cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 438 Documents
META ANALISIS: MODEL PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Ratna; Nurdin, Nurdin; Rustiani S, Rustiani S; Djafar, Suarti; Putriyani S, Putriyani S
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar matematika dengan menggunakan metode meta-analisis. Sebanyak 10 artikel yang diterbitkan antara 2020 hingga 2025 dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu artikel eksperimen yang memiliki kelompok kontrol dan eksperimen serta data kuantitatif seperti jumlah sampel, nilai rata-rata, dan simpangan baku. Data dikumpulkan dari Google Scholar dan Publish or Perish. Ukuran efek setiap artikel dihitung menggunakan rumus Cohen’s d dan dikategorikan menjadi kecil, sedang, besar, dan sangat besar. Selain itu, dilakukan uji dua rata-rata (t-test) untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa 70% artikel memiliki ukuran efek yang sangat besar, 20% besar, dan 10% kecil, yang menunjukkan bahwa penerapan PjBL memiliki dampak yang kuat terhadap peningkatan hasil belajar matematika. Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 74,24, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya 60,84, dengan nilai t-hitung 9,961 yang jauh lebih besar dari t-tabel 1,96. Ini berarti ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulannya, model PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa karena dapat menghubungkan konsep abstrak dengan konteks nyata melalui proyek yang bermakna.
META-ANALISIS : MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA Nur Azwah; Nurdin, Nurdin; Hafsyah, Hafsyah; Putriyani S, Putriyani S; Djafar, Suarti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5931

Abstract

Pembelajaran matematika sering dianggap menantang oleh peserta didik karena kompleksitas materi dan rendahnya keterampilan dasar. Salah satu model pembelajaran yang berkembang untuk mengatasi masalah ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yang berfokus pada pemecahan masalah nyata guna meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pendekatan meta-analisis. Data dikumpulkan dari 10 artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, mencakup berbagai jenjang pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Effect Size, yang terbagi dalam tiga kategori yaitu sedang, besar dan sangat besar yang menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Selain itu, hasil perhitungan uji dua mean didapatkan bahwa = 12,225 > = 1,96 maka H₀ ditolak. Artinya, mean hasil pembelajaran pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) sangat relevan dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Fauziyyah, Ana; Sumliyah, Sumliyah; Abidin, Zaenal
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 peserta didik kelas X DPIB 2 di SMKN 1 Cirebon terdiri dari 25 laki – laki dan 10 perempuan. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan masing – masing siklus mencakup dua pertemuan. Desain penelitian ini mengacu pada teori Kemmis dan Mc. Taggart yang memiliki empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian pada pra siklus dengan menghitung ketuntasan kemampuan berpikir kritis menunjukkan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 17,14% dengan kategori sangat kurang kritis. Pada Siklus I menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 45,71%. Dengan kategori cukup kritis. Pada Siklus II menunjukkan peningkatan dari siklus sebelumnya sebesar 91,43% dengan kategori sangat kritis. Dengan demikian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan pilihan alternatif bagi para guru dalam proses kegiatan pembelajaran.
ANALISIS LEARNING OBSTACLE MATERI GEOMETRI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rizki, Salsabillah; Sarifah, Iva; Yunus, Mahmud
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacle yang dialami siswa kelas IV sekolah dasar pada materi geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen Tes Kemampuan Responden (TKR) dan wawancara yang dilaksanakan di salah satu SD di Kabupaten Tanjung Priok dengan subjek 15 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami tiga jenis learning obstacle, yaitu: (1) ontogenic obstacle, yang ditandai dengan ketidakmampuan siswa dalam mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar dan ketergantungan pada informasi visual tanpa pemahaman mendalam; (2) epistemological obstacle, yang terlihat dari kesalahan siswa dalam memahami satuan ukuran panjang, luas, dan volume, serta miskonsepsi terhadap prosedur penyelesaian soal; dan (3) didactical obstacle, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang kontekstual, minimnya media konkret, dan tidak adanya pengaitan konsep geometri dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan pendekatan pembelajaran yang konkret, kontekstual, serta sesuai dengan tahap perkembangan berpikir siswa dalam mengajarkan materi geometri agar hambatan belajar dapat diminimalisir dan pemahaman siswa meningkat.
AUGMENTED REALITY (AR) DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI: DAMPAK PADA SPASIAL REASONING SISWA Nurwijaya, Sugian; Sukaria, Muhammad Ikhsan
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran geometri terhadap kemampuan spatial reasoning siswa. Spatial reasoning merupakan kemampuan kognitif penting dalam memahami konsep-konsep geometri, terutama yang berkaitan dengan visualisasi, rotasi, dan transformasi objek dalam ruang tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan dua kelompok siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone yaitu kelas VIIIb dan VIIIc yang dilaksanakan dimulai pada tanggal 3 Februari sampai tanggal 24 Februari 2025. Kelas VIIIb sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis AR dan kelas VIIIc sebagai kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional masing masing 30 sampel. Instrumen pengumpulan data berupa tes spatial reasoning yang dikembangkan berdasarkan indikator visualisasi spasial, orientasi spasial, dan rotasi mental. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara rata-rata skor spatial reasoning siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor siswa pada kelas eksperimen sebesar 85,70 sementara pada kelas kontrol sebesar 70,10. Hasil uji-t sampel berpasangan juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan Siswa yang belajar dengan bantuan AR menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dalam kemampuan menginterpretasikan dan memanipulasi objek geometri secara visual dibandingkan dengan siswa yang belajar secara konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AR dalam pembelajaran geometri dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat keterampilan spasial siswa.
PENGEMBANGAN SOAL HOTS HIGH ORDER THINKING SKILL) MATERI BANGUN RUANG BERBANTUAN GEOGEBRA Zahra, Rana; Simamora, Yumira; Putri, Jihan Hidayah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.5990

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya keterampilan analisis, pada siswa masih rendah, yang disebabkan oleh kebiasaan guru dalam menyusun evaluasi yang hanya fokus pada kemampuan dasar. Soal-soal yang dirancang untuk menguji keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam mata pelajaran matematika masih sangat sedikit. Selain itu, soal evaluasi yang ada belum dirancang khusus untuk mengukur kemampuan tersebut dan jarang diterapkan kepada siswa. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan membuat soal yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa kelas VIII SMP. Soal-soal tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan perangkat lunak GeoGebra agar tampilannya lebih menarik dan jelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Tessmer yang meliputi tahap awal (preliminary), evaluasi mandiri (self-evaluation), pembuatan prototipe yang terdiri dari tinjauan ahli, uji coba satu-satu, dan kelompok kecil, serta uji lapangan. Dari penelitian ini dihasilkan tiga soal esai. Berdasarkan evaluasi para ahli dan uji lapangan, ketiga soal tersebut valid, reliabel dengan tingkat reliabilitas sedang, memiliki daya pembeda yang baik, tingkat kesulitan sedang, dan nilai kepraktisan yang cukup tinggi.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DI JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Fitri Maulida Laila; Helina Qatrunnada Nasution; Lisda Karolin Br Barus; Kms Muhammad Amin Fauzi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal kesebangunan dan kekongruenan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 20 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian sebanyak empat soal yang dianalisis berdasarkan kerangka Newman Error Analysis, mencakup kesalahan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terjadi pada tahap pemahaman (42,5%) dan transformasi (41,25%), yang tergolong dalam kategori sedang. Sementara itu, kesalahan membaca (38,75%), keterampilan proses (32,5%), dan penulisan jawaban (21,25%) tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan menerapkan teorema geometri secara tepat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi dosen dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis mahasiswa.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA BERDASARKAN NEWMAN'S ERROR ANALYSIS PADA SISWA KELAS V SD SWASTA MUHAMMADIYAH SEI CABANG Simangunsong, Erika; Nurpadila; Siregar, Muhammad Dermawan; Fauzi, Kms Muhammad Amin
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam mengerjakan soal segitiga dengan menggunakan prosedur Newman yang mencakup kesalahan membaca, kesalahan memamahi, kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan proses. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksankan di Sekolah SD Swasta Muhammadiyah Sei Cabang pada tanggal 3 mei 2025. Responden yang digunakan dalam peniltian ini berjumlah 20 orang siswa kelas V (lima), pada penilitaian ini menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan membagikan tes berupa 5 soal yang berisikan materi tentang segitiga kesetiap orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan membaca terjadi karena siswa mengabaikan informasi dan keluri dalam memahami isi soal, kesalahan memahami terjadi karena kurang memahami maksud dari soal, kesalahan transformasi terjadi karena kurangnya ketelitian siswa dalam mengorganisasi dan menyajikan langkah penyelesaian, kesalahan keterampilan proses terjadi karena siswa kurang teliti dan tidak menuliskan tahap perhitungan sama sekali, dan kesalahan pengkodean terjadi karena tidak menuliskan satuan pada hasil akhir jawaban.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI PERBANDINGAN Putra, Nasa Mahardika Bariya; Rukmigarsari, Ettie; Khairunnisa, Gusti Firda
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan resiliensi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi perbandingan; (2) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; serta (3) menganalisis pengaruh resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metodologi kuantitatif dan menerapkan desain penelitian ex-post facto. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VII di MTsN Kota Batu, yang berjumlah 352 peserta didik, dengan sampel berjumlah 88 peserta didik. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner dan tes. Teknik analisis data yang diterapkan adalah regresi linier berganda dengan metode stepwise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh signifikan antara motivasi belajar dan resiliensi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dengan kontribusi sebesar 41,4%; 2) Terdapat pengaruh motivasi belajar secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik,, dengan kontribusi sebesar 36,8%; 3) Terdapat pengaruh resiliensi matematis secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dengan kontribusi sebesar 7,1%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE 3 PADA MATERI HIMPUNAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Nur Rizki Awalia; Fitriani Nur; A. Rezki Amalia Saiyed; Nur Asiah; Andi Ariq Fakhri Asmar
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6113

Abstract

Pembelajaran matematika, terutama pada materi himpunan, kerap dianggap abstrak dan kurang menarik bagi siswa, yang pada akhirnya memengaruhi pencapaian hasil belajar mereka. Ketidaksesuaian antara karakteristik generasi digital dengan pendekatan pembelajaran konvensional mendorong perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif yang dapat memvisualisasikan konsep-konsep abstrak secara lebih dinamis dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi himpunan, (2) mengetahui respon guru dan siswa terhadap media tersebut, serta (3) menguji kepraktisan dan keefektivitasannya dalam meningkatkan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE, meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari satu guru matematika dan 40 siswa kelas VII Informatika di MTsN 1 Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi validasi ahli media dan materi, angket respons, serta pre-test dan post-test. Hasil validasi ahli materi mencapai 87,5% dan validasi ahli media 91,66%, keduanya dalam kategori sangat layak. Respons guru terhadap media mencapai 95% dan respons siswa sebesar 86,25%, keduanya dalam kategori sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan oleh hasil uji N-Gain sebesar 0,87 yang termasuk kategori tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 sangat layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Himpunan.