cover
Contact Name
Jakiatin Nisa
Contact Email
sosiodidaktika.fitk@uinjkt.ac.id
Phone
+6221-7401925
Journal Mail Official
sosiodidaktika.fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda, No. 95, Ciputat, Tangerang 15412 http://jounal.uinjkt.ac.id/index.php/SOSIO-FITK Email: sosiodidaktika.fitk@uinjkt.ac.id
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal
ISSN : 23561386     EISSN : 24429430     DOI : 10.15408
Sosio Didaktika: Social Science Education Journal publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, master students’ theses research, and doctoral students’ dissertations research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on integrated social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 260 Documents
URGENSI KURIKULUM PENDIDIKAN KEBENCANAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA Mirza Desfandi
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.515 KB) | DOI: 10.15408/sd.v1i2.1261

Abstract

This article was written to give an idea of the urgency of disaster education curriculum based on local wisdom in  Indonesia. For that  purpose,  the  author  uses  the  method of  literature. As  a  country  which  has enormous potential for disaster, Indonesia needs to implement a disaster curriculum in educational institutions so that students have the knowledge and insight about the disaster. This disaster education have a common goal to provide an overview and reference in the learning process of disaster preparedness. Through education students are expected to be able to think and act fast, precise, and accurate in the face of disaster. Empathy toward victims can also be constructed so that learners can help others appropriately and carefully. Pattern and diversity of natural disasters faced also vary because each region has different characteristics as well. Then, disaster curriculum should accommodate local wisdom, as an effort to provide appropriate education to deal simultaneously with a disaster. Curriculum based on local wisdom will explain the relationship between humans and the natural environment and cultural environment around them.
PENGARUH DANA TRANSFER TERHADAP BELANJA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT Otong Suhyanto
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v5i2.10549

Abstract

Pergantian pemerintahan yang sentralistik ke sistem desentralisasi pada era pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie tahun 1999, memberikan perubahan mendasar dan membawa dampak yang sangat luas. Sesuai dengan pasal 18 ayat 2 (UUD 1945) bahwa;  pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota  mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Otonomi daerah diperlukan untuk lebih menekankan prinsip-prinsip demokrasi, pelibatan peran serta masyarakat dalam pembangunan, pemerataan hasil pembangunan, serta lebih memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Di sisi lain pada level pemerintah daerah juga masih terkendala dengan permasalahan masih rendahnya kualitas belanja. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih tingginya persentase belanja tidak langsung dibandingkan dengan belanja langsung (DOD 2011). Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh pendapatan asli daerah dan dana trasnfer yang meliputi: dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), serta pendapatan lainnya terhadap belanja pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap belanja pegawai adalah dana alokasi umum.
Pemanfaatan Teknik Kerjasama Kolaboratif pada Mata Pelajaran Ekonomi Guna Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Ratna Tiharita
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.362 KB) | DOI: 10.15408/sd.v3i1.3793

Abstract

Abstract :There are many problems arise in learning proccess. It can be derived from human resources itself, teacher or student, infrastructure, methods, learning techniques which are less attractive. Learning techniques have an important role because it is able to develop the students’ potential. Critical thinking is a gift of God Almighty given to mankind for improvement in their lives. Therefore, critical thinking should be explored. There are a variety of learning techniques, but not always in accordance with the learning techniques of teaching materials. In the hope of critical thinking can be developed through the collaborative work techniques. In this case, intelligence is needed to make a teacher effective learning. Utilization engineering collaborative work on economic subjects is expected to be an alternative. This paper will discuss the urgency of what techniques utilizing collaborative work to improve students’ critical thinking. Keywords: technical cooperation collaborative; subjects economics; critical thinking. Abstrak: Banyak permasalahan muncul dalam pembelajaran. Hal ini dapat berasal dari sumber daya manusianya itu sendiri, yakni guru atau siswa, sarana prasarana, metoda, atau dari teknik pembelajaran yang kurang menarik. Teknik pembelajaran memiliki peran penting karena mampu menumbuhkembangkan potensi siswa. Berfikir kritis merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada manusia untuk perbaikan dalam kehidupannya. Maka dari itu, berfikir kritis harus dieksplorasi. Ada beragam teknik pembelajaran, namun tidak selalu teknik pembelajaran sesuai dengan materi ajar. Di harapkan berfikir kritis dapat dikembangkan melalui teknik kerjasama kolaboratif. Dalam hal ini, Kecerdasan seorang guru diperlukan guna menjadikan pembelajaran efektif. Pemanfaatan teknik kerjasama kolaboratif pada mata pelajaran ekonomi diharapkan dapat menjadi alternatif. Makalah ini akan membahas tentang apa urgensinya memanfaatkan teknik kerjasama kolaboratif guna meningkatkan berfikir kritis siswa. Pengutipan: S. Tiharita, R. (2016). Pemanfaatan Teknik Kerjasama Kolaboratif pada Mata Pelajaran Ekonomi Guna Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(1), 2016, 9-16. doi:10.15408/sd.v3i1.3793.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i1.3793
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN IPS Dian Eka Amrina; Deskoni Deskoni; Edutivia Mardetini
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.732 KB) | DOI: 10.15408/sd.v7i2.19521

Abstract

Hasil analisis soal Ujian Akhir Semester pada mata Kuliah PIPS, dapat diketahui bahwa 80% soal tersebut masih berfokus pada tingkatan hafalan, pemahaman dan aplikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik penilaian yang bisa merangsang mereka untuk melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian ini adalah Mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada mata kuliah PIPS yang teruji validitasnya secara teoritis dan empiris. Metode penelitian Pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Borg dan Gall. Model ini terdiri dari tujuh tahapan utama yaitu : Research and information colection, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary field testing, Main product revision, Main field testing, and Operational product revision. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2019 kampus Palembang dan Indralaya yang berjumlah 56 orang. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah Angket dan Tes. Hasil validasi ahli membuktikan bahwa instrumen secara teori terkategori sangat valid untuk materi, konstruksi, dan bahasa. Selain itu, secara empiris instrumen telah teruji validitas, reliabilitas, analisis kesukaran soal, dan uji daya beda soal. Sehingga instrumen penilaian berbasis HOTS ini valid untuk digunakan dalam evaluasi pembelajaran mata kuliah PIPS.
IPS DAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN: URGENSI PENGEMBANGAN SIKAP KESADARAN LINGKUNGAN PESERTA DIDIK Mutiani Mutiani
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.625 KB) | DOI: 10.15408/sd.v4i1.5718

Abstract

ABSTRACT The ecological crisis is becoming a critical discourse between society not only nationally but also internationally. The challenge to make the student as responsible citizens demanding social studies teachers to have the skills for conducting effective learning. Strategies for achieving the quality of learning is influenced by various factors that often appear interrelated and together with the dynamic changes in the development of society itself. The aim of writing articles is expected to describe an understanding of how the urgency of the discourse of environmental awareness around us. Environmentally conscious attitude can be inculcated early. This is certainly in accordance with the practice of education in schools. Every teacher in particular in the field of Social Studies can integrate environmental material as part of a discussion. Obviously, such materials could be focus discourses critical for us to preserve the environment.   Abstrak Krisis ekologi menjadi wacana kritis bagi masyarakat tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional. Tantangan untuk menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang bertanggungjawab menuntut guru IPS untuk memiliki kecakapan dalam meramu pembelajaran yang efektif. Strategi pencapaian mutu pembelajaran sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kerap muncul saling berkaitan dan bersamaan dengan perubahan dinamisasi perkembangan masyarakat itu sendiri. Penulisan artikel ini diharapkan dapat membuat pemahaman bagaimana urgensi wacana kesadaran lingkungan di sekitar kita. Sikap sadar lingkungan dapat ditanamkan sejak dini. Hal ini tentunya sesuai dengan praktik pendidikan di sekolah. Setiap guru khususnya di bidang IPS dapat mengintegrasikan materi lingkungan sebagai bagian dari bahasan IPS. Tentunya materi yang demikian bisa menjadi pemicu wacana-wacana kritis bagi kita untuk melestarikan lingkungan.  Pengutipan: Mutiani. (2017). IPS dan Pendidikan Lingkungan: Urgensi Pengembangan Sikap Kesadaran Lingkungan Peserta Didik. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 45-53. doi:10.15408/sd.v4i1.5718.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.5718
Telaah Teoritis: Internalisasi Nilai-Nilai Demokrasi dalam Budaya Sekolah Sri Hapsari
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.882 KB) | DOI: 10.15408/sd.v2i2.2813

Abstract

This article provides an theoretical overview of the internalization of democratic values in the school culture. The concept of democratic values in school culture obtained through study of literature. Democratic values considered important for the student as early as possible. Through the school culture, democratic values will be effectively internalized. These value aren’t theoretical, but the values of democratic is implemented in the life of the school with school culture. School culture is interpreted as the norm; value; school rules that are binding on the entire school community. Democratic values that can be applied at schools such as transparency, resolve the issue peacefully, regularly class elections management, acknowledging the diversity in the schools, and so on. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v2i2.2813
RE-INTERPRETASI BUKU TEKS SEJARAH INDONESIA: KRITIK TERHADAP NARASI NASIONALISME SEJARAH Samudra Eka Cipta
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3272.666 KB) | DOI: 10.15408/sd.v7i1.14724

Abstract

Perjalanan Bangsa Indonesia sudah dimulai sejak masa sejarah yang berati masa dimana Bangsa Indonesia sudah mulai mengenal tradisi tulisan sebagai upaya untuk merekam sejarah leluhurnya. Perkembangan Bangsa Indonesia terus mengalami dinamika pada setiap periodisasinya. Dari dinamika tersebut kemudian ada sebuah usaha untuk memperkuat dan mempersatukan Bangsa Indonesia melalui nasionalisme. Nasionalisme di Indonesia dimulai sejak tahun 1901-1920 atau dikenal sebagai Masa Awal Pergerakan Indonesia dengan ditandainya organiasi pergerakan baik yang memiliki orientasi pada pendidikan maupun politik. Sejarah Nasionalisme di Indonesia tidak terbatas pada Era Pergerakan namun terus bergerak hingga saat ini. Pendidikan sejarah lahir dan berangkat melalui Sejarah Perkembangan Bangsa Indonesia. Tentunya dalam historiografi Bangsa Indonesia penuh dengan catatan-catatan perjuangan bagaimana para tokoh pendiri bangsa memperjuangkan untuk mendirikan Republik Indonesia melalui pertumpahan darah. Tentunya esensi dari Pendidikan Sejarah bagaimana upaya peningkatan nilai-niilai nasionalisme disajikan dalam bentuk historiografi. Hal tersebut jika mengutip pernyataan dari Soekarno ‘’bangsa yang besar adalah  bangsa yang menghargai sejarahnya’’ sebagai asumsi bahwa pentingnya untuk mempelajari sejarah selain untuk mempelajari awal sejarah Indonesia juga mempelajari perjuangan Bangsa Indonesia dalam mendirikan Republik Indoensia dengan berbagai dinamikanya terutama masih sangat dipengaharui unsur politis dalam mewarnai Sejarah Indonesia.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI SARANA ALTERNATIF PENCEGAHAN KONFLIK Yuli Adhani
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.12 KB) | DOI: 10.15408/sd.v1i1.1211

Abstract

This article provided an overview of the concept of multicultural education as an alternative means of confl ict prevention. The method used to support the writing of this article is the study of literatu re. Point of this article is that multicultural education is a process of developing the full potential of human beingrespectful to plurality and heterogeneity as a consequence of the diversity of culture, ethnicity, religion, economic, social and political background. As one of the world’s biggest multicultural country, Indonesiais supposed deve lop multicultural education as an alternative to prevent social and cultural confl ict that often occurs in Indon esia. In addition build a multicultural society in Indonesia can not be taken for granted by trial and error. On the c ontrary building multicultural society should be pursued in a systematic, programmatic, integrated and sustainabl e. This is because the multicultural reality in Indonesia is an asset that makes Indonesian culturallu very ric h. Therefore, it is necessary for Indonesia to maintain and preserve its rich culture.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN(ENTREPRENEURSHIP EDUCATION) DI PERGURUAN TINGGI NEGERI KOTA BANDUNG Rafika Rahmadani; Suwatno Suwatno; Amir Machmud
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.884 KB) | DOI: 10.15408/sd.v1i1.9522

Abstract

This research aims to identify the factors that influence entrepreneurial education at public universities in Bandung. This study is expected to create jobs and change the mind-set of college graduates to become job creators method used in this study is a survey method. Subjects in this study are students of Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The samples were used that were 30 students of accounting education. Analysis of the data used in this research is the analysis of Structural Equation Model (Structural Equation Model / SEM). Average of entrepreneurship education at public universities in Bandung, especially in UPI shows that entrepreneurship education indicators ie 70.03% voted in favor of the implementation entrepreneurship education, and 82.13% consisted of  24 students who strongly agree and agree with the concept of entrepreneurial intentions while 46.30% is composed of 13 students who agree and disagree with the rest answering entrepreneurial development. These circumstances reveal the factors that affect entrepreneurship education in higher education is seen from the intention of entrepreneurship and entrepreneurial development
Analisis Faktor Integrasi Sosio-Kultural-Historis pada Masyarakat Multikultural Muhamad Arif
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.964 KB) | DOI: 10.15408/sd.v3i2.4374

Abstract

AbstractPost-1998 reform of the Indonesian nation was shocked by the social conflict that was previously unimaginable. The social conflict immediately arouse awareness to build a positive attitude through the effort to explore the factors of integration in a society. This article aims to explore the factors of integration in a multicultural society. For qualitative descriptive study was carried out, by doing participant observation, in-depth interviews, and documentation. The result was found three factors of integration as follows. First, the historical factors concerning the friendly relations between the Mataram kingdom and the kingdom of Buleleng, which boiled down to the relationship of brotherhood and kinship, between the Muslims and the Hindus that took place since the 17th century. Secondly, the occurrence of inter-ethnic marriages (amalgamation) among the Javanese and Balinese thus eliminating the psychological distance and distance sociological, reinforced with Menyama Braya conception and Ukhuwah Basyariah conception. Third, assimilation and acculturation between Islamic culture and the culture of Bali that still survive today.AbstrakPasca reformasi 1998 bangsa Indonesia dikejutkan oleh konflik sosial yang tak terbayangkan sebelumnya. Konflik sosial tersebut segera menggugah kesadaran untuk membangun sikap positif melalui upaya menggali factor-faktor integrasi dalam suatu masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor integrasi dalam masyarakat Pegayaman yang multikultural. Untuk itu dilakukan penelitian deskriptif kualitatif, dengan melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya adalah ditemukan adanya tiga faktor integrasi sebagai berikut. Pertama, faktor historis menyangkut hubungan persahabatan antara kerajaan Mataram dan kerajaan Buleleng, yang mengerucut pada hubungan persaudaraan dan kekeluargaan, antara orang-orang Islam dan orang-orang Hindu yang berlangsung sejak abad ke-17. Kedua, terjadinya perkawinan antaretnik (amalgamasi) antara orang-orang Jawa dengan orang-orang Bali sehingga menghilangkan jarak psikologis dan jarak sosiologis, yang diperkuat dengan konsepsi menyama braya dan konsepsi ukhuwah basyariah. Ketiga, terjadinya asimilasi dan akulturasi antara budaya Islam dan budaya Bali yang masih bertahan hingga saat ini.Pengutipan: Arif, M. (2016). Analisis Faktor Integrasi Sosio-Kultural-Historis pada Masyarakat Multikultural. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 126-134. doi:10.15408/sd.v3i2.4374.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.4372

Page 8 of 26 | Total Record : 260