cover
Contact Name
Irene Puspa Dewi
Contact Email
irene.puspadewi@yahoo.com
Phone
+6285293806879
Journal Mail Official
lp2makfarprayoga@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 50. Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)
ISSN : -     EISSN : 2548141X     DOI : https://doi.relawanjurnal.id/doi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (research article) dan review (review article) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.
Articles 73 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUTIH TELUR AYAM KAMPUNG TERHADAP LUKA BAKAR PADA KELINCI Verawaty Verawaty
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.298 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur ayam kampung dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci. Telur ayam kampung yang digunakan adalah yang fertil dan infertil. Pembuatan luka bakar pada kelinci dilakukan dengan cara menempelkan pada keempat bagian kulit punggung kelinci dengan menggunakan ujung sendok yang telah dipanaskan selama 5 menit. Selanjutnya luka bakar dioleskan menggunakan putih telur ayam kampung fertil,, infertil, bioplasenton, dan amnion. Pengamatan dilakukan dengan melihat perubahan warna kulit yang terdiri dari tiga fase yaitu Fase inflamasi (meradang), fase fibroblastic (tumbuh kolagen/jaringan baru), dan fase maturasi (penyembuhan ). Dari hasil penelitian ternyata putih telur ayam kampung fertil lebih cepat menyembuhkan luka bakar dibandingkan dengan, putih telur ayam kampung infertil, bioplacenton dan amnion.
Perbandingan Daya Antihiperglikemia Telur Ayam Terfertilisasi Dengan Telur Nonfertilisasi Pada Mencit Putih Irene Puspa Dewi
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.827 KB)

Abstract

Telur ayam terfertilisasi dan nonfertilisasi mengandung FGF(Fibroblast Growth Factor)yang merupakan suatu faktor metabolik yang penting dalam terapi diabetes. Penelitian inibertujuan untuk membandingkan daya antihiperglikemia antara telur ayam terfertilisasidengan telur ayam nonfertilisasi pada mencit putih. Tepung putih telur ayam disiapkandengan mengeringkan putih telur ayam dengan menggunakan oven bersuhu 45-50°C dankemudian dilakukan penggerusan hingga menjadi tepung. Tepung putih telur tersebutdiberikan kepada mencit selama 14 hari, dan pada hari ke-7 dan hari ke-14 dilakukanpengoptimalan kadar glukosa dengan pemberian larutan glukosa sebanyak 75 g/70 kg BB. Setelah 1 jam pengoptimalan glukosa dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah mencit. Persentase kenaikan kadar glukosa darah mencit setelah dilakukan pengoptimalan kadar glukosa adalah kelompok mencit yang diberi tepung putih telur terfertilisasi 11,2%, kelompok mencit yang diberi tepung putih telur nonfertilisasi 23,8%, dan kelompok mencit yang tidak diberikan sediaan 92,1%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara daya antihiperglikemia antara tepung putih telur ayamterfertilisasi dengan nonfertilisasi.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL KULIT dan BIJI PETAI (Parkia speciosa Hassk ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Verawaty Verawaty
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.492 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi uji daya hambat ekstrak etanol kulit dan biji petai (Parkia speciosa, Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol kulit dan biji petai (Parkia speciosa, Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli.. Penelitian ini menggunakan metode difusi Agar sebagai biakan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit petai memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli lebih baik dibandingkan dengan biji petai pada konsentrasi 5%, 10%, 20%. Dengan meningkatnya konsentrasi pada ekstrak etanol kulit dan biji petai (Parkia speciosa, Hassk) maka semakin besar zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN INFUSA DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L. )dengan MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenil-2-picryhydrazyl ) Reny salim; Winda Maiza
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.83 KB)

Abstract

Senyawa antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan oleh fungsinya sebagai penangkap radikal bebas yang berlebih di dalam tubuh. Senyawa antioksidan ini dapat ditemukan di alam dalam bentuk senyawa metabolit sekunder. Pemanfaatan senyawa antioksidan dari alam sangat dianjurkan dan salah satu tumbuhan yang mengandung zat antioksidan adalah tanaman bayam merah, maka dilakukanlah uji aktivitas antioksidan yang terkandung pada infusa daun bayam merah dengan menggunakan metode DPPH. Penentuan kekuatan aktivitas antioksidan didasarkan pada nilai IC50, sesuai aturannya konsentrasi dari nilai IC50 itu harus kecil agar nilai aktivitas antioksidannya tinggi. Hasil pengukuran memperlihatkan nilai IC50 untuk infusa daun bayam merah berada pada konsentrasi 28,98 ppm.
Uji Daya Larut Kalsium Oksalat Dalam Infus Daun Alpukat Tuty Taslim; Efrianti B W
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.834 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji daya larut Kalsium Oksalat dalam infus daun alpukat (Persia americana Mill). Perendaman 100 mg Kalsium Oksalat dalam larutan 10% infusa daun alpukat dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Dan dilakukan penghitungan kadar kalsium terlarut dengan metoda kompleksometri dengan titrasi kembali menggunakan Na2 EDTA berlebih. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun alpukat dapat melarutkan kalsium oksalat dan terlihat adanya peningkatan kadar kalsium oksalat terlarut dengan variasi waktu.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Afrika Selatan (Vernonia amygdalina Del. )dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1- diphenil-2-picryhidrazyl ) Dwisari Dillasamola; Mega Linda W
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.847 KB)

Abstract

Dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Afrika Selatan (Vernonia amygdalina Del) dengan menggunakan metode DPPH(1,1-diphenil-2-picryhidrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun Afrika Selatan (Vernonia amygdalina Del)dengan pembanding vitamin C. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH terhadap ekstrak etanol daun Afrika Selatan dengan konsentrasi (1000, 2000, 3000, 4000,5000)mcg/mL. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun Afrika Selatan (Vernonia amygdalina Del)mempunyai aktivitas antioksidan daun Afrika Selatan sangat lemah dengan IC50 3489,1759 mcg/mL terhadap radikal bebas DPPH.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L.) DC) SEBAGAI ANTIHIPERTENSI TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Ria Afrianti; Ringga Novelni; Irma Yulinda
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Padang
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.624 KB)

Abstract

Hipertensi salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.Salah satu tanaman yang digunakan masyarakat luas untuk menurunkan tekanan darah adalah daun sembung (Blumea balsamifera (L.)DC). Flavonoid dalam ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera (L.)DC) diduga memiliki efek antihipertensi.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC) sebagai antihipertensi dan untuk menentukan dosis efektif ekstrak etanol daun sembung sebagai antihipertensi pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan kombinasi NaCl dan prednison selama 7 hari.Pada penelitian ini hewan percobaan dikelompokkan menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih jantan yang diuji peroral. Kelompok 1 diberi sediaan Na CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, kelompok 2 diberi sediaan penginduksi kombinasi NaCl 2,5% dan prednison 1,5 mg/kgBB sebagai kontrol positif, kelompok 3 diberi sediaan ekstrak daun sembung dosis 250 mg/kgBB, kelompok 4 diberi sediaan ekstrak daun sembung dosis 500 mg/kgBB, kelompok 5 diberi sediaan ekstrak daun sembung dosis 750 mg/kgBB, kelompok 6 diberi sediaan Kaptopril dosis 2,5 mg/kgBB sebagai pembanding.Pengobatan diberikan selama 3 hari dan kemudian tekanan darah tikus putih jantan diukur pada hari ke 10 dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah Non-Invasif CODA. Hasil analisis menggunakan anova satu arah menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembung dapat mempengaruhi tekanan darah secara nyata (p<0,05), yang artinya terdapat perbedaan secara nyata pada setiap kelompok. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah pada dosis 500 mg/kgBB.
PEMBUATAN HIDROLISAT PROTEIN DARI PARU KAMBING (Capra aegagrus hircus L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Dedi Nofiandi; Epi Supri Wardi; Mutiara Dita Putri
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Padang
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.464 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat hidrolisat protein dari paru kambing (Capra aegagrus hircus) secara enzimatis menggunakan enzim papain dan menganalisis aktivitas antioksidan dari hidrolisat protein yang dihasilkan. Variasi konsentrasi enzim papain yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Parameter yang diamati adalah sifat organoleptis, derajat hidrolisis, dan kandungan protein serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2–pikrilhidrazil).Hasil menunjukkan nilai persentase derajat hidrolisis yang didapat tertinggi pada perlakuan dengan konsentrasi enzim papain 4% yaitu sebesar 47,76%. Nilai protein berkisar antara 1,60 – 2,48%. Nilai aktivitas antioksidan tertinggi diberikan pada hidrolisat dari konsentrasi enzim 8% dengan nilai IC50 sebesar 981,2344 ppm.
ANALISIS CEMARAN MIKROBA PADA JAMU GENDONG KUNIR ASEM YANG BEREDAR DI WILAYAH SEMARANG UTARA Margareta Retno Priamsari; Maria Mira Susanti
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Padang
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.536 KB)

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional yang bahan bakunya mudah diperoleh dan memiliki khasiat yang beragam. Salah satunya adalah jamu gendong yang dapat dibuat dengan cara tradisional dan dijual dengan harga yang terjangkau. Pada proses pembuatan jamu gendong, sanitasi higiene menjadi salah satu faktor yang berperan dalam kualitas jamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan cemaran mikroba pada jamu gendong jenis kunir asem yang beredar di wilayah Semarang Utara berdasarkan Peraturan KBPOM Nomor 12 Tahun 2014 tentang tentang persyaratan mutu obat tradisional yaitu jumlah total bakteri <10 CFU/mL. Sampel diambil secara acak dengan terlebih dahulu melakukan survey dan wawancara dari penjual jamu gendong di wilayah Semarang Utarapada bulan Juli - Oktober tahun 2019. Pengujian terhadap sampel jamu gendong jenis kunir asem menggunakan metode angka lempeng total (ALT) dengan metode tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 sampel yang tidak memenuhi persyaratan jumlah total bakteri.
FORMULASI KRIM DARI MIKROKAPSUL PAPAIN Rahdian Rasyadi; Yahdian Rasyadi; Farida Rahim; Nadya Fitri Handayani
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Padang
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.227 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi krim dari mikrokapsulas papain. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat memformulasi mikrokapsul papain dalam bentuk sediaan krim dan evaluasi fisik sediaan. Krim mikrokapsul papain dibuat dengan menggunakan basis vanishing cream. Evaluasi fisik yang dilakukan pada krim mikrokapsul papain antara lain Uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH, uji kestabilan fisik, uji tipe krim, dan uji iritasi. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa krim berbentuk setengah padat, warna putih, tidak berbau, homogenitasnya tidak homogen, pH rata-rata 6,21, uji stabilitas krim menggunakan metode freeze and thaw menunjukan bahwa krim mikrokapsul papain stabil dalam suhu rendah maupun tinggi, tipe krim (m/a), uji iritasi krim yang dilakukan langsung pada kulit panelis selama 72 jam menunjukkan bahwa krim mikrokapsul papain tidak mengiritasi terhadap kulit. Hasil evaluasi fisik krim menunjukan bahwa mikrokapsul papain bisa diformulasi menjadi sediaan krim.