cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DENGAN PENDEKATAN STEM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Din Mahdiansyah; Aceng Haetami; Fahyuddin Fahyuddin; Saefuddin Saefuddin; Muhamad Alim Marhadi; Maysara Maysara; Nada Shofa
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11363

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of basic chemistry and the diversification of academic backgrounds of first-year students that hinder in-depth understanding of concepts. The problem focuses on testing the effect of the Project Based Learning (PjBL) model integrated with the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach on student academic achievement. This quantitative study applies a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design in two study groups. The instrument used is an objective learning outcome test consisting of 20 validated multiple-choice questions. The results show that the average posttest score of the experimental class reached 77, while the control class only obtained a score of 61. This superiority is reinforced by the achievement of the N-gain index of the experimental group of 0.6 which exceeds the control class with an achievement of 0.4. Based on the inferential independent sample t-test using the SPSS program, a significance value of 0.000 was found to be less than 0.05, indicating a significant difference in achievement. The main conclusion of the study confirms that the application of the PjBL model with the STEM approach has proven to be much more effective in boosting student learning outcomes evenly compared to the conventional model. This interdisciplinary approach successfully facilitates students in constructing a meaningful understanding of stoichiometry through applied projects that connect mathematical calculations with real scientific phenomena in the laboratory. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kimia dasar serta diversifikasi latar belakang akademik mahasiswa angkatan awal yang menghambat pemahaman konsep secara mendalam. Masalah difokuskan pada pengujian pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terintegrasi pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terhadap capaian akademis mahasiswa. Studi kuantitatif ini menerapkan metode eksperimen semu menggunakan desain pretest-posttest control group pada dua kelompok belajar. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar objektif sebanyak 20 butir soal pilihan ganda yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 77, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh skor 61. Keunggulan ini diperkuat oleh capaian indeks N-gain kelompok eksperimen sebesar 0,6 yang melampaui kelas kontrol dengan raihan 0,4. Berdasarkan uji inferensial independent sample t-test menggunakan bantuan program SPSS, ditemukan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan capaian secara nyata. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penerapan model PjBL dengan pendekatan STEM terbukti jauh lebih efektif dalam mendongkrak hasil belajar mahasiswa secara merata dibandingkan model konvensional. Pendekatan interdisipliner ini sukses memfasilitasi mahasiswa dalam mengonstruksi pemahaman stoikiometri secara bermakna lewat proyek aplikatif yang menghubungkan perhitungan matematis dengan fenomena sains riil di laboratorium.  
KOMPONEN DAN TUJUAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Andi Abd. Muis; Nur Aliah; Sudirmanto Sudirmanto; Dewi T
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11403

Abstract

ABSTRACT Educational communication is an essential element in the success of learning because it functions as a medium for transmitting knowledge, values, and shaping students' character. However, communication barriers between educators and students still occur, causing the learning process to be less than optimal. This study aims to analyze the components and objectives of educational communication in the learning process from the perspective of Islamic education. The study employed a library research method by examining relevant books, journals, and scientific sources, which were then analyzed descriptively. The findings indicate that educational communication consists of communicators, communicants, messages, media, methods, and feedback that interact to support effective learning. The objectives of educational communication include delivering information, enhancing learning motivation, developing skills, shaping attitudes, strengthening educational relationships, and fostering students' character. The novelty of this study lies in the integration of educational communication concepts with the perspective of Islamic education, positioning communication not only as a means of knowledge transfer but also as a medium for moral development. This study contributes as a reference for teachers and lecturers in developing learning processes that are more interactive, humanistic, and character-oriented. Therefore, effective educational communication serves as a fundamental basis for supporting successful learning and sustainable character development among students. ABSTRAK Komunikasi pendidikan merupakan unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran karena berfungsi menyampaikan pengetahuan, nilai, dan membentuk karakter peserta didik. Namun, masih terdapat hambatan komunikasi antara pendidik dan peserta didik yang menyebabkan proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen dan tujuan komunikasi pendidikan dalam proses pembelajaran berdasarkan perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan mencakup komunikator, komunikan, pesan, media, metode, dan umpan balik yang saling mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif. Tujuan komunikasi pendidikan meliputi penyampaian informasi, peningkatan motivasi belajar, pengembangan keterampilan, pembentukan sikap, penguatan hubungan edukatif, dan pembentukan karakter peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep komunikasi pendidikan dengan perspektif pendidikan Islam yang menempatkan komunikasi sebagai sarana transfer pengetahuan sekaligus pembinaan akhlak. Penelitian ini berkontribusi sebagai rujukan bagi guru dan dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, humanis, dan berorientasi pada karakter. Dengan demikian, komunikasi pendidikan yang efektif menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS KONSEPTUAL TENTANG HAKIKAT, KARAKTERISTIK, DAN KOMPETENSI PROFESI GURU Qalam Ariefah Islamy; Daeatul Hikmah; Eliza Najwa; Holida Ziaul Husna; Bunga Sukma; Ayu Manini; Sri Utami Putri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11506

Abstract

ABSTRACT Teacher professionalism is a strategic issue in national education development that has become increasingly important amid rapid social and technological changes. Teachers not only serve as providers of learning materials but also act as transformative agents who shape students’ character, mindset, and potential. This study aims to examine the essence of the teaching profession, the characteristics of professional teachers, and the competencies required to support educational quality. The study employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected through the identification, selection, and analysis of various scientific literature sources, including books, journal articles, and educational policy documents relevant to the research focus. Data analysis was conducted descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the essence of the teaching profession includes dimensions of expertise, professional ethics, social responsibility, and public service orientation that distinguish teaching from ordinary occupations. The characteristics of professional teachers include mastery of subject matter, adaptability to change, ethical commitment, continuous professional development, and collaborative skills. Furthermore, teacher competencies consist of four main domains: pedagogical, personal, social, and professional competencies that are integratively applied in educational practice. This study emphasizes that the development of teacher professionalism requires a holistic approach that goes beyond formal certification by strengthening professional identity formation and the continuous internalization of teaching values to improve educational quality in the modern era. ABSTRAK Profesionalisme guru merupakan isu strategis dalam pembangunan pendidikan nasional yang semakin penting di tengah perkembangan sosial dan teknologi yang berlangsung secara cepat. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai agen transformasi yang membentuk karakter, pola pikir, dan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat profesi guru, karakteristik guru profesional, serta kompetensi yang harus dimiliki guru dalam mendukung kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh melalui pengumpulan, seleksi, dan analisis berbagai sumber pustaka ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat profesi guru mencakup dimensi keahlian, kode etik, tanggung jawab sosial, dan orientasi pelayanan publik yang membedakannya dari pekerjaan biasa. Karakteristik guru profesional meliputi penguasaan materi, kemampuan adaptasi terhadap perubahan, komitmen etis, pengembangan diri berkelanjutan, serta kemampuan berkolaborasi. Selain itu, kompetensi guru terdiri atas empat domain utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang saling terintegrasi dalam pelaksanaan tugas pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan profesionalisme guru memerlukan pendekatan holistik yang tidak hanya berorientasi pada sertifikasi formal, tetapi juga pada pembentukan identitas profesi dan internalisasi nilai-nilai keguruan secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu pendidikan di era modern.
ANALISIS PENGALAMAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI (BLOOKET) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI MADRASAH ALIYAH AL-FATIMIYAH Kayla Putri Auliani; Luthfiana Salwa Aulia; Larasati Nur Firzanah; Muhammad Lutfi Ramdani; Muhammad Fadlan Fadillah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11611

Abstract

 This study aims to analyze the comparison between students' learning experiences and achievement motivation using the Blooket gamification platform and conventional technology-free learning at Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathimiyah. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation involving five key informants: one Islamic Religious Education (PAI) teacher, Yuda Maulana, S.Pd., and four students named Muhammad Fathir, Abu Bakar, Rahma, and Sa’adah. Data analysis was conducted inductively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Blooket significantly transforms classroom dynamics into a more interactive, dynamic, and enjoyable environment compared to conventional methods. Gamification elements such as points, leaderboards, and rewards effectively enhance extrinsic motivation and stimulate the need for achievement through healthy competition. On the other hand, conventional face-to-face learning plays an irreplaceable role in fostering intrinsic motivation, instilling self-discipline, and strengthening emotional bonds between teachers and students. Technical challenges include unstable internet connectivity and a tendency for students to focus overly on game scores. This study concludes that a balanced integration of gamification as a motivational driver and conventional methods as character-building anchors is essential to optimize the educational process in madrasahs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara pengalaman belajar dan motivasi berprestasi peserta didik menggunakan platform gamifikasi Blooket dengan pembelajaran konvensional tanpa teknologi di Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathimiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan lima orang informan utama, terdiri dari satu orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu Yuda Maulana, S.Pd., serta empat orang peserta didik bernama Muhammad Fathir, Abu Bakar, Rahma, dan Sa’adah. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Blooket berhasil mentransformasi suasana kelas menjadi lebih interaktif, dinamis, dan menyenangkan dibandingkan metode konvensional. Fitur gamifikasi seperti poin, leaderboard, dan reward terbukti efektif meningkatkan motivasi ekstrinsik serta mendorong dorongan berprestasi (need for achievement) melalui kompetisi yang sehat. Di sisi lain, pembelajaran konvensional tatap muka tetap memegang peranan krusial yang tidak tergantikan dalam membangun motivasi intrinsik, menanamkan kedisiplinan mandiri, dan merekatkan iklim emosional antara guru dan murid. Kendala yang dihadapi meliputi hambatan teknis jaringan internet serta kecenderungan orientasi siswa pada skor permainan semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi proporsional antara gamifikasi sebagai pemantik motivasi dan metode konvensional sebagai penguat nilai karakter diperlukan untuk mengoptimalkan proses pendidikan di madrasah.
PENGARUH MEDIA DIGITAL APLIKASI GAME BELAJAR ABC TERHADAP KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Suci Ayu Lestari; Rizki Surya Amanda; Sri Indriani Harianja
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11614

Abstract

ABSTRACT Early literacy is an essential foundation of early childhood literacy development, yet children at TK Tunas Harapan III Kota Jambi still demonstrate low literacy skills due to conventional teaching methods and limited digital learning media. Therefore, this study aimed to examine the effect of the ABC learning game application on early literacy skills of children aged 5–6 years. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 15 children in group B1 across five intervention sessions. The study used an observation instrument based on STPPA standards, and data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the mean score from 45.46% to 73.06%, with a statistically significant difference (t = 20.270; p < 0.001) and a very strong effect size, indicating that the ABC learning game application effectively improved children’s early literacy skills. In conclusion, the use of this digital media is effective in enhancing early literacy through interactive game-based learning aligned with young children’s developmental characteristics. These findings suggest that integrating digital media into early childhood education can be an innovative strategy to improve early literacy in a more engaging and meaningful learning environment. ABSTRAK Keaksaraan awal merupakan fondasi penting literasi anak usia dini, namun di TK Tunas Harapan III Kota Jambi kemampuan anak masih rendah karena pembelajaran konvensional dan keterbatasan media digital, sehingga penelitian ini bertujuan menguji pengaruh aplikasi game belajar ABC terhadap kemampuan keaksaraan awal anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest pada 15 anak kelompok B1 melalui lima sesi perlakuan, dengan instrumen observasi keaksaraan awal berbasis STPPA serta analisis data menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 45,46% menjadi 73,06% serta perbedaan signifikan berdasarkan uji-t (t=20,270; p<0,001) dengan effect size sangat kuat, aplikasi game belajar ABC efektif meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak. Kesimpulannya, penggunaan media digital efektif dalam meningkatkan keaksaraan awal anak melalui pembelajaran interaktif berbasis permainan sesuai karakteristik perkembangan anak usia dini. Temuan ini memberikan implikasi bahwa integrasi media digital dalam pembelajaran PAUD dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan literasi awal secara optimal dan menyenangkan di lingkungan Indonesia.
STRATEGI PENJAMINAN MUTU TERINTEGRASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN MUTU SEKOLAH, MADRASAH, DAN PESANTREN Ni Nyoman Sekar Sudesmi; Noevandi Noevandi; Jamaluddin Jamaluddin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10615

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM)-based quality management and quality control mechanisms through the Plan–Do–Check–Act (PDCA) cycle and internal audits in Islamic educational institutions. The study employed a qualitative approach using a library research method. Research data were obtained from scientific articles accessed through the Google Scholar database using keywords related to quality assurance, Islamic education, TQM, PDCA, and the Internal Quality Assurance System (SPMI). Eight relevant articles were selected and analyzed using content analysis and comparative analysis techniques. The findings indicate that the implementation of TQM in Islamic schools contributes to the development of a structured, participatory, and continuously improving quality management system. In addition, the application of the PDCA cycle and internal audits supports systematic quality control through planning, implementation, evaluation, and follow-up improvement processes. The study proposes an integrated quality assurance model that combines the principles of Total Quality Management (TQM), the PDCA cycle, internal audits, and Islamic values as the foundation for developing a sustainable quality culture in Islamic schools, madrasahs, and pesantren. Therefore, this study provides a theoretical contribution to the development of an integrative, adaptive, and sustainable quality assurance model in Islamic education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen mutu sekolah Islam berbasis Total Quality Management (TQM) serta mekanisme pengendalian mutu melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) dan audit internal pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah yang diakses melalui database Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan quality assurance, pendidikan Islam, TQM, PDCA, dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dari hasil penelusuran, diperoleh delapan artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik content analysis dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM pada sekolah Islam berperan dalam membangun sistem pengelolaan mutu yang terstruktur, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Selain itu, penerapan siklus PDCA dan audit internal terbukti mendukung pengendalian mutu pendidikan secara sistematis melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut perbaikan mutu. Temuan penelitian menghasilkan model penjaminan mutu terintegrasi yang memadukan prinsip Total Quality Management (TQM), siklus PDCA, audit internal, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan pengembangan budaya mutu berkelanjutan pada sekolah Islam, madrasah, dan pesantren. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model penjaminan mutu pendidikan Islam yang bersifat integratif, adaptif, dan berkelanjutan.
PENINGKATAN MUTU BERKELANJUTAN CONTINUS QUALITY DAN PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN Nurlaila Nurlaila; Pipit Sandriani; Jamaluddin Jamaluddin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10616

Abstract

ABSTRACT Despite the widespread implementation of quality assurance systems in educational institutions, efforts to achieve sustainable educational quality improvement continue to face challenges in integrating quality assurance mechanisms with organizational cultures that support continuous improvement. This study aims to examine the concept of Continuous Quality Improvement (CQI) and the development of Quality Culture as strategies for sustainable quality enhancement in educational organizations. The study employed a qualitative approach using a literature review method through the examination of relevant scientific articles, academic books, and conference proceedings. Data were analyzed using the interactive qualitative analysis model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that CQI is a quality management approach that emphasizes systematic and continuous improvement through evaluation cycles based on data and stakeholder needs. Furthermore, Quality Culture serves as a cultural foundation that fosters collective commitment to quality through visionary leadership, stakeholder involvement, internal quality assurance systems, and effective organizational communication. The main contribution of this study is the development of a conceptual synthesis regarding the integration of CQI and Quality Culture as a strategic framework for building adaptive, collaborative, and sustainably competitive educational organizations. ABSTRAK Meskipun berbagai lembaga pendidikan telah menerapkan sistem penjaminan mutu, upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan mekanisme penjaminan mutu dengan budaya organisasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Continuous Quality Improvement (CQI) dan pengembangan budaya mutu sebagai strategi peningkatan mutu berkelanjutan dalam organisasi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui telaah berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan prosiding konferensi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kualitatif model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa CQI merupakan pendekatan manajemen mutu yang menekankan perbaikan sistematis dan berkelanjutan melalui siklus evaluasi berbasis data dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, budaya mutu berperan sebagai fondasi kultural yang mendorong komitmen kolektif terhadap kualitas melalui kepemimpinan visioner, keterlibatan pemangku kepentingan, sistem penjaminan mutu internal, serta komunikasi organisasi yang efektif. Kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan sintesis konseptual mengenai integrasi CQI dan budaya mutu sebagai kerangka strategis dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS DIGITAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP INOVASI PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Yoga Rahayu; Gita Novia; Linayati Inayah; Tarip Tarip; Uus Kustiana; Abduloh Abduloh
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11128

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has encouraged higher education institutions to transform learning practices into systems that are more flexible, interactive, and student-centered. In this context, a digital-based curriculum serves not only as a medium for digitizing learning materials but also as a framework that integrates technology into the planning, implementation, and evaluation of learning processes. This article examines the implementation of a digital-based curriculum and its contribution to learning innovation in higher education. This study employs a literature review approach by examining various scholarly sources related to digital transformation, educational innovation management, and curriculum development. The collected data were analyzed using content analysis to identify key themes, interrelationships among concepts, and the implications of curriculum implementation in higher education settings. The findings indicate that a digital-based curriculum supports personalized learning, enhances student engagement, and strengthens 21st-century competencies, including creativity, collaboration, communication, critical thinking, and problem-solving skills. The study also reveals that the effectiveness of learning innovation is strongly influenced by systematic curriculum management through continuous planning, organizing, implementation, and evaluation processes. Furthermore, an analysis of case studies reported in the literature shows that 53.5% of students have achieved an advanced level of digital competence, while the remaining 46.5% are still at intermediate and basic levels. Challenges in implementation include limited infrastructure, resistance to change, the need for technical support, and variations in the quality of digital content. Therefore, a digital-based curriculum serves as a strategic instrument for supporting innovative and sustainable learning transformation in higher education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perguruan tinggi untuk mengubah praktik pembelajaran menuju sistem yang lebih fleksibel, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Dalam konteks tersebut, kurikulum berbasis digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana digitalisasi materi, tetapi juga menjadi kerangka yang mengintegrasikan teknologi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Artikel ini mengkaji implementasi kurikulum berbasis digital serta kontribusinya terhadap inovasi pembelajaran di perguruan tinggi. Kajian dilakukan melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas transformasi digital, manajemen inovasi pendidikan, dan pengembangan kurikulum. Data dianalisis menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama, hubungan antarkonsep, serta implikasi penerapannya dalam pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis digital mendukung personalisasi pembelajaran, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, dan memperkuat kompetensi abad ke-21, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta pemecahan masalah. Temuan juga memperlihatkan bahwa efektivitas inovasi pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kurikulum yang sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan. Analisis terhadap studi kasus yang dilaporkan dalam literatur menunjukkan bahwa 53,5% mahasiswa telah mencapai kompetensi digital tingkat advanced, sedangkan 46,5% lainnya masih berada pada tingkat menengah dan dasar. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur, resistensi terhadap perubahan, kebutuhan dukungan teknis, dan kualitas konten digital. Dengan demikian, kurikulum berbasis digital menjadi instrumen penting dalam mendukung transformasi pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan di perguruan tinggi.
INTEGRASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA Setiya Anisa Putri; Fitriatul Munawaroh
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11189

Abstract

ABSTRACT The integration of moral values (akhlaq) in Islamic Religious Education (PAI) learning is an important effort in shaping students' religious character through the incorporation of knowledge, attitudes, and behavior within the learning process. Islamic Religious Education serves not only as a medium for transferring religious knowledge but also as a means of internalizing moral values that can be applied in daily life. This study aims to examine the implementation of moral values in the Islamic Religious Education learning process, the strategies employed by PAI teachers, and the supporting and inhibiting factors affecting the integration of moral values in improving students' religious character at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Manggisan Tanggul Jember. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design, strengthened by a library research approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the integration of moral values is carried out through the delivery of learning materials linked to students' daily lives, teachers' role modeling, habituation of religious activities, as well as guidance and supervision of students' behavior. Its implementation is reflected in students' discipline in participating in congregational prayers, the habit of greeting others, praying before and after lessons, and maintaining proper manners toward teachers and peers. These strategies have a positive impact on the development of students' religious character, as indicated by increased discipline, responsibility, politeness, and awareness in practicing religious teachings. Therefore, the integration of moral values in Islamic Religious Education learning contributes significantly to the development and strengthening of students' religious character within the school environment. ABSTRAK Integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya penting dalam membentuk karakter religius siswa melalui penggabungan aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam proses pembelajaran. Pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, strategi yang digunakan guru PAI, serta faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat integrasi nilai-nilai akhlak terhadap peningkatan karakter religius siswa di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Manggisan Tanggul Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus yang diperkuat melalui pendekatan library research. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai akhlak dilakukan melalui penyampaian materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, keteladanan guru, pembiasaan kegiatan religius, serta pemberian nasihat dan pengawasan terhadap perilaku siswa. Bentuk implementasinya terlihat pada kedisiplinan siswa dalam mengikuti salat berjamaah, pembiasaan mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta menjaga adab terhadap guru dan teman. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kesadaran dalam menjalankan ajaran agama. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran PAI berkontribusi secara signifikan dalam membentuk dan memperkuat karakter religius siswa di lingkungan sekolah.
INTEGRASI MEDIA AUDIO, VIDEO, DAN VISUAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Normaita Normaita; Nur Ellysa; Muhammad Haikal Ramadhan; Ahmad Bukhari; Abdul Azis; Muhammad Ramdani
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11416

Abstract

ABSTRACT This article discusses the integration of audio, video, and visual media in Islamic Religious Education (IRE) learning in the digital era as a response to changes in students’ learning styles and advances in information technology. The purpose of this study is to analyze the roles, forms of implementation, and contributions of digital media integration in improving the effectiveness of Islamic Religious Education learning and fostering students’ religious character. This study employs a library research method by reviewing relevant scholarly sources, including books, accredited journal articles, and previous studies on digital learning media in Islamic education. The findings indicate that the integration of audio, visual, and audiovisual media enhances the quality of Islamic Religious Education learning through more concrete, interactive, and learner-centered content delivery that aligns with the characteristics of students in the digital age. Visual media help clarify abstract religious concepts, audio media support activities such as Qur’anic recitation, memorization, prayers, and tajwid pronunciation, while audiovisual media enrich learning experiences through educational videos, animations, worship simulations, and instructional films. Furthermore, the utilization of digital media can be strengthened through blended learning, flipped classroom approaches, learning management systems, interactive quizzes, and educational social media platforms. This study emphasizes that the successful integration of digital media depends not only on technological aspects but also on teachers’ role modeling, value reflection, digital literacy, and the cultivation of positive habits. Therefore, the integration of digital media in Islamic Religious Education contributes to improving learning effectiveness while supporting the development of students’ religious character, enabling them to become faithful, knowledgeable, morally upright, and responsible individuals in both real-life and digital environments. ABSTRAK Artikel ini mengulas penggabungan media audio, video, dan visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital sebagai respons terhadap perubahan gaya belajar peserta didik dan perkembangan teknologi informasi. Tujuan kajian ini adalah menganalisis peran, bentuk implementasi, serta kontribusi integrasi media digital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI dan pembentukan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal terakreditasi, dan hasil penelitian terdahulu yang membahas media pembelajaran digital dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi media audio, visual, dan audiovisual mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui penyajian materi yang lebih konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Media visual membantu memperjelas konsep-konsep keagamaan yang abstrak, media audio mendukung pembelajaran tilawah, hafalan, doa, dan tajwid, sedangkan media audiovisual memperkaya pengalaman belajar melalui video, animasi, simulasi ibadah, dan film edukatif. Selain itu, pemanfaatan media digital dapat diperkuat melalui pendekatan blended learning, flipped classroom, sistem manajemen pembelajaran, kuis interaktif, dan media sosial edukatif. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi media digital tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh keteladanan guru, penguatan refleksi nilai, literasi digital, dan pembiasaan perilaku positif. Dengan demikian, integrasi media digital dalam pembelajaran PAI berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung pembentukan karakter religius siswa yang beriman, berpengetahuan, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab dalam kehidupan nyata maupun ruang digital.