cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : -
Real Coster : Journal of Community Service receives all articles regarding Community Service reports from lecturers, both within the Batam Real Theological College, as well as other Christian religious colleges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Maret 2024" : 5 Documents clear
Harmoni Agama di Desa Tewang Darayu: Menguatkan Moderasi Beragama untuk Membangun Persatuan Hutapea, Rinto Hasiholan; Angellyna, Sri; Pattiasina, Sharon Michelle O.; Siten, Anggita Deodora; Pongoh, Fernando Dorothius; Jeniva, Isabella
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.507

Abstract

Community Service Activities were carried out in Tewang Darayu Village, Pulau Malan District, Katingan Regency. This activity aims to be a form of strengthening religious moderation for the community in Tewang Darayu village. This strengthening can increase the awareness of the Tewang Darayu village community in building harmonious relations between religions. Apart from that, it can strengthen the spiritual aspect of religion among the community as a whole as part of efforts to maintain religious moderation which is born from the diverse realities of life in Tewang Darayu village. This activity uses the Asset Based Community Development (ABCD) method by emphasizing the strengths possessed by the Tewang Derayu village community. The impact obtained from this activity is that the Tewang Derayu village community experienced increased knowledge and were able to implement Religious Moderation indicators in socio-cultural dynamics based on a humanist attitude to life. Apart from that, Tewang Derayu village can also be a model model for surrounding villages in implementing the values of Religious Moderation. Keywords: religious moderation; strengthening; religious relationsAbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Tewang Darayu, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan. Kegiatan ini bertujuan untuk sebagai bentuk penguatan moderasi beragama bagi masyarakat di desa Tewang Darayu. Adapun penguatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat desa Tewang Darayu dalam membangun harmoni hubungan antar agama. Selain itu, dapat memperkuat dimensi aspek spiritual dalam beragama di antara masyarakat secara keseluruhan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga moderasi beragama yang lahir dari realitas kehidupan yang beragam di desa Tewang Darayu. Kegiatan ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dengan menekankan pada kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat desa Tewang Derayu. Dampak yang diperoleh dalam kegiatan ini yaitu masyarakat desa Tewang Derayu mengalami peningkatan pengetahuan serta mampu mengimplementasikan indikator-indikator Moderasi Beragama dalam dinamika sosial budaya yang didasarkan pada sikap hidup humanis. Selain itu, desa Tewang Derayu juga dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa sekitar dalam implementasi nilai-nilai dari Moderasi Beragama.Kata Kunci: moderasi beragama; penguatan; relasi agama
Pelatihan Pengajaran Pra-Calistung Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Guru Kb Tk Bintang Nusantara Mary, Eirene; Nainupu, Astrid Maryam Yvonny; Sitepu, Ria Ferdika; Yulianti, Sri
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.436

Abstract

Early childhood education teaching should be implemented in accordance with the characteristic of early childhood pupils.  There are several things to be considered such as learning while playing, understanding of concrete concepts to the abstract and habituation.  The implementation of those things will maximize the result of the learning process.  These principles also applied in the teaching of reading, writing and mathematics.  There is a need for the learning methods that can improve the understanding and the skills of the pupils in those subjects.  Teaching methods implemented in Bintang Nusantara Early Child Education School have considered the characteristics of early childhood pupils.  Nevertheles, the teachers should be equipped in terms of teaching early reading, early writing and early mathematics.  Team from STT Simpson Ungaran held a training program for teaching early reading, early writing and early mathematics to enchance the teaching skills of the Bintang Nusantara Early Childhood Education School teachers.  The training conducted using interactive lecture methods and hands-on practice of the methods and activities learned.  The teachers gained new knowledge and insights about the teaching reading, writing and mathematics methods for early childhood education.  Some of them put into practice of what they have learned in the training.Keywords: Childhood education; pre Reading/Writing/CountingAbstrakPembelajaran untuk PAUD memiliki karakteristik yang sesuai dengan karakter anak PAUD.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran PAUD yakni bermain sambil belajar, pemahaman konsep konkrit ke abstrak dan pembiasaan.  Penerapan hal tersebut dalam proses pembelajaran akan memaksimalkan hasil pembelajaran.  Demikian pula halnya dengan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung, perlu memperhatikan hal-hal tersebut.  Diperlukan metode pembelajaran yang dapat menunjang pemahaman dan keterampilan calistung untuk anak PAUD.  Proses pembelajaran yang dilakukan di KB-TK Bintang Nusantara sudah menerapkan metode pembelajaran yang cocok untuk PAUD.  Akan tetapi masih harus terus dilengkapi dalam hal pengajaran pra calistung.  Tim pengabdian kepada masyarakat prodi PAK STT Simpson Ungaran mengadakan pelatihan pengajaran pra calistung untuk meningkatkan keterampilan guru-guru KB-TK Bintang Nusantara.  Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah interaktif dan praktek langsung metode-metode pengajaran pra calistung.  Para guru KB-TK Bintang Nusantara mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru tentang pola pengajaran pra calistung.  Beberapa dari pola tersebut bahkan sudah dipraktekkan dalam kegiatan mengajar.Kata Kunci: Pembelajaran PAUD; pra calistung
Pendampingan dan Penyiapan Akreditasi Sekolah/Madrasha bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan Lao, Hendrik A.E.; Syahputra, Andrian Wira; Saingo, Yakobus Adi; Neno, Yoksan Edison
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.419

Abstract

This training is to provide understanding to school principals and teachers about the importance of preparing school accreditation in order to improve the quality and quality of school education. The targets for this Community Service group activity are leaders, teaching staff and education staff at SMP Negeri 1 Semau Selatan. The activity was carried out for 2 days starting from 7 until 8 August 2023. The main material presented was to provide education through assistance regarding the School/Madrasha Accreditation system and procedures for SMP Negeri 1 Semau Selatan and provide practice/simulation regarding concrete steps in preparing School/Madrasha Accreditation for SMP Negeri 1 Semau Selatan. The method used in carrying out activities is Participatory Action Research (PAR). The PKM activities were applied with lecture activities and strengthened through FGD (Focus Group Discussion) discussions and questions and answers between presenters/stakeholders and participants. The number of participants who took part in the training was 35 teachers. The results of the training show that participants understand and mastery of the material regarding creditation, starting from the accreditation system and procedures, and the participants also practice directly the concrete steps in preparing all the documents required for school accreditation. The training participants were very enthusiastic about taking part in this activity because one of the factors is that the school will enter a reaccreditation period in the near future in 2023.Keywords: accompaniment; preparation; accreditationAbstrakPelatihan ini untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan guru akan pentingnya penyiapan akreditasi sekolah demi meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Sekolah. Sasaran dalam kegiatan kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu para pimpinan, tenaga pendidik maupun kependidikan di SMP Negeri 1 Semau Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 2 Hari mulai tanggal 7 sampai dengan 8 Agustus 2023. Materi pokok yang disampaikan adalah, untuk memberikan edukasi lewat Pendampingan mengenai sistim dan prosedur Akreditasi Sekolah/Madrasha Bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan dan memberikan praktek/simulasi mengenai langkah-langkah konkrit dalam mempersiapkan Akreditasi Sekolah/Madrasha Bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu Participatory Action Research (PAR). Kegiatan PKM tersebut, diaplikasikan dengan aktifitas ceramah dan dikuatkan melalui diskusi FGD (Focus Group Discussion) serta tanya jawab antara pemateri/stakeholders dengan peserta. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 35 orang guru. Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan penguasaan materi tentang kreditasi Mulai dari sistim dan prosedur akreditasi sudah dipahami oleh para peserta dan peserta juga mempraktekkan secara langsung langkah-langkah kongkrit dalam mempersiapkan semua dokumen yang dipersyaratkan dalam akreditasi sekolah. Para peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dikrenakan salah satu faktor adalah sekolah sudah memasuki masa reakreditasi dalam waktu dekat ditahun 2023 ini.Kata Kunci: pendampingan; penyiapan; akreditasi
Psikoedukasi Emosi dalam Meningkatkan Social Awareness Pemuda Remaja Gereja di Era VUCA Mengga, Ruth Caroline; Ria, Natal; Mengga, Maria Josephine; Hermanto, Yanto Paulus
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.519

Abstract

Life in the Vuca era demands sensitivity to rapid changes, including sensitivity in social relations because friction and harsh competition in life make social problems increase. This kind of thing is very likely to be experienced also by church youth. Due to biological factors, at the age of youth, teenagers are very vulnerable to emotional outbursts that can result in the disruption of their relationships with others. Understanding the Word of God about self-control needs to be accompanied by proper education so that the results are maximized it is very important to have emotional education to improve social awareness skills obtained by managing emotions correctly, to minimize conflict in the face of instability in the Vuca era. No emotion is useless, but emotions need to be managed so as not to damage. Therefore, emotional psychoeducation is needed to help recognize emotions and manage them properly. Emotional psychoeducation using quizzes and real-life illustrations and techniques for managing emotions will be very useful in responding to spontaneous emotions to avoid destructive emotional outbursts, including damaging social relationships. Keywords: emotion psychoeducation; social awareness; vuca; church youthAbstrakKehidupan di era Vuca menuntut kepekaan terhadap perubahan yang cepat, termasuk juga kepekaan dalam relasi sosial karena gesekan dan persaingan hidup yang keras membuat masalah sosial meningkat. Hal seperti ini sangat mungkin dapat dialami juga oleh pemuda remaja gereja. Karena faktor biologis, di usia pemuda remaja sangat rentan meledak secara emosi yang dapat mengakibatkan terganggunya relasi dirinya dengan orang lain. Pemahaman Firman Tuhan tentang penguasaan diri, perlu dibarengi dengan pendidikan yang tepat, agar hasilnya maksimal sehingga penting sekali pendidikan emosi untuk meningkatkan kemampuan social awareness yang didapat dengan pengelolaan emosi yang benar, sehingga dapat meminimalkan konflik dalam menghadapi ketidastabilan di era Vuca. Tidak ada emosi yang tidak berguna, tetapi emosi perlu dikelola agar tidak merusak. Sebab itu diperlukan psikoedukasi emosi yang bermanfaat membantu mengenali emosi serta dapat mengelolanya dengan baik. Psikoedukasi emosi dengan menggunakan kuis serta ilustrasi nyata dan teknik mengelola emosi akan sangat berguna dalam respon emosi spontan sehingga dapat menghidarkan diri dari ledakan emosi yang merusak, termasuk merusak relasi sosial.Kata Kunci: Psikoedukasi Emosi; Kepekaan Sosial; Vuca; Pemuda Remaja Gereja
Pembinaan Pemuda Kristen Milenial pada Era Artificial Intelligence di Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung Hasibuan, Serepina Yoshika; Larosa, Setiaman; Marbun, Saedo; Walean, Rudy Roberto; Jhoni, Jhoni; Pratama, Andrean Hangga; Kati, Dida Hae; Nael, Yonathan Natan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.482

Abstract

Technology cannot be stopped from progressing from time to time. In the course of its development. Artificial Intelligence is one of the advances in technology that currently dominates human life. Artificial Intelligence or what is known as Artificial Intelligence (AI) is widely used by computer devices for automated programming, such as the Google platform, drones, smart cars and so on. With the convenience provided by this AI service, it makes human work easier. However, AI has a negative influence if it is not used wisely. This can be seen from the performance of the AI system with data accuracy and satisfactory work results as well as efficient and very short time. On the other hand, there is an opinion that AI will make humans lazy because the work they do has been taken over by AI, and will result in a lower quality of human work. Human activities will be replaced by devices that use AI systems and will result in unemployment. Therefore, in this PKM activity it is very important for the millennial generation in the era of Artificial Intelligence to be given guidance and introduction to AI so that it can be used and provide good benefits, especially in terms of following its developments in accordance with the practice of their Christian faith. Based on the evaluation results, PKM activities have positive benefits in developing the spirituality of Christian youth in the AI era. Keywords: technology;  christian youth development; artificial intelligence           AbstrakTeknologi tidak dapat dibendungi kemajuannya dari masa ke masa. Dalam perjalanan perkembangannya.  Artificial Intelligence merupakan salah satu kemajuan di bidang teknologi yang saat ini menguasai kehidupan manusia. Artificial Intelligence atau yang dikenal dengan Kecerdasan Buatan (AI) banyak digunakan oleh perangkat-perangkat komputer guna pemrograman yang otomatisasi, seperti platform google, drone, mobil pintar dan sebagainya. Dengan kemudahan yang diberikan oleh layanan AI ini, membuat pekerjaan manusia lebih mudah. Namun, AI nemberikan pengaruh negatif apabila tidak digunakan dengan bijak. Hal ini telihat bagaimana kinerja yang dilakukan oleh sistem AI dengan keakuratan data dan hasil kerja yang memuaskan serta waktu yang efisien dan sangat singkat. Di sisi lain, ada anggapan bahwa AI akan membuat manusia bermalas-malasan karena perkerjaan yang dilakukan telah diambil alih oleh AI, serta akan mengakibatkan rendahnya kualitas kerja manusia. Kegiatan manusia akan digantikan oleh perangkat yang menggunakan sistem AI dan akan mengakibatkan pengangguran. Oleh sebab itu, dalam kegiatan PKM ini sangat penting bagi generasi milenial di era Artifical Intelligence untuk diberikan pembinaan dan pengenalan AI agar dapat digunakan dan memberikan manfaat yang baik, terkhusus dalam hal mengikuti perkembangannya sesuai dengan pengamalan iman Kristennya. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan PKM bermanfaat positif dalam membina kerohanian pemuda Kristen di era AI.Kata Kunci: teknologi; pembinaan pemuda kristen; arificial intelligence

Page 1 of 1 | Total Record : 5