cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MEDIA CLASSPOINT MARDLIYAH, AINAUL; U.S, SUPARDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4043

Abstract

This study aims to analyze and develop a differentiated learning strategy by utilizing ClassPoint media in the learning process. The differentiated learning approach aims to meet the diverse learning needs of students by adjusting the methods, content, and learning media based on the level of ability, interests, and learning styles of students. ClassPoint media is used as an interactive tool that supports student engagement in learning and provides direct feedback to teachers. The results of the study indicate that the implementation of a differentiated learning strategy with ClassPoint media can increase student participation, facilitate more personalized learning, and provide effectiveness in learning evaluation. This study provides recommendations for educators to integrate interactive technology such as ClassPoint into learning strategies, in order to create an inclusive and adaptive teaching and learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkan media ClassPoint dalam proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam dengan menyesuaikan metode, konten, dan media pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan, minat, serta gaya belajar siswa. Media ClassPoint digunakan sebagai alat interaktif yang mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta memberikan umpan balik langsung kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan media ClassPoint dapat meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal, dan memberikan efektivitas dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan teknologi interaktif seperti ClassPoint dalam strategi pembelajaran, guna menciptakan proses belajar-mengajar yang inklusif dan adaptif.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS XI SMKS BARUNAWATI PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI ASMIWATI, ASMIWATI; NURHAYATI, NURHAYATI; MASRUROH, AULIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4044

Abstract

This study aims to analyze the problem-solving ability of 11th-grade students at SMKS Barunawati in the 2022/2023 academic year in solving problem-solving tasks on geometric transformation material. The research employed a qualitative descriptive method. The research subjects were determined through purposive sampling and based on the students' mathematical problem-solving ability levels. The subjects of this study were 18 students from class XI AKL at SMKS Barunawati. Data collection techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that out of 18 students who took the mathematical problem-solving ability test, 9 students (50.00%) were in the low category, 7 students (38.89%) were in the medium category, and 2 students (11.11%) were in the high category. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMKS Barunawati Tahun Ajaran 2022/2023 dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi trasformasi geometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling dan didasarkan dari tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI AKL SMKS Barunawati yang terdiri dari 18 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari 18 siswa yang mengikuti tes kemampuan pemecahan masalah matematika, 9 siswa dengan persentase 50,00% berada pada kriteria rendah, 7 siswa dengan persentase 38,89% berada pada kriteria sedang, dan 2 siswa dengan persentase 11,11% berada pada kriteria tinggi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW REZKI, MAESTA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4058

Abstract

This scientific paper was motivated by the fact that Science (IPA) learning in classrooms has not yet achieved optimal results. Low academic scores and weak enthusiasm among students are the main challenges. One of the causes is the lecture-based teaching approach, which is "Teacher Oriented," making students passive recipients without opportunities to be active and creative. To address this issue, a Classroom Action Research (CAR) was conducted using the Jigsaw Cooperative Learning Model in two cycles. Each cycle consisted of three sessions, with each session lasting 2x40 minutes. Initially, the learning process progressed slowly as students were unfamiliar with this model. The teacher needed extra time to explain the roles of students within the core and expert groups. However, through repeated explanations, students began to understand and actively participate. Group dynamics improved, although some students were still less focused. The jigsaw model encouraged previously passive students to become active through group interactions, peer support, and a sense of camaraderie. As a result, students successfully completed both individual and group tasks. Qualitatively, the jigsaw cooperative learning model enhanced students’ motivation to actively engage in the learning process. Quantitatively, this method significantly improved students’ academic performance, particularly in Science subjects. Thus, this model offers an effective solution to overcoming classroom learning challenges. ABSTRAKPenulisan karya ilmiah ini didasari oleh kenyataan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas belum mencapai hasil maksimal. Rendahnya nilai akademik dan lemahnya antusiasme siswa menjadi tantangan utama. Salah satu penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran ceramah yang bersifat "Teacher Oriented," yang menjadikan siswa sebagai objek tanpa memberi kesempatan untuk aktif dan kreatif. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan durasi 2x40 menit per pertemuan. Awalnya, pembelajaran berjalan lambat karena siswa belum familiar dengan model ini. Guru membutuhkan waktu tambahan untuk menjelaskan peran siswa dalam kelompok inti dan ahli. Namun, dengan pengulangan penjelasan, siswa mulai memahami dan berpartisipasi aktif. Dinamika kelompok berkembang baik, meskipun beberapa siswa masih kurang fokus. Model jigsaw mendorong siswa pasif menjadi aktif melalui interaksi kelompok, dorongan teman, dan nuansa kebersamaan. Hasilnya, siswa mampu menyelesaikan tugas-tugas individu dan kelompok dengan baik. Secara kualitatif, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw meningkatkan motivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Secara kuantitatif, metode ini terbukti meningkatkan nilai akademik siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA. Dengan demikian, model ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kendala pembelajaran di kelas.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TEACHING LEARNING (CTL) PADA PELAJARAN TEMATIK DI KELAS III SDS JAKARTA ISLAMIC SCHOOL MUNANDAR , ASEP RISDIAN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4059

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes on the theme of "Recognizing Objects Around Me" at SDS Jakarta Islamic School, East Jakarta. The subjects of this study were 3rd-grade students at SDS Jakarta Islamic School, East Jakarta, with a total of 15 students. The improvement of students' learning outcomes was carried out through three learning cycles, namely the pre-cycle on Wednesday, September 5, 2018, cycle 1 on Thursday, September 13, 2018, and cycle 2 on Thursday, September 19, 2018, using classroom action research. Based on data analysis and statistics from the results and discussion of this study, there was a significant increase in the average value in each cycle. This was indicated by the average value obtained in the pre-cycle of 61.5, which increased in cycle 1 to an average value of 72 and increased in cycle 2 to an average value of 80. Thus, it can be concluded that through the application of the contextual teaching and learning model, students' learning outcomes in the class of "Recognizing Objects Around Me" at SDS Jakarta Islamic School, East Jakarta, can be improved. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada tema Mengenal Benda di Sekitarku di SDS Jakarta Islamic School Jakarta Timur. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD di SDS Jakarta Islamic School Jakarta Timur dengan subjek sebanyak 15 siswa. Perbaikan hasil belajar siswa dilakukan dengan 3 siklus pembelajaran yaitu pada saat Prasiklus Rabu 5 september 2018, siklus 1 Kamis 13 September 2018 dan siklus 2 Kamis 19 September 2018 dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan data analisis dan statistik dari hasil dan pembahasan penelitian ini terjadi peningkatan nilai rata-rata yang cukup signifikan pada setiap siklus, hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai rata-rata pra siklus 61,5 meningkat pada siklus 1 dengan nilai rata-rata 72 dan meningkat pada siklus2 dengan nilai rata-rata 80. Jadi dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas Mengenal Benda di Sekitarku di SDS Jakarta Islamic School Jakarta Timur.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FIQIH MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VI Soepratman, Soepratman
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.4619

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the activity and learning outcomes of Fiqh of grade VI students of MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya through the application of the picture and picture type cooperative learning model. The study was conducted in two cycles, involving 24 students. Learning activity data were collected through observation, while learning outcome data were obtained through tests. The results of the study showed a significant increase in both aspects. Students' learning activities increased from the category of "sufficient" (average score of 2.6) in cycle I to "high" (average score of 3.8) in cycle II. The average value of learning outcomes also increased from 66 (cycle I) to 78 (cycle II). Classical completeness increased drastically from 50% in cycle I to 92% in cycle II. Based on these results, it can be concluded that the picture and picture type cooperative learning model is effective in improving students' Fiqh activity and learning outcomes. This model is recommended as a learning strategy to improve the quality of Fiqh learning. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fiqih siswa kelas VI MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 24 siswa. Data aktivitas belajar dikumpulkan melalui observasi, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua aspek. Aktivitas belajar siswa meningkat dari kategori "cukup" (skor rata-rata 2,6) pada siklus I menjadi "tinggi" (skor rata-rata 3,8) pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar juga meningkat dari 66 (siklus I) menjadi 78 (siklus II). Ketuntasan klasikal meningkat drastis dari 50% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fiqih siswa. Model ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih.
TINJAUAN LITERATUR: FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN HYBRID Adelia, Divania Risqi; Marsofiyati, Marsofiyati; Utari, Eka Dewi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.4965

Abstract

The hybrid learning model has become a key strategy in higher education post-COVID-19 pandemic. This study aims to identify and analyze the factors influencing student satisfaction in hybrid learning through a systematic literature review of 10 articles published between 2019 and 2024. The thematic analysis reveals five main factors determining student satisfaction: the quality of instructional services, ease of technology use, effectiveness of learning methods, institutional support, and students' adaptability to the blended learning system. These factors are interconnected in creating an inclusive, efficient, and adaptive learning ecosystem that meets the needs of the digital generation. This study contributes theoretically to the development of a more responsive and applicable hybrid learning model in the Indonesian context. Its practical implications suggest the need for designing data-driven hybrid learning strategies, enhancing digital literacy training, and strengthening educational technology infrastructure. Future studies are required to empirically test the effectiveness of hybrid learning models across various institutional contexts and student characteristics. ABSTRAKModel pembelajaran hybrid telah menjadi strategi utama dalam pendidikan tinggi pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran hybrid melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 10 artikel terbitan 2019–2024. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang menentukan kepuasan mahasiswa, yaitu kualitas layanan pembelajaran, kemudahan penggunaan teknologi, efektivitas metode pembelajaran, dukungan institusional, dan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap sistem pembelajaran campuran. Kelima faktor tersebut saling berkaitan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital saat ini. Studi ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan model pembelajaran hybrid yang lebih responsif dan aplikatif di konteks Indonesia. Implikasi praktisnya mengarah pada perlunya perancangan strategi hybrid learning berbasis data, pelatihan literasi digital, serta penguatan infrastruktur teknologi pendidikan. Ke depan, dibutuhkan kajian empiris yang lebih luas untuk menguji efektivitas model hybrid learning di berbagai konteks institusi dan karakteristik mahasiswa secara menyeluruh.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN CRITICAL AND CREATIVE THINKING SISWA SMP Arsyad, Arsyad; Safitriani, Safitriani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.4982

Abstract

ABSTRACT The learning process in Indonesia continues to change to find effective strategies, but there are still many students who have low absorption of the material. This requires teachers to create active, creative learning and encourage students' critical thinking skills. This study aims to provide an overview of the level of influence of the CTL learning model on the creative and critical thinking skills of SMP N 16 Jambi City students. The approach used in this research is quantitative with the sampling technique is total sampling. The CTL learning model shows positive results on students' creative and critical thinking skills, with the category of "very good" as much as 31.11% and "good" 35.56%. Meanwhile, students' creative and critical thinking skills are also dominated by the category of "very good" at 35.56% and "good" at 37.78%. There is a significant correlation between the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model and students' creative and critical thinking skills, which means that the better the application of the CTL model, the higher the students' thinking skills in both aspects. This shows that the CTL model is able to create contextual and meaningful learning situations, thus encouraging students to be more active, involved, and able to develop ideas and solve problems logically and creatively. ABSTRAK Proses pembelajaran di Indonesia terus mengalami perubahan untuk menemukan strategi yang efektif, namun masih banyak siswa yang memiliki daya serap rendah terhadap materi. Hal ini menuntut guru untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat pengaruh model pembelajaran CTL terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa SMP N 16 Kota Jambi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuntitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Model pembelajaran CTL menunjukkan hasil positif terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa, dengan kategori “sangat baik” sebanyak 31,11% dan “baik” 35,56%. Sementara itu, kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa juga didominasi oleh kategori “sangat baik” sebesar 35,56% dan “baik” sebesar 37,78%. Terdapat korelasi yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan kemampuan berpikir kreatif serta kritis siswa, yang berarti semakin baik penerapan model CTL, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir siswa dalam kedua aspek tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa model CTL mampu menciptakan situasi belajar yang kontekstual dan bermakna, sehingga mendorong siswa untuk lebih aktif, terlibat, dan mampu mengembangkan ide serta pemecahan masalah secara logis dan kreatif.
PENGARUH LATIHAN SOAL MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII Kamaliyah, Eli
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.4988

Abstract

ABSTRACT Mathematics plays an important role in daily life and technological development, making early mastery essential. To support this, innovative learning strategies such as the use of Student Worksheets (LKS) are needed to actively and contextually engage students.The purpose of this study is to empirically investigate the effect of using student worksheets ( LKS ) on students’ mathematics learning outcomes in the topic of circles. This research was conducted using an experimental method. The sampling technique used was cluster random sampling, with a simple size of 68 students from the population. The research instrumen was a test consisting of 20 multiple-choice evaluation questions. Data analysis involved descriptive statistics, prerequisite test (normality and homogeneity test), and a test of equality of two means. The hypothesis testing results showed  = 4,594 while = 1,998. Since , H? is rejected and H? is accepted. Basedon these findings, it can be concluded that the use of LKS in mathematics learning, particularly on the topic of circles, can improve students’ mathematics learning outcomes. ABSTRAK Matematika memiliki peran penting dalam kehidupan dan perkembangan teknologi, sehingga diperlukan penguasaan yang baik sejak dini. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan strategi pembelajaran inovatif seperti penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan kontekstual. Tujuan penelitian ini untuk menemukan secara empiris tentang pengaruh penggunaan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan lingkaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cluster random sampling dengan jumlah sampel dari populasi yang berjumlah 68 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan soal tes evaluasi yang berjumlah 20 soal pilihan ganda. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji syarat data, yakni uji normalitas dan homogenitas serta uji kesamaan dua rata-rata. Hasil pengujian hipótesis diperoleh  = 4,594 sedangkan = 1,998. Karena  maka H? ditolak dan H? diterima. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan LKS dalam pembelajaran matematika,khususnya pokok bahasan lingkaran dapat meningkatkan hasil belajar matematika.   
PEMBELAJARAN SOSIAL ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK SEKOLAH MINGGU DI GEREJA KRISTEN JAWA PETORAN SURAKARTA Agustiana, Nova; Juntak, Justin Niaga Siman
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.5038

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the influence of parents’ social learning experiences on their parenting styles in accompanying their children in Sunday School, and to identify the main factors that contribute to the lack of parental involvement in these religious activities. The research uses a qualitative approach with a case study method. The informants include three parents and two Sunday School teachers at the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Petoran Surakarta. Data were collected through in-depth interviews and observation. The findings reveal that parents' past experiences of spiritual learning significantly influence how they guide their children’s faith development. Parents who received religious education during childhood tend to understand the importance of involvement in their children's spiritual lives, although time constraints and work obligations often hinder direct participation. Conversely, parents without early Christian formation often rely entirely on the church for their children’s religious education. Sunday School teachers observed that the lack of parental involvement negatively impacts the children's discipline and motivation in participating in religious activities. These findings align with Albert Bandura's social learning theory, which emphasizes the importance of modeling, reinforcement, and observation in the learning process. Children learn not only through verbal instruction but also by imitating significant figures in their environment, especially their parents. Therefore, active parental involvement plays a critical role in fostering the children’s engagement and spiritual growth in Sunday School. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman pembelajaran sosial orang tua terhadap pola asuh mereka dalam mendampingi anak-anak di Sekolah Minggu, serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menyebabkan kurangnya keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri dari tiga orang tua dan dua guru Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Petoran Surakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pembelajaran sosial yang diperoleh orang tua pada masa kecil sangat mempengaruhi cara mereka membimbing anak dalam kehidupan rohani. Orang tua yang memiliki latar belakang pembelajaran iman cenderung lebih memahami pentingnya pendampingan, meskipun keterbatasan waktu dan pekerjaan seringkali menjadi kendala utama. Sementara itu, orang tua yang tidak memiliki pengalaman rohani sejak kecil cenderung menyerahkan pembinaan anak sepenuhnya kepada gereja. Guru Sekolah Minggu mengamati bahwa kurangnya keterlibatan orang tua berdampak pada kedisiplinan dan motivasi anak dalam kegiatan rohani. Temuan ini selaras dengan teori pembelajaran sosial Albert Bandura, yang menekankan pentingnya modeling (keteladanan), penguatan, dan observasi dalam proses belajar. Anak-anak belajar bukan hanya dari pengajaran verbal, tetapi juga dari meniru perilaku signifikan di sekitar mereka, terutama orang tua. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua secara aktif menjadi faktor penting dalam membentuk keaktifan dan pertumbuhan iman anak di Sekolah Minggu.
STUDI LITERATUR: TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR Maulidin, Syarif; Nawawi, Muhammad Latif; Jatmiko, Jatmiko
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i1.5039

Abstract

ABSTRACT The transformation of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum within the Merdeka Belajar policy context represents a strategic effort to address educational challenges in the era of globalization and Indonesia’s socio-cultural dynamics. This study focuses on analyzing the dynamics of implementing the Merdeka curriculum in PAI, emphasizing changes in teaching methods, the role of teachers, the utilization of technology, and the integration of the Indonesian Student Profile values. The research employs a qualitative approach through a literature review of primary and secondary sources from the past ten years. The research stages include data collection via document analysis, comparative analysis, and synthesis of empirical and conceptual findings. Results indicate that the PAI curriculum transformation occurs in a complex context, with major challenges including teacher readiness, infrastructure limitations, and resistance to traditional learning cultures. However, significant potential exists through the application of innovative teaching methods and digital technology to enhance contextual and humanistic religious education quality. The study concludes that a holistic approach to PAI curriculum development is necessary—not only adjusting content but also the learning culture and systems to align with the values of Merdeka Belajar and the Indonesian Student Profile. This research recommends strengthening teacher capacity and equitable provision of facilities as strategic steps to support the sustainable transformation of religious education in Indonesia. ABSTRAK Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks kebijakan Merdeka Belajar merupakan upaya strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi dan dinamika sosial budaya Indonesia. Fokus penelitian ini adalah menganalisis dinamika implementasi kurikulum Merdeka pada PAI, dengan menyoroti perubahan metode pembelajaran, peran guru, pemanfaatan teknologi, dan integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari sumber-sumber primer dan sekunder terkini selama sepuluh tahun terakhir. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui kajian dokumentasi, analisis komparatif, serta sintesis temuan empiris dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI berjalan dalam konteks yang kompleks, dengan kendala utama pada kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi budaya pembelajaran tradisional. Namun, terdapat potensi besar melalui penerapan metode pembelajaran inovatif dan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang kontekstual dan humanis. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam pengembangan kurikulum PAI, yang tidak hanya menyesuaikan konten, tetapi juga budaya dan sistem pembelajaran secara menyeluruh agar selaras dengan nilai-nilai Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk penguatan kapasitas guru dan pemerataan sarana-prasarana sebagai langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan transformasi pendidikan agama di Indonesia.