cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 438 Documents
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM ( AKM ) NUMERASI BERDASARKAN TEORI KASTOLAN PADA MATERI ALJABAR DI SMP NEGERI 7 PANGKALAN KURAS Rahmawati, Herika; Suanto, Elfis; Yuanita, Putri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4027

Abstract

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah melakukan asesmen kemampuan minimum ( AKM ). Asesmen kemampuan minimum ini menjadi pengganti Ujian Nasional dimulai pada tahun 2021, yang mengutamakan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Data menunjukkan bahwa pada jenjang smp , 45% peserta didik belum mencapai batas kompetensi minimum untuk kemampuan numerasi. Kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal Numerasi adalah satu penyebab rendahnya nilai kompetensi minimum numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa berdasarkan teori Kastolan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal aljabar tipe AKM. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa kelas VIII SMPN 7 Pangkalan Kuras. Teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan melakukan tes, kemudian hasil tes dijabarkan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh berdasarkan lembar jawaban peserta didik adalah (1) kesalahan konseptual sebesar 42,0% kategori berat, (2) kesalahan prosedural sebesar 31,9% kategori cukup berat, dan (3) kesalahan teknis sebesar 31,9% kategori cukup berat. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai berbagai kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal tipe AKM numerasi khususnya domain aljabar, sehingga dapat menentukan tindak lanjut agar kemampuan numerasi peserta didik menjadi lebih baik.
Kesulitan Matematika pada Materi Segitiga Perspektif Kepribadian Tipe Koleris Merlin, Merlin Cristianda Ayu Lestari; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Galatea, Chusnul Khotimah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4094

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesulitan siswa dari kelas VIIA dan VII B ditinjau dari tipe kepribadian koleris di SMPN 2 Tempurejo, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan subjek pada siswa kelas VII A dan VII B yang memiliki tipe kepribadian koleris berlokasi di SMPN 2 Tempurejo. Data subjek diperoleh 3 jenis kesulitan siswa meliputi, kesulitan konseptual, kesulitan prosedural, dan kesulitan teknik. Kesulitan konseptual meliputi, tidak menuliskan dan salah dalam menuliskan rumus serta simbol. Kesulitan prosedural meliputi, tidak menuliskan diketahui, ditanyakan, maupun kesimpulan, salah menuliskan informasi diketahui pada soal, ketidakjelasan menuliskan informasi ditanyakan, salah menuliskan langkah-langkah penyelesaian pada soal, tidak menuliskan langkah penyelesaian sama sekali. Kesulitan teknik meliputi, tidak menuliskan satuan pada angka yang memiliki satuan atau pada jawaban, tidak menuliskan satuan salah dalam menuliskan satuan pada jawaban, salah dalam menuliskan satuan pada jawaban akhir, dan salah dalam melakukan operasi hitung.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SEGITIGA MENURUT TEORI BRUNER DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Erlina, Erlina Dwi Yanti; Suryaningrum, Christine Wulandari; Agustina, Lady
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahman siswa dalam menyelesikan pada materi segitiga ditinjau dari perbedaan gener siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV A yang memiliki kemampuan pemahaman konsep berdasarkan LKPD yang telah dikerjakan dari kelas tersebut diambil siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gender. Teknik pengumpulan data menggunakan LKPD dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat subjek yang memiliki kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gender. Subjek 1 memenuhi 7 indikator kemampuan pemahaman konsep dengan baik, sedangkan subjek 2, subjek 3, dan subjek 4 terdapat dua indikator yang masih belum terpenuhi. Sehingga berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa sangat berpengaruh terhadap hasil penyelesaian siswa pada saat dihadapkan dengan suatu permasalahan. Guru diharapkan dalam proses pembelajaran lebih sering memberikan latihan soal terkait dengan materi yang sedang diberikan, dan setiap siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang berbeda.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MELALUI PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN STEAM Fadilla Hidayatulloh, Natasya; Priatna, Nanang
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4799

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan literasi matematis siswa selama pembelajaran berbasis proyek menggunakan STEAM. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP daerah Bandung dengan melibatkan 26 siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif ditambah dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan memberikan tes literasi matematis berbentuk 3 soal uraian dan pengamatan langsung. Indikator literasi matematis yang dipakai, yaitu 1) merumuskan keadaan secara matematis, 2) menggunakan konsep matematika dan 3) mengevaluasi hasil matematika. Temuan menunjukkan bahwa tidak semua kategori memenuhi kemampuan dalam literasi matematis. Pada soal uraian pertama, semua kategori memenuhi indikator kemampuan dalam literasi matematis. Pada soal uraian kedua, hanya kategori rendah yang tidak memenuhi. Sedangkan soal uraian ketiga hanya kategori tinggi yang memenuhi. Oleh karena itu, kategori tinggi dari jawaban siswa yang paling baik dibandingkan dua kategori lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi literasi matematis dari setiap individu antara lain perilaku belajar matematika dari setiap individu, motivasi belajar, dan lingkungan kelas.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI GAME EDUKASI Fauziyyah, Farah; Priatna, Nanang
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan game edukasi, khususnya dalam konteks statistika, terutama mengenai pemusatan data (mean, median, dan modus). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berupa siswa kelas 8-D di SMP 1 Pasundan, Bandung. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi statistika. Dalam uji tulis, sebanyak 69,5% siswa berhasil mencapai nilai KKM setelah menggunakan game edukasi, sementara hanya 30,4% siswa belum mencapai nilai KKM. Selain itu, hasil uji soal melalui media pembelajaran berbantuan game edukasi Wordwall menunjukkan bahwa 82,6% siswa berhasil menjawab 3 dari 3 soal dengan benar. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall dapat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, terutama dalam memahami konsep statistika. Meskipun terdapat beberapa siswa yang belum mencapai nilai KKM, namun secara keseluruhan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan game edukasi Wordwall.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Laila, Alya Nur Najmi; Priatna, Nanang
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4852

Abstract

Pemahaman konsep sangat penting sebagai pondasi dari pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman konsep harus diterapkan sejak dini. Karena jika sudah terjadi kesalahan di awal akan berdampak buruk untuk ke depannya. Model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) telah menjadi pendekatan yang populer dalam lingkungan pendidikan karena mengintegrasikan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan situasional. Model pembelajaran ini bersifat kelompok yang akan menciptakan kerjasama, diskusi dan bermain pada saat pembelajaran. Sehingga model pembelajaran ini juga cocok untuk siswa kelas VII SMP. Fokus penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII di salah satu sekolah yang berada di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui bagaimana kondisi pemahaman konsep siswa. Selain itu pendekatan kualitatif juga digunakan di penelitian ini. Berikut dengan tes dan wawancaranya. Penelitian ini menghasilkan bahwa pemahaman konsep siswa kelas VII SMP masih sangat minim.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN DEDUKTIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN ASPEK GENDER PADA MATERI BARISAN ARITMATIKA TINGKAT DUA Sapitri, Anis; Patmawati, Hetty; Dewi, Sinta Verawati
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4853

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan penalaran deduktif matematis berdasarkan gender di salah satu sekolah di Tasikmalaya. Kemampuan penalaran deduktif matematis di Indonesia belum maksimal, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah karakteristik gender yaitu maskulin dan feminin. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, instrumen yang digunakan yaitu kuesioner PAQ untuk mengukur karakteristik maskulin dan feminin serta soal tes kemampuan penalaran deduktif matematis pada materi barisan aritmetika tingkat dua. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI di salah satu SMA di Tasikmalaya. Hasilnya menunjukkan variasi dalam kemampuan penalaran deduktif matematis antara peserta didik berdasarkan gender, dengan siswa perempuan feminin menunjukkan performa yang lebih baik. yang mana peserta didik laki-laki maskulin dan perempuan maskulin hanya bisa memenuhi dua indikator kemampuan penalaran deduktif yaitu menyusun pembuktian langsung dan menarik kesimpulan logis, kemudian peserta didik laki-laki feminin hanya bisa memenuhi dua indikator kemampuan penalaran deduktif yaitu menyusun pembuktian langsung dan menarik kesimpulan logis. Sedangkan perempuan feminin dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan penalaran deduktif matematis. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang kemampuan penalaran deduktif matematis siswa dan mengatasi stereotip bahwa perempuan kurang mampu dalam matematika. Identifikasi perbedaan karakteristik gender dalam pembelajaran matematika penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika secara keseluruhan.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL CIRCUIT LEARNING DI SMP SWASTA SIEMPAT TERAN NAMAN Ginting, Iren Hebrina Br Ginting; Purba, Glory Indira D.
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4854

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siwa melalui model Circuit Learning di kelas VIII SMP Swasta Siempat Teran Naman. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, untuk setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 di SMP Swasta Siempat Teran Naman dengan 26 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tes kemampuan komunikasi matematis dan obsevasi guru. Diperoleh hasil penelitian ini yaitu adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model Circuit Learning. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dapat diketahui dari hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Pada tes kemampuan awal 2 siswa (7,69%) yang mencapai nilai KKM dengan rata rata tes kemampuan komunikasi 42,69 dalam kategori rendah. Pada siklus I ketuntasan klasikal meningkat menjadi 61,53% atau 16 siswa mencapai nilai KKM dengan nilai rata rata sebesar 75,96 dalam kategori cukup. Pada siklus II ketuntasan klasikal semakin meningkat menjadi 88,46% atau 23 siswa mencapai nilai KKM dengan nilai rata rata 77,12 dalam kategori cukup. Pada hasil observasi menunjukkan terjadi peningkatan pada siklus I ke II dari 2,48 menjadi 3,05 dengan kategori baik. dengan meningkatnya rata rata nilai tes dari setiap siklus dan memenuhi kriteria ketuntasan klasikal maka pembelajaran dengan model Circuit Learning dapat disimpulkan berlangsung dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VIII-1 SMP Swasta Siempat Teran Naman.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBANTUAN NEARPOD PADA MATERI BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS Musthariani, Mirna; Madawistama, Sri Tirto; Natalliasari, Ike Natalliasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4863

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menilai kelayakan pengembangan bahan ajar dengan dukungan nearpod dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis. Metode penelitian melibatkan pendekatan Research & Development (R&D) dengan penerapan model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Berbagai teknik pengumpulan data, termasuk wawancara, distribusi angket validasi dan respon peserta didik, serta uji kemampuan berpikir analitis. Lembar kisi-kisi wawancara, lembar validitas, angket respon peserta didik, serta evaluasi kemampuan berpikir analitis merupakan komponen-komponen yang membentuk instrumen penelitian. Uji coba kelompok kecil melibatkan kelas VII F dengan 10 peserta didik dan uji coba lapangan melibatkan kelas VII K dengan 20 peserta didik. Evaluasi kelayakan bahan ajar dilakukan untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan ditentukan oleh para ahli di bidang materi dan media melalui angket validasi, dengan perolehan 86,37% dari ahli materi dan 93% dari ahli media. Kepraktisan ditentukan oleh respon peserta didik melalui angket, pada uji kelompok kecil didapatkan hasil 92,8% sedangkan pada uji coba lapangan didapatkan hasil 85,6%. Dan keefektifan ditentukan berdasarkan hasil tes pretest dan posttest dengan menerapkan rumus N-gain, di mana skor pretest 39,5 dan skor posttest 61,8 menghasilkan nilai N-gain 0,368 dalam kategori sedang. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahan ajar berbantuan nearpod efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik di SMPN 10 Tasikmalaya.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Ananda Amalia, Rizny; Santika, Satya; Hermanto, Redi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4865

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dri adversity quotient di salah satu sekolah di Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan adversity quotient. Metode yang digunakan adalah eksploratif dengan pengumpulan data melalui tes kemampuan representasi matematis, angket resiliensi matematis, dan wawancara. Subjek penelitian adalah tiga siswa kelas VIII D SMPN 15 Tasikmalaya yang dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan angket adversity quotient, yang dikategorikan sebagai climber, camper, dan quitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Climber, Siswa dengan kategori ini mampu memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep, menyatakan ulang konsep, mengembangkan syarat perlu dan cukup suatu konsep, mengklasifikasikan objek sesuai konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, menggunakan prosedur tertentu, serta mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Mereka menunjukkan sikap tidak mudah menyerah dan memiliki cara sendiri untuk mempermudah pemecahan soal. Mereka juga aktif bersosialisasi dan berdiskusi untuk menemukan jawaban yang tepat. Camper, Siswa dalam kategori ini memiliki kemampuan serupa dalam memahami konsep matematis seperti climber. Namun, mereka cenderung puas dengan apa yang telah dicapai dan tidak berusaha lebih jauh. Saat jawaban mereka salah, mereka merasa sudah cukup dengan usaha yang dilakukan dan tidak berusaha memperbaikinya lebih lanjut. Quitter, Siswa dengan kategori ini juga memiliki kemampuan dasar dalam memahami konsep matematis tetapi mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Mereka cenderung menghindari masalah tanpa berusaha mencari solusi, tidak menanyakan kepada teman sebaya, dan tidak mencoba menemukan jawaban yang tepat. Sehingga Penelitian ini menunjukkan hubungan antara adversity quotient dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.