cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 301 Documents
STUDI PENDAHULUAN UNSUR TANAH JARANG PADA LEMPUNG BERSISIK MÈLANGE BOBONARO DI DESA OBEN, KECAMATAN NEKAMESE, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Kotta, Herry Zadrak; Mella, Welhelmus; Suwari; Banunnaek, Noni
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.72-76

Abstract

The location of the investigation area is in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province with coordinates 123° 40'40” E - 123° 41'20” E and 10° 16'0” S - 10° 16'40” S. The geology of the study area is generally occupied by mixed rocks dominated by a gray clay, blackish brown, reddish brown, with foreign chunks consisting of peridotite, sedimentary rock consisting of brown and reddish reddish limestone, silt, micaceous sandstones, metamorphic rock: chlorite schist, with quartzite veins. Of the five samples analyzed, namely four samples of soil matrix and one sample of Peridotite, the following results were obtained: six rare earth elements were contained in 4 samples of the soil matrix, namely Yttrium (Y): 3.63 – 68.75 ppm, Praseudymium (Pr): 7.38 – 38.38 ppm, Scandium (Sc): 4.83 – 4.93 ppm, Lanthanum (La): 21.48 – 91.03 ppm, Cerium (Ce): 32.48 – 184.85 ppm, and Neodymium (Nd): 9.4 – 57 ppm specifically for sample 1 also contains 3 rare earth elements, namely: Gadolinium (Gd): 3.48 ppm concentration the average is lower than its abundance in nature, Samarium Sm: 13.1 ppm, and Dysprosium: (Dy): 6.88 ppm. For rock samples only contain Praseudymium (Pr): 7.78 ppm and Cerium (Ce): 87.88 ppm.
Tren Spektral Kubis (Brassica oleracea L.) pada Beberapa Tingkat Pemupukan yang Berbeda Munibah, Khursatul; Sabila, Salma; Barus, Baba; Iskandar, Wahyu; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.77-84

Abstract

Sayuran kubis merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak disukai sebagai lalapan atau olahan lainnya karena memiliki rasa manis yang ringan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kubis selama proses pertumbuhan pemberian pupuk merupakan praktek umum di masyakat. Mengidentifikasi, mengkarakterisasi, dan memantau tanaman sayuran campuran di lahan menggunakan menggunakan metode tradisional merupakan suatu tantangan. Pengamatan dengan data satelit optik multispektral, hiperspektral atau proximal sensing seperti spektroradiometer telah banyak digunakan untuk indetifikasi, karakterisasi dan memantau tanaman di lahan pertanian. Akan tetapi, penelitian identifikasi, diskriminasi dan pemetaan kuantitatif profil spektral kubis di Indonesia menggunakan spektroradiometer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil respon spektral tanaman kubis yang ditanam di lahan sempit menggunakan spektroradiometer dan untuk menganalisis respon spektral kubis terhadap perlakuan tingkat pemupukan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan tren spektral tanaman kubis pada semua fase pertumbuhan memiliki tren yang mirip dengan perubahan spektral dari vegetasi hijau. Reflektansi kubis rendah pada panjang gelombang cahaya tampak dan tinggi pada panjang gelombang tepi merah dan infra merah dekat. Perlakuan pemupukan berpengaruh nyata terhadap spektral kubis pada taraf 5%. Pada fase tumbuh yang sama dengan semakin tinggi dosis pemupukan, semakin tinggi reflektansi gelombang cahaya tampak (biru, hijau dan merah), tepi merah dan infra merah dekat. Variasi nilai reflektan yang stabil meningkat pada gelombang cahaya tampak, tepi merah dan infra merah dekat ini diinterpretasi menunjukkan status pertumbuhan kubis yang baik. Pada tahapan fase tumbuh, dengan bertambahnya umur tanaman terlepas dari tingkat pemupukan, reflektansi kubis pada gelombang biru dan merah sedikit menurun, sebaliknya reflektansi kubis pada tepi merah dan infra merah dekat semakin meningkat hingga mencapai puncaknya pada 45 hari setelah tanam dan menurun setelah 63 hari setelah tanam.
PEMANFAATAN ISOLAT BAKTERI DEKOMPOSER SEBAGAI BIOAKTIVATOR KOMPOS Hazra, Fahrizal; Rosita, Risa; Rahmadani, Ghina Radhiyya
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.85-90

Abstract

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari hasil pelapukan bahan-bahan organik. Proses pengomposan secara konvensional membutuhkan waktu yang lama sehingga diperlukan penambahan bioaktivator untuk mempercepat proses pengomposan. Environmental Technology and Security (ETS) section SEAMEO BIOTROP pada tahun 2023 menghasilkan BIOTROP Kompos (BIOPOS) sebagai hasil pengelolaan mandiri sampah dedaunan dan baglog jamur di SEAMEO BIOTROP. Namun, BIOPOS masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk dilakukan eksplorasi bakteri dekomposer yang dapat dijadikan bioaktivator BIOPOS guna mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi, karakterisasi, dan menguji efektivitas bakteri dekomposer sebagai bioaktivator BIOPOS dalam mendekomposisi bahan organik. Isolat bakteri BIOPB, BIOKB, BIOPI, KSCMI, dan TJCMB dikarakterisasi secara morfologi, fisiologi, dan biokimia. Metode eksperimental dilakukan dalam pembuatan dan pengaplikasian bioaktivator BIOPOS. Hasil karakterisasi menunjukkan isolat bakteri BIOPB, BIOKB, KSCMI, dan TJCMB berpotensi sebagai bakteri dekomposer. Isolat bakteri dekomposer lebih efektif dalam mendekomposisi bahan BIOPOS dibandingkan EM4 dilihat dari tingginya suhu BIOPOS yang mencapai 52°C.
Efektivitas Mikoriza dan Fosfor dari Batuan Fosfat pada Pertumbuhan dan Hasil Terong Ungu (Solanum melongena L.) Zahran, Marsya Muthya; Yusra, Arwani Maulida; Indriyati, Lilik Tri
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.51-55

Abstract

Dalam percobaan ini dilakukan penelitian pengaruh pupuk hayati mikoriza dan batuan fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong (Solanum melongena L.) dengan takaran pupuk yang berbeda. Pupuk hayati mikoriza diberikan ke tanah sebesar 0, 10, dan 20 g per lubang tanam, sementara batuan fosfat yang telah dihaluskan diberikan ke tanah sebesar 0, 45, dan 90 kg P2O5/ha. Interaksi antara mikoriza dan batuan fosfat nyata meningkatkan tinggi tanaman terong, bobot rata-rata terong per buah, dan hasil terong dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk. Aplikasi mikoriza nyata meningkatkan tinggi tanaman terong dan bobot rata-rata terong per buah, sedangkan aplikasi batuan fosfat hanya nyata memengaruhi tinggi tanaman terong. Pada perlakuan tanpa batuan fosfat dengan takaran dua kali mikoriza menunjukkan bahwa bobot rata-rata terong per buah nyata lebih tinggi daripada tanpa aplikasi mikoriza. Hal ini menunjukkan bahwa mikoriza mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil terong dan pada ketersediaan fosfor bagi tanaman terong.
Perencanaan Lahan untuk Pisang Lokal di Area Rawan Banjir Kabupaten Katingan Widiatmaka; Panuju, Dyah Retno; Kristini, Wanda
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.41-50

Abstract

Pisang merupakan komoditas penting keempat di dunia dan Indonesia yang berkontribusi tinggi terhadap sektor hortikultura. Tingginya permintaan akan pisang menuntut peningkatan produksi yang signifikan, sehingga sumberdaya lahan menjadi sangat penting untuk dikembangkan salah satunya di Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi areal perluasan untuk pisang lokal di Kabupaten Katingan. Kesesuaian lahan dievaluasi dengan pendekatan Multi-Criteria Desicion Making (MCDM) menggunakan Analytical Network Process (ANP) dan analisis spasial. Ketersediaan lahan dianalisis dengan mengintegrasikan status kawasan dan pola ruang. Selain itu, mempertimbangkan berbagai tingkatan area rawan banjir . Jenis tanah, tekstur tanah, dan drainase tanah, dan curah hujan menjadi kriteria penting dalam menentukan kesesuaian lahan untuk pisang lokal. Hasil menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk pisang lokal mencapai 79% atau 16.079,5 (102) ha, dengan kelas kesesuaian didominasi pada kelas S2 (60%). Lahan tersedia dan sesuai untuk pisang lokal dengan berbagai tingkat kerawanan banjir seluas 12% (2.418,1 (102) dari total wilayah studi. Hasil keseluruhan menunjukkan potensi tinggi lahan yang dialokasikan untuk produksi pisang lokal, dengan rekomendasi untuk memperluas area pengembangan pertanian di Kabupaten Katingan. Selain itu, memberikan landasan bagi pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi pisang lokal secara berkelanjutan, mendukung ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Katingan.
Analisis Sifat Kimia Ultisol Setelah Pemberian Kompos Solid dan Fly Ash Batubara Idwar; Nelvia; Irfandri; Lubis, Nursiani; Veronica, Stevany
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.1-6

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of applying solid compost and coal fly ash on the improvement of Ultisol chemical properties and to determine the optimal dosage for its application. Ultisol, known for its high acidity, low organic matter content, and limited nutrient availability, requires specific amendments for optimization. The study was conducted using a factorial completely randomized design (CRD) with 12 treatment combinations: four levels of solid compost (0 t.ha-1, 2,5 t.ha-1, 5 t.ha-1 dan 7,5 t.ha-1) and three levels of fly ash (0 t.ha-1, 3 t.ha-1 and 6 t.ha-1), each with three replications. The soil that has been treated is incubated for two weeks, then the chemical properties of the soil are analyzed. The results showed that the combination of solid compost and fly ash significantly improved Ultisol chemical properties, including increasing soil pH, reducing Al-dd levels, and enhancing P-available, organic carbon (organic C), total nitrogen (total N), cation exchange capacity (CEC), and total potassium (total K). The combination of 7,5 t.ha-1 solid compost and 6 t.ha-1 fly ash provided the best results, achieving a soil pH of 5.15, an increase available P to 23.7 ppm, and a high CEC level. This combination effectively improved Ultisol quality, making it more supportive for plant growth.
Effect of Bio-Organic Fertilizer on Soil Organism in Experimental Oil Palm Plantation Cikabayan, Bogor, Indonesia Widyastuti, Rahayu; Adiyaksa, Ivan Khofian; Wulandari, Dwi; Zuhud, Evrizal A M
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.7-15

Abstract

The use of chemical-based fertilizer continuously without addition of organic matter may have hazardous effects on the environment. Numerous studies have shown that chemical-based fertilizers may disrupt the balance of soil properties, including physical, chemical, and biological properties. Bio-organic fertilizers have become one of the alternative answers to oil palm sustainability and a replacement for chemical-based fertilizers to promote and provide a better service to the soil and environment. This study aims to analyze the effect of application of biofertilizers combined with different dosages of organic matter (bio-organic fertilizers), i.e. 0 kg tree-1, 6 kg tree-1, and 12 kg tree-1, respectively. The study was conducted in Cikabayan Experimental Oil Palm Plantation, Bogor, West Java with 12 year-old-plant oil palm, from May to November 2023. The study showed an increase in the population density of the soil organisms after application of bio-organic fertilizers, especially with the dose of 6 kg tree-1. The change in the soil fauna community structure was also observed in this study, where Collembola dominated the ecosystem after fertilization. These findings offer practical strategies to mitigate the negative impacts of traditional fertilizers. Moreover, the study highlights the role of bio-organic fertilizers in enhancing soil biodiversity by increasing the populations of beneficial soil organisms.
Mapping of Soil pH and NPK Nutrients on Peat Agricultural Land in Kalampangan Village, Palangka Raya City Agustiani, Reni; Kurniawati, Neny; Arifin, samsul; Andanu, Odi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.16-23

Abstract

Kalampangan Village is one of the villages in Sebangau District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. Kalampangan Village has an area of 5000Ha with a population of 4000 people. The main livelihood of the population is farming. Farmers convert peatlands into agricultural land to grow food crops. The main challenge of farming on peatlands is the high acidity value of peat soil which causes low soil nutrient content and decreases soil fertility. Therefore, this study aims to map the distribution of nutrient content and acidity of peat agricultural soil in Kelampangan Village. Data measurement in agricultural land was carried out using the Soil Sensor 5 Pin Probe RS485 NPKPHCTH-HMI043 by inserting the sensor feet into the ground and the results will be displayed on the HMI touch screen. While the coordinate points of data collection use the Global Positioning System. The data measurements obtained were analyzed using the Geographic Information System (GIS) application to produce a thematic map of the distribution of soil pH and NPK nutrients. The results show that peat agricultural land in Kalampangan tends to be slightly acidic (pH 4.48-6.64) with majority low N (0-1.24 mg/kg), P (0-18.44 mg/kg), and K (0-14.61 mg/kg) content. The resulting thematic map can be used as a reference for farmers to process peat agricultural land to be more productive, for local governments in formulating agricultural policies, and contribute to the development of science in the field of soil science.
Klasifikasi Penutupan/Penggunaan Lahan dari Citra Landsat 8 dengan Pendekatan Random Forest dan Support Vector Machine di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Munibah, Khursatul; Ardiansyah, Muhammad; Harmoko, Joycelyn
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.24-31

Abstract

Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten terpilih dalam proyek strategis nasional, berupa pembangunan Waduk Jatigede dan Jalan Tol Cisumdawu. Pembangunan tersebut menyebabkan alih fungsi lahan pertanian, sehingga dibutuhkan pemantauan penutupan/penggunaan lahan secara terukur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola reflektan setiap penutupan/penggunaan lahan dan membandingkan hasil klasifikasi penutupan/penggunaan lahan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2023 dengan pendekatan RF dan SVM. Pola reflektan penutupan/penggunaan lahan bersifat khas, tetapi kemiripan pola reflektan dapat dijumpai pada penggunaan lahan sawah dan ladang/tegalan. Kemiripan pola reflektan tersebut menyebabkan tingginya kerentanan misklasifikasi pada penutupan/penggunaan lahan. Pendekatan RF dan SVM menghasilkan akurasi klasifikasi yang tinggi, yaitu sebesar 93,6% dan 98% masing-masing untuk RF dan SVM. Perbedaan luasan hasil klasifikasi RF dan SVM terjadi sebesar 34,64% karena adanya perbedaan cara kerja klasifikasi. Perbedaan luasan klasifikasi RF dan SVM terbesar terdapat pada penggunaan lahan sawah, yaitu masing-masing sebesar 11.136 hektar dan 31.445 hektar. Kata Kunci : proyek strategis nasional, pola reflektan, machine learning
Klasifikasi Tanaman Hortikultura Berbasis Citra UAV Multispektral dengan Pendekatan K-Nearest Neighbor dan Minimum Distance Munibah, Khursatul; Ardiansyah, Muhammad; Arieza Andriani Nur Aina
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.32-40

Abstract

Hortikultura merupakan subsektor pertanian yang meliputi tanaman buah, sayur, bunga, dan tanaman hias yang berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Pemantauan dan penilaian budidaya hortikultura untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produksi hortikultura dapat memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Citra penginderaan jauh bervariasi dari resolusi rendah seperti MODIS (1 km), sedang seperti Landsat (30 m) dan Sentinel-2A (20, 10 m), hingga tinggi seperti IKONOS (1– 4 m) dan citra Unmanned Aerial Vehicle/UAV (< 1 m). Untuk lahan pertanian hortikultura yang memiliki petakan kecil dapat digunakan UAV sebagai alternatif karena memiliki resolusi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spektral tanaman hortikultura berdasarkan citra UAV multispektral, memetakan tanaman hortikultura dengan metode k-Nearest Neighbor (k-NN) dan Minimum Distance Classification (MDC), dan menganalisis tingkat ketelitian klasifikasi tanaman hortikultura menggunakan kedua metode tersebut. Lokasi penelitian berada di Kebun Percobaan Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur menggunakan data observasi lapang dan citra UAV multispektral akuisisi 6 November 2022. Analisis pola spektral sampel dilakukan dengan mengambil area sampel dari 11 kelas yang meliputi hortikultura dan non hortikultura yang selanjutnya dibuat kurva karakteristik spektral. Klasifikasi citra menggunakan metode k-NN dan MDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon spektral hortikultura pada tampak mata rendah yang mana band hijau sedikit lebih tinggi dari band merah, sedangkan pada band tepi merah terjadi peningkatan secara signifikan dan terus meningkat di band NIR. Hasil klasifikasi tanaman hortikultura pada kedua metode menunjukkan perbedaan luasan karena perbedaan algoritma pengklasifikasi. Urutan luas terbesar sampai terkecil pada k-NN adalah cabai, wortel, kentang, pisang, kubis, bawang merah, dan tomat. Sementara itu, urutan terbesar sampai terkecil pada MDC adalah cabai, pisang, wortel, kubis, kentang, bawang merah, dan tomat. Akurasi keseluruhan klasifikasi untuk k-NN dan MDC masing-masing sebesar 89.37% dan 51.48%.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue