cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TEMA 6 PADA IPS KELAS V SD NEGERI KEREO 05 CIPADU KOTA TANGERANG RACHMATIKA, RIDHA VIDIAH
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.3708

Abstract

This study aims to improve students' problem solving skills in social studies subjects for class V through the application of the Problem Based Learning learning model. The research method used is Classroom Action Research (CAR) or Classroom Action Research (CAR) using the Suharsimi Arikunto model which is carried out in 2 cycles. One cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. This research was conducted at SD Negeri Kereo 05 Cipadu, Tangerang City. The research subjects were fifth grade students of SD Negeri Kereo 05 Cipadu, Tangerang City, Academic Year 2021/2022 which consisted of 30 students. The action taken is to apply the Problem Based Learning learning model. Data collection techniques in the form of interviews, observations, tests, and documentation. The results of the study show that: (1) The application of the Problem Based Learning model has been implemented well. evidenced by the increase in the results of teacher activity research in the first cycle to get 50% to 80% in the second cycle. Likewise, the increase in student activity results obtained 40,6% in the first cycle to 78,1% in the second cycle. (2) The improvement of problem solving skills in social studies subjects has increased. It is proven by the value of the initial ability test (Pre Test) that the average score of students is 67,3 with a learning mastery of 36,7%, while the results of the score (Post Test) of students' problem solving skills are 68,1 with a learning mastery percentage of 43,3% in the first cycle, and increased to an average student score of 80,7 with a learning completeness percentage of 76,7% in the second cycle ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran IPS kelas V melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Suharsimi Arikunto yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada satu siklus terdiri empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kereo 05 Cipadu Kota Tangerang. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Kereo 05 Cipadu Kota Tangerang Tahun Pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 30 siswa. Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model Problem Based Learning sudah diterapkan dengan baik. dibuktikan dengan peningkatan hasil penelitian aktivitas guru pada siklus I memperoleh 50% menjadi 80% pada siklus II. Demikian juga peningkatan hasil aktivitas siswa memperoleh 40,6% pada siklus I menjadi 78,1% pada siklus II. (2) Peningkatan keterampilan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPS mengalami peningkatan. Dibuktikan dengan nilai tes kemampuan awal (Pre Test) memperoleh nilai rata – rata siswa sebesar 67,3 dengan ketuntasan belajar 36,7%, sedangkan hasil nilai (Post Test) keterampilan memecahkan masalah siswa sebesar 68,1 dengan persentase ketuntasan belajar 43,3% pada siklus I, dan meningkat menjadi nilai rata – rata siswa sebesar 80,7 dengan persentase ketuntasan belajar 76,7% pada siklus II.
MODEL MATEMATIKA SEIT UNTUK PENYEBARAN PENYAKIT DIABETES NON GENETIK ADELINDRA, MERRY; LUSIANA, VINA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.3942

Abstract

The SEIT (Susceptible-Exposed-Infected-Treatment) mathematical model for the spread of non-genetic diabetes, or type 2 diabetes, was developed to analyze the dynamics of the disease in a population. Type 2 diabetes is caused by insulin resistance and can lead to serious complications. In this model, it is assumed that the population is constant, with no genetic factors or migration, and infected individuals cannot be cured, but can receive treatment to extend their life. The SEIT model forms a system of differential equations that describes the changes within the Susceptible (S), Exposed (E), Infected (I), and Treatment (T) compartments. The model's analysis includes determining the disease-free equilibrium point, where the entire population is in the susceptible (S) compartment with no exposed, infected, or treated individuals, and the endemic equilibrium point, where all compartments maintain a balance. Stability analysis using the Jacobian matrix shows that the disease-free equilibrium is asymptotically stable. The basic reproduction number (R?) is calculated using the next-generation matrix approach and serves as an indicator of equilibrium stability. If R? ? 1, the model has only a stable disease-free equilibrium, but if R? > 1, a stable endemic equilibrium will be established. ABSTRAKModel matematika SEIT (Susceptible-Exposed-Infected-Treatment) untuk penyebaran diabetes non-genetik, atau diabetes tipe 2 dikembangkan guna menganalisis dinamika penyakit dalam populasi. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin dan dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Dalam model ini, diasumsikan bahwa populasi bersifat konstan tanpa adanya faktor genetik atau migrasi dan individu yang terinfeksi tidak dapat sembuh, tetapi dapat menjalani perawatan untuk memperpanjang hidup. Model SEIT ini membentuk sistem persamaan diferensial yang menggambarkan perubahan dalam kompartemen Susceptible (S), Exposed (E), Infected (I), dan Treatment (T). Analisis terhadap model mencakup penentuan titik ekuilibrium bebas penyakit, yaitu ketika seluruh populasi berada dalam kompartemen rentan (S) tanpa individu yang terpapar, terinfeksi, atau dalam perawatan, serta titik ekuilibrium endemik, di mana terdapat keseimbangan di semua kompartemen. Analisis kestabilan menggunakan matriks Jacobian menunjukkan bahwa titik ekuilibrium bebas penyakit stabil secara asimtotik. Bilangan reproduksi dasar (R?) dihitung melalui pendekatan matriks generasi berikutnya dan berfungsi sebagai indikator kestabilan titik ekuilibrium. Jika R? ? 1, model hanya memiliki titik ekuilibrium bebas penyakit yang stabil, tetapi jika R? > 1, maka titik ekuilibrium endemik yang stabil akan terbentuk.
STUDI PUSTAKA TENTANG PERAN 10 KONSEP GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN LITERASI SPASIAL PESERTA DIDIK SYAMSUNARDI, SYAMSUNARDI; IKHWANA, NUR; SYAM, NUR
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.3945

Abstract

Spatial literacy is an essential ability to understand, analyze, and interpret spatial information to address global challenges such as climate change, urbanization, and environmental sustainability. This study aims to explore the role of the ten geographical concepts location, place, spatial interaction, movement, region, human-environment interaction, scale, pattern, process, and temporal change in enhancing students' spatial literacy. By employing a literature review method, relevant studies are critically analyzed to uncover the contribution of each concept in shaping students' spatial abilities. The findings indicate that mastering the ten geographical concepts plays a significant role in enriching geographical understanding and improving students' analytical skills. Inquiry-based learning strategies, the use of technologies such as Geographic Information Systems, and spatial data-based approaches have proven effective in enhancing spatial literacy. However, technological limitations, infrastructure challenges, and teacher competencies remain major obstacles in implementing these concepts in schools. This study recommends improving access to learning technologies and providing teacher training as key efforts to optimize geography education in fostering students' spatial literacy. ABSTRAKLiterasi spasial merupakan kemampuan esensial dalam memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi spasial untuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan keberlanjutan lingkungan. Kajian ini bertujuan mengeksplorasi peran sepuluh konsep geografi—lokasi, tempat, hubungan antar-ruang, gerak, wilayah, interaksi manusia-lingkungan, skala, pola, proses, dan perubahan waktu dalam meningkatkan literasi spasial peserta didik. Dengan menggunakan metode studi pustaka, literatur relevan dianalisis secara kritis untuk menggali kontribusi masing-masing konsep dalam membentuk kemampuan spasial peserta didik. Hasil studi menunjukkan bahwa penguasaan 10 konsep geografi berperan signifikan dalam memperkaya pemahaman geografis dan meningkatkan kemampuan analitis peserta didik. Strategi pembelajaran berbasis inkuiri, pemanfaatan teknologi seperti Sistem Informasi Geografis, dan pendekatan berbasis data spasial terbukti efektif dalam meningkatkan literasi spasial. Namun, keterbatasan teknologi, infrastruktur, dan kompetensi guru menjadi tantangan utama dalam implementasi konsep-konsep ini di sekolah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan akses teknologi pembelajaran dan pelatihan guru sebagai upaya optimalisasi pembelajaran geografi yang mendukung pengembangan literasi spasial peserta didik.
PENGARUH MEDAN MAGNET ELEKTROMAGNETIK ELF DENGAN INTENSITAS PAPARAN 300?T TERHADAP KEMATANGAN TEMPE MENTAH WAHDANI, AZMI SAFNA; ANUGRAH, BERLIAN CANTIKA; P, DINNA PERTAMA; PAMUNINGTYAS, FINGGI DWI; KHOLID, NANDA DENI AL; ROSIANA , SITRA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.3986

Abstract

The development of various technological tools also includes sources that expose magnetic fields. Radiation in electromagnetic waves has a very broad spectrum that begins with electromagnetics with very extreme low frequencies to electromagnetics with very large or high frequencies such as gamma rays. In this practicum activity on Extremely Low Frequency magnetic radiation, we can prove the effect of the ELF magnetic field on the process of food maturity in tempeh at the beginning of fermentation. This research is included in experimental research with a laboratory experimental design. Researchers control the independent variable (ELF magnetic field exposure) and observe its effect on the dependent variable (physical changes, pH, and weight of tempeh). The results of the ELF magnetic field exposure strength of 300 T for an exposure time of 25 minutes and after 48 hours of exposure, showed that the effect of ELF electromagnetic magnetic field exposure on the durability of tempeh had an effect on several physical aspects of tempeh, including color, aroma, and pH. The objective of this study is to examine the effect of ELF (Extremely Low Frequency) electromagnetic fields on the shelf life of tempeh. ABSTRAKPerkembangan dari berbagai alat teknologi ini juga termasuk dari sumber yang memaparkan medan magnet. Radiasi pada gelombang elektromagnetik ini memiliki spektrum yang sangat luas yang diawali oleh elektromagnetik dengan frekuensi yang sangat ekstrim rendah (Extremely Low Frequency) hingga mencapai pada elektromagnetik dengan frekuensi yang sangat besar atau tinggi seperti pada sinar gamma. Melalui kegiatan praktikum tentang radiasi magnet Extremely Low Frequency ini Peneliti dapat membuktikan pengaruh medan magnet ELF terhadap proses kematangan bahan pangan pada tempe pada awal peragian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dengan desain eksperimen laboratorium. Peneliti mengontrol variabel bebas (paparan medan magnet ELF) dan mengamati efeknya terhadap variabel terikat (perubahan fisik, pH, dan berat tempe). Hasil penelitian dari kekuatan paparan medan magnet ELF adalah 300 T untuk waktu pemaparan 25 menit dan setelah pemaparan 48 jam, memperlihatkan bahwa pengaruh paparan medan magnet elektromagnetik ELF terhadap ketahanan tempe ini berpengaruh terhadap beberapa aspek fisik tempe, termasuk warna, aroma, dan pH. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh medan magnet elektromagnetik ELF terhadap ketahanan tempe.
ANALISIS PENGARUH KESESUAIAN BUSI DENGAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP KINERJA MESIN 4 TAK DARWIS, MUH; RAMLI, RAMLI
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.4488

Abstract

The advancement of science and technology in the automotive field needs to be supported by an understanding of fuel and ignition systems to achieve optimal power output. This study aims to evaluate the compatibility of Pertalite fuel with ngk and denso spark plugs through direct recording at each stage of the research. Testing was conducted through road tests on both types of spark plugs (ngk and denso) with engine speeds ranging from 4,000 rpm to 10,000 rpm using pertalite fuel. Based on the research results, the compatibility of Pertalite fuel with ngk spark plugs was found to be better than with Denso spark plugs. The maximum torque produced by Pertalite fuel with NGK spark plugs was 9.11 nm, whereas with denso spark plugs, it was 8.51 Nm at 5,000 rpm. Meanwhile, the maximum power output using ngk spark plugs was 8.308628 hp, while with denso spark plugs, it was 8.255299 hp at 7,500 rpm. ABSTRAKKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang otomotif perlu didukung dengan pemahaman mengenai bahan bakar dan sistem pengapian agar dapat menghasilkan tenaga yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan bahan bakar Pertalite dengan busi ngk dan busi denso melalui pencatatan langsung pada setiap tahapan penelitian. Pengujian dilakukan dengan uji jalan pada kedua jenis busi (ngk dan denso) dengan putaran mesin mulai dari 4000 rpm hingga 10000 rpm menggunakan bahan bakar Pertalite. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesesuaian bahan bakar Pertalite dengan busi ngk lebih baik dibandingkan dengan busi denso. Torsi maksimum yang dihasilkan oleh bahan bakar pertalite dengan busi ngk adalah sebesar 9,11 nm, sedangkan dengan busi denso adalah sebesar 8,51 nm pada putaran 5000 rpm. Adapun daya maksimum yang dihasilkan menggunakan busi ngk adalah 8,308628 hp, sedangkan dengan busi denso sebesar 8,255299 hp pada putaran 7500 rpm.
MITIGASI BENCANA DALAM KEARIFAN LOKAL HUTAN ADAT DESA GUGUK KABUPATEN MERANGIN AULIA, FRISCHA; MUIS, ABDUL; AZ-ZAHRA, FAJAR RAHMA; AULIYA, NESYA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.4493

Abstract

This research is about disaster mitigation in the local wisdom of the Guguk Village Traditional Forest. This research aims to determine disaster mitigation in local wisdom in the management of Customary Forests by the Guguk Village community. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection was collected through observation, interviews and documentation. The results of the research show that: (1) There is a foster tree program and a distance of 50 meters from the riverbank in the Customary Forest area to prevent landslides in the Guguk Village Forest area (2) Maintaining the ecosystem around the river in the village area prevents flood disasters. (3) Land clearing regulations in the Sesap forest prevent fires. (4) Customary sanctions in the form of fines if there is a violation of customary law prevent social conflict within the Guguk Village community and from outside Guguk Village. Disaster mitigation in local wisdom contained in the management of the Guguk Village customary forest is based on the Lantak Sepadan Charter (collective agreement) which is the guideline for acting and thinking. The Lantak Sepadan Charter is the basis of wise and wise traditional knowledge, including preventing disasters. ABSTRAKPenelitian ini mengenai mitigasi bencana dalam kearifan lokal Hutan Adat Desa Guguk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitigasi bencana dalam kearifan lokal pada pengeloaan Hutan Adat oleh masyarakat Desa Guguk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Adanya program pohon asuh dan jarak penebangan pohon 50 meter dari bantaran sungai di wilayah Hutan Adat agar tidak terjadi longsor pada wilyah Hutan Desa Guguk (2)Terjaganya ekosistem di sekitar sungai yang ada di kawasan desa mencegah dari bencana banjir. (3) Aturan pembukaan lahan dibagian hutan sesap mencegah terjadinya kebakaran (4) Sanksi adat berupa denda jika terjadi pelanggaran hukum adat menghindarkan dari konflik sosial pada masyarakat Desa Guguk maupun dari luar Desa Guguk. Mitigasi bencana dalam kearifan lokal yang terdapat pada pengelolaan Hutan adat Desa Guguk didasari oleh Piagam Lantak Sepadan (kesepakatan bersama) yang menjadi pegangan dalam bertindak dan berpikir. Piagam Lantak Sepadan merupakan dasar dari pengetahuan tradisional yang arif dan bijaksana, termasuk juga dalam mencegah bencana.
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KEDAI WAKAF MAJLIS ULAMA INDONESIA SUMATERA UTARA Hasibuan, Madu Fitriani Sosa; Khoirunnisa, Nur; Harahap, Raja Halomoan Sahilun
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4580

Abstract

The production of goods that are halal certified is the motto for public sales of the basic materials and secondary materials used, of course the goods being traded must have adequate quality and quantity for the community because the times demand the production of goods that are in accordance with the needs of society at this time, in this case the Ulema Council made a policy towards the establishment of a forum for the production of halal goods that is in accordance with the current needs of the Ummah, through the formation of the Waqaf Shop to become a promoter of the Ummah in developing halal production goods so that the Ummah becomes calm and happy with the movement of the Ummah and the support of the Muslim Ummah. The goods used by Muslims are all certified halal and are not outdated in terms of goods production. In the discussion of the scientific work, we will explain the importance and magnitude of the influence of the Indonesian Ulema Council of North Sumatra in forming Waqaf Shops as a solution for Muslims when determining which goods to buy for use in everyday life. ABSTRAKProduksi barang yang bersertifikasi halal menjadi moto pada penjualan masyarakat terhadap bahan pokok dan bahan sekunder yang digunakan, tentu barang yang diperjualbelikan tersebut harus memiliki kualitas dan juga kuantitas yang memadai untuk masyarakat karena zaman menuntut kepada produksi barang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa ini, dalam hal ini Majelis Ulama membuat kebijakan terhadap pembentukan wadah produksi barang halal yang sesuai dengan kebutuhan umat saat ini, melalui terbentuknya Kedai Waqaf menjadi promotor umat dalam mengembangkan barang-barang produksi yang halal sehingga membuat umat menjadi tenang dan senang akan adanya penggerak umat dan sandaran umat Islam yang menjadikan barang-barang yang dipergunakan umat Islam itu semuanya bersertifikasi halal dengan tidak ketinggalan zaman dalam hal produksi barang, dalam pembahasan karya ilmiah akan menguraikan bagaimana pentingnya dan besarnya pengaruh Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara dalam membentuk Kedai Waqaf sebagai solusi umat Islam saat menentukan barang yang dibeli untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.
MASHLAHAH MURSALAH PENCATATAN PERKAWINAN DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Akbar, Muhammad Sulthan; Masykuroh, Yufi Wiyos Rini; Vinanda , Olivia Rizka
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4590

Abstract

An unrecorded marriage is a marriage that is legal in religion but invalid in state law, because this marriage does not have a marriage certificate and is considered never to have occurred. Unrecorded marriages also cause great harm to women and children. Because, unregistered marriages do not have legal force, and the rights of all parties in the household are not protected. Marriage registration is not explained in the Al-Quran or hadith and of course this raises the issue of whether it contains more harm or benefit. The formulation of the problem in this study is How is marriage registration in Islamic family law and How is the relevance of Ma?hlahah Mursalah to marriage registration in Islamic family law. The purpose of this study is to determine how marriage registration in Islamic family law and the relevance of Ma?hlahah Mursalah to marriage registration in Islamic family law. This research is library research or library research, which is qualitative research that uses descriptive and analytical methods, with primary data in the form of books which include: Ushul Fiqh, Science of Ushul Fikih, Fath al qarib, Fiqh munakahat and secondary books in the form of marriage registration and unrecorded marriage, Law of marriage and divorce, Islamic Fiqh and Islamic law books and other books related to research. The results of the research that has been conducted can be concluded that marriage registration in Islamic family law refers to civil law and is regulated in Law No. 1 of 1974 concerning marriage registration. Marriage registration is an obligation that must be carried out by every Indonesian citizen. The application of Ma?hlahah Mursalah in marriage registration can bring greater social benefits, including reducing legal problems related to marital status and inheritance, and minimizing the practice of marriages that are not officially recorded. Therefore, marriage registration in Islamic family law is part of an effort to maintain broader ma?hlahah for the community. ABSTRAKPerkawinan yang tidak dicatat merupakan perkawinan yang sah secara agama namun tidak sah secara hukum negara, sebab perkawinan ini tidak memiliki akta nikah dan dianggap tidak pernah terjadi perkawinan. Perkawinan yang tidak dicatat juga memberikan dampak kerugian yang besar kepada perempuan dan anak-anak. Karena, perkawinan yang tidak dicatat tidak memiliki kekuatan hukum, dan tidak terlindunginya hak-hak dari segala pihak dalam rumah tangga. Pencatatan perkawinan memang tidak dijelaskan dalam Al-Quran ataupun hadist dan tentunya ini menimbulkan permasalahan apakah mengandung lebih banyak kemudharatan atau kemanfaatan. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam dan Bagaimana relevansi Ma?hlahah Mursalah dengan pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam serta relevansi Ma?hlahah Mursalah dengan pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam. Adapun penelitian ini adalah library research atau penelitian Pustaka, yang mana penelitian bersifat kualitatif yang menggunakan metode deskriptif dan analisis, dengan data primernya berupa buku yang meliputi : Ushul Fiqh, Ilmu Ushul Fikih, Fath al qarib, Fiqh munakahat dan buku sekunder berupa Pencatatan perkawinan dan perkawinan tidak dicatat, Hukum perkawinan dan perceraian, Fiqh Islam dan buku hukum islam serta buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwasanya pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam merujuk kepada hukum perdata dan diatur dalam Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang pencatatan perkawinan. Pencatatan perkawinan merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap warga negara Indonesia. Penerapan Ma?hlahah Mursalah dalam pencatatan perkawinan dapat mendatangkan manfaat sosial yang lebih besar, di antaranya mengurangi permasalahan hukum terkait status perkawinan dan warisan, serta meminimalisir praktik pernikahan yang tidak tercatat secara resmi. Oleh karena itu, pencatatan perkawinan dalam hukum keluarga Islam merupakan bagian dari upaya menjaga ma?hlahah yang lebih luas bagi masyarakat.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AS A CATALYST FOR ENHANCING ORGANIZATIONAL CLIMATE IN HIGHER EDUCATION Ardianto , Hendri; Suryanadi, Juni; Burmansah, Burmansah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4596

Abstract

A positive organizational climate is one of the essential elements in creating a productive, collaborative, and innovative work environment, especially in higher education institutions. However, many higher education institutions face challenges in maintaining a conducive organizational climate due to internal and external dynamics, such as policy changes, work pressure, and the complexity of relationships between individuals. This study explores how transformational leadership improves a positive organizational climate in higher education environments. This study uses a quantitative approach with a survey method involving lecturers and staff from several universities as respondents. Respondents were selected using the purposive sampling method based on specific criteria, with a sample size of 154 out of 250 total population. The study results show that transformational leadership significantly influences a positive organizational climate, including creating a collaborative work atmosphere, increasing work motivation, and encouraging innovation and adaptability. Data analysis indicates that the dimensions of charisma and intellectual stimulation contribute the most to the organizational climate. At the same time, individual considerations play a role in strengthening interpersonal relationships within the team.
HOW DOES INNOVATIVE LEADERSHIP DEVELOPMENT AND PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT ON HUMAN RESOURCE THROUGH MANAGEMENT COMPETENCIES IN BUDDHIST COLLEGE LECTURERS ACROSS INDONESIA? Suryanadi , Juni; Ardianto , Hendry; Nagatirtha, Partama; Burmansah , Burmansah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4597

Abstract

Human resource (HR) is becoming an increasingly important component of the entire strategy and operations of organizations in a variety of sectors and the rapidly changing educational environment. Quality improvement will be realised when they have in-depth knowledge, relevant skills and a positive attitude toward their duties and responsibilities. This research aims to determine the influence between the development of innovative leadership, perceived organizational support and management competencies on improving human resources. This research was coducted at 12 Buddhist Universities in Indonesia. This study takes a quantitative approach, employing a survey method and path analysis with SPSS 26. The unit of analysis in this study was PTKB Lecturers across Indonesia. Data were collected through questionnaires. The sampling approach used simple random sampling.The sample in this study amounted to 154 lecturers. Samples were collected from a total of 250 PTKB lecturers across Indonesia.

Page 11 of 26 | Total Record : 259