cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Selayang Pandang Tafsir Aqo’idi Rahmawati, Ratih; Arifin, Syarah Sofiah; Yunus, Badruzzaman M.
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30909

Abstract

Perkembangan disiplin ilmu berdampak pada perkembangan dunia tafsir. Kecenderungan seorang mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran menjadi penyebab munculnya berbagai gaya penafsiran. Tafsir aqo’idi merupakan salah satu gaya tafsir yang turut mewarnai khazanah keilmuan dalam bidang tafsir. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji tafsir gaya aqo’idi sebagai upaya menambah wawasan dan pemahaman tentang sejarah lahirnya tafsir gaya aqo’idi serta memahami berbagai dinamikanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan tinjauan pustaka untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini adalah Tafsir 'Aqoidi merupakan tafsir yang menggunakan pendekatan teologis. Sejarah munculnya aliran teologis ini dimulai pada masa Perang Shiffin, dan terjadi perselisihan antar umat Islam terkait peristiwa Tahkim. Ruang lingkup Tafsir ‘Aqoidi adalah pembahasan ilmu kalam yang menyangkut ideologi aliran. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan perdebatan para ulama mengenai Tafsir Aqo'idi dan menulis beberapa buku karya mufassir di beberapa aliran, seperti Muta'zillah, Syiah, Sunni dan Sufi.
Metode Khusus dalam Kitab Tafsir Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Al-Qur’an karya Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari Nurhayat, Tasya Putri; Zulaiha, Eni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30958

Abstract

Ketidakmampuan seseorang dalam memahami metode penafsiran Al-Qur'an, baik metode umum maupun khusus, akan mengakibatkan kesalahan dalam menafsirkan Al-Qur'an. Kesalahan ini dapat berupa penafsiran yang mendekonstruksi syariat atau hukum Islam itu sendiri sebagai bukti nyata adanya kesalahpahaman terhadap Al-Qur’an. Melihat betapa pentingnya memahami metode penafsiran Al-Qur'an, maka artikel ini bertujuan untuk membahas metode khusus dalam menafsirkan Al-Qur'an, khususnya tafsir Jami'ul Bayan Fi Ta'wilil Al-Qur'an. oleh Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan tinjauan pustaka dalam pengumpulan data. Beberapa hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: Pertama, pengertian metode khusus sebagai metode yang digunakan oleh penafsir ketika ia menggunakan metode umum untuk mencapai tujuannya. Kedua, metode khusus Ath-Thabari dalam menafsirkan Al-Qur'an pada surat Al-Fatihah ayat dua sampai empat: (1) Menggunakan kalimat al-qaul fi ta'wil di awal penafsiran. (2) Bagilah ayat tersebut menjadi beberapa kata. (3) Mendefinisikan kata-kata di awal penafsiran. (4) Menafsirkan dengan sejarah untuk memperjelas penafsiran. (5) Penafsiran rinci atas ayat tersebut. (6) Menyajikan puisi untuk menjelaskan makna kalimat. (7) Menjelaskan perbedaan qira'at dalam penafsiran Al-Qur'an. (8) Melakukan tarjih ketika menafsirkan kalimat dalam sebuah ayat.
Tafsir bi al-Ma’tsur sebagai Metode dalam Memahami Al-Qur’an Ikhsan, Mochammad; Nurdin, Aldi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30959

Abstract

Salah satu aspek dalam Tafsir Al-Qur’an yang bisa dijadikan sebagai kaki pijak untuk memetakan tafsir yaitu sumber penafsiran yang digunakannya. Para mufassir dalam melakukan kegiatan penafsiran tidak akan terlepas dari sumber-sumber rujukan baik itu dari riwayat Nabi Muhammad Saw, tafsir Sahabat, tabi’in maupun pendapat dari ulama-ulama tafsir sebelumnya. Salah satu sumber penafsiran dalam menafsirkan al Qur’an yaitu Tafsir bi al-Ma’tsur. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pengertian, ruang lingkup serta perbedaan pendapat di antara para ’ulama mengenai penafsiran ini, dengan inti masalah yang diangkat penulis ialah penggolongan Tafsir bi al-Ma’tsur, apakah ia termasuk klasifikasi berdasarkan sumber, metode, ataukah corak tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan library research kemudian beberapa masalah yang diangkat dianalisis penulis sehingga didapatkan natijah yang jelas. Dapat kita ketahui bahwa Tafsir bi al-Ma’tsur merupakan penafsiran yang bersumber dari riwayat yang jelas, ia juga dikenal sebagai jenis penafsiran yang paling awal muncul dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an. Pengaplikasian Tafsir bi al-Ma’tsur sampai saat ini dapat kita jumpai pada karya-karya monumental dari para ulama seperti pada kitab Tafsir Al-Thabari, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Ibn ‘Athiyyah dan yang lainnya. Simpulan penulis adalah, ada beberapa ’ulama yang menyebutkan Tafsir bi al-Ma’tsur termasuk corak atau bahkan sebagai metode penafsiran, akan tetapi jumhur ’ulama  menggolongkan Tafsir bi al-Ma’tsur ke dalam klasifikasi penafsiran berdasarkan sumber.
Eksistensi Corak Tafsir Hukmi dalam Penafsiran Al-Quran Rohmatullah, Acep Ihsan; Al-Ghifari, Faishal
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.30960

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi corak tafsir hukmi dari pelbagai aspek. Aspek-aspek yang dimaksud, diantaranya seperti aspek historis, ruang lingkup, perdebatan para ulama dalam memandangnya, dan juga menelusuri beragam produk tafsir yang telah dilahirkan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode analisis deskriptif dengan basis library research. Setelah melakukan penelitian, maka ditemukan bahwa corak tafsir hukmi merupakan salah satu corak tafsir yang menggunakan pendekatan hukum Islam. Corak tafsir ini sudah ada sejak zaman nabi dan terus berkembang hingga hari ini. Lingkupnya terfokuskan pada ayat-ayat hukum yang termaktub dalam al-Quran. Tidak ada ulama yang mempermasalahkan corak tafsir ini, baik dari kalangan sunni ataupun syiah. Berbeda dengan tafsir ilmi dan falsafi, dimana dua corak tafsir ini masih diperdebatkan oleh para ulama. Produk-produk tafsir bercorak hukmi pun terus berkembang, umumnya setiap produk tafsir tersebut memiliki kecenderungan terhadap madzhab-madzhab fiqh.
Pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam Membangun Pendidikan Islam bagi Perempuan di Indonesia Mighfaza, M. Helmi; Huriani, Yeni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31009

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam membangun pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel. Tinjauan literatur yang dilakukan meliputi konsep pendidikan Islam, kesetaraan perempuan dan implementasinya yang terlihat dari semangat gerakan tersebut. Dalam pembahasannya, artikel ini menguraikan konsep pemikiran Rahmah El Yunusiyah dalam pendidikan bagi perempuan, serta strategi yang dapat diterapkan dalam implementasinya di Indonesia. Artikel ini menyimpulkan bahwa semangat dan pemikiran Rahmah El Yunusiyah dapat menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia dengan melibatkan semua pihak dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk perempuan yang sudah lanjut usia.
Selayang Pandang Tafsir Bi Al-Ra’yi Algifari, Muhammad Shabrun
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31042

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, tafsir al-Qur’an mengalami banyak problematika dalam perkembangannya, terutama pada sumber penafsiran sekunder atau tafsir bi al-ra’yi. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya Rasulullah Saw tidak memberikan penjelasan ayat al-Qur’an secara menyeluruh, sehingga mendorong para sahabat untuk senantiasa menafsirkan dan mencari tahu makna yang terkandung pada ayat-ayat al-Qur’an. Apalagi pasca wafatnya Rasulullah Saw banyak muncul permasalahan yang belum pernah ada di zamannya, yang menjadikan penafsiran dengan menggunakan ra’yu amat dibutuhkan. Dengan demikian, diperlukan adanya pengkajian kembali tentang tafsir bi al-ra’yi untuk mengetahui lebih jauh terkait sejarah, problematika, maupun batasan-batasan yang ada pada tafsir bi al-ra’yi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa hal-hal yang berkaitan dengan tafsir bi al-ra'yi melalui riset kepustakaan (library research). Adapun hasil dari penelitian ini adalah tafsir bi al-ra’yi merupakan penafsiran al-Qur’an dengan menggunakan nalar dan logika. Pada dasarnya tafsir bi al-ra’yi telah muncul di zaman Rasulullah, tetapi sebagian ulama mengganggapnya sebagai tafsir bi al-ma’tsur karena bersumber dari Nabi dan segala yang bersumber dari Nabi dianggap sebagai wahyu. Pada awalnya penafsiran dengan menggunakan ra’yu mengalami banyak penolakan karena dianggap dapat membawa pada kesesatan. Tetapi seiring berjalannya waktu, sebagian ulama memperbolehkan penggunaan akal dalam menafsirkan al-Qur’an, namun dengan syarat harus mengikuti sejumlah kaidah bahasa dan ketentuan lainnya.
Metode Tafsir Muqaran Dilihat Kembali Fitriatunnisa, Aida; Rafdi, Danendra Ahmad
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31043

Abstract

Secara garis besar, penafsiran Al-Qur’an dilakukan melalui empat metode yaitu ijmali (global), tahlili (analitis), muqarran (perbandingan), dan maudhu’i (tematik). Diantara keempat metode penafsiran tersebut, satu diantaranya adalah metode muqaran yang berarti komparatif atau perbandingan. Metode ini di dalamnya menyajikan perbandingan antara satu tafsir dengan tafsir lainnya, baik dari ayat, hadis, pendapat para mufasir, maupun perbandingan dengan kitab suci agama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan beberapa pendapat para pakar tafsir mengenai definisi, kemunculan, urgensi, dan juga langkah-langkah tafsir muqarran, dengan tujuan untuk memunculkan wacana kajian yang lebih luas lagi. Penelitian ini tergolong kepada jenis kualitatif dengan menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir muqaran telah dilakukan sejak masa nabi dan berlangsung hingga sekarang. Keberadaan tafsir muqaran ini juga terbilang penting mengingat kelebihan yang dimiliki olehnya.
Hubungan Tuhan dan Manusia dalam QS. Al-Alaq Ayat 1-5 Tafsir Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim Permana, Asep Amar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31044

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui tentang hubungan Tuhan dan manusia yang terdapat dalam QS. al-Alaq ayat 1-5 penafsiran Moh. E. Hasim dalam tafsirnya Ayat Suci Lenyepaneun. Metode penelitian yang dilakuakan dalam penulisan ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Langkah awal melakukan penelusuran mengenai ayat al-Quran yang berkaitan dengan ketauhidan yakni yang berhubungan antara Tuhan dengan manusia, kemudian ditemukan QS. al-Alaq ayat 1-5 dan ditafsirkan dengan menggunakan kitab tafsir ayat suci lenyepaneun yang dikarang oleh Moh. E. Hasim, kemudian menganalisis penafsirannya, selanjutnya penulis menyimpulkan ke dalam beberapa kalimat. Penemuan pertama bahwa hubungan Tuhan dengan manusia, Allah sebagai pencipta yakni sang khaliq sedangkan manusia adalah makhluq, yakni yang diciptakan-Nya. Baik alam sekitar maupun manusia adalah ciptaan Allah Tuhan yang maha Esa. Ciptaan Tuhan yang paling khas adalah manusia, yang masing-masing mempunyai kepribadian dan kecenderungan keagamaan yang berbeda. Dimaana manusia adalah makluq yang Allah ciptakan dari segumpal darah. Allah SWT melimpahkan martabat manusia dibandingkan dengan makhluk lain dan menciptakannya sebaik mungkin. Kedua, pernyataan akan Allah Tuhan yang maha mulia. Bahwasannya mulianya Allah adalah yang maha agung dan maha suci, agung tanpa ada tandingannya, dan suci tanpa ada yang menyerupainya. Sedangkan manusia, ia makhluq yang mulia karena Allah yang meninggikan derajatnya dan karena kesucian hatinya. Ketiga, Allah yang maha ilmu, hubungan Allah sebagai Tuhan yang mengajarkan dan manusia yang diajarkan. Dia yang mengajarkan manusia tentang apa-apa yang tidak diketahui manusia.
Pengalaman dan Hubungan Ritual Keagamaan dengan Aktivisme Politik pada Ritual Pemakaman di Amerika Serikat dalam Esai Ziad Munson Permana, Asep Amar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v4i1.31045

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengalaman dan hubungan ritual keagamaan dengan aktivisme politik pada ritual pemakaman di amerika serikat dalam esai ziad munson “when a funeral isn’t just a funeral: the layered meaning of everyday action”. Dimana para sarjana pernah memperkirakan akan suramnya keberadaan agama di dunia modern. Kemajuan sosial, menurut mereka, berarti menghilangkan agama dan kendali kuno atas kehidupan. Namun, agama sebenarnya berkembang pesat dalam masyarakat yang majemuk dan kompleks, dan semangatnya yang terus berlanjut bahkan kebangkitannya menuntut evaluasi ulang gagasan tentang sekularisasi. Dengan demikian Nancy T. Ammerman telah mengumpulkan sekelompok sarjana yang beragam dan interdisipliner untuk memberikan pengamatan kritis terhadap masyarakat modern, agama dalam tindakan. Maka kumpulan esai yang belum pernah diterbitkan tersebut mendekati agama modern pada tingkat paling mendasar dan membawa pembaca pada kehadiran praktik keagamaan di tengah kompleksitas kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah Esai “When A Funeral Isn’t Just A Funeral: The Layered Meaning Of Everyday Action” dalam buku “Everyday Religion: Observing Modern Religious Lives” karya Nancy T. Ammerman. Hasil penelitiang ditemukan bahwa manusia dalam melakukan perubahan dapat ditempatkan pada ruang di mana banyak makna yang saling tumpang tindih, yakni tokoh-tokoh agama yang “tidak pada tempatnya” secara aktif memanipulasi, mengelola, mengendalikan, dan atau mempengaruhi peristiwa-peristiwa untuk mempengaruhi cara mereka melakukan perubahan. suatu situasi dipahami oleh orang lain. Namun, telah memanipulasi. Sebagaimana pada ritual pemakaman. Terkadang pemakaman lebih dari sekedar pemakaman. Dimana dalam kasus gerakan pro-kehidupan, ritual keagamaan dan aktivisme politik terkadang merupakan satu hal yang sama.
Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali Sholihat, Novi Nur; Shintia, Putri Mega
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31105

Abstract

Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama. Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi. Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan. Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema. Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna. Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan. Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.

Filter by Year

2021 2026