstrak daun tapak liman. Hasil evaluasi menunjukkan formula 3 (tambahan ekstrak 1%) memenuhi semua syarat pada evaluasi sediaan gel antiseptik yaitu gel berbentuk kental agak cair, tidak lengket, pH 6,4, tidak ada butiran kasar pada gel, dan tidak terjadinya iritasi kulit pada penggunaan hand sanitizer, serta hasil pengujian aktivitas antibakteri efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah gel formula 3 dengan ekstrak 1% merupakan formula yang paling efektif untuk dijadikan sebagai hand sanitizer.
Efektivitas Pemberian Pupuk Organik dan Pupuk Non Organik terhadap Pertumbuhan dan Kemunculan Gangguan Fisiologis Ipomea reptans Poir. Saffanah Nadhirah; Afifi Mutiarani; Aulia Khaerunnisa; Fatma Ainul Ilmia; Feldina Gustanti; Hildawati Febiana; Maulana Yusuf; Naufalia Zahrannanda; Regina Pacis; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir) termasuk  ke dalam tanaman hortikultura yang mudah dibudidayakan. Namun, kangkung perlu diberi asupan nutrisi yang cukup dengan pupuk yang tepat untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh perbedaan asimilasi zat nitrogen pupuk organik dan pupuk non organik (ZA) erhadap pertumbuhan dan gangguan fisiologi pada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian dilaksanakan di Bandung Raya selama dua pekan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pengaruh perbedaan komposisi pupuk ZA (Z0=0 gram, Z1=0,25 gram, Z2=0,5 gram, Z3=0,75 gram) dan komposisi pupuk organik (O0=0 mL, O1= 55,25 mL, O2= 110,5 mL, O3=165,75 mL) terhadap tinggi tanaman dan panjang daun dari hari pertama sampai hari ketujuh. Selain itu juga diamati kemunculan gangguan fisiologi seperti kelayuan, klorosis dan nekrosis. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Analisis data dilakukan melalui uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kangkung yang diberi pupuk non organik (ZA) mengalami rata-rata pertumbuhan lebih tinggi 5,7 cm dibandingkan yang diberi pupuk organik serta terdapat beberapa gangguan fisiologis pada tanaman kangkung yang diberi perlakuan pupuk organik berupa nekrosis dan klorosis.
Pengaruh Perendaman Air Cucian Beras Putih dan Beras Merah Terhadap Laju Imbibisi dan Perkecambahan Biji Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Aulia Khairunnisa; Azkiya Annurbaiti; Dina Nur Permatasari; Fakhran Rozali Daulay; Mauseni Wantika Dewi; Nur Ilmiah Sakinah; Nusayba Abdul Wahid; Salma Salsabila; Yunita Yunita; Sariwulan Diana; Wahyu Surakusumah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai konsumsi tinggi di Indonesia, tetapi memiliki nilai produktivitas yang rendah. Beberapa bulan lalu, disinyalir sempat terjadi kenaikan harga kedelai impor yang berdampak pada terjadinya fluktuasi harga kedelai di domestik dan hasil produk olahannya seperti tahu dan tempe. Maka, perlu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan dilakukannya percobaan yang diprediksi dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman kacang kedelai yaitu dengan pemberian tambahan nutrisi yang terdapat pada air cucian beras merah dan putih. Air cucian beras merupakan salah satu limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan seringkali dibuang tanpa dimanfaatkan kembali. Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kedelai di Indonesia sekaligus dalam rangka memanfaatkan limbah air cucian beras, penelitian mengenai pengaruh pemberian air cucian beras terhadap laju imbibisi serta perkecambahan biji kedelai ini pun dilakukan. Penelitian dilakukan dengan membuat air cucian beras putih dan beras merah dalam konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Perendaman dan perhitungan berat biji kedelai dilakukan pada interval waktu 2, 4, 8, 16, dan 24 jam untuk menelusuri pengaruh dari air cucian beras terhadap laju imbibisi dan membandingkan antara pengaruh larutan cucian beras putih, beras merah, dan juga kontrol terhadap perkecambahan sebagai output keberhasilan imbibisi. Setelah diuji secara statistik ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan antara berbagai konsentrasi air cucian beras putih dan beras merah terhadap laju imbibisi. Adapun untuk perkecambahan, kontrol diketahui memiliki rata-rata jumlah biji yang berkecambah lebih banyak dibanding perlakuan lainnya dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol dengan perlakuan-perlakuan lainnya.
Toleransi Jewawut (Setaria italica (L) P.Beauv) Aksesi Gambirmanis terhadap Intensitas Cahaya Rendah dan Pemupukan Organik Hayati Titi Juhaeti; Indra Gunawan; Intan Abas Nur Khairunnisa
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jewawut [Setaria italica (L.) P.Beauv] merupakan serealia minor lokal bergizi tinggi yang dikonsumsi masyarakat lokal daerah kering yang   potensial untuk diversifikasi pangan. Penelitian bertujuan mengetahui toleransi jewawut terhadap intensitas cahaya rendah dan pemupukan. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yakni  0 % (N0), 25% (N25), 50% (N50), dan 75% (N75). Faktor kedua adalah pemupukan dengan pupuk organik-hayati (POH) yakni POH0 dan POH30 dosis30cc/l air. Peubah yang diamati meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun serta diameter batang), kandungan klorofil, jumlah dan ukuran stomata serta ukuran malai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa naungan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan terbaik pada N0 berbeda nyata dengan N75, tetapi tidak dengan N25 dan N50. Kandungan klorofil menurun seiring meningkatnya naungan, nilai tertinggi pada N0 (49.88SPAD) berbeda nyata dengan N75 (45.83SPAD). tapi tidak dengan N25 (48.58 SPAD) dan N50 (48.55 SPAD) dan Jumlah stomata meningkat sampai N50 (13,1), kemudian menurun pada N75 (6,9). Ukuran panjang dan lebar stomata tertinggi pada N0 (1,23 µm dan 0,72µm ), semakin menurun dengan meningkatnya naungan. Naungan menurunkan secara nyata panjang malai, tertinggi pada N0 (25,66 cm) berbeda nyata dengan N75(14.01 cm). Makin tinggi naungan, tangkai malai semakin panjang sedangkan malainya semakin pendek. Pemupukan tidak secara nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman; pemupukan cenderung menurunkan panjang tangkai malai (14,67 cm) dan meningkatkan panjang malai (21,15 cm). Disimpulkan bahwa jewawut merupakan tanaman yang peka naungan, budidayanya disarankan maksimal pada naungan 50%. Pemupukan yang tepat diharapkan dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi jewawut.
Keanekaragaman Makrofungi Basidiomycota di Desa Barumanis dan Kawasan Hutan Sekitarnya, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong Vero Neka Emelda; Welly Darwis; Risky Hadi Wibowo; Sipriyadi Sipriyadi; R R. Sri Astuti
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makrofungi merupakan fungi yang dapat dilihat dengan mata secara langsung, sebagian makrofungi hidup ditanah dan sebagian hidup sebagai safrofit pada tanaman dan ada juga yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman. Fungi Basidiomycota adalah fungi yang memiliki basidiokarp atau tubuh buah yang besar yang dapat dilihat dengan mata secara langsung  dan memiliki ciri-ciri diantarannya mempunyai basidium dan koneksi penjepit. Desa Barumanis terletak di Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong,  Provinsi Bengkulu. Kawasan di sekitar hutan Desa Barumanis memiliki suhu yang dingin sehingga berpotensi memiliki keanekaragaman makrofungi khususnya filum  Basidiomycota.  Karakteristik kawasan lingkungan Desa Barumani terletak di kawasan kaki Bukit Daun dimana sebagian besar wilayahnya merupakan  perkebunan dan pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan jenis makrofungi filum Basidiomycota yang tumbuh di Desa Barumanis dan kawasan hutan sekitarnya Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode jelajah (Cruise Method) yaitu dengan menjelajahi Desa Barumanis dan kawasan hutan sekitarnya, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. kemudian data yang diperoleh diolah secara analisis deskripsi kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan spesies makrofungi yaitu Homidicutis marginata, Lycoperdon pyorforme, Fomitopsis rosea, Tramella fuciformis, Ganoderma lobatum, Auricuaria americana, Mycena fumosa, Baespoora myosura, Baespoora myosura, Galerina autumnalis, Phelinus gilvus, Hyplohoma acutum, Laccaria amethystina, Cantharellus cinnabarinus, Coprinus variegatus, Mycena leptothepalla, Agrocybe cylindracea, Stereum ostrea, Pleorotus sp. Makrofungi yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan menjadi informasi keanekaragaman jenis makrofungi dari filum Basidiomycota di Desa Barumanis dan kawasan hutan sekitarnya Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong dan melengkapi data makrofungi yang terdapat di Provinsi Bengkulu.
Korelasi antara Literasi Sains dan Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar pada Materi Metabolisme Adelia Wijiastuti; Purwati Kuswarini Suprapto; Diki Muhamad Chaidir
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada abad 21 berorientasi terhadap kemajuan teknologi, literasi sains serta keterampilan proses sains merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara literasi sains dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar peserta didik pada materi metabolisme pada kelas XII MIPA di SMA Negeri 6 Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020–September 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan populasi seluruh kelas XII MIPA 1 sampai XII MIPA 7. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas XII MIPA 1 dan XII MIPA 7. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes Literasi sains yang diadopsi dari (Gormally, 2012) dan tes keterampilan proses sains yang diadopsi dari (KEMENDIKBUD, 2013). Data hasil belajar diperoleh dari data sekunder guru mata pelajaran biologi berupa skor ulangan harian pada materi metabolisme. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi bivariat dan uji korelasi multivariat untuk uji hipotesis menggunakan softwere SPSS versi 26 for windows. Berdasarkan hasil analisis penelitian menyimpulkan terdapat korelasi antara literasi sains dengan hasil belajar kategori sedang, dan berkontribusi sebesar 31%. Kemudian terdapat korelasi antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar kategori sedang, dan berkontribusi sebesar 32%. Terdapat korelasi antara literasi sains, dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar kategori kuat dan berkontribusi sebesar 50,5% yang sisanya merupakan variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara literasi sains dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar peserta didik.
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Materi Rekayasa Genetika Aldila Wanda Nugraha
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi lapangan, dan bahan ajar untuk materi rekayasa genetika belum banyak mendapat perhatian untuk dikembangkan sebagai bahan ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah menjadikan LKM (Lembar Kerja Mahasiswa) berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) sebagai bahan ajar materi rekayasa genetika untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan model 4D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Subyek uji coba kelompok kecil dan percobaan lapangan adalah 10 mahasiswa program studi pendidikan IPA Universitas Bhinneka PGRI. LKM berbasis CTL ini didasarkan pada materi pembelajaran rekayasa genetika dengan bahan kajian prosedur rekayasa genetika, produksi protein manusia, dan teknologi DNA rekombinan, serta penerapan tujuh komponen CTL yaitu konstruktivisme, inkuiri, menanya, pembelajaran masyarakat, pemodelan, refleksi, dan asesmen autentik, yang digunakan untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa selama proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner validasi untuk menguji kelayakan LKM. Skor hasil validasi dari ahli materi dan ahli bahan ajar adalah 3,25 dan 3,31, sehingga LKM memiliki kualifikasi sangat layak. Skor respon mahasiswa terhadap LKM pada uji coba kelompok kecil adalah 3,26 yang bermakna kategori sangat layak. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil, dapat disimpulkan LKM berbasis CTL termasuk dalam kategori sangat layak sebagai bahan ajar materi rekayasa genetika.
Pengaruh Pendekatan Scientific Berbantuan Strategi Writing to Learn (WtL) terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Hasil Belajar Alfiya Damayanti; Anda Juanda; Muhimatul Umami
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil PISA 2018 Indonesia memiliki hasil dibawah rata-rata yang menunjukan rendahnya literasi sains dan hasil belajar, sehingga pada masa pandemi dibutuhkan pengembangan inovasi pembelajaran yang dapat menunjang kebutuhan proses belajar siswa secara online, salah satunya adalah penggunaan pendekatan scientific berbantuan strategi writing to learn. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan scientific berbantuan strategi writing to learn terhadap kemampuan literasi sains dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-postest control group design, dengan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan kemampuan literasi sains dan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol  dengan hasil rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 76,11 sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 82,60 dan hasil ensiklopedia pada kelas kontrol sebesar 78,00 sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 81,08. Dampak penggunaan pendekatan scientific berbantuan strategi writing to learn dengan menggunakan effect size Cohen’s d sebesar 0,36 pada kemampuan literasi sains dan 0,23 pada hasil belajar yang memiliki kategori sedang. Hasil angket sikap peserta didik kelas eksperimen menujukan kategori baik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan scientific berbantuan strategi writing to learn berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains dan hasil belajar siswa.
Analisis Soal Ulangan Harian Biologi SMA Kelas X Ditinjau dari Taksonomi Kognitif Casriti Casriti; Rahma Widiantie; Handayani Handayani
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Biologi kelas X MIPA SMAN di Kabuputen Kuningan belum melakukan analisis soal ulangan harian sehingga soal ulangan tesebut belum diketahui kualitasnya. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah alat evaluasi yang digunakan terlalu sulit dan soal belum memenuhi standar kriteria yang baik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas butir soal Ulangan Harian Semester Genap mata pelajaran Biologi kelas X MIPA SMAN di Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2020/2021 ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan persentase kesesuaian dengan taksonomi Bloom revisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMAN di Kabupaten Kuningan. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari SMAK2 dengan sampel 38 orang, SMAJ dengan sampel 36 orang, dan SMAC dengan sampel 40 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan data dianalisis menggunakan perhitungan manual dengan bantuan excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Validitas soal yang valid dari soal ulangan harian SMAK2, SMAJ, dan SMAC berturut-turut yaitu 57,5%; 53,33%; dan 55%. (2) Validitas isi soal dari ketiga sekolah didominasi oleh C1 sampai C3. (3) Reliabilitas dari ketiga soal di SMA tersebut yaitu 0,73; 0,68; dan 0,72. (4) Tingkat kesukaran yang baik dari ketiga soal di SMA tersebut yaitu 17,5%; 16,67%; dan 65% soal tergolong sedang (baik). (5) Daya pembeda yang baik dari ketiga soal di SMA tersebut yaitu 32,5%; 23,34%; dan 45% daya pembeda sedang (baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa soal ulangan harian dari SMAK2 dan SMAC sudah memiliki kualitas soal secara keseluruhan yang cukup baik karena didominasi oleh kualitas soal yang sangat baik, baik, dan cukup. Sedangkan soal ulangan harian SMAJ belum memiliki kualitas soal yang baik karena soal didominasi oleh kualitas soal yang tidak baik dan sangat tidak baik.
Hubungan Antara Self Esteem dengan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Pada Pembelajaran Biologi di Kelas XII MIPA SMAN 9 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2020/2021 Chyntia Saputri; Suharsono Suharsono; Rinaldi Rizal Putra
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self esteem sangat dibutuhkan untuk semua orang terlebih lagi untuk remaja yang berada di tingkat sekolah menengah atas karena dapat membantu mengaktifkan faktor pendorong peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajarnya dalam pembelajaran biologi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan motivasi berprestasi peserta didik pada pembelajaran biologi di kelas XII MIPA SMAN 9 Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan populasi yaitu seluruh peserta didik kelas XII MIPA. Sampel penelitian diambil dari kelas XII MIPA 2 sebanyak 31 peserta didik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk kedua variabel yaitu instrumen non tes berbentuk angket. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi bivariat Pearson dan uji regresi sederhana dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara self esteem dengan motivasi berprestasi. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,533 yang berarti kekuatan korelasi kedua variabel berada pada kategori sedang. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,285. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi dari self esteem terhadap motivasi berprestasi peserta didik adalah sebesar 28,5%, sedangkan sisanya 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil kategorisasi dari kedua aspek, pada variabel motivasi berprestasi capaian skor peraspek yang tertinggi ada pada aspek waktu penyelesaian tugas, sedangkan yang terendah yaitu aspek tanggung jawab. Sedangkan pada variabel self esteem capaian skor peraspek yang tertinggi yaitu aspek power, sedangkan yang terendah ada pada aspek significance.

Page 8 of 10 | Total Record : 93