cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,030 Documents
Efektivitas Penerapan Ultimum Remedium dalam Tindak Pidana Cukai: Analisis Regulasi dan Implikasi Kebijakan Publik Wardono, Handoko Nindyo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4940

Abstract

Prinsip ultimum remedium dalam hukum pidana menempatkan sanksi pidana sebagai upaya terakhir, terutama dalam penanganan pelanggaran administratif di bidang cukai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan prinsip tersebut dalam praktik penghentian penyidikan tindak pidana cukai di Indonesia, dengan fokus pada regulasi terbaru seperti Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 Tahun 2024 dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan telaah konseptual dan perundang-undangan yang dikombinasikan dengan evaluasi kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ultimum remedium berpotensi meningkatkan efisiensi fiskal dan mendukung keadilan restoratif melalui mekanisme denda administratif, namun menghadapi tantangan dari aspek transparansi, akuntabilitas, serta integrasi dengan kebijakan perlindungan kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi norma hukum cukai yang lebih adaptif dan penguatan mekanisme pengawasan untuk menjamin keberlanjutan dan integritas penegakan hukum.
Investigating Patient Satisfaction in Wound Care at NCI Clinic Samarinda Edwin, Edward; Tan, Jacob Donald
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.4996

Abstract

Wound care is a critical aspect of healthcare, particularly in communities facing an increasing prevalence of chronic and post-surgical wounds. In Samarinda, East Kalimantan, the growing demand for specialized wound care services highlights the need to understand patient satisfaction as a vital indicator of healthcare quality. This study aimed to investigate the factors influencing patient satisfaction at NCI Wound Care Clinic, which provides both in-clinic and home-care wound management. A qualitative case study approach was employed, involving eight informants: four who received treatment at the clinic and four who received home-care services. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, direct observations, and field notes, and were analyzed thematically. The findings identified seven latent variables that influenced satisfaction: engaging interpersonal communication, accessibility from home, perceived clinical competence of nurses, detailed pricing, accommodation of personal needs, and two negative factors—ineffective registration and scheduling processes. The results indicate that empathy, professionalism, transparency, and flexibility contribute significantly to patient satisfaction. Conversely, administrative inefficiencies negatively affect satisfaction and perceptions of service quality. The study concludes that improving interpersonal communication, cost transparency, and digitalized administrative systems can enhance both patient satisfaction and the overall quality of wound care services.
Proposed Business Strategy of Joint Operation with the Implementation of New Terms & Conditions in Pertamina EP Regional 1 Wandebori, Harimukti; Pratama, Ridho
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5006

Abstract

Indonesia’s upstream oil and gas sector serves as a cornerstone of national energy security, with Pertamina EP (PEP) acting as one of the primary contributors through its extensive cooperation contract areas. In 2023, PEP achieved significant milestones, including 159.12 MMBOE in 2C contingent resource discoveries and a 217% increase in proven reserves compared to the previous year. To accelerate production and strengthen collaboration, PEP engages in Joint Operating Agreements (JOAs) with joint venture partners—structured partnerships aligned with the Production Sharing Contract (PSC) framework under the supervision of SKK Migas. While the JOA model has facilitated shared investment, expertise, and operational responsibilities, its current terms and conditions are perceived as outdated and overly stringent, thereby limiting partner eligibility, discouraging investment, and concentrating production risk on joint venture partners. This study addresses these challenges by proposing a revised business strategy for joint operations under new JOA terms and conditions designed to create a more balanced, attractive, and performance-driven framework. The research employs stakeholder analysis, internal and external business environment assessment, and strategic formulation models to identify opportunities for improvement. Data collection involves Focus Group Discussions (FGDs) with Subject Matter Experts (SMEs) and secondary sources, including operational records, internal reports, and relevant literature. Findings indicate that implementing the proposed terms and conditions—focused on fair cost recovery, equitable risk sharing, and an adjusted production split—can enhance operational efficiency, increase investor confidence, and align stakeholder interests. This study contributes a strategic roadmap for PEP to strengthen partnerships, improve production outcomes, and sustain competitiveness in Indonesia’s dynamic oil and gas industry.
Reformasi Tata Kelola Perpajakan untuk Perusahaan Lintas Negara Dalam Menangani Praktik BEPS Luna, Laurenzia; Maranatha Sitanggang, Matthew; Marpaung, Michael; Tutul de Fretes, Daniello Glorens
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5073

Abstract

Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah mengubah tatanan ekonomi dunia serta memperluas aktifitas bisnis lintas negara. Perusahaan multinasional kini mampu memperoleh penghasilan dari berbagai negara tanpa kehadiran fisik, sehingga dapat menimbulkan praktik Base Erosion Profit Shifting (BEPS) atau pengalihan laba ke negara dengan tarif pajak rendah. Praktik ini menyebabkan berkurangnya penghasilan pajak nasional dari sebuah negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas tata Kelola perpajakan di Indonesia dalam menghadapi praktik BEPS, serta menilai kesesuaian kebijakan nasional dengan standar internasional OECD Action Plan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan komparatif internasional. Kajian ini berfokus pada analisis terhadap kebijakan perpajakan berdasarkan UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), PMK No. 213/PMK 03/ 2016, dan PMK No. 48/ PMK 03/ 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengimplementasikan sebagian besar OECD BEPS Action Plan, khususnya melalui penerapan Country-by-Country Reporting (CbCR), Multilateral Instrument (MLI), dan adopsi Pillar Two mengenai pajak minimum global 15%. Namun, efektivitas implementasi masih terkendala oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan teknologi big data analytics, serta kerangka hukum yang belum sepenuhnya adaptif terhadap ekonomi digital. Reformasi yang diperlukan meliputi perluasan cakupan CbCR, implementasi konsep Significant Economic Presence (SEP), penyederhanaan prosedur Advance Pricing Agreement (APA), dan penguatan integrasi data antar lembaga pemerintah melalui platform terpadu.
Isu Etik Kemajuan Teknologi Reproduksi Berbantuan: Literature Review Hidayati, Shovia Nurul; Suwandono, Adji
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5077

Abstract

Kemajuan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technologies, ART) selama beberapa tahun terakhir telah mengubah cara pandang tentang reproduksi manusia, membuka peluang bagi pasangan infertil, tetapi juga memunculkan dilema etika, hukum, dan sosial yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology/ART) telah membuka peluang besar dalam penanganan infertilitas, tetapi juga menimbulkan dilema etik, hukum, dan sosial yang kompleks. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk memetakan isu-isu etika utama dalam praktik ART terkini berdasarkan artikel internasional terbitan periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah penelusuran sistematis di database PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan ART memunculkan tantangan etika yang meliputi keadilan akses, komersialisasi (terutama dalam praktik surogasi dan industrialisasi klinik), tanggung jawab profesional terhadap kesalahan prosedur dan nasib embrio beku, serta potensi diskriminasi genetik dari penggunaan skrining genetik poligenik pada embrio. Temuan ini menegaskan perlunya regulasi dan pedoman etik global yang berakar pada prinsip bioetika universal—otonomi, benefisensi, non-malefisensi, dan keadilan—agar kemajuan bioteknologi reproduksi dapat berlangsung secara adil, manusiawi, dan bertanggung jawab secara moral.
Pemulihan Relasi Sosial Dalam Narasi “Anak Yang Hilang” (Lukas 15:11–32) Sebagai Paradigma Keadilan Restoratif Bagi Diversi Anak Di Indonesia Tan, Susy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5120

Abstract

Narasi “Anak yang Hilang” dalam Lukas 15:11–32 menampilkan paradigma pemulihan relasi sosial yang berakar pada kasih dan penerimaan tanpa syarat. Pemulihan yang terjadi bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial, karena memulihkan martabat dan kedudukan anak dalam komunitas keluarga. Nilai-nilai yang terkandung dalam narasi tersebut memiliki kesesuaian substansial dengan prinsip Restorative Justice dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia, yang menekankan penyelesaian perkara melalui pendekatan pemulihan relasi antara pelaku, korban, dan masyarakat. Melalui analisis teologis dan yuridis, tulisan ini mengkaji bagaimana konsep pemulihan dalam Injil Lukas dapat menjadi paradigma etis bagi pelaksanaan diversi perkara anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020, dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021. Kajian ini menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan relasi sosial sejalan dengan nilai belas kasihan (splagchnizomai) dan rekonsiliasi yang diajarkan dalam Injil Lukas. Dengan demikian, perspektif teologis ini dapat memperkaya implementasi keadilan restoratif di Indonesia agar tidak berhenti pada penyelesaian perkara, tetapi sungguh-sungguh menghadirkan pemulihan sosial yang utuh bagi anak dan komunitasnya.
Fostering Brand Loyalty in Retail Fashion: Integrating Innovativeness and Brand Love Model Pratiwi, Ida Ayu Rani; Darma, Gede Sri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5125

Abstract

This study examines the role of fashion innovativeness in fostering brand loyalty within the retail fashion sector, using Uniqlo as the case study. It aims to analyze how perceived quality, brand love, and customer satisfaction mediate the relationship between fashion innovativeness and brand loyalty. A quantitative approach with a causal-associative design was employed, and data were collected from 190 respondents in Bali through a structured questionnaire. The findings of this study indicate that Fashion Innovativeness has a positive and significant influence on Perceived Quality, Brand Love, Customer Satisfaction, and Brand Loyalty. Product innovation by Uniqlo, reflected in its modern design, high-quality materials, and casual yet trend-driven approach, enhances perceived quality and fosters positive emotional experiences among consumers. The results also demonstrate that Perceived Quality significantly affects Brand Loyalty, while Customer Satisfaction plays a crucial role in shaping Brand Love and customer loyalty. However, Brand Love does not fully mediate the relationship between fashion innovation and brand loyalty, suggesting that emotional attachment must be supported by consistent experiences and engaging loyalty programs to sustain long-term relationships. Mediation analysis further confirms that Perceived Quality and Customer Satisfaction serve as significant mediators linking fashion innovation to brand loyalty. Overall, this study emphasizes that consumer loyalty in the retail fashion industry is not solely driven by product innovation but also by satisfaction and perceived quality built through positive brand experiences.
Sanksi Hukum Terhadap Notaris yang Melakukan Pelanggaran Kode Etik Profesi dalam Menjalankan Tugas dan Jabatannya Menurut Undang-Undang yang Berlaku Prasetyo Nugroho, Akhmad Dwi; Parmono, Budi; Sunardi, Sunardi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5128

Abstract

Profesi notaris merupakan suatu profesi mulia (officium nobile). Notaris terhimpun dalam sebuah wadah perkumpulan yang bernama Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I) yang telah menyusun Kode Etik, sebagai pedoman berperilaku yang berisi norma atau kaidah moral atau aturan dalam suatu organisasi (perkumpulan) dan mengikat anggotanya. Kode Etik Notaris dibuat dengan tujuan menjaga martabat profesi notaris dan untuk melindungi klien atau warga masyarakat dari penyalahgunaan kewenangan dari seorang Notaris. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk – bentuk dan sanksi pelanggaran Kode Etik Notaris. Meskipun sudah ada koridor hukum dan kode etik, di dalam praktiknya masih saja terdapat oknum notaris yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan kode etik dalam menjalankan profesinya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konsep (conceptual approach). Sumber bahan hukum diambil dengan melakukan penelitian kepustakaan. Analisis bahan hukum dilakukan dengan cara mengutip pasal-pasal peraturan perundang-undangan yang relevan sedangkan pendapat para sarjana dikutip sebagai  landasan teori guna menjawab isu hukum yang dikemukakan. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa bahwa sebagai upaya menjaga kehormatan dan keluhuran martabat jabatan notaris, maka perlu penegakan kode etik terhadap oknum notaris yang melakukan pelanggaran dalam menjalankan profesinya. Untuk menjatuhkan sanksi terhadap oknum notaris yang melakukan pelanggaran harus melalui mekanisme yang diatur dalam Kode Etik Notaris dengan mempertimbangkan bobot/kualitas pelanggarannya.
Model Prediksi Maturasi Fistula Arteriovenosa Menggunakan Skor Risiko di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo pada Periode Januari 2024 – Januari 2025 Rayka, Ivan; Pratama, Dedy; Soemarko, Dewi Sumaryani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5131

Abstract

Arteriovenous fistula (AVF) merupakan akses vaskular pilihan utama pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) stadium akhir yang menjalani hemodialisis. Namun, kegagalan maturasi AVF dilaporkan terjadi pada 20–60% kasus dan menjadi penyebab utama morbiditas serta perlunya intervensi tambahan. Hingga saat ini, belum terdapat model prediksi maturasi AVF yang dikembangkan khusus untuk populasi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi berbasis skor risiko untuk memperkirakan keberhasilan maturasi AVF pada pasien PGK stadium akhir di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif yang melibatkan 87 pasien yang menjalani pembuatan AVF periode Januari 2024 hingga Januari 2025. Data diperoleh dari rekam medis meliputi karakteristik demografi, komorbiditas, lokasi AVF, diameter anastomosis, riwayat akses vaskular, dan luaran maturasi. Analisis bivariat menggunakan uji Mann–Whitney dan kai kuadrat, dilanjutkan analisis multivariat dengan regresi logistik biner metode backward stepwise. Model prediksi dievaluasi menggunakan kurva ROC dan uji Hosmer–Lemeshow. Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan (54%), dengan rerata usia 49,8 tahun (SB 12,3) dan rerata BMI 25,3 kg/m² (SB 4,5). Lokasi AVF proksimal (brachiocephalic) lebih banyak dilakukan (62,1%) dibandingkan distal (radiocephalic) (37,9%). Kombinasi diabetes melitus dan hipertensi merupakan komorbiditas tersering (49,4%). Keberhasilan maturasi dalam waktu ?2 bulan mencapai 77%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya indeks massa tubuh (BMI) yang berhubungan signifikan dengan maturasi AVF (p=0,019). Model regresi logistik yang diperoleh adalah logit(p) = 0,142 × BMI – 4,898 dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,169. Probabilitas maturasi meningkat seiring peningkatan BMI, misalnya dari 20,6% pada BMI 25 menjadi 34,5% pada BMI 30.
Pengaruh Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Shopee (Artificial Scarcity) Terhadap Pembelian Impulsif Melalui Fear of Missing Out (Fomo) Pada Konsumen Generasi Z Kelapa Gading Nurhayati, Dewi; Nuraryo, Imam
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5132

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi secara komprehensif dampak Strategi Pemasaran Digital berbasis Artificial scarcity terhadap Pembelian Impulsif di kalangan konsumen Generasi Z di Kelapa Gading yang dimediasi oleh Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian kuantitatif ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan FOMO, kemudian FOMO mendorong Pembelian Impulsif. Selain itu, Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity juga berpengaruh langsung pada Pembelian Impulsif, dan efek tersebut dimediasi secara moderat oleh FOMO. Secara spesifik, meskipun terdapat pengaruh signifikan, ditemukan kesenjangan dimana taktik scarcity berbasis waktu memiliki efektivitas terlemah (dengan rata-rata terendah) dalam memicu perilaku terburu-buru, menunjukkan adanya resistensi konsumen. Saran praktis menekankan perlunya Shopee melakukan riset kualitatif mendalam melalui Group Chat Instagram untuk memahami resistensi tersebut dan menemukan cara yang lebih otentik dalam menyampaikan urgensi demi membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel tingkat skeptisisme konsumen atau perbandingan antara promosi berbasis kelangkaan dan penghematan (seperti gratis ongkir) untuk mengukur mana yang lebih dominan dalam memicu impulsivitas.

Page 98 of 103 | Total Record : 1030


Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue