cover
Contact Name
Pratiwi Dian Ilfiani
Contact Email
jurnalsainteka@gmail.com
Phone
+6287863850000
Journal Mail Official
jurnalsainteka@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik-Universitas Samawa Jl. Raya Semongkat, Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 84316, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SainTekA
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28081056     EISSN : 27759474     DOI : https://doi.org/10.58406/sainteka
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian yang membahas sains dan teknologi di bidang sipil, mesin dan arsitektur
Articles 81 Documents
STUDY OPTIMASI PEMANFAATAN AIR BENDUNG INDUK TIU BULU UNTUK KEBUTUHAN IRIGASI DI DESA MAPIN REA KECAMATAN ALAS BARAT Purnama, Ady; Najimuddin, Didin; Febrianti, Idha; Ilfiani, Pratiwi Dian
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1499

Abstract

Salah secara alami kebutuhan air untuk tanaman dapat di penuhi melalui air hujan. Bendung Tiu Bulu yang terletak di desa Mapin Rea Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa merupakah salah satu bendung yang mempunyai lahan area pertanian yang cukup luas,namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja (penurunan efisiensi) diakibatkann karna kurangnya pasokan air yang tidak dapat diolah oleh petani, serta hasil panen yang diperoleh setiap musim tanam kurang optimal.Penelitian ini menggunakan metode F.J Mock untuk mengetahi debit andalan dan menganalisis kebutuhan air irigasi dan metode yang digunakan untuk menghitung besarnya kebutuhan air selama jangka waktu penyiapan lahan yaitu dengan rumus yang telah dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlstra, sehingga dapat diketahui luas tanam dengan hasil panen maksimum dan kebutuhan air yang akan digunakan.Berdasarkan perhitungan hasil panen maksimum pada alternatif pola tanam 2 yaitu dengan luas lahan yang di gunakan 2006 Ha, dengan priode tanam selama 1 tahun dan Hasil panen maksimum yang di dapat adalah untuk padi 1.027 Ha dengan hasil panen 7.702,5 Ton (5.829.000/ton) dan unuk palawija(kacang hijau) 979 Ha dengan hasil panen 1.556,4 Ton (15.000.000/ton) Dan total hasil panen maksimum alternatif 2 jika di jual dengan harga yang sudah di tentukan setiap tahun Rp 64.084.522.500.
REKAYASA TEKNIS TANJAKAN KILOMETER 78 JALAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Nuraini, Eni; Padusung, Padusung; Nasri, Ahmadul Hadi
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1501

Abstract

Pada jalan lingkar selatan terdapat suatu tanjakan yang dimana tanjakan tersebut memiliki kemiringan yang sangat kritis pada alinemen vertikal adalah bagian tanjakan, karena terdapat gerakan arus lalu lintas yang terjadi pada saat inilah yang disebut dengan gelombang kejut (shock wave) yaitu gerakan atau perjalanan perubahan sebuah arus lalu lintas, yang akan melemparkan kendaraan keluar dari tanjakan (gaya sentrifugal). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Kecelakaan (Black Spot) serta faktor-faktornya di ruas jalan (tanjakan) lingkar selatan kecamatan Labangka. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan. Didapat kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tingkat kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan lingkar selatan kecamatan Labangka pada tnggal 30 juni 2022 adalah MD=0 , KB =0 , KR=14. Faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan yaitu karakteristik yang mempengaruhi ruas jalan tersebut meliputi Geometrik jalan, Volume lalu lintas, kapasitas jalan, Kemiringan medan, Penggunaan lahan, Rambu lalu lintas, penggunaan lahan, rambu lalu lintas, kemiringan medan, volume lalu lintas jalan dan kapasitas jalan
ANALISIS UJI KUAT TEKAN BATA RINGAN DENGAN BAHAN TAMBAHAN BATU APUNG Satriawansyah, Tri; Fabella, Nova; Najimuddin, Didin; Ilfiani, Pratiwi Dian
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1502

Abstract

Bata ringan kini banyak dipakai untuk konstruksi dinding menggatikan bata merah ataupun batako. Sifat bata ringan tahan api,ringan, dan tahan air. Saat ini kemajuan teknologi dalam pekerjaan konstruksi semakin cepat yang menyebabkan pekerjaan lebih ekonomis. Tujuan penelitian untuk menggetahui penggaruh batu apung terhadap kuat tekan bata ringan.bata ringan CLC dengan variasi batu apung sebesar 0%, 5%, dan 10% dari berat pasir. Bata ringan yang telah dicuring selama 7, 14 dan 28 hari kemudian diuji untuk mendapatkan nilai kuat tekan dari bata ringan. Hasil penelitian menunjukan nilai kuat tekan bata ringan 0% hari ke 7 adalah sebesar 2,017 gram/cm3 kuat tekan bata ringan 5% 2,017 gram/cm3 dan kuat tekan bata ringan 10% sebesar 2,200 gram/cm3 . Pda umur 14 hari, nilai kuat tekan bata ringan 0% sebesar 2,196 gram/cm3 kuat tekan bata ringan 5% batu apung sebesar 2,188 gram/cm3 dan nilai kuat tekan bata ringan 10% batu apung sebesar 2,421 gram/cm3 . pada umur 28 hari nilai kuat tekan bata ringan CLC 0% batu apung sebesar 1,881 gram/cm3 kuat tekan bata ringan dengan variasi batu apung 5% sebesar1,885 gram/cm3 dan nilai kuat tekan bata ringan dengan apung 10% sebesar 1,879 gram/cm3.
ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANG REA DAN BERANG ENE DI KOTA TALIWANG Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady; Susanto, Danil
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1503

Abstract

Banjir di Kabupaten Sumbawa Barat disebabkan oleh meluapnya Sungai Brang Rea dan Brang Ene, merendam 3 kecamatan antara lain Kecamatan Brang Rea, Kecamatan Brang Ene, dan Kecamatan Taliwang. Banjir yang terjadi menyebabkan rumah warga menjadi kotor, tanaman petani menjadi rusak, hewan ternak masyarakat hilang, dan bannyaknya rumah warga yang hampir roboh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran langsung debit air (metode apung), dan analisis data sekunder. Data skunder diperoleh dari Instansi Pemerintah berupa data luas lahan hutan, data luas penggunaan lahan hutan, data curah hujan dalam kurun waktu 5 tahun, data curah hujan dianalisis dengan menggunakan metode aritmatika (aljabar). Hasil penelitian menunjukan, besar debit banjir rancangan periode ulang 50 tahun, sebesar 431,90 Untuk PMP didapat nilai curah hujan efektif sebesar 2013,46 mm di setiap jam (selama 24 jam) dan untuk hasil debit tertinggi pada masing- masing kala ulang terjadi pada jam ke-1. Hidrograf banjir rancangan periode ulang 5 tahun di dapat bahwa debit tertinggi berada pada jam ke-1 yaitu sebesar 255.00 m³/det analisa hidrologi penampang sungai yang telah di input data topografi dan debit banjir rencana sehingga akan didapatkan kedalaman air (h), serta pola dan kecepatan aliran untuk masing masing periode kala ulang. Data parameter yang cukup dominan di bagian hilir sungai Brang Rea pada elevasi +21 m dengan nilai n (Manning) adalah 0,5 pada delta sungai dan 0,075 pada alur aliran sungai sehingga debit puncak dengan kala ulang 50 tahun sebesar 431,90 m3/det.
ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMDAM KECAMATAN PLAMPANG UNIT DESA SELANTE KABUPATEN SUMBAWA Najimuddin, Didin; Nuraini, Eni; Safitri, Karnia
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i1.1511

Abstract

Air merupakan salah satu elemen alam yang sedikit banyak mempengaruhi setiap peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk lainnya di alam ini. Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sehingga menjadi hal yang utama jika sektor air bersih mendapat prioritas dalam penanganan dan pemenuhannya. PRUMDAM sebagai perusahaan daerah pengelola air bersih seharusnya mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan sistem distribusi pipa yang ada, PRUMDAM diharapkan mampu untuk mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan baik dan merata. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui kebutuhhan air PERUMDAM di Desa Selante Kecamatan Plampang pada 5 tahun yang akan datang serta Untuk mengetahui berapa besar tingkat kehilangan air pada saluran PERUMDAM Desa Selante Kecamatan Plampang Jenis Penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Penelitian untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih pelanggan PRUMDAM, tingkat kehilangan air serta penurunan tekanan dilakukan untuk lingkup Desa Selante dengan menganalisis. Dari hasil analisis diperoleh kebutuhan pelanggan air bersih PRUMDAM Kecamatan Plampang unit Desa Selante untuk tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah 3,169 lt/det, diperoleh untuk jam puncak pemakaian air pada jam 04:00 AM, yaitu 5,546 l/det
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DESA NGERU KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA Satriawansyah, Tri; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Firmansyah, Nanda Dwi
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1572

Abstract

Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume debit air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evaporasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang diberikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air tanah. maka dari itu tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui debit air di daerah irigasi dan mengetahui tingkat kebutuhan air guna menentukan pola tanam daerah irigasi Ngeru. Untuk melakukan pengukuran debit air dengan menggunakan Metode Apung, metode ini menggunakan alat bantu suatu benda ringan (terapung) untuk mengetahui kecepatan air yang diukur dalam satu aliran terbuka.Didapatkan kesimpulan Dari hasil pengukuran debit air, didapatkan debit air irigasi desa Ngeru adalah 0,67 m3/dtk dengan luas penampang 6,2 m2 serta kecepatan rata-rata 1,39 m/dtk. hasil analisis kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi desa Ngeru mencukupi kebutuhan air untuk irigasinya tanaman padi dan palawija dengan periode tanam dua kali dalam setahun. curah hujan maksimum pada bulan januari terjadi pada tahun 2013 dengan curah hujan 81.3 mm, dan curah hujan minimum pada bulan januari terjadi pada tahun 2015 dengan besar curah hujan 12.0 mm. Dan rata-rata curah hujan di stasiun Moyo Hilir adalah 82.3 mm. Untuk mengefesiensikan penggunan air, perencanaan irigasi kebutuhan air dapat dilakukan pengaturan yaitu penanaman palawija dikarenakan padi membutuhkan air paling besar dan tanaman palawija dibuat pada saat membutuhkan air paling sedikit. Untuk mengetahui kebutuhan air irigasi sudah benar-benar optimal, disarankan kepada petani untuk mencoba alternative pola tanam dan cocokkan dengan kondisi lapangan.
PENGOLAHAN AIR BERSIH SISTEM GRAVITASI DESA TATEBAL KECAMATAN LENANGGUAR Purnama, Ady; Ilfiani, Pratiwi Dian; Negara, Komang Metty Trisna; Walfajri, Rizki
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengolahan air bersih berbasis gravitasi di Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar. Sistem ini merupakan solusi penting bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat desa . Sistem pengolahan air bersih yang telah dibangun di Desa Tatebal sejak tahun 2013, berfokus pada penggunaan gravitasi untuk mengalirkan air dari sumber air ke rumah-rumah masyarakat, namun saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih dengan optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan survei lapangan, wawancara dengan penduduk desa dan petugas pemelihara sistem, serta pengumpulan data terkait kualitas air. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pengolahan air di Desa Tatebal tidak memadai, mengingat kebutuhan debit air bersih melebihi kapasitas bak penampung yang ada. Untuk memecahkan masalah ini, telah dilakukan penambahan tiga unit bak penampung dengan metode gaya gravitasi broncaptring. Dalam proyeksi untuk 10 tahun ke depan dengan jumlah penduduk yang diperkirakan, sistem pengolahan air bersih di Desa Tatebal kini dapat memenuhi kebutuhan air bersih yang lebih besar, mengingat volume yang dihasilkan melebihi kebutuhan yang diperkirakan.
INSPEKSI KELENGKAPAN DAN KELAYAKAN APAR DI PT. PELABUHAN INDONESIA (PESERO) REGIONAL III SUBREGIONAL JAWA PELABUHAN TANJUNG PERAK TERMINAL GAPURA SURYA NUSANTARA Ardiansyah, Yohanes Felix; Amalia, Aussie
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1575

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan kelengkapan dan kelayakan APAR yang dimiliki oleh Terminal Gapura Surya Nusantara. Dalam suatu pemabangungan industri dapat menyebabkan resiko kecelakaan bagi pekerja dan perusahaan. Melakukan pengawasan pekerjaan dilakukan untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan tersebut. Dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan kelengkapan kondisi APAR, agar terhindar dari potensi bahaya kebakaran. Berdasarkan melalui penelitian ini, bersifat kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi saat inspeksi APAR di Terminal Gapura Surya Nusantara untuk melihat kelayakan dan kelengkapan APAR. Hasil dokumentasi berupa checklist data kelengkapan APAR. Dengan adanya hasil penelitian, temuan yang didapatkan adalah: (1) APAR di Terminal Gapura Surya Nusantara lantai pertama ditemukan 1 unit APAR dalam keadaan kadaluarsa, 18 unit APAR yang aktif, dan terdapat APAR yang tidak dapat dibuka. (2) APAR di terminal pelabuhan penumpang lantai kedua terdapat 3 unit APAR dalam keadaan kadaluarsa. (3) APAR di terminal pelabuhan penumpang lantai ketiga terdapat 1 unit APAR dalam keadaan kadaluarsa terletak, 15 unit APAR yang masih aktif, dan terdapat APAR yang stikernya terkelupas. (4) APAR di Terminal Gapura Surya Nusantara lantai keempat, tidak detemukan APAR dalam keadaan kadaluarsa, 9 unit APAR yang masih aktif, dan 2 unit APAR yang stikernya terkelupas.
KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL BTN BUKIT PERMAI SUMBAWA BESAR Najimuddin, Didin; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Putra, Dwi Setia Adjie
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1576

Abstract

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, khususnya di kota sumbawa, dilatar belakangi dari berbagai aspek kehidupan, seperti perkembangan penduduk, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika kegiatan ekonomi, perkembangan atau perluasan jaringan komunikasi-transportasi, dan sebagainya. Simpang Empat BTN Bukit Permai merupakan salah satu dari simpang empat tak bersinyal di wilayah kabupaten sumbawa. Tipe lingkungan jalan di sekitar simpang empat BTN Bukit Permai merupakan daerah komersial, hal ini bisa di lihat dengan adanya home stay, alfa mart, perumahan, ATM, Sekolah yang mengakibatkan kemacetan pada jalan tersebut. Kinerja simpang tak bersinyal BTN Bukit Permai menunjukkan nilai drajat kejenuhan (DS) = 1,830, yang semestinya < 0,85. Dari tiga alternatif rancangan, maka yang dianggap sesuai standar adalah alternatif (3) yaitu dilakukan perbaikan geometrik simpang menjadi 9 m , pelebaran mulut simpang jalan utama, pelebaran mulut simpang jalan minor dan pemasangan rambu - rambu larangan berhenti pada simpang ini menghasilkan drajat kejenuhan (DS) = 0,77 sesuai yang diisyaratkan oleh MKJI 1997 yaitu ds ? 0,85.
PENGARUH GRADASI AGREGAT PADA DAERAH CAMPURAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) MENGGUNAKAN ASPAL YANG DIMODIFIKASI DENGAN GONDORUKE Setyobudi, Risang; Yulistiyanti, Liana Dwi; Octavia, Syarifah Nur; Wicaksono, Reza Husain; Setiyanta, Nunuk Candra
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i2.1587

Abstract

Agregat merupakan bahan pembentuk yang paling dominan. Susunan butir agregat yang sangat luas pengaruhnya terhadap kualitas perkerasan jalan disebut gradasi agregat. Bina Marga menyarankan agar gradasi agregat tidak boleh melewati daerah larangan karena diyakini akan menghasilkan kinerja yang buruk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gradasi agregat yang berada pada batas atas, nilai tengah dan batas bawah dari daerah larangan terhadap kinerja campuran lapis aspal beton (laston) menggunakan aspal yang dimodifikasikan dengan gondorukem. Jenis perkerasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah laston AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dan mengacu pada standar Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 revisi III (2013). Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan volumetrik (VIM, VMA dan VFB) dan mekanis (stabilitas Marshall, Flow dan Marshall Quotient) serta pengujian Marshall Immersion dan kuat tarik tidak langsung (IDT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gradasi agregat yang berada pada batas atas, nilai tengah dan batas bawah daerah larangan dapat digunakan dalam campuran beraspal yang dimodifikasi dengan gondorukem tetapi tidak ekonomis, karena membutuhkan aspal yang banyak yaitu 6,25%. Hal ini dibuktikan dengan hasil pemeriksaan volumetrik (VIM, VMA dan VFB) dan mekanis (stabilitas Marshall, Flow, dan Marshall Quotient) serta pengujian Marshall Immersion dan kuat tarik tidak langsung (IDT) yang telah memenuhi spesifikasi Bina Marga.