cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP PROSES MENGAJAR GURU BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Nurul Ilmi Amaliah S Jaya; Putri Indira; Marsya Putri Annisyah; Anita Candra Dewi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11031

Abstract

Twenty-first-century education requires learning processes that not only focus on content mastery but also foster critical thinking, creativity, collaboration, and communication skills. One approach that supports these objectives is the deep learning model, which emphasizes meaningful conceptual understanding and active student engagement in the learning process. This study aims to describe the implementation of the deep learning model and its impact on the teaching practices of an Indonesian language teacher at SMA Muhammadiyah 16 Makassar. The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews with an Indonesian language teacher and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that deep learning was implemented through strong content mastery, the use of various instructional models such as Cooperative Learning and Discovery Learning, and the integration of technology to support classroom activities. The implementation of this model increased students’ participation, motivation, and confidence in expressing their ideas while also promoting the development of critical thinking skills. However, its effectiveness was constrained by challenges such as low concentration and motivation among some students due to uncontrolled digital technology use. Therefore, deep learning contributes positively to creating more meaningful, active, and student-centered Indonesian language learning. ABSTRAK Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Salah satu pendekatan yang mendukung tujuan tersebut adalah model pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman konseptual secara bermakna dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran mendalam serta dampaknya terhadap proses mengajar guru Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 16 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Bahasa Indonesia dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam dilakukan melalui penguasaan materi yang baik, penggunaan model pembelajaran yang bervariasi seperti Cooperative Learning dan Discovery Learning, serta pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran. Penerapan model ini mendorong peningkatan partisipasi, motivasi, dan keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan serta mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis. Namun, efektivitas pembelajaran masih menghadapi kendala berupa rendahnya konsentrasi dan motivasi sebagian siswa akibat penggunaan teknologi digital yang kurang terkontrol. Dengan demikian, pembelajaran mendalam berkontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih bermakna, aktif, dan berpusat pada siswa.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL OLEH GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PADA ERA SOCIETY 5.0 DI MADRASAH TSANAWIYAH Intan Nuraini; Imaniar Mahmuda
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11041

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in the society 5.0 era requires teachers to be able to utilize technology in creating learning processes that are more effective, interactive, and aligned with students’ needs. This study aims to describe the use of digital technology by Islamic Education (PAI) teachers to improve the quality of learning in the Society 5.0 era, as well as to identify the supporting and inhibiting factors at MTs SA Miftahul Ulum Curahkalong Bangsalsari, Jember. This study employs a descriptive qualitative approach using the case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that PAI teachers have utilized digital technology in the planning and teaching processes, such as the use of LCD projectors, laptops, and Wi-Fi, as well as Microsoft Word and Microsoft Excel. This utilization has successfully increased student engagement, understanding of the material, and learning outcomes; furthermore, Islamic values can be integrated into digital technology as part of the learning process. However, this study is not without challenges, such as infrastructure limitations and human resource constraints. The utilization of digital technology by Islamic Education (PAI) teachers has proven effective in improving the quality of learning, students’ learning interest, and classroom participation, although there are still obstacles such as limited internet access and supporting facilities. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital di era society 5.0 menuntut guru untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi digital oleh guru PAI dalam meningkatkan mutu pembelajaran di era society 5.0, serta mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MTs SA Miftahul Ulum Curahkalong Bangsalsari Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah memanfaatkan teknologi digital dalam proses perencanaan dan pembelajaran, seperti penggunaan LCD proyektor, laptop dan Wi-Fi, juga Microsoft Word dan Microsoft Excel. Pemanfaatan tersebut telah mampu  meningkatkan keaktifan siswa, pemahaman materi, serta hasil belajar, selain itu nilai Islami dapat digabungkan dalam teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Namun, penelitian ini tak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi digital oleh guru PAI terbukti efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran, minat belajar, dan keaktifan siswa, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan jaringan internet dan fasilitas pendukung.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PAI ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Lailatul Maghfiroh; Imaniar Mahmuda
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11099

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of technology has transformed the world of Islamic education from the Industrial Revolution 4.0 to the Society 5.0 era, where teachers are required to utilize digital technology in the learning process. This study employed a descriptive qualitative method with a case study. The purpose of this research was to examine in depth the utilization of digital media in improving the effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) learning in the Society 5.0 era at SMP Negeri 2 Tanggul Jember. Data collection was conducted through three stages: observation, interviews, and documentation. The results showed that the use of digital media could improve learning effectiveness, students’ learning interest, and their enthusiasm during the learning process. In addition, digital media helped teachers deliver learning materials in a more interactive, creative, and understandable manner for students. However, the implementation of digital media has not been fully optimized due to the lack of supporting facilities and infrastructure. Therefore, schools need to develop technological facilities so that the utilization of digital media can be implemented optimally and sustainably. ABSTRAK Kemajuan teknologi yang sangat pesat, dunia pendidikan Islam bertransformasi dari revolusi industri 4.0 menuju periode era society 5.0. Di mana guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam terkait pemanfaatan media digital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI di era society 5.0 di SMP Negeri 2 Tanggul Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, minat belajar, serta antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, media digital juga membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif, kreatif, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Namun, pemanfaatan media digital belum sepenuhnya optimal karena kurangnya sarana dan prasarana pendukung. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu mengembangkan fasilitas teknologi agar pemanfaatan media digital dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA PADA ANAK USIA 4–5 TAHUN Khuswatun Khasanah; Wafa Aerin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11182

Abstract

This study aims to improve the vocabulary of children aged 4–5 years through the implementation of the storytelling method using hand puppet media at TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 children consisting of 7 boys and 10 girls. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research instrument used an observation sheet of children’s vocabulary skills covering the ability to mention, pronounce, and use verbs and nouns in simple conversations. The data were analyzed descriptively using quantitative methods by calculating the percentage of children’s vocabulary achievement in each cycle. The results showed that the implementation of the storytelling method using hand puppet media was able to improve children’s vocabulary skills. This was indicated by the increase in vocabulary achievement from 49.69% in the pre-cycle to 64.5% in Cycle I and reaching 80% in Cycle II with a good category. The use of hand puppet media created an interesting, enjoyable, and interactive learning atmosphere, making children more active, confident, and courageous in speaking. Therefore, the storytelling method using hand puppet media is effective in improving early childhood vocabulary skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan di TK Pertiwi 14.06.08 Klapasawit. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemampuan kosakata anak yang mencakup kemampuan menyebutkan, melafalkan, dan menggunakan kata kerja serta kata benda dalam percakapan sederhana. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketercapaian kemampuan kosakata anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase kemampuan kosakata anak pada pra-siklus sebesar 49,69%, meningkat menjadi 64,5% pada siklus I, dan mencapai 80% pada siklus II dengan kategori baik. Penggunaan media boneka tangan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan interaktif sehingga anak lebih aktif, percaya diri, dan berani berbicara. Dengan demikian, metode bercerita menggunakan media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kosakata anak usia dini.
TEORI BELAJAR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Etika Pujianti; Senja Dwi Lestari; Anwar Dwi Maulana; Rizki Mubarok; Ari Kusuma Wati; Ratna Widiya Puspita Sari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11201

Abstract

This study aims to describe the application of learning theories in Islamic Religious Education (PAI) learning and analyze their contributions to improving the quality of learning. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data sources were obtained from various scientific journal articles, books, and relevant literature discussing behavioristic, cognitivistic, constructivistic, and humanistic theories in PAI learning. Data collection techniques were carried out through documentation, while data analysis used content analysis techniques. The results of the study indicate that behavioristic theory plays a role in shaping students’ religious habits and discipline through habituation and behavioral reinforcement. Cognitivistic theory helps improve students’ understanding and thinking skills regarding PAI materials. Constructivistic theory encourages students to actively construct knowledge through learning experiences and social interaction, while humanistic theory contributes to the development of students’ emotional, spiritual, and character aspects comprehensively. In addition, the integration of various learning theories is considered capable of creating PAI learning that is more effective, active, meaningful, and relevant to the needs of students in the modern era. Thus, the integrated application of learning theories can help improve the quality of PAI learning and shape students who possess religious understanding, religious attitudes, and noble character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan literatur relevan yang membahas teori behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, dan humanistik dalam pembelajaran PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behavioristik berperan dalam membentuk kebiasaan dan disiplin religius peserta didik melalui pembiasaan dan penguatan perilaku. Teori kognitivistik membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan berpikir peserta didik terhadap materi PAI. Teori konstruktivistik mendorong peserta didik untuk aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial, sedangkan teori humanistik berkontribusi dalam pengembangan aspek emosional, spiritual, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Selain itu, integrasi berbagai teori belajar dinilai mampu menciptakan pembelajaran PAI yang lebih efektif, aktif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Dengan demikian, penerapan teori belajar secara terpadu dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI serta membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman keagamaan, sikap religius, dan akhlak mulia.
MEDIA BUKU PERAGA HURUF DALAM MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB PERMATA HATI PEJAWARAN Ririn Furyanti; Wafa Aerin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11252

Abstract

Vocabulary skills are a key indicator of language development in early childhood, supporting communication skills and readiness for learning. Based on initial observations at the Permata Hati Pejawaran Playgroup (KB), the children’s vocabulary skills remain low, as evidenced by their limited ability to name letters, distinguish similar letters, and match letters with pictures. Therefore, efforts to improve these skills are needed through the use of letter-based picture books that can provide effective and engaging visual and verbal stimulation. This study aims to improve children’s vocabulary. It employs a Classroom Action Research approach conducted over two cycles, each consisting of three sessions involving 13 children aged 3–4 years (7 boys and 6 girls). Data collection techniques included observation and documentation. The results showed an improvement in the children’s vocabulary: prior to the intervention, 36% fell into the “not yet developed” (BB) category; in Cycle I, the average score of 51% placed them in the “beginning to develop” (MB) category; and in Cycle II, the average score of 85% placed them in the “very well developed” (BSB) category. With the success criteria of over 75% met in Cycle II, this study was deemed successful. Therefore, it can be concluded that the letter-based visual aids are effective in improving the vocabulary of 3- to 4-year-old children at the Permata Hati Pejawaran. ABSTRAK Kemampuan kosakata merupakan indikator penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang mendukung kemampuan komunikasi dan kesiapan belajar. Berdasarkan hasil observasi awal di Kelompok Bermain (KB) Permata Hati Pejawaran, kemampuan kosakata anak masih rendah, terlihat dari keterbatasan anak menyebutkan huruf, membedakan huruf yang mirip dan mencocokan huruf dengan gambar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui penggunaan media buku peraga huruf yang mampu memberikan stimulasi visual dan verbal secara efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan dengan melibatkan 13 anak usia 3-4 tahun yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kosakata anak pada saat pra tindakan 36% masuk pada kategori belum berkembang (BB), pada siklus I nilai rata-rata sebesar 51% berada dalam kategori mulai berkembang (MB), dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 85% kategori berkembang sangat baik  (BSB). Dengan tercapainya kriteria keberhasilan lebih dari 75% pada Siklus II, penelitian ini dinyatakan berhasil. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa buku peraga huruf efektif dalam meningkatkan kosakata anak usia 3-4 tahun di KB Permata Hati Pejawaran
MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS PROYEK Mutmainnah Mutmainnah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11306

Abstract

ABSTRACT The evaluation of 21st-century learning is essential to assess critical thinking, collaboration, and communication skills authentically in Geography education. This study aims to develop a project-based evaluation model for Geography learning at SMAN 12 Makassar. The research employed a Research and Development (R&D) approach with a mixed-methods design, conducted through stages of needs analysis, model design, limited trial, and revision based on field findings. Data were collected through observation, interviews, documentation, and project assessment, and analyzed using qualitative and descriptive quantitative techniques. The findings indicate that the developed model enhances student engagement and improves spatial analysis skills, creativity, collaboration, and communication through contextual project-based learning activities. The model also integrates process, product, presentation, and written test assessments in a comprehensive manner, providing a more holistic picture of student learning outcomes. In conclusion, the developed project-based evaluation model is considered feasible and more comprehensive than conventional assessment methods and effectively supports meaningful Geography learning aligned with 21st-century competencies. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran abad ke-21 diperlukan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi secara autentik dalam pembelajaran Geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi pembelajaran Geografi berbasis proyek di SMAN 12 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode campuran (mixed methods) yang dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, uji coba terbatas, serta revisi berdasarkan temuan di lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian proyek yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan analisis spasial, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi melalui pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual. Model ini juga mengintegrasikan penilaian proses, produk, presentasi, dan tes tertulis secara menyeluruh sehingga memberikan gambaran capaian belajar yang lebih utuh. Kesimpulannya, model evaluasi berbasis proyek yang dikembangkan dinyatakan layak dan lebih komprehensif dibandingkan evaluasi konvensional serta mendukung pembelajaran Geografi yang bermakna sesuai tuntutan abad ke-21.
KEBIASAAN MEMBACA PRA-PEMBELAJARAN SEBAGAI DETERMINAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA MA MUSLIMAT NU PALANGKA RAYA Hafiz Ansary; Muhammad Hakim; Muhammad Rizqi Bahrain; Surawan Surawan
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11337

Abstract

Pre-learning reading habits are one form of literacy activity that can help students acquire prior knowledge before participating in classroom learning. Such prior knowledge may enhance students’ learning readiness and understanding of the subject matter. This study aimed to describe students’ pre-learning reading habits and their conceptual understanding at MA Muslimat NU Palangka Raya. The research employed a quantitative approach using an analytical survey design. The participants consisted of 19 students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire consisting of 30 statement items and supported by interviews. The data were analyzed using descriptive statistics in the form of respondent percentage scores. The results showed that most students demonstrated positive responses toward pre-learning reading habits, with 80.23% of responses falling into the agree and strongly agree categories, while 19.77% were categorized as less agree and disagree. The findings also indicated that students possessed good initial cognitive readiness and conceptual understanding. Interview and observation results further supported these findings, revealing that reading before class helped students become more prepared, focused, active, and confident during the learning process. However, pre-learning reading habits had not been practiced consistently by all students. Therefore, continuous efforts are needed to strengthen literacy culture through the habituation of reading activities before classroom instruction begins. ABSTRAK Kebiasaan membaca pra-pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas literasi yang dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan awal sebelum mengikuti proses pembelajaran. Pengetahuan awal tersebut berpotensi meningkatkan kesiapan belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebiasaan membaca pra-pembelajaran siswa serta pemahaman konseptual siswa di MA Muslimat NU Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitis. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang terdiri atas 30 butir pernyataan dan didukung oleh wawancara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap kebiasaan membaca pra-pembelajaran dengan persentase respons setuju dan sangat setuju mencapai 80,23%, sedangkan respons kurang setuju dan tidak setuju sebesar 19,77%. Hasil juga menunjukkan bahwa siswa memiliki kesiapan kognitif awal dan pemahaman konseptual yang baik. Temuan wawancara dan observasi memperkuat hasil tersebut dengan menunjukkan bahwa membaca sebelum pembelajaran membantu siswa lebih siap, fokus, aktif, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Meskipun demikian, kebiasaan membaca pra-pembelajaran belum dilakukan secara konsisten oleh seluruh siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya literasi melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran berlangsung.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS CTL BERMUATAN KEARIFAN LOKAL SONGGI PADA MATERI KOLOID Nur Fadillah Putri; Esnawi Esnawi; Muh. Alim Marhadi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11361

Abstract

This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Contextual Teaching and Learning (CTL) containing local wisdom of songgi on colloidal systems material and analyze its validity, practicality, and effectiveness in improving students' scientific literacy. The background of the study is based on the low scientific literacy of Indonesian students which is still below the international average based on PISA results, as well as chemistry learning which is still abstract and less contextual. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of 1 chemistry teacher and 18 grade XI students of SMAN 10 Kendari. The research instruments included expert validation sheets, science literacy tests (pretest and posttest), and interviews. Data were analyzed descriptively quantitatively and qualitatively using the Aiken index for validity and N-Gain for effectiveness. The results showed that the developed LKPD had a validity level of 92.05% with a very feasible category and an Aiken index of 0.90 with a high category. Furthermore, there was an increase in students' scientific literacy, as indicated by an increase in the average score from pretest to posttest. Thus, the CTL-based student worksheet containing Songgi local wisdom was declared valid, practical, and effective for use in chemistry learning and capable of improving students' scientific literacy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) bermuatan kearifan lokal songgi pada materi sistem koloid serta menganalisis validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan literasi sains siswa. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya literasi sains siswa Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata internasional berdasarkan hasil PISA, serta pembelajaran kimia yang masih bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru kimia dan 18 siswa kelas XI SMAN 10 Kendari. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, tes literasi sains (pretest dan posttest), serta wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan indeks Aiken untuk validitas dan N-Gain untuk efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sebesar 92,05% dengan kategori sangat layak dan indeks Aiken sebesar 0,90 dengan kategori tinggi. Selain itu, terdapat peningkatan literasi sains siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest. Dengan demikian, LKPD berbasis CTL bermuatan kearifan lokal songgi dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran kimia serta mampu meningkatkan literasi sains siswa.  
PENGARUH PEMBIASAAN IBADAH TERHADAP AKHLAK SISWA SMP Ajeng Putri Wulandari; Didit Darmawan
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11362

Abstract

Concerns regarding the decline in ethical standards amongst secondary school pupils—particularly in terms of lax discipline and a waning sense of care—have been the primary impetus for schools to begin incorporating spiritual practices into their character-building programmes. This article seeks to re-examine the findings of ten previous studies to assess the extent to which these spiritual routines can actually refine pupils’ behaviour. By employing a literature review and analysing the content of relevant articles, a fairly clear pattern emerges: activities such as regular congregational prayer or the Dhuha prayer do indeed bring a breath of fresh air, fostering a shift in pupils’ attitudes towards a more positive direction. However, an interesting finding is that this effect does not occur automatically. Its success is largely determined by how the school manages the programme, the strength of the example set by teachers, and the support from the surrounding community. Indeed, there is one unique finding suggesting that regular Dhuha prayer does not always correlate directly with exam grades, proving that moral matters and academic performance follow their own distinct paths. The conclusion of this review suggests that schools should not merely establish a prayer timetable, but also foster close cooperation with parents and create a comprehensive religious atmosphere so that the results truly leave a lasting impression on the students’ souls. ABSTRAK Kegelisahan mengenai merosotnya etika remaja di lingkungan SMP terutama soal disiplin yang kendor serta pudarnya rasa peduli menjadi titik tolak utama mengapa sekolah-sekolah mulai mencoba menyisipkan rutinitas ibadah ke dalam agenda pembentukan karakter. Tulisan ini mencoba menelaah kembali jejak-jejak dari sepuluh hasil riset terdahulu guna melihat sejauh mana sebenarnya rutinitas spiritual ini mampu memoles perilaku para siswa. Dengan mengandalkan metode studi literatur dan membedah isi artikel-artikel yang relevan, terlihat sebuah pola yang cukup jelas: kegiatan seperti shalat berjamaah atau dhuha yang dilakukan terus-menerus memang membawa angin segar bagi perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Namun, temuan yang menarik adalah efek ini ternyata tidak terjadi secara otomatis. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh bagaimana sekolah mengelola program tersebut, seberapa kuat teladan yang diberikan bapak-ibu guru, hingga dukungan dari lingkungan sekitar. Bahkan, ada satu temuan unik yang menunjukkan bahwa rajin shalat dhuha tidak selalu berbanding lurus dengan nilai ujian di kelas, yang membuktikan bahwa urusan moral dan nilai akademis punya jalurnya masing-masing. Kesimpulan dari tinjauan ini menyarankan agar sekolah tidak hanya sekadar membuat jadwal ibadah, tapi juga membangun kerja sama yang erat dengan orang tua dan menciptakan suasana religius yang menyeluruh agar hasilnya benar-benar membekas pada jiwa siswa.