cover
Contact Name
Iswahyu Pranawukir
Contact Email
prana1enator@gmail.com
Phone
+6281291026570
Journal Mail Official
komunikata57@ibi-k57.ac.id
Editorial Address
https://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/editorial
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KOMUNIKATA57
ISSN : 27743616     EISSN : 27743624     DOI : https://doi.org/10.55122/kom57.v3i1.357
Core Subject : Social,
Journal Sains Komunikata57 (the Scientific Journal of KOM57) is a bilingual journal of communication studies which publish particularly articles on Public Relations, Advertising & Marketing Communication, Media and Political Communication, Intercultural Communication, and Organizational Communication. This journal is run by The communication studies program of the Institute of Business and Information KOSGORO 1957. The Institute is a member of Indonesian Association of Communication Studies Managers (APJIKI), since 2020.
Articles 154 Documents
ANALISIS FENOMENA PENIPUAN IDENTITAS DIRI (CATFISHING) PADA LITERASI DIGITAL PENGGUNA MEDIA SOSIAL Citra Eka Putri; Radja Erland Hamzah
KOMUNIKATA57 Vol. 3 No. 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.520

Abstract

Penggunaan media sosial yang masif di Indonesia tidak lantas dibarengi dengan literasi digital. melahirkan fenomena seperti Catfishing, Catfishing sendiri merupakan fenomena menggambarkan penipuan di dunia maya, dilakukan oleh seseorang dengan berpura-pura menunjukkan ketertarikan kepada orang lain dengan menggunakan identitas palsu, besarnya angka penipuan di media sosial khususnya pada aplikasi kencan online membawa Tujuan penelitian ini untuk menganalisis upaya pemahaman literasi Digital pelajar dan mahasiswa di Jakarta dalam penggunaan media sosial dan aplikasi kencan online melalui teori studi resepsi dan CMC, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus, teknik keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persepsi pada posisi kedua, yaitu The Negoitated-Code Position, dalam posisi ini terdiri dari campuran elemen adaptif dan selektif. Khalayak akan mengakui keabsahan pengaruh dari makna dan informasi yang mereka terima dalam digital literasi. khalayak akan mencampurkan hasil interpretasi dan pengalaman sosial tertentu yang pernah mereka alami. Sehingga key informan lebih logis dalam menerima pertemanan di online dating, mereka cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam mencari informasi sebelum percaya terhadap siapapun di online dating agar terhindar juga dari fenomena Catfishing.
RPTRA SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI PUBLIK KECAMATAN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT DALAM BERINTERAKSI DENGAN WARGA Mukka Pasaribu; Rialdo Rezeky M. L. Toruan; Yuni Retna Dewi
KOMUNIKATA57 Vol. 3 No. 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.521

Abstract

DKI Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki ruang publik yang disebut dengan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). Keberadaan RPTRA diwujudkan sebagai interaksi sosial yang terakomodasi dalam ruang publik sehingga terjadi pembelajaran antara manusia yang satu dengan yang lainnya, komunitas yang satu dengan komunitas yang lain, baik pemerintah dengan masyarakat. Dalam penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian ada di Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Tercatat 50 RPTRA di 8 Kecamatan dan 33 Kelurahan yang sudah dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi bagaimana Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat memanfaatkan ruang publik sebagai media komunikasi publik. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi publik dan konsep ruang publik. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat memanfaatkan RPTRA sebagai medium komunikasi publik dalam berinteraksi dengan warga dengan melibatkan bagian lainnya seperti SPKPD dan peran camat dan lurah.
EFEK KOMUNIKASI WEBSERIES LAYANGAN PUTUS TERHADAP PERSEPSI ISTRI MENGENAI KESETIAAN SUAMI Selvy Maria Widuhung
KOMUNIKATA57 Vol. 3 No. 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.522

Abstract

Tema perselingkuhan saat ini selalu menjadi perhatian masyarakat luas, karena tema tersebut sangat lekat dengan kehidupan nyata dalam berumah tangga. Diawali dengan kesuksesan drama Korea The World of The Married, Indonesia pun membuat film webseries berjudul Layangan Putus yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita bernama Eca Prasetya atau dikenal dengan Mommy ASF. Melalui artikel ini, penulis akan mengangkat bagaimana persepsi istri setelah menonton webseries Layangan Putus, yang dilihat dari efek komunikasi tayangan tersebut secara Kognitif, Afektif dan Behavioral. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui Forum Group Discussion (FGD), terhadap 5 narasumber dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pada akhir penelitian ini disimpulkan bahwa hampir semua istri terpapar baik secara Kognitif, Afektif dan behavioral setelah menonton tayangan webseries tersebut sehingga menghasilkan sebuah persepsi mengenai kesetiaan dalam kehidupan rumah tangga, bahwa kesetiaan suami bukan hanya dilihat dari sudah terjalinnya hubungan istimewa dengan wanita lain, namun juga kemampuan mereka menjaga komitmen untuk tidak membuka celah bagi orang lain masuk ke dalam rumah tangganya.
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA SELF DISCLOSURE PADA AKUN INSTAGRAM @sacessahci Siti Aisyah; Asriyani Sagiyanto; Devy Putri Kussanti
KOMUNIKATA57 Vol. 3 No. 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.590

Abstract

Instagram @sacessahci yang memiliki jumlah pengikut sebanyak 14,5 ribu. Akun Instagram Sacesssahci kerap kali membagikan postingan berupa tulisan tentang apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan olehnya baik dalam berbentuk foto maupun video. Tidak jarang, Sacessahci juga berinteraksi dengan pengikutnya dengan memberikan pertanyaan di fitur Ask Me Question (QnA) atau Question Box yang merupakan salah satu fitur Instagram. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran media sosial Instagram sebagai media self disclosure pada akun Instagram @sacesahci. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengambilan data berupa data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat dua peran yaitu bagi pengelola akun Instagram @sacessahci dan pengikutnya. Bagi pengelola akun Instagram @sacesahci, berperan sebagai media untuk menemukan teman sefrekuensi dan mengekspresikan diri sedangkan bagi pengikutnya berperan untuk validasi emosi, hiburan, dan informasi seputar kosa-kata baru.
MUSIK HIP-DUT SEBAGAI BUDAYA POPULER: AKULTURASI HIP HOP DAN DANGDUT GENERASI Z MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK Defiana Hayu Kinanti; Bela Fataya Azmi
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2038

Abstract

Musik hip-dut merupakan hasil perpaduan antara musik dangdut sebagai budaya lokal Indonesia dan musik hip-hop sebagai budaya global. Perpaduan ini menunjukkan adanya proses akulturasi budaya yang berkembang di kalangan Generasi Z melalui media sosial TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses akulturasi musik hip-dut sebagai budaya populer pada Generasi Z melalui TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital, wawancara mendalam terhadap lima informan Generasi Z, serta dokumentasi pendukung. Dasar teori penelitian ini menggunakan teori akulturasi budaya Koentjaraningrat yang menyatakan bahwa akulturasi sebagai proses sosial bercampurnya dua kebudayaan yang berbeda secara bertahap, serta teori budaya populer John Storey untuk menjelaskan hasil akulturasi menjadi sebuah budaya yang dikonsumsi oleh banyak orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi musik hip-dut berlangsung melalui proses pengenalan, penerimaan, konsumsi penggunaan, dan penyebaran. Generasi Z mengenal hip-dut melalui paparan konten di TikTok, kemudian menerima perpaduan unsur hip-hop dan dangdut secara selektif tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Proses ini berlanjut pada tahap penggunaan dan penyebaran musik hip-dut melalui berbagai konten di TikTok sehingga berkembang sebagai budaya populer di kalangan Generasi Z.
INTERAKSI SIMBOLIK ANTARA MAKNA, SIMBOL, DAN SOLIDARITAS PADA FANDOM ARMY JAKARTA Selvi Sofiawati; Selvy Maria Widuhung; Wulan Dwi Pratiwi
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2078

Abstract

Fenomena fandom K-pop menunjukkan bahwa komunitas penggemar tidak hanya berfungsi sebagai konsumen budaya populer, tetapi juga sebagai ruang sosial tempat identitas dan solidaritas kelompok dibangun. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana simbol-simbol fandom dimaknai oleh anggota komunitas ARMY di Jakarta serta bagaimana simbol tersebut membentuk hubungan sosial dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer dan George Herbert Mead. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota ARMY di Jakarta yang aktif dalam kegiatan fandom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol fandom, seperti slogan, warna identitas, merchandise, gaya berpakaian, dan penggunaan bahasa Korea, dimaknai sebagai bentuk identitas dan keterikatan emosional terhadap BTS. Simbol-simbol tersebut memperkuat interaksi sosial, membangun pemahaman identitas bersama, serta memperkuat solidaritas kelompok. Penelitian ini menegaskan relevansi interaksionisme simbolik dalam memahami pembentukan identitas kolektif dalam komunitas penggemar digital.
PENGARUH KOMUNIKASI PEMERINTAH KOTA PONTIANAK TERHADAP IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK MENUJU KOTA LAYAK ANAK Nurul Atikah; Andi Supiyandi; Joshua Fernando; Hildawati
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2107

Abstract

Jumlah perokok di Kota Pontianak, khususnya pada kelompok usia produktif masih tergolong tinggi. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan serta menjaga kualitas kesehatan publik, situasi tersebut juga berpotensi menghambat upaya pemerintah kota Pontianak dalam mewujudkan kota Layak Anak (KLA) yang bebas dari paparan asap rokok. Hal ini selaras dengan komitmen tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 3 mengenai kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan publik. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah belum terimplementasinya aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh komunikasi Pemerintah Kota Pontianak terhadap implementasi KTR. Penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat Kota Pontianak yang berusia antara 15 hingga 54 tahun dan merupakan perokok aktif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah accidental sampling, dengan total sampel sebanyak 100 responden. Teori yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edwards III. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi Pemerintah Kota Pontianak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap implementasi KTR. Temuan ini menegaskan bahwa penyampaian komunikasi kebijakan yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung terwujudnya Kota Pontianak sebagai Kota Layak Anak.
IKLAN DALAM PERSEPSI GEN Z Nuriyati Samatan; Nurhasanah; Fauzan K; Robingah; Jun Firmansyah
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2108

Abstract

Penggunaan media sosial sebagai sarana untuk mengiklankan sebuah produk, menjadi keniscayaan, saat media konvensional seperti televisi telah banyak ditinggalkan, terutama generasi Z. Sarana untuk iklan saat ini menjadi lebih variatif: iklan luar ruang, menggunakan televisi berbayar dan juga media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Gen Z pada Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian ini menggunakan Teori Persepsi Bem. Jenis penelitian adalah kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivis, objek penelitian Gen Z di Kelurahan Ratu Jawa Depok, subjek penelitian adalah persepsi Generasi Z terhadap Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, melalui observasi, wawancara kepada 5 orang informan representatif,  dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa persepsi Gen Z terhadap iklan dipengaruhi oleh elemen visual, musik, kredibilitas duta merek, dan konten promosi. Penelitian terhadap iklan, menunjukkan kekuatan elemen visual sebagai daya tarik utama, selain musik dan kredibilitas duta merek dan konten  yang ditampilkan. Para informan menunjukkan perilaku aktif terhadap iklan, seperti membuka aplikasi Lazada setelah menonton iklan dan memperhatikan konten karena kehadiran Isyana Sarasvati. Temuan divalidasi melalui triangulasi sumber dengan seorang pakar komunikasi, yang menegaskan bahwa persepsi Gen Z dibentuk oleh paparan visual, daya tarik emosional, dan gaya naratif yang relevan dengan identitas mereka.
REPRESENTASI SOLIDARITAS DIGITAL DI INSTAGRAM: ANALISIS TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK PADA FENOMENA 17+8 TUNTUTAN RAKYAT Fara Dilla Fairuz; Parsaoran Gultom
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2121

Abstract

Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat merupakan kumpulan narasi yang berisi keresahan dan tuntutan masyarakat yang dirumuskan secara kolektif oleh aliansi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil terkait persoalan struktural, seperti kesenjangan ekonomi, menurunnya kepercayaan terhadap lembaga negara, dan krisis kemanusiaan  yang disebarkan melalui Instagram pada September 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi simbolik dalam gerakan tersebut menggunakan Teori Konvergensi Simbolik oleh Ernest G. Bormann dan konsep Computer Mediated Communication (CMC). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi online, dokumentasi unggahan Instagram, dan studi pustaka, kemudian diuji menggunakan triangulasi sumber dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram menjadi ruang komunikasi digital dalam membangun solidaritas kolektif melalui simbol visual, hashtag, caption, dan narasi bersama. Fantasy theme terbentuk melalui narasi ketidakadilan struktural dan kritik terhadap elit politik, lalu menyebar melalui repost dan interaksi pengguna hingga membentuk fantasy chain. Pengulangan narasi menghasilkan fantasy type berupa konflik rakyat versus elit dan solidaritas kolektif. Keseluruhan proses tersebut mengkristal menjadi rhetorical vision tentang perjuangan bersama menuju keadilan sosial di era digital.
PENCEGAHAN KEJAHATAN KEUANGAN MELALUI KOMUNIKASI PROAKTIF: ANALISIS KONTEN INSTAGRAM BANK SYARIAH INDONESIA Ahsani Taqwim Aminuddin; Wininda Qusnul Khotimah; Diovita Hernika Pramadhani
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2125

Abstract

Perkembangan perbankan digital meningkatkan risiko kejahatan keuangan, sehingga perbankan perlu melakukan komunikasi proaktif di media sosial guna melindungi nasabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pencegahan kejahatan keuangan. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif deskriptif terhadap 73 unggahan di akun resmi @bankbsi_id periode 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkodean berdasarkan intensitas unggahan, jenis pesan, dan sebaran kata pada keterangan (caption). Hasil penelitian menunjukkan BSI konsisten melakukan komunikasi proaktif dengan tren unggahan yang meningkat dari 2021 ke 2022. Jenis pesan didominasi format video (27 unggahan) dan desain grafis (22 unggahan) yang sesuai preferensi audiens. Analisis kata pada caption menunjukkan dominasi kata kunci edukatif seperti "akun", "selalu", "modus", "penipuan", dan "waspada". Penelitian ini berkontribusi pada literatur komunikasi pemasaran digital perbankan dengan menegaskan fungsi media sosial sebagai instrumen edukasi nasabah yang efektif dalam mencegah kejahatan keuangan.