cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 958 Documents
Enhancing The Organization’s Character Through Pancasila Values In The Era Of Brittle, Anxiety, Non-Linear, Incomprehensive (Bani) Alif Lukmanul Hakim
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2398

Abstract

Improving organizational character is part of the maturation process of an organization, which is to respond to a reality that is happening. The background of this research explains the phenomenon of the rapid development of the times, as well as the aspects of the consequences of the development of the times. The BANI era is required to be able to learn and adapt quickly which requires a mature fundamental character. This research aims to explain the concepts of Pancasila as a foundation for improving character in an organization through the values contained therein. This research uses the literature method. The formal object in this research is the essence of the five precepts of Pancasila in relation to organizational character. Then the material object in this research is the improvement of character in the organization which is viewed from the normative and empirical aspects of an organization. This research shows that Pancasila becomes a basic value that can be used as a reference or guideline for an organization to improve the character of each stakeholder in it. The embedded values are also in line with the culture and character of the Indonesian nation.
A Qualitative Study: Philosophical Analysis Of A Teacher's Educational Actions Tuti Azizah; Hashunatulmar’ah Hubwatullah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2399

Abstract

The act of educating a teacher is an educational issue that relates to philosophical foundations. The philosophy of educating is about interpreting the task of educating, the purpose, and the essence of education itself for a teacher. Therefore, this philosophy of educating must be well understood by educators, especially teachers. This article explores deeper into the philosophical foundations of a teacher's education and how it affects teachers’ professionalism. The study used a qualitative approach with interviews as a main data collection method. We interviewed 5 junior high school teachers. Findings indicate that the longer a teacher's teaching experience, the more they value education and consider being a teacher as part of their identity. Teachers who have a philosophical foundation in teaching show good professionalism. This philosophical meaning of educating from a teacher will foster educational awareness, aimed at saving educational purpose itself so that it runs as it should – humanizing humans.
Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Keaktifan Belajar PAI Siswa M. Yusuf Qordowi; Saiful Bahri; Didik Wahyudi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru dengan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 36 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex-post facto . Populasi penelitian berjumlah 159 siswa kelas VIII, dengan sampel sebanyak 62 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dengan keaktifan belajar siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,606 dan signifikansi 0,000 < 0,05 , yang berada pada kategori kuat. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap keaktifan belajar dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,566 dan kontribusi sebesar 12,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kompetensi pedagogik guru, maka semakin tinggi pula tingkat keaktifan belajar siswa. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru memiliki peranan penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan kondusif.
Pengaruh Model Pembelajaran Teaching Factory Dan Keterlibatan Siswa Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Dengan Motivasi Sebagai Variabel Mediasi Pada Siswa SMKN 1 Surabaya Kavilla Hercyndana; Novi Trisnawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2401

Abstract

This research is motivated by the importance of work readiness of vocational high school students in facing the demenas of the world of work. Work preparation is not only influenced by technical skills, but also by the learning process implemented in schools and students psychological fctors. Teaching Factory based learningf, student engagement, student motivation. This study aims to analyze the effect of Teaching Factory based learning and student engagement on students work readiness with motivation as a mediating variable. This study uses a quantitative approach with the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) data analysis method assisted by SMART PLS 4.1.1.6 software. The study population included 139 grade XII students majoring in Office Management & Business Services at SMKN 1 Surabaya with a sampling technique using Proportionate Stratified Random Sampling. The results of the study showed that Teaching Factory learning and student engagement significantly influenced student work readiness. Student engagement also influenced motivation, while Teaching Factory had no significant effect on motivation. However, motivation mediated the influence of Teaching Factory and student engagement on student work readiness.
Peran Guru Dalam Membangun Branding Melalui Program Unggulan 'Pagi Ceria' Untuk Meningkatkan Minat Peserta Didik Baru Di Tengah Kebijakan Regrouping (Sudi Kasus Di SD Negeri 1 Bendan) Fatmawati Putri Astuti; Hery Setiyatna
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kebijakan regrouping sekolah dasar negeri di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, yang mengancam keberlangsungan beberapa sekolah karena rendahnya jumlah peserta didik baru, namun di tengah situasi tersebut SD Negeri 1 Bendan justru berhasil mempertahankan eksistensinya dengan jumlah peserta didik tertinggi (161 siswa) dibandingkan sekolah negeri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding sekolah yang berbasis pada peran guru dan program unggulan "Pagi Ceria" dalam meningkatkan minat peserta didik baru di SD Negeri 1 Bendan serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SD Negeri 1 Bendan ditopang oleh tiga pilar utama yaitu (1) profesionalitas dan kedisiplinan guru yang tercermin dari kehadiran tepat waktu serta penutupan gerbang pukul 07.00 WIB; (2) budaya kekeluargaan dan kolaborasi antara guru junior yang ahli teknologi dengan guru senior yang kaya pengalaman; serta (3) program unggulan "Pagi Ceria" yang terstruktur setiap hari (upacara, literasi numerasi, kegiatan keagamaan, pentas seni, senam, permainan tradisional, kebersihan lingkungan, pramuka) yang didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial Instagram dan TikTok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding sekolah yang efektif di era persaingan dan kebijakan regrouping tidak hanya mengandalkan program unggulan semata, melainkan juga membutuhkan fondasi profesionalitas guru, kedisiplinan kolektif, modal sosial berupa kolaborasi internal, serta pemanfaatan media sosial sebagai instrumen publikasi dan pembangunan citra positif sekolah.
Peran Disiplin, Etos Kerja, dan Supervisi dalam Meningkatkan Kinerja Guru SMK Intan Dwi Cahyani; Siti Zubaedah; Herdi Wisman Jaya
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, etos kerja, dan supervisi pengawasan terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Swasta Gugus 3 Kota Tangerang Selatan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; (2) etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; (3) supervisi pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; serta (4) disiplin kerja, etos kerja, dan supervisi pengawasan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kedisiplinan, penguatan etos kerja, serta pelaksanaan supervisi yang efektif dapat meningkatkan kinerja guru secara optimal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya peran manajerial dan personal dalam meningkatkan kualitas kinerja guru guna mendukung peningkatan mutu pendidikan.Kata kunci: disiplin kerja, etos kerja, supervisi pengawasan, kinerja guru
Peningkatan Kinerja Guru SMK Melalui Kepemimpinan Partisipatif, Iklim Organisasi, Dan Motivasi Kerja Sri Astuti; Siti Zubaidah; Herdi Wisma Jaya
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah guru SMK, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif, iklim organisasi, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Kepemimpinan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, iklim organisasi yang kondusif menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, serta motivasi kerja mendorong guru untuk bekerja lebih optimal. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dicapai melalui penguatan kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, penciptaan iklim organisasi yang positif, serta peningkatan motivasi kerja guru. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelola pendidikan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru secara komprehensif.Kata kunci: kinerja guru, kepemimpinan partisipatif, iklim organisasi, motivasi kerja.
Peran Pengurus Organisasi Pondok Pesantren Modern (OPPM) Dalam Menegakkan Kedisiplinan Di Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami Serli Puspita Sari; Uswatun Khasanah; Fitriani Fitriani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengurus organisasi pondok pesantren modern berperan dalam menegakkan kedisiplinan santriwati di Pondok Pesantren Jabal An Nur Al Islami. Fokus penelitian meliputi jenis peran pengurus, pendekatan yang digunakan untuk pembinaan disiplin, dan faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kedisiplinan santriwati. Studi ini melakukan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Subjek penelitian terdiri dari pengurus organisasi pondok pesantren, ustadzah, dan santriwati. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus organisasi pondok pesantren memiliki peran penting dalam menegakkan kedisiplinan santriwati melalui penerapan peraturan, pengawasan kegiatan harian, pemberian nasihat, keteladanan, serta penerapan reward dan punishment. Strategi yang dilakukan pengurus mampu membantu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan santriwati terhadap tata tertib pondok pesantren. Faktor pendukung dalam pelaksanaan kedisiplinan meliputi kerja sama antara pengurus dan ustadzah serta adanya peraturan yang jelas. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran sebagian santriwati dan pengaruh lingkungan pertemanan. Dengan demikian, peran pengurus organisasi pondok pesantren sangat berpengaruh dalam membentuk sikap disiplin santriwati di lingkungan pondok pesantren. Kata Kunci: Peran Pengurus, Organisasi Pondok Pesantren Modern, Kedisiplinan, Santriwati.
Analisis Tingkat Penguasaan Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Ortodoks Pada Peserta Ekstrakurikuler Sekolah Menengah Kejuruan Anggun Putri Dwi Pangestu; Viktor Pandra; Wawan Syafutra
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping (ortodoks) pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 10 peserta dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes teknik dasar tolak peluru dengan menggunakan rubrik penilaian yang mencakup empat indikator, yaitu cara memegang peluru, sikap awal, teknik menolak, dan sikap akhir. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kurang sebesar 70%, kategori baik sebesar 20%, dan kategori sangat baik sebesar 10%. Nilai rata-rata kemampuan teknik dasar peserta adalah 60,6. Secara rinci, indikator cara memegang peluru memperoleh nilai rata-rata 77,7 (baik), sikap awal 2,7 (baik), teknik menolak 2,4 (cukup), dan sikap akhir 1,6 (kurang). Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan teknik dasar peserta masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek sikap akhir dan teknik tolakan.
Analisis Etnopedagogi Dalam Cerita Rakyat Ma’u Pogo Sebagai Sumber Pembelajaran Kontekstual Klemens Mere
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai etnopedagogi dalam cerita rakyat Ma’u Pogo sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi dan telaah berbagai literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan etnopedagogi, cerita rakyat, dan pembelajaran kontekstual. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya, moral, sosial, dan religius yang terkandung dalam cerita rakyat Ma’u Pogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Ma’u Pogo–Ebulobo mengandung nilai etnopedagogi yang meliputi nilai moral berupa kejujuran dan tanggung jawab, nilai sosial berupa gotong royong dan solidaritas, nilai budaya berupa penghormatan terhadap adat istiadat, serta nilai religius yang berkaitan dengan pandangan spiritual masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran kontekstual karena dapat membantu peserta didik memahami materi pembelajaran melalui pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat Ma’u Pogo–Ebulobo berpotensi menjadi sumber pembelajaran berbasis budaya lokal yang efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan pelestarian budaya daerah.