cover
Contact Name
Yuni Astuti
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6282221133459
Journal Mail Official
nanang@stikeskesdam4dip.ac.id
Editorial Address
STIKES KESDAM IV/DIPONEGORO Alamat : Jl. Hos Cokroaminoto No. 4 Semarang 50245, Telp. (024) 3550658, Email: info@stikeskesdam4dip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
ISSN : 28282418     EISSN : 28282450     DOI : 10.55606
Core Subject : Health,
bidang Ilmu Kesehatan, Kedokteran, Sosial Humaniora dan Multidisiplin ilmu termasuk penelitian dasar dalam Ilmu kesehatan umum, ilmu psikologi, ilmu farmasi, keperawatan dan Kebidanan.
Articles 98 Documents
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT: OPTIMALISASI FISIOTERAPI LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS MELALUI INTERVENSI STRETCHING DAN TENS DI POSBINDU WILAYAH PESISIR KALIMANTAN TIMUR Siti Khadijah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1944

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi gerak. Di wilayah pesisir Kalimantan Timur, akses terhadap layanan fisioterapi masih terbatas. Tujuan: Mengoptimalkan manajemen nyeri dan peningkatan fleksibilitas melalui intervensi fisioterapi berupa stretching dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada lansia dengan OA lutut. Metode: Program pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test yang melibatkan tiga lansia di Posbindu pesisir. Intervensi dilakukan secara rutin selama beberapa minggu, dengan pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan fleksibilitas menggunakan Sit and Reach Test. Hasil: Terjadi penurunan nyeri rata-rata sebesar 3 poin VAS dan peningkatan fleksibilitas 2–5 cm pada Sit and Reach Test. Kesimpulan: Intervensi stretching dan TENS efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi gerak lansia dengan OA lutut. Program ini menunjukkan bahwa layanan fisioterapi berbasis komunitas di Posbindu merupakan pendekatan yang efisien, aplikatif, dan berkelanjutan di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL REMAJA TERDAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI DESA SUKOREJO RW 8 GUNUNGPATI SEMARANG Tuti Anggarawati; Yuni Astuti; Nanang Khosim Azhari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1978

Abstract

KDRT atau domestic violence merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal. Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal, dimana pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan, kakek terhadap cucu. Dampak bagi korban adalah mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, merasa tidak berdaya, merasa ketergantungan pada suami meski telah disiksa, stres pascatrauma, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Pengabdian Masyarakat ini berupa edukasi kepada warga terutama kader Kesehatan tentang KDRT dan dampaknya serta upaya pencegahan dan deteksi dini KDRT di lingkungan keluarga. Kader juga harus mengsosialisasikan upaya pemerintah dalam mengatasi kasus KDRT. Kegiatan edukasi ini membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi warga, dan keluarga dalam penangganan terhadap kasus KDRT serta dampaknya.
PEMANFAATAN LILIN AROMATERAPI DALAM UPAYA MENGATASI FATIGUE DAN GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN BERBASIS HUMANIS ETIS Danny Putri Sulistyaningrum; Noer'aini, I'ien; Sa’adah, Anifatus
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1981

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal terminal yang dilakukan seumur hidup atau sampai pasien mendapatkan donor ginjal. Terapi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti fatigue dan gangguan tidur. Akibatnya pasien mengalami penurunan konsentrasi dan aktivitas fisik, serta penurunan kualitas hidup. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisa fatigue dan gangguan tidur pada pasien hemodialisa, serta mengaplikasikan pemanfaatan lilin aromaterapi untuk mengatasi masalah tersebut. Metode: Mengkaji fatigue dan gangguan tidur, memberikan penyuluhan tentang fatigue dan gangguan tidur, serta menerapkan lilin aromaterapi untuk mengatasi fatigue dan gangguan tidur pada pasien hemodialisa. Hasil: Setelah diberikan lilin aromaterapi terdapat penurunan fatigue dari rerata 20.00 menjadi rerata 15.40. serta terdapat penurunan gangguan tidur dari rerata 10.14 menjadi rerata 5.29. Kesimpulan: Lilin aromaterapi mampu dimanfaatkan untuk mengurangi keluhan fatigue dan gangguan tidur pada pasien hemodialisa.
EDUKASI BAHAYA HIV/AIDS PADA REMAJA DAN MASYARAKAT DI KAMPUNG SANGGARIA KABUPATEN KEEROM Rohmani Rohmani; Maryorita, Blestina; Felle, Zeth Robert; Guntur Payasan, Lalu Muhammad; Borneo, Hugo Kingson
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1986

Abstract

The biggest challenge of today's health problems is still related to the human immunodeficiency virus (HIV) and Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). HIV and AIDS still have a negative stigma in society and are the cause of sufferers, still receiving bad treatment by their families. Every two minutes, one teenage girl or young woman is infected with HIV. In 2021, an estimated 250,000 teenage girls or young women are infected with HIV. The purpose of this community service is for teenagers and the community to recognize early on the signs of people with HIV and AIDS and to stay away from promiscuity which is one of the causes of the increase in HIV and AIDS. The implementation method is carried out by educating teenagers at the high school level aged 15-19 years and the community in Sannggaria Village. The implementation of education is carried out by providing lectures and video presentations explaining early sexual education. The results of the implementation of early sexual education for teenagers showed that 30 teenagers and 20 parents participated in the activity. The results of the knowledge evaluation showed that 90.75% of teenagers understood the material given. There are still teenagers who lack of understanding because in the middle of the process there were obstacles in absorbing information because the teenager had to attend other activities. Conclusion: adolescents' knowledge about HIV and AIDS is good but it needs to be emphasized in families to always supervise their teenagers.
MENANAMKAN PHBS PADA ANAK USIA SEKOLAH : EDUKASI DAN PRAKTIK CUCI TANGAN ENAM LANGKAH BAGI SISWA FASE A DI MIN X PADANG Englardi, Noly; Nia Syafriani; Abri Madoni; Monna Widyastuti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1987

Abstract

Often clean and healthy living behavior is considered trivial and rarely noticed will threaten health, especially at school age which is an age that is vulnerable to disease because of the behavior and habits they do in the environment, especially at school. The purpose of this community service is to increase awareness and stimulate school-age children to be able to instill PHBS, especially washing hands in six steps properly and correctly. The method used is providing education or counseling. The results of providing this education are that students are able to explain the definition, purpose, benefits, time, and practice the six-step hand washing method properly and correctly. From this community service activity, it can be concluded that the education and practice of hand washing that has been carried out has succeeded in helping school-age children understand one of the PHBS methods.
Peningkatan Literasi Nutrisi Ibu Hamil Melalui Media Kalender Makanan Di Desa Bungaejaya Kabupaten Gowa Gani, Nurul Fadhilah; Hasnah, Hasnah; Nurhidayah, Nurhidayah; Sumarmi, Sumarmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2042

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, salah satunya dipicu oleh komplikasi kehamilan akibat kekurangan gizi. Rendahnya literasi nutrisi pada ibu hamil berkontribusi terhadap meningkatnya risiko preeklamsia, anemia, dan bayi berat lahir rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi nutrisi ibu hamil melalui pendampingan berbasis media kalender makanan sebagai alat bantu edukasi sederhana dan aplikatif. Pengabdian dilaksanakan di Kantor Desa Bungaejaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 10 orang ibu hamil. Kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala desa, bidan desa, kader kesehatan, dan mitra Dompet Dhuafa. Metode kegiatan mencakup penyuluhan nutrisi kehamilan, pelatihan penggunaan kalender makanan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi visual berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran nutrisi pada ibu hamil serta meningkatkan kemampuan ibu dalam mengidentifikasi nutrisi tepat sehari-hari selama hamil.
Sociopreneur Pembuatan Gantungan Kunci Dari Limbah Sampah Plastik Pada Warga Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura Hamka, Hamka; Haryanto Ali, Indra; Rizqo Abdillah, Ahmad; Awaluddin Zidane, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2059

Abstract

Latar Belakang: Pendekatan kewirausahaan sosial yang diterapkan dalam proyek ini mencerminkan sinergi antara inovasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memberdayakan masyarakat lansia untuk menciptakan produk yang bermanfaat, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan limbah, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan komunitas. Tujuan: Mengurangi limbah plastik serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi lansia melalui pembuatan gantungan kunci berbahan dasar limbah plastik. Metode: Pemberdayaan Masyarakat ini melibatkan warga Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif berupa pelatihan partisipatif dengan tahapan pengumpulan bahan baku dari masyarakat, penyediaan peralatan, pembentukan tim kerja, serta pelatihan kewirausahaan yang meliputi edukasi kepada lansia mengenai pentingnya daur ulang sampah, proses pemilahan, pembersihan, pemotongan, pencampuran resin, pencetakan, hingga finishing produk gantungan kunci. Hasil: Adanya peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, serta terbukanya peluang ekonomi melalui penjualan produk. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri lansia, sementara dari sisi lingkungan, berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik dan pencemaran lingkungan. Kesimpulan: kegiatan sociopreneur ini membuktikan bahwa melalui pendekatan inovatif berbasis partisipasi, lansia dapat diberdayakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.
Cegah Kekerasan Seksual Kepada Anak : Pelatihan Metode Story Telling dan Aplikasi Ramah Anak Kepada Orang Tua dengan Anak Prasekolah Renteng, Septriani; Simanjuntak , Susi Roida; Mapaly, Heilbert Armando
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2062

Abstract

Pendidikan seks kepada anak sejak dini dan pemilihan jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak perlu menjadi perhatian orang tua sebagai upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Namun faktanya pendidikan seksual kepada anak usia prasekolah belum dilakukan secara optimal oleh orang tua sehingga pemahaman seksual pada anak masih terbatas selain itu juga anak suka menonton video di aplikasi yang beresiko munculnya video tidak sesuai usia anak. Belum optimalnya orang tua dalam melakukan pendidikan seksual juga ditemukan di TK GMIM Alfa Omega dan TK Pembina, dimana orang tua mengungkapkan tidak mengetahui cara untuk melakukan pendidikan seksual dan anak suka menggunakan youtube untuk menonton. Berdasarkan hal tersebut dibentuk kegiatan pemberdayaan orang tua dalam bentuk kegiatan pelatihan metode story telling.dan pemanfaatan youtube kids. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seksua dengan metode story telling dan penggunaan youtube kids. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh orang tua anak usia prasekolah di Tk GMIM Alfa Omega dan TK Pembina. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seks kepada anak usia prasekolah dan pemanfaatan aplikasi youtube kids. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif terhadap kemampuan orang tua melakukan pendidikan seksual dan pengunaan youtube kids sebagai alternatif tontonan bagi anak.
Peningkatan Dukungan Keluarga Berbasis Family Centered Care Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2063

Abstract

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.
Edukasi Kesehatan Menggunakan Komik Malaria Pada Anak Panti Asuhan Komba Jayapura Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria; Utami, Theresia Febriana Christi Tyas
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2066

Abstract

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.

Page 9 of 10 | Total Record : 98