cover
Contact Name
Pratiwi Dian Ilfiani
Contact Email
jurnalsainteka@gmail.com
Phone
+6287863850000
Journal Mail Official
jurnalsainteka@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik-Universitas Samawa Jl. Raya Semongkat, Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 84316, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SainTekA
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28081056     EISSN : 27759474     DOI : https://doi.org/10.58406/sainteka
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian yang membahas sains dan teknologi di bidang sipil, mesin dan arsitektur
Articles 81 Documents
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SAMAWA Satriawansyah, Tri; Padusung, Padusung; Ilfiani, Pratiwi Dian; Negara, Komang Metty Trisna; Julianti, Mita
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i1.1921

Abstract

Salah satu bahaya yang sering terjadi di Indonesia pada bangunan gedung adalah bahaya kebakaran. Sesuai dengan persyaratan keandalan bangunan gedung untuk memenuhi persyaratan tersebut, bangunan gedung harus menerapkan sistem proteksi total, yang mencakup sistem proteksi aktif, pasif, tapak, dan membentuk manajemen keselamatan terhadap bahaya kebakaran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis data deskripstif. Hasil analisis, Sistem proteksi kebakaran aktif seperti APAR, detektor, spingkle dan alarm kebakaran belum tersedia pada tiap ruangan. Untuk sistem proteksi kebakaran pasif sudah diterapkan yaitu penggunaan konstruksi, material dan bahan bangunan yang tahan api. Tersedianya sumber air tetapi tidak didukung dengan adanya sistem proteksi kebakaran pada tapak yaitu hidran halaman sehingga harus dipasang, serta penambahan titik kumpul, fire truck station, jalur efakuasi dan komunikasi umum. Selain sistem proteksi kebakaran, manajemen kebakaran bangunan belum terbentuk.
INTEGRASI KONSEP GREEN CONSTRUCTION DENGAN BUDAYA LOKAL MBOJO Israjunna, Israjunna; Setiawan, Wira; Syaputri, Sulis; Setyobudi, Risang
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1939

Abstract

Green construction merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan efisiensi energi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan. Dalam konteks lokal, budaya Mbojo yang berasal dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan hijau. Menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam praktik pembangunan rumah tradisional seperti Uma Lengge, yang telah lama mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan secara alami, seperti penggunaan material lokal, ventilasi silang alami, struktur tahan gempa, serta harmoni sosial dan spiritual dalam proses pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tradisional masyarakat Bima secara tidak langsung telah menerapkan prinsip konstruksi hijau yang selaras dengan pendekatan modern. Dengan memahami nilai-nilai lokal melalui perspektif orang dalam (emik), pendekatan green construction dapat dikembangkan secara lebih kontekstual dan berakar pada budaya setempat. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak hanya penting untuk identitas budaya, tetapi juga relevan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional.
IDENTIFIKASI JENIS KAYU UNTUK MATERIAL RUMAH PANGGUNG DI DESA BANDA KECAMATAN TARANO KEBUPATEN SUMBAWA Satriawansyah, Tri; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Ilfiani, Pratiwi Dian; akmaluddin, akmaluddin
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1968

Abstract

Rumah panggung merupakan salah satu wujud arsitektur vernakular. Salah satu keistimewaan rumah dengan sistem konstruksi panggung adalah dapat dibangun pada area yang memiliki landasan tidak stabil dan pada area dengan topografi berlereng. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis kayu untuk material rumah panggung dan alasan masyarakat desa Banda memilih rumah panggung sebagai rumah hunian. Metode penelitian yang digunakan adalah opservasi, wawancara, dan dokumentasi, seperti menanyakan apa jenis kayu yang digunakan pada pembuatan rumah panggung kayu, mengapa rumah panggung kayu banyak di gunakan oleh masarakat desa banda. Berdasarkan hasil penelitihan Jenis kayu yang digunakan sebagai bahan material rumah panggung di Desa Banda, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, adalah kayu sungkai, kayu jati, kayu ulin, dan kayu mahoni. Dari hasil wawanvara dan observasi di peroleh data kayu yang digunakan pada tiap-tiap bagian rumah panggung adalah kayu sungkai. Hal ini dapat diliat dari karakteristik dan kemudahan dalam pengolahan di bandingkan kayu lainnya. Masyarakat Desa Banda memilih rumah panggung sebagai hunian karena keunggulan rumah panggung dalam beradaptasi dengan lingkungan setempat, populasi hutan yang stabil sehinga mempermudah masarakat dalam mencari material yang di butukan untuk pembuatan rumah panggung kayu.
ANALISIS KELAYAKAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) SEMONGKAT TERHADAP DAERAH PELAYANAN (DAPEL) PERUMAHAN BAITI JANNATI SUMBAWA DALAM TINJAUAN TEKNIS Purnama, Ady; Ilfiani, Pratiwi Dian; Satriawansyah, Tri; Rahman, Arief; Sebayang, Nusa
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1971

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat terhadap daerah pelayanan Perumahan Baiti Jannati Sumbawa. Aspek teknis merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari SPAM. Oleh sebab itu perlu adanya kelayakan teknis terkait kebutuhan air dan ketersediaan air yang disupplay dari SPAM Semongkat ke perumahan Baiti Jannati Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jumlah Pemakaian Air, Estimasi Pemakaian Air Perhari, dan Analisa Kapasitas Aliran Fluida. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dan survey lapangan. Hasil analisis adalah Kondisi exsisting SPAM di Perum Baiti Jannati Sumbawa terkait ketersedian air dan kebutuhan air nya adalah Kapasitas air bersih pada saat kebutuhan beban puncak sebesar , dimana ketersediaan air pada reservoar sebesar , dengan kebutuhan air adalah . Analisis kelayakan secara teknis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Perumahan Baiti Jannati Sumbawa adalah menunjukkan bahwa SPAM Baiti Jannati Sumbawa memenuhi kriteria persyaratan kekuatan struktur, namun belum memenuhi kriteria terkait ketersediaan untuk kebutuhan air per harinya, dimana air yang mengalir kerumah warga tidak continue 24 jam mengalir dan kebutuhan air lebih besar dari ketersediaannya. Dimana kebutuhan air perhari lebih besar dari ketersediaan air dari SPAM sebesar .
ANALISIS SISTEM KETAHANAN DINDING PENAHAN BALOK BETON SEGMENTAL PADA PANTAI GELORA KECAMATAN RHEE Zulkarnaen, Zulkarnaen; Padusung, Padusung; Purnama, Ady; Nuraini, Eni; Sugandi, Imin
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1972

Abstract

Balok beton segmental merupakan dinding penahan pasir ataupun tanah serta penahanan ombak untuk solusi dalam penanganan abrasi. Abrasi pantai dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar dengan rusaknya kawasan pemukiman dan fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut. Penanggulangan abrasi pantai dapat dilakukan dengan membuat struktur pelindung pantai, dimana struktur tersebut berfungsi sebagai penahan gelombang pada lokasi Pantai Gelora, yaitu dengan membuat struktur pelindung pantai seperti balok beton segmental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem dinding penahan beton segmental, stabilitas dinding, dan keamanan dinding penahan balok beton segmental pada pantai Glora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode subjektif dan objektif. Hasil dan pembahasan setelah di lakukan pengumpulan data-data dilanjut dengan perhitungan stabilitas Gaya Lateral Aktif dan Pasif, Terhadap Gaya Guling dan gaya geser. Berdasarkan hasil tabel yang didapat untuk perhitungan gaya guling untuk nilai FS yaitu 41,321 1,5 (aman) dan perhitungan gaya geser didapat bahwa untuk nilai FS yaitu 15,89 1,5 (aman). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap sistim atau cara pemasangan balok beton segmental pada pantai Maka dapat disimpulkan untuk pemasangan dinding penahan balok beton segmental pada Pantai Gelora aman terhadap gaya guling dan gaya geser sehingga pemasangan balok beton segmental Pantai Gelora memenuhi keamanan.
PENERAPAN PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAMAWA Najidmuddin, Didin; Satriawansyah, Tri; Nusantara, Satria Putra Perdana; Negara, Komang Metty Trisna
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1973

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang Penerapan Pemanenan Air Hujan (PAH) Sebagai Alterntif Sumber Air Pada Fakultas Teknik Universitas Samawa. Kondisi Fakultas Teknik saat ini memanfaatkan sumber air hanya dari sumur bor yang debitnya cukup terbatas sehingga butuh sumber air alternative dari pemanfaatan air hujan. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dan survey lapangan serta menggunakan Teknologi Cistern. Hasil analisis adalah: Berdasarkan jumlah mahasiswa, dosen dan staf di Fakultas Teknik Universitas Samawa sebesar 114 orang, maka total kebutuhan air baku di Fakultas Teknik UNSA sebesar 3600 liter/hari. Berdasarkan analisis curah hujan dengan distribusi log person III didapatkan nilai hujan kala ulang 5 tahun yaitu 14,984 mm/hari atau 0,015 m/hari, dan periode kala ulang 10 tahun yaitu 58,587 mm/hari atau 0,059 m/hari. Dimana luasan atap 1011 m2, sehingga ketersediaan hasil panen air hujan dengan sistem Cistern di Fakultas Teknik Universitas Samawa sebesar Q = 51967.2 liter/hari. Penerapan Pemanen Air Hujan (PAH) sebagai sumber air alternative di Fakultas Teknik Universitas Samawa berdasarkan analisis neraca air adalah total air yang dipanen sebesar 51.967,2 liter/hari > 3.600 liter/hari (total kebutuhan air). Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan air baku warga Fakultas Teknik UNSA masih mencukupi hingga 10 tahun yang akan datang jika memaksimalkan pemanfaatan air hujan melalui teknologi Cistern (Pemanen Air Hujan). Adapun Pembangunan PAH membutuhkan anggaran sebesar Rp. 64.500.000,00.
PERENCANAAN GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS SAMAWA YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY) Firmansyah, Ardi; Purnama, Ady; Ilfiani, Pratiwi Dian; Iskandar, Syaifuddin
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i3.2146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang gedung Pascasarjana Universitas Samawa yang mengimplementasikan konsep berkelanjutan (sustainability) sebagai pendekatan utama dalam perencanaan dan desain bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur, survei lapangan, analisis kapasitas ruang kelas, luas Ventilasi dan Pencahayaan, serta analisis beban struktur. Prinsip-prinsip keberlanjutan yang diterapkan meliputi efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan, dan ventilasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep desain gedung pascasarjana yang sesuai dengan kebutuhan akademik Universitas Samawa adalah kebutuhan akan kapasitas ruang telah memenuhi unsur dimensi ruang minimal yang disyaratkan (regular 7 x 8m, Seminar 6,25 x 8m), dimana kapasitas ruang yang direncanakan untuk regular dan seminar lebih luas dari dimensi minimal yakni 7m x 9m. Setiap ruang kuliah membutuhkan minimal 0.3 m² bukaan ventilasi, sehingga didesain ventilasi 30 cm × 100 cm. Nilai SF = 8.9% memenuhi standar, karena nilai SF yg disyaratkan untuk ruang kuliah adalah SF ? 2,5%, sedangkan SF > 5% untuk ruang laboratorium, perpustakaan. Nilai penghawaan alami 56 ACH masih terlalu tinggi, hingga perlu reduksi bukaan yakni menggunakan tirai dan mengatur sebagian bukaan jendela. Hasil analisis struktur memenuhi, dimana kekuatan (D/C < 1), servisabilitas (drift < batas), dan persyaratan berkelanjutan. Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam perancangan gedung pascasarjana adalah mewujudkan efisiensi energi, pemilihan material ramah lingkungan, serta kenyamanan pengguna.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN IRIGASI BERDASARKAN DEBIT AIR PADA JARINGAN IRIGASI BENDUNGAN BINTANG BANO, KABUPATEN SUMBAWA BARAT Edelweis, Lady Ladauni; Najimuddin, Didin; Satriawansyah, Tri
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i3.2156

Abstract

Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu pembangunan bendungan Bintang Bano di kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat NTB yang bertujuan mendukung ketersediaan kebutuhan dan pasokan pangan nasional dengan menargetkan penyediaan pasokan air baku, mengurangi debit banjir dan menghasilkan listrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat debit saluran irigasi dan tingkat kapasitas saluran irigasi Bendungan Bintang Bano Kab. Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data secara langsung melalui metode float (apung) di saluran Bangkat Monteh, Sepakat dan Tepas. Hasil analisis saluran Bangkat Monteh dengan debit 25,39-27,033 m3/det, laju aliran 4,9-5,2 m/det dan kapasitas saluran 51,6 m3 menunjukkan saluran mampu menahan laju aliran dengan sangat baik tanpa risiko limpasan (overflow), kecepatan aliran masih dalam batas aman untuk material saluran seperti pasangan batu atau beton biasa. Adapun saluran Sepakat dengan debit 40,36-41,44 m3/det, laju aliran 6,7-6,9 m/det dan kapasitas saluran 58,8 m3 menunjukkan saluran masih mampu menampung debit aktual dengan cadangan kapasitas ±29%, namun mulai mendekati batas efisiensi optimal dan kecepatan aliran termasuk tinggi untuk saluran terbuka sehingga memerlukan struktur yang kuat, seperti beton bertulang agar tidak terjadi kerusakan akibat gaya geser tinggi. Sedangkan saluran Tepas dengan debit 9,6-9,9 m3/det, laju aliran 8,4-8,7 m/det dan kapasitas saluran 11,4 m3 menunjukkan saluran beroperasi dengan tingkat pemanfaatan yang sangat tinggi (±87%), sehingga rentan terhadap gangguan, serta saluran memerlukan penguatan material, minimal beton bertulang atau lining tertutup, saluran ini masih mampu menjalankan tugasnya, namun tidak cukup fleksibel jika terjadi lonjakan debit.
PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) DI DAERAH PANTAI LABUHAN SAWO, DESA PENYARING, KECAMATAN MOYO UTARA Najidmuddin, Didin; Purnama, Ady; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Putri, Nathasya Amelia
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i3.2157

Abstract

Pantai Labuhan Sawo di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, mengalami abrasi akibat gelombang laut yang mengakibatkan kerusakan garis pantai dan kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pelindung pantai berupa breakwater yang stabil dan sesuai kondisi lapangan. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis struktur berdasarkan parameter hidrodinamika dan geoteknik. Hasil perencanaan menunjukkan breakwater tipe pasangan batu dengan panjang 100 m, tinggi 4 m, lebar dasar 6 m, dan lebar mercu 0,6 m dinyatakan stabil terhadap gaya guling, geser, dan tekanan tanah. Estimasi RAB sebesar Rp 959.778.000,00,- mencakup biaya material, tenaga kerja, peralatan, overhead, dan pajak.
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN DERMAGA APUNG HIU PAUS DI DESA LABUAN JAMBU KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA Prasetyo, Yogi; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Nuraini, Eni; Negara, Komang Metty Trisna
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i3.2159

Abstract

Di wilayah pesisir Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, pasang surut air laut memiliki peranan penting dalam aktivitas nelayan, terutama pada kegiatan melaut dan pemanfaatan dermaga. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dermaga konvensional dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan elevasi air laut. Oleh karena itu, sebelum pembangunan dermaga apung dilaksanakan, perlu dilakukan analisis kelayakan proyek dengan meninjau beberapa aspek, khususnya aspek finansial. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui apakah investasi pada proyek tersebut menguntungkan atau tidak. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan pembangunan Dermaga Apung Hiu Paus di Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, ditinjau dari aspek finansial. Populasi penelitian adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, sedangkan sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling, yaitu pengelola Dermaga Apung Hiu Paus. Analisis data menggunakan empat indikator, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 17.401.633.938,77 dengan hasil positif, sehingga proyek layak dilaksanakan. Nilai IRR sebesar 12,52% lebih besar dibanding Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sebesar 10,75%, sehingga investasi dinyatakan menguntungkan. Nilai BCR sebesar 7,960 lebih besar dari 1, yang berarti manfaat jauh melebihi biaya. Payback Period tercatat selama 36,27 bulan atau sekitar tiga tahun, menunjukkan waktu pengembalian modal relatif cepat. Dengan demikian, pembangunan dermaga apung dinyatakan layak secara finansial serta berpotensi mendukung pengembangan wisata bahari, meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, dan memperkuat daya tarik wisata berbasis konservasi.