cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 467 Documents
PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PROGRAM LINEAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PSDKU KABUPATEN KEPULAUAN ARU Nurwijaya, Sugian; Kalla, Nuratika Rahmat
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan studi mengenai penerapan Project-Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Program Linear di perguruan tinggi, khususnya pada daerah 3T seperti Kepulauan Aru. Kondisi geografis, sosio-ekonomi, serta karakter budaya masyarakat kepulauan menciptakan dinamika pembelajaran yang unik, sehingga temuan dari konteks urban belum tentu dapat digeneralisasi. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada hasil belajar kognitif akhir tanpa mengeksplorasi persepsi dan pengalaman subjektif mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan PjBL terhadap pemahaman konsep Program Linear serta mengungkap persepsi mahasiswa Pendidikan Matematika PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru terhadap pengalaman belajar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian post-test only. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berdampak terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep mahasiswa dengan nilai t sebesar 2,744 dan nilai efek size d = 0,433, dan juga memberikan pengalaman belajar yang positif serta memotivasi dengan nilai analisis korelasi Pearson r = 0,538. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran PjBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dan adaptif, khususnya di daerah 3T, untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KERUCUT DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN Subhan, Fiqri; Andri Pratama Pencawan, Andri Pratama Pencawan; Kanaka Wirasana Pradityo, Kanaka Wirasana Pradityo
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal kerucut dan mengidentifikasi jenis kesalahan berdasarkan prosedur Newman. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sampel 22 siswa kelas IX-F UPT SMP Negeri 37 Medan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan penalaran matematis yang terdiri dari 4 soal berdasarkan indikator: mengajukan dugaan, menarik kesimpulan, memberikan alasan atau bukti, dan memberikan kesahihan argumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa masih tergolong rendah hingga sedang, dengan 40,9% siswa pada kategori sedang dan 40,9% pada kategori rendah hingga sangat rendah. Analisis per indikator mengungkapkan tingkat keberhasilan tertinggi pada kemampuan memberikan alasan (45,5%) dan terendah pada kemampuan menarik kesimpulan (27,3%). Berdasarkan prosedur Newman, kesalahan paling dominan terjadi pada tahap transformation (54,5%) dan comprehension (40,9%), mengindikasikan kesulitan utama terletak pada pemahaman konseptual dan strategis. Kesalahan lainnya meliputi process skills (36,4%), encoding (27,3%), dan reading problems (13,6%). Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang holistik untuk mengembangkan pemahaman konseptual, kemampuan penalaran, dan keterampilan komunikasi matematis siswa dalam geometri tiga dimensi.
EKSPLORASI PEMAHAMAN NILAI MUTLAK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERBASIS THREE WORLDS OF MATHEMATICS Juhari, Agusalim; Takdirmin, Takdirmin
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap konsep nilai mutlak berdasarkan kerangka Three Worlds of Mathematics (Tall), yang meliputi embodied world, symbolic–proceptual world, dan formal–axiomatic world. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 mahasiswa yang dipetakan ke dalam tiga kategori world melalui tes diagnostik. Tiga subjek utama (M1, M2, dan M3) dipilih secara purposive untuk diwawancarai lebih mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Distribusi pemahaman mahasiswa berdasarkan Three Worlds of Mathematics menunjukkan bahwa symbolic–proceptual world merupakan dunia yang paling dominan, Sebanyak 53.3% mahasiswa berada pada dunia simbolik, 26.7% pada embodied world, dan hanya 20% pada formal–axiomatic world. Hal ini menegaskan bahwa mayoritas mahasiswa lebih menguasai prosedur aljabar nilai mutlak dibandingkan pemahaman visual maupun definisi formalnya, (2) Mahasiswa embodied world memahami nilai mutlak sebagai jarak, tetapi kesulitan mentransformasikan intuisi visual ke representasi simbolik. Mahasiswa mampu menggambar garis bilangan dan menentukan dua solusi berdasarkan jarak, tetapi belum mampu menuliskannya secara simbolik dalam bentuk positif dan negatif secara tepat. Koneksi embodied ke symbolic belum terbentuk secara kuat, (3) Mahasiswa symbolic–proceptual world menguasai prosedur penyelesaian dua bentuk positif dan negatif, tetapi pemahamannya bersifat mekanistik. Mahaisiswa menyelesaikan soal nilai mutlak dengan cepat dan tepat, namun tidak memahami alasan matematis di balik langkah tersebut. Representasi simbolik tidak terhubung dengan makna visual ataupun definisi formal nilai mutlak, dan (4) Mahasiswa formal–axiomatic world memahami definisi formal nilai mutlak, tetapi belum mampu menghubungkannya dengan representasi visual. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bersyarat dan memberikan justifikasi matematis yang tepat, namun kesulitan menjelaskan grafik nilai mutlak sebagai representasi jarak. Integrasi formal ke embodied belum terjadi secara utuh.
PENALARAN ADAPTIF DAN KOMPETENSI STRATEGIS MAHASISWA CALON GURU LAKI-LAKI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Syukriani, Andi; Juhari, Agusalim
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7677

Abstract

Penalaran adaptif dan kompetensi strategis menjadikan belajar matematika tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mengarah pada proses berpikir logis, reflektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis penalaran adaptif dan kompetensi strategis mahasiswa calon guru laki-laki pendidikan matematika berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Calon subjek penelitian adalah Mahasiswa program studi Pendidikan matematika kelas A11 Semester genap Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian dipilih secara purposif, yaitu 3 mahasiswa laki-laki terdiri dari masing-masing 1 berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data kemampuan matematika diperoleh melalui tes. Masalah matematika divalidasi ahli oleh 2 pakar ilmu Pendidikan matematika dan 1 guru matematika. Masalah matematika yang digunakan adalah soal tidak rutin berupa soal cerita kontektual yang tercakup di dalamnya secara tersirat adalah konsep lingkaran, konsep trigonometri, dan konsep segitiga siku-siku. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode, yaitu dokumen hasil pengerjaan dan wawancara, dan juga menggunakan teknik kelengkapan referensi.Setelah dokumen hasil memecahkan masalah terkumpul maka dokumen tersebut di analisis, yaitu dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemampuan mahasiswa calon guru laki-laki bervariasi dalam memformulasi konteks masalah matematika bergantung pada tingkat kemampuan matematikanya. Mahasiswa berkemampuan tinggi mampu mengubah situasi masalah ke dalam bentuk representasi visual yang logis melalui strategi dekomposisi, namun pemahaman konseptualnya terhadap konteks masih belum menyeluruh. berkemampuan sedang cenderung menggunakan strategi identifikasi informasi dengan fokus pada pengenalan unsur dasar masalah. Mahasiswa berkemampuan rendah menunjukkan ketelitian dalam menggambar dan memiliki pengetahuan awal terhadap konsep dasar, namun belum dapat mengintegrasikan konsep-konsep matematika secara utuh dalam pemahaman konteks masalah
PERILAKU SISWA PENGGUNA APLIKASI TIKTOK DI KELAS IV SD INPRES HARTACO Limbong, Cecilia Rante; Riska, Riska; Fauzia Ramadhani R, Fauzia Ramadhani R; Nasir, A Muhajir
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telah menjadikan media sosial seperti TikTok bagian dari rutinitas siswa sekolah dasar, yang di satu sisi berpotensi positif untuk pembelajaran matematika , namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran serius terkait distraksi digital yang menghambat pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kebiasaan digital, pola konsumsi konten, dan interaksi sosial siswa kelas IV SD Inpres Hartaco pengguna TikTok memengaruhi sikap, konsentrasi, dan partisipasi mereka dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi kelas, wawancara mendalam (dengan siswa, guru, dan orang tua), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten TikTok yang singkat dan bergerak cepat berpotensi mengganggu rentang perhatian siswa, membuat mereka kesulitan fokus pada tugas matematika yang menuntut analisis mendalam. Pola konsumsi yang mencari gratifikasi instan ini juga cenderung membentuk sikap negatif terhadap mata pelajaran matematika yang dianggap abstrak dan menantang , serta dapat menurunkan partisipasi aktif mereka di kelas. Kesimpulannya, perilaku digital siswa pengguna TikTok memiliki implikasi kompleks dan multidimensional yang mengancam konsentrasi dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika.
PENGARUH KECANDUAN GAME ONLINE DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Sabri, Sabri; Septiani, Dina; Djam'an, Nurwati
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7680

Abstract

Game online dan media sosial merupakan dua di antara sekian banyak teknologi yang digandrungi oleh dan mempengaruhi kinerja siswa di sekolah.  Penelitian ex-post facto ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanduan game online dan intensitas penggunaan media sosial untuk pembelajaran matematika terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Sampel  sebanyak 100 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Gowa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan ujian tengah semester, kemudian diolah dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kecanduan game online, intensitas penggunaan media sosial untuk pembelajaran matematika siswa, dan motivasi belajar matematika siswa berada pada kategori sedang, sedangkan hasil belajar matematika siswa berada pada kategori cukup. Adapun hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa kecanduan game online berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar matematika; intensitas penggunaan media sosial untuk pembelajaran matematika tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar matematika; tetapi kecanduan game online dan intensitas penggunaan media sosial untuk pembelajaran matematika berpengaruh signifikan secara simultan terhadap motivasi belajar. Selain itu, ditemukan bahwa kecanduan game online dan intensitas penggunaan media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika, baik secara sendiri-sendiri maupun secara simultan. Kesimpulannya, kecanduan game online dan intensitas penggunaan media sosial untuk pembelajaran matematika berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa.
KENDALA DALAM PEMBUKTIAN LIMIT FUNGSI DI SATU TITIK Sabri, Sabri; Bernard, Bernard; Hamid, Abdurahman
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7681

Abstract

Kendala belajar adalah bagian struktural dari proses membangun pengetahuan matematika. Artikel ini mengkaji kendala belajar yang dialami mahasiswa ketika membuktikan limit menggunakan definisi formal epsilon–delta. Berdasarkan teori situasi didaktis (Brousseau, 2002), penelitian ini mengidentifikasi kendala belajar dalam konteks pembuktian . Melalui tes tertulis dan analisis konten kualitatif, ditemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam menentukan batas d yang sesuai, terutama karena pemahaman konseptual nilai mutlak yang belum memadai, apalagi ketika harus menangani ekspresi kebalikan yang memuat nilai mutlak. Temuan ini menunjukkan bagaimana kelemahan konseptual dasar terkait nilai mutlak dapat menjalar menjadi kendala dalam pembuktian limit formal.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XII DALAM MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL TENTU DAN TAK TENTU Anshari, Fazril; Andriani, Anjelika; Damanik, Naila Ghinaya
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7705

Abstract

Pemahaman konsep merupakan aspek penting dalam pembelajaran integral karena materi ini tidak hanya menuntut kemampuan prosedural, tetapi juga pemaknaan konsep antiturunan, konstanta integrasi, batas integral, serta keterkaitannya dengan konsep turunan dan luas daerah. Namun, pada praktik pembelajaran matematika di kelas XII, siswa sering kali mampu menyelesaikan soal integral secara mekanis tanpa memahami makna konseptual di balik prosedur yang digunakan. Kondisi ini menunjukkan perlunya analisis mendalam terhadap pemahaman konsep integral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep siswa kelas XII dalam menyelesaikan soal integral tentu dan integral tak tentu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 33 siswa kelas XII MIPA 2 MAN 3 Medan yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang disusun berdasarkan empat indikator pemahaman konsep, yaitu menyatakan ulang konsep, mengelompokkan objek berdasarkan sifat tertentu, menggunakan konsep secara algoritmik, dan menghubungkan antar konsep matematika. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase capaian setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep siswa berada pada kategori rendah (61,95%). Indikator mengelompokkan objek dan menggunakan konsep secara algoritmik memiliki capaian tinggi, sedangkan indikator menyatakan ulang konsep dan menghubungkan antar konsep menunjukkan capaian rendah. Pola ini mengindikasikan adanya ketimpangan antara pemahaman prosedural dan pemahaman konseptual siswa pada materi integral. Temuan penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai profil pemahaman konsep integral siswa dan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan pemahaman konseptual.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL MATEMATIS SISWA SMA PADA MATERI FUNGSI Tampubolon, Andreas; Hutagalung, Chindy Fransiska; Kembaren, Shaerleen Naviry Br
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir komputasional matematis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan pada materi fungsi. Kemampuan berpikir komputasional penting dimiliki siswa sebagai fondasi dalam memecahkan masalah secara logis, sistematis, dan efisien sesuai perkembangan teknologi abad ke-21. Salah satu materi matematika yang relevan dengan kemampuan berpikir komputasional matematis adalah materi fungsi karena materi fungsi bekerja berdasarkan prinsip input-proses-output, sehingga selaras dengan cara kerja algoritma dan representasi komputasional lain yang menuntut abstraksi, pengenalan pola, dan kemampuan mengurai masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang diambil oleh peneliti dengan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga terpilih secara acak kelas XI-E yang berjumlah 31 siswa. Instrumen penelitian berupa tes essai berjumlah 2 butir soal yang dirancang untuk mengukur empat indikator kemampuan berpikir komputasional, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,90% siswa berada pada kategori tinggi, 22,58% kategori sedang, 45,16% kategori rendah, dan 19,35% kategori sangat rendah. Dengan demikian, kemampuan berpikir komputasional masih tergolong rendah. kemampuan berpikir komputasional tergolong rendah karena bagian yang memerlukan pembenahan paling signifikan dalam penelitian ini adalah kemampuan abstraksi dan algoritma, sementara aspek dekomposisi serta pengenalan pola juga tetap membutuhkan peningkatan meskipun tidak tergolong sebagai kelemahan utama di sekolah tersebut.
PEMBELAJARAN PROGRAM LINEAR SEBAGAI SARANA PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Andini, Andi Cahaya Rezky; Rusli, Rusli; Dewi , Hasma
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7461

Abstract

Pembelajaran program linear berperan penting dalam menghubungkan kemampuan berpikir matematis dengan keterampilan pengambilan keputusan ekonomi yang dibutuhkan dalam kewirausahaan. Kajian ini bertujuan menganalisis bagaimana pembelajaran program linear dapat menjadi sarana penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa pendidikan matematika melalui pendekatan pembelajaran yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap sejumlah artikel nasional dan internasional yang membahas integrasi antara program linear, pembelajaran berbasis proyek, dan pengembangan entrepreneurial mindset. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), dan Contextual Teaching and Learning (CTL) meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Integrasi konteks bisnis sederhana, seperti simulasi produksi dan analisis laba-rugi, juga efektif menumbuhkan sikap inovatif dan tanggung jawab sebagai ciri jiwa kewirausahaan.