cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 438 Documents
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH POLYA Normalasari, Normalasari; Ma’rufi, Ma’rufi; Alam, Syamsu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7246

Abstract

Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa yang melakukan kesalahan yang paling banyak yaitu satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki. Instrumen dalam penelitian ini Tes Penyelesaian Masalah Matematika (TPMM), wawancara, dan alat rekam audio. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Siswa mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika, mulai dari memahami masalah hingga memeriksa Kembali jawaban akhir. Pada tahap awal, siswa kesulitan memahami bahasa soal, simbol matematika, dan informasi penting serta cenderung bergantung pada bantuan dari luar. Pada tahap perencanaan, siswa seringkali bingung dalam menentukan langkah-langkah, memilih strategi yang kurang tepat, serta kesulitan melanjutkan proses penyelesaian masalah. Pada tahap pelaksanaan, kesalahan yang muncul meliputi salah mengartikan satuan, kesalahan hitung, dan kegagalan menyusun langkah-langkah yang sesuai dengan konteks masalah. Meskipun beberapa siswa mampu menentukan rumus awal yang benar, pelaksanaan sering kali terganggu oleh kurangnya kemampuan mengaitkan hasil dengan konteks dan kesulitan dalam melakukan konversi dengan tepat. Terakhir, dalam memeriksa kembali jawaban, siswa umumnya tidak melakukan refleksi secara memadai, cenderung percaya diri terlalu cepat merasa yakin terhadap hasil, dan belum memiliki kesadaran metakognitif yang berkembang secara optimal. Keseluruhan temuan mengindikasikan perlunya penguatan keterampilan memahami soal, menyusun strategi, berpikir reflektif, dan pemahaman metakognitif dalam pembelajaran matematika.
EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DITINJAU DARI KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Megaria, Sri; Ma’rufi, Ma’rufi; Alam, Syamsu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7251

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one pretest-posttes. Populasi penelitian adalah siswa SD Negeri 206 Limbong Wara. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 206 Limbong Wara. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi matematis, tes hasil belajar, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif dan infrensial untuk melihat peningkatan kemampuan literasi matematika dan hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME (1) meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dari rata-rata 31,3 meningkat menjadi 74,9 (2) hasil belajar matematika siswa meningkat dari rata-rata 42,4 menjadi 75,5 (3) secara signifikan rata-rata gain kemampuan literasi matematika lebih tinggi dari 0,30 dan rata-rata kemampuan literasi matematika melebihi 65 (4) secara signifikan rata-rata gain hasil belajar matematika lebih tinggi dari 0,30 dan rata-rata hasil belajar matematika melebihi 65. Secara umum penerapan pendekatan RME lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis dan hasil belajar matematika siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan RME dapat menjadi alternatif yang relevan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENGEKSPLOR KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF REGULATED LEARNING SISWA PESANTREN Rizky, Rizky Mauldan Muhammad Yusuf; Supratman, Supratman; Lestari, Puji
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2023): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.2460

Abstract

Pemecahan masalah menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki siswa dalam bermatematika, kemandirian belajar merupakan aspek afektif penting yang mampu memacu perkembangan berpikir siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan fakta di lapangan bahwa ketercapaian kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki siswa pesantren masih belum optimal belum mampu untuk mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, masih perlunya bimbingan dalam memahami masalah. Metode penelitian (R&D) dengan model ADDIE, bertujuan membahas secara komprehensif mengenai prosedur pengembangan articulate storyline untuk mengeksplor kemampuan pemecahan masalah matematis dan self regulated learning dengan memperhatikan karakteristik siswa pesantren.Instrumen pengumpulan data yaitu lembar validasi, angket respon guru dan siswa, lembar tes, angket self regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan analisis kelayakan media dan efektivitas media. Media pembelajaran articulate storyline di validasi oleh 2 orang ahli validator media, lembar tes divalidasi oleh 2 orang ahli validator materi, angket self regulated learning divalidasi oleh 1 orang validator. Uji coba skala kecil kepada 5 siswa pesantren SMA Islam Cipasung untuk melihat kepraktisan media pembelajaran dan revisi sesuai hasil uji coba, serta uji coba skala besar kepada 25 siswa pesantren SMA Islam Cipasung. Hasil validasi media pembelajaran articulate storyline sebesar 84% dengan kategori sangat layak, dan hasil uji coba media pembelajaran articulate storyline dengan kategori sangat baik. Hasil validasi dan uji coba penggunaan media pembelajaran articulate storyline layak dan valid untuk diberikan kepada siswa pesantren
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN COGNITIVE LOAD THEORY Auliah, Iqrimah Nur; Irmawati, Irmawati; Asriani, Asriani; Nursia, Nursia; Selviana, Selviana; Demmanambo, Andri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7152

Abstract

Tingginya angka kesulitan belajar matematika di tingkat SMP/MTs menuntut penahaman mendalam tentang faktor kognitif yang mendasarinya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kesulitan belajar matematika siswa dengan Cognitive Load Theory (CLT) untuk mengidentifikasi sumber beban kognitif yang menghambat pembelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria siswa yang menunjukkan kesulitan belajar matematika. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup pengamatan interaksi guru-siswa, keterlibatan siswa, dan respons terhadap materi, serta wawancara mendalam mengenai persepsi kesulitan, strategi pembelajaran, dan motivasi belajar dengan subjek penelitian yang meliputi guru matematika serta tujuh siswa kelas IX B MTs Guppi Majene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa bersumber dari tiga jenis beban kognitif, yaitu intrinsic cognitive load yang tinggi pada materi geometri dan aljabar, extraneous cognitive load akibat minimnya keterlibatan aktif siswa, serta germane cognitive load yang rendah karena motivasi dan strategi belajar yang tidak memadai.
PENGARUH KEBIJAKAN LARANGAN PENJUALAN BUKU LKS TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Hambali, Rizky Kiki; Pratama, David
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap kemandirian belajar siswa, serta menggali strategi guru dalam merespon keterbatasan sumber belajar yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut. Menggunakan pendekatan fenomenologi, studi ini melibatkan dua guru di SMP Negeri 4 Pabuaran sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik horizonalization, unit makna, dan deskripsi esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini mendorong guru untuk meninggalkan metode pembelajaran konvensional berbasis LKS dan mengembangkan strategi inovatif seperti penggunaan LKPD, metode aktif, serta integrasi teknologi digital. Meskipun menghadapi tantangan seperti rendahnya motivasi siswa dan keterbatasan akses teknologi, guru berhasil menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pelarangan LKS dapat menjadi pemicu positif dalam membentuk kemandirian belajar siswa apabila diimbangi dengan kreativitas, komitmen, dan dukungan pedagogis yang konsisten dari guru.
KLASTERISASI HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Latifa, Nahdiatul; Pratama, David
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7166

Abstract

Di era saat ini, dua keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seorang pelajar adalah komunikasi dan berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkategorikan keterampilan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif siswa, serta untuk menentukan hubungan di antara keduanya. Pendekatannya adalah kuantitatif, menggunakan metode korelasional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA Negeri di Karawang dan ukuran sampel yang digunakan sebanyak 82 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes berbasis uraian yang dirancang untuk menilai kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif. Data dianalisis menggunakan K-Means Clustering dan uji korelasi Rank Spearman untuk memeriksa hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap klaster ada hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan berpikir kreatif siswa, tetapi tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, pada keseluruhan sampel, terdapat hubungan positif antara kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif di antara siswa. Dengan demikian, hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan berpikir kreatif siswa signifikan pada keseluruhan sampel, tetapi tidak pada setiap klasternya.
HUBUNGAN STRATEGI COPING STRESS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Widyaningtyas, Cintya Hana; Pratama, David
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7167

Abstract

Matematika sering kali menjadi salah satu mata pelajaran yang menimbulkan stres bagi siswa karena sifatnya yang abstrak dan menuntut kemampuan berpikir logis tinggi. Dalam menghadapi tekanan belajar tersebut, setiap siswa memiliki strategi coping stress yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi coping stress terhadap hasil belajar matematika siswa serta mengetahui strategi coping stress yang paling dominan digunakan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.4, X.7, dan X.8 SMA Negeri 2 Karawang Tahun Pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 102 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diperoleh 71 siswa dengan kriteria memiliki nilai matematika di bawah KKM. Data dari siswa tersebut dianalisis berdasarkan strategi coping stress yang digunakan. Pengambilan data dilakukan dengan metode angket strategi coping stress berdasarkan teori Lazarus dan Folkman, serta dokumentasi nilai Penilaian Akhir Semester (PAS) matematika. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara strategi coping stress terhadap hasil belajar matematika siswa, dengan nilai signifikansi 0,722 dan koefisien korelasi -0,043, dan (2) mayoritas siswa (61%) menggunakan strategi emotion-focused coping, sedangkan (39%) menggunakan problem-focused coping.
PENALARAN PADA PEMECAHAN AKAR NON-LINEAR: REVIEW INTEGRATIF LITERASI ALGORITMIK DAN BERPIKIR KRITIS Khadijah, Khadijah; Suradi, Suradi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7227

Abstract

Kemampuan menyelesaikan akar non-linear menuntut literasi algoritmik dan berpikir kritis. Pentingnya kebutuhan memahami bagaimana mahasiswa mengambil keputusan saat menyelesaikan akar non-linear, kajian ini memetakan profil literasi algoritmik dan kemampuan berpikir kritis berdasarkan kajian publikasi-publikasi Internasioal dan nasional. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ruang kebaruan bagi studi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode PRISMA dengan literature review naratif–integratif atas 112 artikel menjadi 37 artikel (30 internasional dan 7 nasional) dengan penelusuran terbatas (Scopus, Web of Science, ERIC, DOAJ, Google Scholar), dan snowballing sitasi. Kriteria inklusi dalam kajian ini yaitu pendidikan matematika; komputasi (sekolah/perguruan tinggi); Critical thinking, Communication, Collaboration, Creativity (4C); berpikir kritis; Computational Thinking (CT); literasi algoritmik, peer-review, teks penuh. Seleksi dua tahap (screening judul dan abstrak kemudian membaca penuh) dengan deduplikasi dan analisis reliabilitas. Data diekstrak sesuai jenjang, fokus 4C, indikator algoritmik, domain akar non-linear, desain/asesmen, dan keterbatasan. Analisis sintesis deskriptif (frekuensi/proporsi) dan tematik. Hasil kajian diperoleh bahwa sebagian besar artikel membahas lebih dari satu komponen dalam 4C, sebagian kecil mengulas literasi algoritmik secara eksplisit, berfokus pada perguruan tinggi, dan belum ada yang menjadikan strategi akar non-linear sebagai konteks utama. Mayoritas menilai produk, bukan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa terdapat ruang kebaruan kuat untuk studi mendalam terkait proses literasi algoritmik dan berpikir kritis pada solusi akar non-linear. Implikasi bagi pengajaran berupa arahan adanya literasi algoritmik tertulis, menilai proses dan produk pembelajaran, dan menggunakan rubrik proses yang menautkan bukti produk pembelajaran.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Sahid, Sahid; Hamda, Hamda; Sumarni, Sumarni
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Menggunakan desain quasi-experimental dengan model pre-test post-test control group, sampel penelitian terdiri atas dua kelas VIII di SMPN 4 Bangkala Barat yang dipilih secara cluster random sampling. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Namun, baik siswa dengan motivasi tinggi maupun rendah menunjukkan hasil belajar matematika yang lebih tinggi ketika diajar menggunakan pembelajaran berdiferensiasi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Secara keseluruhan, pembelajaran berdiferensiasi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika.
GAMBARAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT Asyari, Syahrullah; Sahid, Sahid; Nuraliyah, Ahmida
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek penelitian sebanyak dua siswa Kelas VIII B4 SMP Buq’atun Mubarakah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen utama, yaitu peneliti, dan instrumen pendukung meliputi tes gaya kognitif, tes kemampuan berpikir reflektif, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengikuti alur kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya kognitif field dependent mampu memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan berpikir reflektif, yaitu: mengumpulkan seluruh informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah, menemukan ide yang pertama kali muncul setelah memahami masalah, dan mengembangkan kemungkinan solusi dari informasi yang diperoleh. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengungkap secara mendalam karakteristik kemampuan berpikir reflektif siswa bergaya kognitif field dependent pada konteks pemecahan masalah geometri, yang sebelumnya jarang dikaji secara terpisah dari gaya kognitif lainnya.